Categories: GEREJA

4 Pandangan Tentang Tribulasi Dan Penjelasannya

Artikel ini membahas tentang 4 pandangan tentang tribulasi dan penjelasannya.

Istilah tribulasi adalah sebuah doktrin yang sangat penting bagi banyak gereja dari berbagai aliran.

Sebab hal ini berkaitan dengan akhir zaman, suatu hal yang sangat penting di Alkitab.

Tribulasi adalah kesengsaraan besar yang akan terjadi pada akhir zaman.

Baca juga: 4 Pandangan Tentang Perjamuan Kudus Dan Penjelasannya

Hal ini sebelumnya telah diberitahukan sendiri oleh Tuhan Yesus kepada murid-muridNya dalam khotbahNya tentang akhir zaman (Matius 24:21,29), dan dicatat oleh Yohanes sendiri dalam kitab Wahyu (Wahyu 7:14).

Kesengsaraan besar ini berbeda dengan kesengsaraan atau penderitaan-penderitaan yang terjadi di sepanjang zaman.

Hal ini secara tegas digarisbawahi oleh Tuhan Yesus bahwa kesengsaraan ini akan terbilang unik, belum pernah ada kesengsaraan seperti ini sebelumnya dan tidak akan pernah terjadi lagi.

Baca juga: 7 Jenis Kepemimpinan Gereja Dan Penjelasannya

Jadi hal itu benar-benar sebuah kesengsaraan yang sangat dahsyat yang akan menimpa bumi dan penduduknya pada akhir zaman.

Bahkan Tuhan Yesus berkata bahwa seandainya waktunya tidak dipersingkat, maka tidak akan ada orang yang selamat dalam masa kesengsaraan tersebut (Matius 24:22).

Umumnya diyakini bahwa peristiwa-peristiwa yang tercatat dalam Wahyu 4-18 adalah kesengsaraan besar yang disebut-sebut oleh Tuhan Yesus, dan biasanya diyakini selama 7 masa atau 7 tahun, sebagaimana yang dinubuatkan oleh nabi Daniel. (Daniel 9:27).

Baca juga: 10 Peristiwa Terpenting Yang Akan Terjadi Pada Akhir Zaman

Pada masa separoh kedua dari periode 7 masa tribulasi tersebut, yakni 3,5 tahun terakhir, kesusahan akan semakin hebat dengan tampilnya antikris yang memerintah di bumi.

Antikristus adalah tokoh yang menentang Kristus dan ajaranNya. Dia akan mengajarkan kesesatan dan menyesatkan banyak orang di bumi.

Antikris ini telah dinubuatkan berulang kali di Alkitab. Dalam khotbah akhir zaman, Tuhan Yesus mengingatkan murid-muridNya tentang kedatangan si pembinasa keji, seperti yang dinubuatkan oleh nabi Daniel.

Dia akan menjadi pemimpin politik dan agama, tetapi pada akhirnya akan dihukum oleh Tuhan Yesus. Ia akan dimasukkan ke dalam api neraka (Baca: 10 Fakta Tentang Antikris Menurut Alkitab).

Namun, sekalipun masa tribulasi banyak disinggung di Alkitab, dengan istilah yang berbeda-beda, gereja-gereja tidak mempunyai pandangan yang sama tentang tribulasi ini.

Bahkan sebagian gereja tidak mempercayai adanya masa tribulasi tersebut.

Jadi pada umumnya gereja-gereja dapat dibagi menjadi dua bagian perihal pandangan tentang tribulasi atau masa kesengsaraan.

Sebagian gereja percaya pada adanya tribulasi atau masa kesengsaraan, sedangkan sebagian lagi tidak percaya adanya tribulasi atau masa kesengsaraan.

Baca juga: 7 Aliran Utama Dalam Gereja Kristen

Akan tetapi kedua macam pandangan tentang tribulasi atau masa kesengsaraan tersebut dapat dibagi menjadi empat macam pandangan. Di mana pandangan yang percaya adanya tribulasi dibagi menjadi tiga bagian.

