Loading...

4 Macam Pandangan Gereja Tentang Perjamuan Kudus Dan Penjelasannya

Loading...

Menurut pandangan transubstansiasi ini, Kristus hadir di dalam roti ketika para imam atau pelayan Tuhan yang melayankan perjamuan mendoakan roti tersebut.

Ketika roti itu didoakan/ditahbiskan, maka roti tersebut akan “berubah” menjadi tubuh Kristus.

Karena itulah pandangan ini disebut transubstansiasi.

Bagaimana perubahan itu terjadi tidak dijelaskan oleh para penganut pandangan ini, namun dikatakan bahwa hal itu merupakan sebuah misteri yang tak dapat dimengerti oleh akal manusia.

 

2. Konsubstansiasi 

Pandangan kedua tentang perjamuan kudus adalah pandangan Konsubstansiasi.

Istilah konsubstansiasi terdiri dari dua kata, “kon” (bersama) dan “substansi”.

Jadi konsubstansiasi artinya adalah bersama substansi.

Maksudnya adalah bahwa Kristus benar-benar hadir di dalam (bersama) roti perjamuan.

Pandangan konsubstansiasi pertama kali dikemukakan oleh Martin Luther, reformator utama gereja Protestan asal Jerman.

Sekalipun Martin Luther berpandangan bahwa Kristus benar-benar hadir di dalam roti perjamuan, tetapi menurut Luther bukan berarti bahwa hal itu karena roti perjamuan telah berubah.

Luther mengatakan bahwa ketika Kristus hadir di dalam roti perjamuan, roti itu sendiri masih ada dan tidak berubah wujud, seperti pandangan transubstansiasi (lihat poin 1 di atas).

Itulah sebabnya pandangan ini disebut sebagai konsubstansiasi.

Baca juga: 7 Unsur Ibadah Kristen Menurut Alkitab Dan Maknanya

Pandangan konsubstansiasi dikemukakan oleh Luther sebagai “pengganti” pandangan transubstansiasi, yang merupakan pandangan resmi gereja Katolik, gereja yang diprotes oleh Luther.

Pandangan Luther ini (konsubstansiasi) umumnya dianut oleh gereja-gereja Lutheran, atau gereja-gereja yang mengikuti ajaran-ajaran Martin Luther.

 

3. Hanya Perlambang 

John Calvin, reformator gereja asal Perancis, berpandangan bahwa roti perjamuan hanyalah lambang atau simbol tubuh Kristus.

Kristus hadir bukan di dalam roti, tetapi di tengah-tengah umatNya yang sedang melakukan perjamuan kudus.

Dan kehadiranNya tersebut adalah kehadiran secara rohani, bukan secara jasmani.

Calvin berkata bahwa Kristus tidak sungguh-sungguh nyata hadir di dalam roti perjamuan (pandangan konsubstansiasi) atau bahwa roti perjamuan adalah benar-benar tubuh Kristus, baik sebelum maupun setelah didoakan/ditahbiskan oleh pelayan Tuhan (pandangan transubstansiasi).

Sebab, menurut Calvin, ketika Kristus berkata, “Inilah tubuhKu”, Kristus juga hadir pada saat itu, sehingga tidak mungkin roti itu benar-benar tubuhNya.

Tetapi Kristus hadir secara khusus di tengah umatNya yang sedang melakukan perjamuan kudus. Demikian Calvin.

Loading...

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!