Loading...

4 Pandangan Tentang Kerajaan Seribu Tahun Dan Penjelasannya

Loading...

 

3. Premil Historis

Pandangan ketiga tentang Kerajaan Seribu Tahun adalah Premil/Premilenium historis.

Premil atau premilenium terdiri dari dua kata: “pre”, yang artinya “pra” atau “sebelum” dan “milenium” atau masa seribu tahun.

Jadi premil adalah pandangan yang percaya pada kerajaan seribu tahun secara harfiah di bumi setelah Kristus datang kedua kali.

Atau, kedatangan Kristus kedua kali terjadi sebelum masa kerajaan seribu tahun.

Pandangan ini adalah pandangan mayoritas bapa-bapa gereja selain Agustinus, dan masih banyak dianut oleh teolog-teolog masa kini.

Karena ini adalah pandangan yang bersejarah,  yang dianut oleh mayoritas bapa-bapa gereja, maka pandangan ini disebut premil historis, untuk membedakannya dari premil lainnya, yakni premil dispensasional (lihat poin 4 di bawah).

Dikatakan dalam kitab Wahyu bahwa orang-orang percaya akan memerintah bersama Kristus selama seribu tahun.

Ini artinya bahwa kerajaan seribu tahun terjadi setelah kebangkitan pertama, yakni kebangkitan orang percaya (Wahyu 20:4).

Setelah kerajaan seribu tahun berakhir, maka akan ada kebangkitan kedua, yakni kebangkitan orang yang tidak percaya (Wahyu 20:5).

Pada masa itu iblis akan diikat selama seribu tahun, dan setelah masa kerajaan seribu tahun itu berakhir ia akan dilepaskan dan menyesatkan banyak orang di bumi.

Ia juga mengumpulkan para pengikutnya untuk berperang terhadap orang-orang percaya, yakni perang Gog dan Magog, tetapi api dari surga akan menghanguskan mereka (Wahyu 20:1-3;7-10).

Di dalam kitab Daniel sudah ada penglihatan tentang kerajaan seribu tahun, walau tidak disebut istilah kerajaan seribu tahun.

Namun dengan jelas dikatakan bahwa Anak Manusia, yakni Tuhan Yesus, diberi pemerintahan oleh Yang Lanjut Usianya, yakni Allah Bapa (Daniel 7:13-14).

Jadi kerajaan seribu tahun bukan ujuk-ujuk muncul, sekalipun istilah itu hanya disebut beberapa kali dalam Perjanjian Baru, dan hanya dalam kitab Wahyu.

Menurut 1 Korintus 15:24-25, setelah segala sesuatu ditaklukkan di bawah kaki Kristus, Ia akan menaklukkan diriNya sendiri kepada BapaNya.

Artinya Dia menyerahkan kerajaanNya itu kembali kepada Bapa, sekalipun kerajaan seribu tahun juga adalah kerajaan Allah Bapa. (Baca: 10 Peristiwa Terpenting Yang Akan Terjadi Pada Akhir Zaman)

Pandangan premil historis banyak dianut oleh gereja-gereja Injili.

 

4. Premil Dispensasional

Pandangan terakhir tentang Kerajaan Seribu Tahun adalah Premil Dispensasional.

Ada dua macam pandangan premil, yakni premil historis, pandangan umum sejak zaman para bapa gereja (lihat poin 3 di atas), dan premil dispensasional atau dispensasional saja.

Pandangan premil dispensasional baru muncul pada abad ke-19 di Amerika, sebagai bagian dari teologi dispensasional.

Premil dispensasional banyak dianut oleh gereja-gereja Baptis, Karismatik dan Pentakostal.

Seperti halnya premil historis, pandangan ini percaya pada adanya kerajaan seribu tahun secara harfiah di bumi, setelah kedatangan Kristus kedua kali.

Perbedaan keduanya adalah seputar Israel, masa tribulasi, dan pengangkatan.

Jika premil historis melihat kerajaan seribu tahun sebagai masa pemerintahan Kristus dengan gerejaNya, maka premil dispensasional melihat kerajaan seribu tahun juga sebagai zaman penggenapan janji-janji Allah kepada umat Israel.

Mereka meyakini bahwa janji-janji Tuhan terhadap Abraham dan Daud untuk memiliki tanah yang luas serta kerajaan Israel yang berjaya, belum pernah diwujudkan sepenuhnya di sepanjang sejarah.

Karena itu mereka melihat kerajaan seribu tahun sebagai masa penggenapan dari janji-janji tersebut.

Sementara premil historis umumnya menganut pandangan post tribulasi, maka premil dispensasional menganut pandangan Pre Tribulasi

Dan jika premil historis umumnya menganut pandangan pengangkatan di angkasa, maka premil dispensasional menganut pandangan Pengangkatan Gereja Secara Harfiah Ke Surga

 

Itulah 4 pandangan tentang Kerajaan Seribu Tahun dan penjelasannya.

 

Jika artikel ini memberkati Anda, jangan lupa untuk membagikannya kepada rekan-rekan jejaring sosial Anda (facebook, twitter, google plus, whatsapp, dll) melalui tombol share yang tersedia pada artikel ini.

 

Anda juga dapat memberikan tanggapan, komentar, saran atau pertanyaan seputar artikel ini pada kolom komentar yang tersedia di bawah. Tetapi semua komentar harus dimoderasi terlebih dahulu, dan hanya tanggapan, komentar, saran atau pertanyaan yang memenuhi syarat yang akan dipublikasikan.

 

Silakan juga bergabung dengan Fans Page Facebook Rubrik Kristen dengan cara mengklik “Like” atau “Sukai” pada Fans Page Facebook Rubrik Kristen di situs ini, sehingga Anda selalu mendapat info artikel-artikel terbaru dari situs ini. Terima kasih. GBU.

Loading...

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!