Gereja-gereja Kristen dari berbagai aliran atau denominasi menganut salah satu dari 4 pandangan tentang tribulasi atau masa kesengsaraan ini.

Lalu, apa sajakah keempat pandangan tentang tribulasi atau masa kesengsaraan tersebut?

Berikut pembahasannya.

 

1. Tidak Ada Masa Tribulasi

Pandangan pertama tentang tribulasi adalah bahwa masa tribulasi itu tidak ada.

Maksudnya, pandangan ini mengatakan bahwa kesengsaraan secara khusus yang terjadi pada akhir zaman dalam kurun waktu tertentu, tidak ada.

Pandangan ini percaya bahwa umat Tuhan di segala zaman telah, sedang, dan akan mengalami kesengsaraan, sebagai konsekwensi dari mengikut Tuhan Yesus.

Karena itu tidak ada kesengsaraan besar yang terjadi pada akhir zaman, yang lebih khusus dari kesengsaraan-kesengsaraan sebelumnya.

Tribulasi akan dialami oleh umat Tuhan sepanjang masa, bukan hanya pada akhir zaman.

Bahkan pandangan ini tidak melihat perkataan Tuhan Yesus sendiri yang menekankan keunikan masa tribulasi pada akhir zaman sebagai sesuatu yang khusus (lihat pendahuluan artikel).

Sebagian mereka melihat perkataan Tuhan Yesus tersebut merujuk pada kesengsaraan orang Yahudi atau gereja pada abad pertama.

Demikian juga nubuat nabi Daniel tentang tribulasi umumnya dianggap oleh para penganut pandangan ini sebagai nubuat tentang kesengsaraan bangsa Yahudi yang telah terjadi pada masa Antiokhus Epifanes (Baca: 5 Kerajaan Dalam Penglihatan Nabi Daniel Dan Penjelasannya)

Sedangkan masa kesengsaraan yang dilihat oleh rasul Yohanes dalam kitab Wahyu umumnya  dianggap sebagai kesengsaraan gereja pada abad pertama oleh kekaisaran Romawi, yang tentu telah terjadi.

Pandangan ini umumnya dipegang oleh gereja Katolik, Ortodoks, dan sebagian gereja-gereja Protestan mainstream (arus utama), seperti Lutheran dan Calvinis.

 

2. Masa Tribulasi Tidak Dialami Oleh Gereja

Pandangan kedua tentang tribulasi adalah bahwa masa tribulasi itu ada, sebagaimana yang  dinubuatkan oleh nabi Daniel, “dilihat” oleh rasul Yohanes dalam kitab Wahyu, serta dinubuatkan oleh Tuhan Yesus sendiri.

Kendati demikian, pandangan ini mengatakan bahwa masa tribulasi tersebut hanya dialami oleh orang-orang yang tidak percaya.

Para penganut pandangan ini meyakini bahwa kesengsaraan besar di bumi tidak akan dialami oleh orang-orang percaya atau gereja.

Mengapa?

Sebab, menurut pandangan ini, sebelum masa kesengsaraan besar itu berlangsung di bumi, Tuhan Yesus sudah datang di angkasa dan mengangkat orang-orang percaya ke surga! (1 Tesalonika 4).

Orang percaya akan berada di surga selama masa kesengsaraan tersebut, yakni selama tujuh tahun.

Lalu apa yang dilakukan oleh orang percaya selama tujuh tahun di surga? Mereka menghadiri “Perjamuan Anak Domba”, yang disebut beberapa kali di Alkitab.

Setelah masa kesengsaraan itu selesai di bumi, orang percaya akan turun dari surga ke bumi bersama Kristus untuk memasuki kerajaan milenium atau kerajaan seribu tahun.

Pandangan ini berpedoman pada 1 Tesalonika 4:17 yang mengatakan bahwa orang-orang percaya tidak ditentukan untuk mengalami murka Allah, yang diartikan tidak mengalami masa tribulasi.

Pandangan ini banyak ditemui di kalangan gereja Baptis (aliran protestan terbesar di Amerika Serikat), kaum Injili, serta di gereja-gereja beraliran Pentakosta dan Karismatik.

Page: 1 2