3. Otoritas Pemerintah

Otoritas yang harus ditaati di dunia menurut Alkitab, yang ketiga adalah otoritas dalam pemerintahan.

Rasul Petrus menulis,

“Tunduklah, karena Allah, kepada semua lembaga manusia, baik kepada raja sebagai pemegang kekuasaan yang tertinggi, maupun kepada wali-wali yang diutusnya untuk menghukum orang-orang yang berbuat jahat dan menghormati orang-orang yang berbuat baik.” (1 Petrus 2:13-14)

“Hormatilah semua orang, kasihilah saudara-saudaramu, takutlah akan Allah, hormatilah raja!” (1 Petrus 2:17)

Menghormati pemerintah/tunduk kepada pemerintah artinya adalah bahwa kita sebagai rakyat/warga negara, mempunyai rasa hormat dan merasa segan kepada mereka.

Pemerintah yang dimaksud di sini adalah dalam pengertian yang luas, mencakup semua pemimpin dalam pemerintahan, di setiap levelnya.

Dimulai dari pemimpin tertinggi, yakni presiden, hingga pemimpin terendah, yakni ketua RT.

Jadi mencakup ketua RT/RW, kepala kampung/desa, camat, bupati/walikota, gubernur, presiden.

Tentu termasuk juga wakil presiden, para menteri, dan para pejabat lainnya di tingkat pusat dan daerah, baik di eksekutif, legislatif, dan yudikatif.

Sebagai warga negara yang baik, orang Kristen harus menghormati orang-orang seperti itu.

Kita tidak boleh merendahkan mereka, memfitnah, mengutuk, dan mengatainya dengan kata-kata yang keji (Pengkhotbah 10:20).

Kita boleh saja tidak setuju dengan kebijakan mereka, mengkritik mereka (apalagi dalam posisi sebagai oposisi pemerintah), tetapi tetap harus menaruh rasa hormat kepada mereka.

Orang Kristen boleh-boleh saja mendemo pemerintah, sebagai oposisi atau mahasiswa, tetapi tidak boleh anarkis, dan harus tidak mau dimanfaatkan oleh para “penumpang gelap”.

Sangat menarik bahwa dalam ayat-ayat yang dikutip di atas, rasul Petrus memerintahkan orang Kristen untuk menghormati pemerintah Romawi, yang pada saat itu kerap bertindak represif terhadap orang Kristen.

Hal ini berarti bahwa jika pemerintah yang lalim saja, yang bermusuhan dengan gereja, patut dihormati, apalagi pemerintah yang tidak lalim, yang memerintah di zaman demokrasi ini!

Kepada jemaat di kota Roma, rasul Paulus menulis,

“Tiap-tiap orang harus takluk kepada pemerintah yang di atasnya, sebab tidak ada pemerintah, yang tidak berasal dari Allah; dan pemerintah-pemerintah yang ada, ditetapkan oleh Allah. Sebab itu barangsiapa melawan pemerintah, ia melawan ketetapan Allah dan siapa yang melakukannya, akan mendatangkan hukuman atas dirinya. Sebab jika seorang berbuat baik, ia tidak usah takut kepada pemerintah, hanya jika ia berbuat jahat. Maukah kamu hidup tanpa takut terhadap pemerintah? Perbuatlah apa yang baik dan kamu akan beroleh pujian dari padanya. Karena pemerintah adalah hamba Allah untuk kebaikanmu. Tetapi jika engkau berbuat jahat, takutlah akan dia, karena tidak percuma pemerintah menyandang pedang. Pemerintah adalah hamba Allah untuk membalaskan murka Allah atas mereka yang berbuat jahat.” (Roma 13:1-4).

Kita orang Kristen bukan saja harus hormat kepada pemerintah, tetapi juga harus menaati mereka.

Alasannya menurut Alkitab, adalah karena setiap pemerintah yang ada di dunia ini pada dasarnya berasal dari Allah. Tidak ada pemerintah yang tidak berasal dari Allah.

Pemerintah adalah “hamba Allah” demi kebaikan rakyat.

Sehingga barangsiapa melawan pemerintah yang sah pada dasarnya ia melawan Tuhan sendiri, yang menetapkan para pemerintah tersebut.

Namun demikian, bahwa Allah yang menetapkan semua pemerintah di dunia ini tidak berarti bahwa Allah merestui semua kebijakan para pemerintah itu.

Tetapi maksudnya adalah bahwa tanpa seizin Allah, para pemerintah tersebut tidak mungkin bisa berkuasa (baik secara sah melalui pemilu maupun secara tidak sah melalui kudeta).

Menaati pemerintah berarti mengikuti segala aturan atau perundang-undangan yang berlaku, yang dibuat oleh pemerintah dalam setiap levelnya.

