5 Akibat Dosa Adam Bagi Manusia

Artikel ini membahas tentang 5 akibat dosa Adam bagi manusia, sebagaimana dicatat di Alkitab.

Ada 5 akibat dosa Adam bagi manusia, bagi seluruh manusia keturunan Adam.

Tuhan adalah maha kasih, yang penuh rahmat terhadap manusia yang diciptakanNya.

Tetapi Ia juga adalah maha adil, yang menghukum mereka yang berdosa dan memberontak kepadaNya.

Baca juga: 10 Dosa Terbesar Menurut Alkitab

Demikianlah yang terjadi dengan Adam dan istrinya, Hawa, manusia pertama yang Tuhan ciptakan.

Setelah Tuhan menciptakan manusia, Adam dan Hawa, dan memberkati mereka, Ia menempatkan mereka di Taman Eden.

Ia memberi perintah kepada mereka  bahwa semua yang ada di taman itu boleh mereka makan buahnya.

Tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat, yang terdapat di tengah-tengah taman itu, tidak boleh mereka makan. Sebab pada waktu mereka memakannya, mereka pasti akan mati.

Baca juga: 20 Jenis Dosa Di Alkitab

Peringatan Tuhan ini ternyata tidak diindahkan oleh Adam dan Hawa.  Iblis dalam bentuk ular datang untuk menggoda Hawa.

Hawa tergoda dengan omongan iblis tersebut, ia melihat buah pohon terlarang itu sangat menarik.

Lalu ia mengambil buah pohon itu, memakannya dan memberikannya kepada  suaminya, Adam.

Ketidaktaatan Hawa dan Adam membuat Tuhan menghukum mereka dengan berbagai macam hukuman.

Baca juga: 3 Dosa Yang Tidak Terampuni Menurut Alkitab

Namun, hukuman yang ditimpakan kepada Adam dan Hawa bukan hanya untuk mereka berdua, tetapi juga untuk seluruh keturunan mereka kelak.

Dengan kata lain, untuk semua manusia di bumi, yang adalah keturunan Adam dan Hawa.

Jadi cakupan hukuman ini sangat luas. Inilah yang disebut dengan istilah dosa asali atau dosa warisan, yang hanya ada dalam ajaran kekristenan (Roma 5:12-21).

Di sini dicantumkan 5 akibat dosa Adam bagi manusia, sebagaimana dicatat di Alkitab.

Apa sajakah ke 5 akibat dosa Adam bagi manusia tersebut?

Berikut pembahasannya.

 

1. Hubungan Manusia Dengan Allah Menjadi Rusak

Akibat dosa Adam bagi manusia, yang pertama adalah: hubungan manusia dengan Allah menjadi rusak.

Kematian Adam dan Hawa (seperti yang Tuhan katakan) jika mereka memakan buah pohon terlarang, terbukti di sini.

Mereka memang tidak mati seketika secara jasmani, tetapi mereka telah mati secara rohani.

Artinya, mereka terpisah dari Tuhan.

Mereka punya rasa bersalah dan takut berhadapan denganNya (keterpisahan secara kiasan) serta diusir dari Taman Eden (keterpisahan secara harfiah).(Kejadian 3:1-24).

Demikianlah semua manusia, yang adalah keturunan Adam, telah jatuh ke dalam dosa dan terpisah dari Allah yang hidup.

Dosa telah merusak hubungan Allah dengan manusia.

Tetapi melalui karya Tuhan Yesus di kayu salib, hubungan manusia dengan Allah dipulihkan kembali.

 

2. Manusia Mengalami Kematian Jasmani

Akibat dosa Adam bagi manusia, yang kedua adalah: manusia mengalami kematian jasmani.

Kematian rohani Adam dan Hawa kemudian juga diikuti oleh kematian mereka secara jasmani.

Setelah hidup bertahun-tahun, akhirnya Adam dan Hawa mati secara jasmani/ secara fisik.

Jika Adam dan Hawa tidak memakan buah pohon terlarang itu tentu mereka akan hidup selamanya.

Demikianlah semua manusia akan mengalami kematian jasmani, tanpa terkecuali.

Dosa telah membawa manusia kepada maut yang tak dapat ditolaknya. (Roma 6:23).

Tetapi melalui iman kepada Tuhan Yesus, manusia akan bangkit dari kematian dan hidup kekal di surga (Yohanes 5:24-29).

 

3. Manusia Mengalami Berbagai Penderitaan

Akibat dosa Adam bagi manusia, yang ketiga adalah: manusia mengalami berbagai penderitaan dalam hidup.

Setelah jatuh ke dalam dosa, Tuhan menghukum Hawa bahwa ia akan mengandung dan melahirkan anak dengan kesakitan, dan ia akan berada dalam kuasa suaminya.

Sementara Adam dihukumnya dengan sangat susah mencari nafkah dari tanah yang dikelolanya (Kejadian 3:1-24).

Kematian Yesus di kayu salib memulihkan manusia pada keadaannya yang semula di Taman Eden ketika belum jatuh ke dalam dosa, yakni tanpa mengalami penyakit dan berbagai penderitaan.

Ketika seseorang percaya kepada Tuhan Yesus, maka ia akan terlepas dari berbagai penyakit dan penderitaan, bukan di dunia ini, tetapi di dunia yang akan datang atau surga (Wahyu 21:4).

 

(Visited 23 times, 1 visits today)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!