Loading...

4 Pimpinan KPK Beragama Kristen

Loading...

 

Artikel ini membahas tentang pimpinan KPK beragama Kristen/Katolik.

Tidak bisa disangkal bahwa saat ini korupsi sudah menjadi musuh utama bangsa Indonesia. Sebab korupsi membuat mental para pejabat rusak, korupsi juga menyebabkan kemiskinan dan ketidakadilan di masyarakat.

Apalagi hukuman terhadap mereka yang melakukan korupsi (koruptor) sering dirasakan terlalu ringan, di samping juga sering mendapat remisi atau pengurangan masa tahanan pada masa tertentu, seperti pada Hari Ulang Tahun kemerdekaan RI dan pada hari raya keagamaan.

Selain intoleransi, narkoba dan terorisme, korupsi telah menjelma menjadi momok yang menakutkan bagi bangsa Indonesia dan merupakan hal yang sangat mendesak untuk diperangi.

Baca juga: 10 Gubernur Dan Wakil Gubernur Beragama Kristen Di Indonesia

Karena itulah, sejak era reformasi yang digulirkan tahun 1998, pasca lengsernya mantan presiden Suharto, sejumlah kalangan yang peduli terhadap pemberantasan korupsi meniupkan ide perlunya pembentukan sebuah lembaga khusus untuk memerangi korupsi, seperti yang terdapat di negara-negara lain.

Sebab lembaga penegak hukum yang ada selama ini, yakni kepolisian dan kejaksaan, dianggap kurang bertaji dalam menghadapi praktek korupsi yang sudah menggurita di negeri ini.

Ide pembentukan lembaga anti korupsi ini kemudian terealisasi pada masa pemerintahan presiden Megawati (tahun 2002) dengan lahirnya lembaga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Baca juga: 7 Menteri Jokowi Beragama Kristen

KPK ini dipimpin oleh 5 orang pejabat (pimpinan/komisioner), yang terdiri dari 1 ketua dan 4 wakil ketua, serta bertugas selama 4 tahun.

Para calon pimpinan KPK diseleksi oleh sebuah panitia seleksi (Pansel KPK) yang dibentuk oleh presiden, dan menyerahkan sejumlah nama yang berhasil diseleksi kepada presiden.

Lalu presiden menyerahkan sejumlah nama kepada DPR. Dan DPR, yakni komisi III (yang membidangi hukum), memilih 5 orang di antara nama-nama tersebut (termasuk siapa yang menjadi ketua KPK) dan kemudian diserahkan kepada presiden untuk dilantik.

Mereka yang terpilih itulah yang diharapkan menjadi ujung tombak dalam pemberantasan korupsi di Indonesia serta menjadi tumpuan harapan rakyat Indonesia.

Baca juga: 26 Senator Indonesia Beragama Kristen

Hingga kini sudah ada 4 periode pimpinan KPK yang berhasil dipilih, dan yang sedang menjabat saat ini adalah KPK periode 4 atau KPK jilid 4.

Dalam KPK jilid pertama, terdapat seorang pimpinan KPK beragama Kristen/Katolik. Dalam KPK jilid 2 dan 3, tidak ada pimpinan KPK beragama Kristen/Katolik yang terpilih.

Tetapi dalam KPK jilid 2, pimpinan KPK beragama Kristen/Katolik dalam KPK jilid 1, menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt)/Pejabat Sementara (Pjs) Ketua KPK.

Dalam KPK jilid 4, yang sedang menjabat saat ini, 3 dari 5 pimpinan KPK beragama Kristen/Katolik. Dengan demikian, sejak kelahirannya, sudah ada 4 pimpinan KPK beragama Kristen/Katolik.

Lalu, siapa saja 4 pimpinan KPK beragama Kristen/Katolik tersebut? Berikut profil mereka.

 

1. Tumpak Hatorangan Panggabean (Wakil Ketua KPK, 2003-2007; Ketua KPK, 2009-2010)

Pimpinan KPK pertama yang beragama Kristen/Katolik adalah Tumpak Hatorangan Panggabean.

Tumpak Hatorangan Panggabean adalah salah satu pimpinan/Wakil Ketua KPK jilid pertama (periode 2003-2007).

Tumpak Hatorangan Panggabean juga pernah menjabat sebagai Ketua KPK jilid 2 pada tahun 2009-2010, menggantikan ketua KPK saat itu, Antasari Azhar, yang harus non-aktif dari jabatannya karena dituduh terlibat dalam pembunuhan berencana.

Sebelum terpilih menjadi salah satu Wakil Ketua KPK periode pertama, Tumpak Hatorangan Panggabean merupakan seorang jaksa.

Tumpak Hatorangan Panggabean lahir di Sanggau, Kalimantan Barat, pada 29 Juli 1943.

Ia menempuh pendidikannya di bidang hukum pada Universitas Tanjungpura Pontianak, Kalimantan Barat. Setelah lulus, Tumpak Hatorangan Panggabean berkarier di Kejaksaan Agung.

Tumpak Hatorangan Panggabean pernah mengemban beberapa jabatan penting di kejaksaan, antara lain: Kajari Pangkalan Bun (1991–1993), Asintel Kejati Sulteng (1993-1994), Kajari Dili (1994–1995), dan Kasubdit Pengamanan Ideologi dan Politik Pada JAM Intelijen (1996–1997).

Lalu, Asintel Kejati DKI Jakarta (1997-1998), Wakajati Maluku (1998–1999), Kajati Maluku (1999-2000), Kajati Sulawesi Selatan (2000–2001), dan SESJAMPIDSUS (2001–2003).

Tumpak Hatorangan Panggabean pernah mendapatkan penghargaan Satya Lencana Karya Satya XX Tahun 1997 dan Satya Lencana Karya Satya XXX 2003.

Setelah memimpin KPK periode pertama, pada tahun 2008 Tumpak diangkat sebagai Anggota Dewan Komisaris PT Pos Indonesia (Pesero), sebelum akhirnya dipilih oleh presiden SBY waktu itu untuk menduduki posisi pejabat sementara Ketua KPK.

Setelah memimpin KPK tahun 2009-2010, Tumpak Hatorangan Panggabean menjadi Komisaris Utama PT. Pelindo II.

 

2. Basaria Panjaitan (Wakil Ketua KPK, 2015-2019)

Pimpinan KPK lainnya yang beragama Kristen/Katolik adalah Basaria Panjaitan.

Basaria Panjaitan adalah salah satu pimpinan/Wakil Ketua KPK jilid keempat (periode 2015-2019) yang masih menjabat saat ini.

Loading...
2 Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!