Contoh paling sederhana adalah kewajiban untuk memiliki KTP bagi warga yang berusia 17 tahun ke atas, dan mematuhi peraturan lalu lintas.

Atau, taat dan setia pada prinsip-prinsip bernegara (dalam konteks Indonesia, harus setia pada Pancasila sebagai dasar negara).

Advertisements
Ad 16
Advertisements Text

Tetapi ketaatan kepada pemerintah ada batasnya/tidak mutlak, jika diperhadapkan dengan ketaatan kepada Tuhan.

Jika peraturan pemerintah melanggar firman Tuhan, maka orang Kristen harus lebih memilih untuk taat kepada Tuhan daripada taat kepada manusia/pemerintah (Kisah Para Rasul 4:19; 5:29).

 

4. Otoritas Dunia Kerja

Otoritas yang harus ditaati di dunia menurut Alkitab, yang keempat adalah otoritas dalam dunia kerja.

Kita juga menghormati dan menaati pimpinan dalam dunia kerja kita.

“Hai hamba-hamba, taatilah tuanmu yang di dunia ini dalam segala hal, jangan hanya di hadapan mereka saja untuk menyenangkan mereka, melainkan dengan tulus hati karena takut akan Tuhan.”  (Kolose 3:22)

Dalam dunia kerja kita perlu menaati pimpinan kita dalam segala hal.

Ketaatan tersebut harus dilakukan secara tulus karena takut akan Tuhan, bukan hanya di depan mereka saja.

Tentu saja ketaatan kita mutlak hanya sejauh hal itu tidak bertentangan dengan firman Tuhan.

Mungkin pimpinan kita masih muda, belum berpengalaman, atau punya pendidikan dan keahlian di bawah kita.

Tetapi hal itu tidak boleh membuat kita tidak menaatinya.

Kita juga harus lebih menghormati pimpinan yang seiman.

“Jika tuan mereka seorang percaya, janganlah ia kurang disegani karena bersaudara dalam Kristus, melainkan hendaklah ia dilayani mereka dengan lebih baik lagi, karena tuan yang menerima berkat pelayanan mereka ialah saudara yang percaya dan yang kekasih.” (1 Timotius 6:2)

Pada zaman dulu, zaman Perjanjian Baru, ketika perbudakan masih ada, sering kali seorang tuan dan budaknya sama-sama orang yang telah bertobat dan percaya Tuhan Yesus.

Kadang tuannya yang lebih dulu menjadi Kristen, tapi kadang juga budaknya yang lebih dulu dari tuannya menjadi Kristen.

Dalam kasus ini, kadang seorang budak menjadi kurang hormat kepada tuannya.

Mungkin dia akan merasa bahwa mereka adalah saudara seiman di dalam Tuhan, yang kedudukannya setara di mata Tuhan.

Tetapi rasul Paulus mengajarkan kita bahwa hal seperti ini tidak boleh terjadi. Orang Kristen tidak boleh kurang menghormati pimpinannya di dalam dunia kerja hanya karena mereka seiman.

Sebaliknya, rasul Paulus mengajarkan, jika pimpinan kita seorang Kristen, kita harus lebih menghormati dan melayani dia lebih baik lagi, sebab ia adalah “saudara seiman” kita.

Hormatilah pimpinan kita yang seiman layaknya seorang pimpinan, bahkan hormatilah dia lebih daripada pimpinan yang tidak seiman!

Hal senada disampaikan oleh rasul Petrus.

Petrus berkata bahwa para hamba harus tunduk kepada tuannya, bukan hanya yang baik tetapi juga yang bengis! (1 Petrus 2:18).

 

Itulah 4 otoritas yang harus dihormati dan ditaati di dunia menurut Alkitab.

 

Jika artikel ini memberkati Anda, jangan lupa untuk membagikannya kepada rekan-rekan jejaring sosial Anda (facebook, twitter, google plus, whatsapp, dll) melalui tombol share yang tersedia pada artikel ini.

 

Anda juga dapat memberikan tanggapan, komentar, saran atau pertanyaan seputar artikel ini pada kolom komentar yang tersedia di bawah. Tetapi semua komentar harus dimoderasi terlebih dahulu, dan hanya komentar yang memenuhi syarat yang akan dipublikasikan.

 

Silakan juga bergabung dengan Fans Page Facebook Rubrik Kristen dengan cara mengklik “Like” atau “Sukai” pada Fans Page Facebook Rubrik Kristen di situs ini, sehingga Anda selalu mendapat info artikel-artikel terbaru dari situs ini. Terima kasih. GBU.

Tinggalkan Balasan