4 Perbedaan Gereja Dengan Israel

 

Setidaknya ada 4 perbedaan utama antara Gereja dengan Israel yang perlu kita ketahui.

Israel dan Gereja adalah dua umat Allah di Alkitab. Israel adalah umat pilihan Allah di Perjanjian Lama, sedangkan Gereja adalah umat pilihan Allah di Perjanjian Baru.

Baca juga: 10 Perbedaan Agama Yahudi  Dengan Agama Kristen

Israel dan Gereja tidak identik, mereka bukan satu entitas yang sama, tetapi dua entitas yang berbeda. Israel bukan Gereja, dan Gereja bukan Israel.

Jadi Israel dan Gereja adalah berbeda, yang punya sejumlah perbedaan yang mendasar.

Sekalipun harus diakui bahwa Israel dan Gereja saling terkait satu sama lain. Mereka bukan dua entitas yang sama sekali terpisah tanpa ada kaitan. Mereka punya hubungan yang sangat erat.

Baca juga: 10 Perbedaan Agama Islam  Dengan Agama Kristen

Kita perlu mengetahui perbedaan antara Israel dengan Gereja sebagai bukti bahwa mereka adalah dua entitas yang berbeda.

Jika demikian, apa sajakah perbedaan antara Gereja dan Israel?

Nah artikel kali ini akan membahasnya.

Berikut penjelasannya.

1. Israel menjadi umat Allah karena hubungan jasmani, sedangkan Gereja menjadi umat Allah karena hubungan rohani

Orang Israel menjadi umat pilihan Tuhan adalah karena mereka keturunan jasmani Abraham, Ishak, dan Yakub.

Sebab Tuhan telah berjanji kepada nenek moyang mereka, Abraham, yang diteguhkanNya kembali kepada Ishak dan Yakub, bahwa keturunan Abraham akan menjadi umatNya.

Tidak semua keturunan Abraham menjadi umat Tuhan, melainkan hanya keturunan dari garis Ishak dan Yakub.

Jadi orang Israel menjadi umat Tuhan bukan karena pilihan mereka sendiri, tetapi secara otomatis dialami karena mereka keturunan jasmani dari Abraham, Ishak, dan Yakub.

Memang ada juga orang asing yang bukan keturunan jasmani Abraham, Ishak, dan Yakub yang menjadi bagian dari umat Israel. Misalnya para budak orang Israel yang tergabung menjadi umat Israel. Tetapi ini adalah perkecualian dan hanya sedikit jumlahnya.

Hal itu adalah keharusan, sebab tidak mungkin para budak yang selalu tinggal bersama-sama dengan orang Israel dalam satu rumah tidak mempunyai hukum Israel yang mengikat mereka (Keluaran 12:49).

Sedangkan Gereja menjadi umat Tuhan karena iman percaya mereka kepada Tuhan Yesus.

Tidak seperti orang Israel yang otomatis menjadi umat Allah karena keturunan jasmani Abraham, Ishak, dan Yakub, Gereja menjadi umat Tuhan setelah memenuhi syarat tertentu, yakni iman kepada Tuhan Yesus. Dengan kata lain, Gereja atau orang Kristen menjadi umat Tuhan karena sebuah pilihan.

Jadi jika orang Israel adalah keturunan Abraham secara jasmani, maka Gereja adalah keturunan Abraham secara rohani (Roma 4:16). Karena orang Kristen mengikuti iman Abraham, di mana Abraham dibenarkan oleh Tuhan karena imannya kepadaNya.

2. Israel terdiri dari hanya satu bangsa, sedangkan Gereja terdiri dari banyak bangsa

Israel hanya terdiri dari satu bangsa, yakni bangsa Israel. Bangsa Israel adalah keturunan Yakub, anak Ishak, cucu Abraham. Israel terdiri dari 12 suku, yang merupakan keturunan dari 12 anak laki-laki Yakub.

Meski di antara orang Israel terdapat sejumlah orang asing dari berbagai bangsa yang telah menggabungkan diri, namun mereka tetap terhitung sebagai satu bangsa, yakni bangsa Israel.

Kesatuan orang Israel sebagai sebuah bangsa sangat kuat. Kolektivitas mereka sebagai suatu bangsa mengalahkan individu. Dan sering kali urusan seorang individu menjadi urusan keseluruhan bangsa Israel.

Dosa satu orang atau dosa beberapa orang Israel, sering kali menjadi dosa kolektif, dosa seluruh bangsa Israel. Dan hukuman seorang individu sering kali menjadi hukuman terhadap keseluruhan bangsa Israel.

Sedangkan Gereja terdiri dari banyak bangsa di dunia.

Gereja adalah kumpulan orang percaya dari berbagai bangsa, bahkan juga bangsa Israel, yang percaya kepada Tuhan Yesus.

Tetapi meskipun Gereja dipandang sebagai satu kesatuan sebagai umat Tuhan, kebebasan individu lebih menonjol.

Tidak seperti Israel, urusan individu tidak dipandang sebagai urusan seluruh Gereja. Sebab dari awal, Gereja memang adalah urusan individu. Mereka menjadi bagian dari Gereja karena keputusan pribadi, yakni iman kepada Tuhan Yesus.

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!