5 Alasan Mengapa Kristen Menolak LGBT

Artikel ini membahas tentang alasan mengapa orang Kristen menolak LGBT.

Ada banyak alasan mengapa orang Kristen menolak LGBT.

Seperti kita tahu, isu LGBT (Lesbian, Gay, Bisexual, dan Transgender) bukan lagi hal yang asing bagi kita saat ini.

Isu ini bukan hanya ada di luar negeri, di Indonesia pun sudah ramai dibicarakan serta menimbulkan pro-kontra di masyarakat.

Hal ini terutama setelah kaum LGBT mulai berani menunjukkan jati diri mereka serta menuntut hak-hak mereka dihormati.

Baca juga: 10 Ayat Alkitab Yang Menentang LGBT

Di kalangan gereja sendiri isu LGBT masih menjadi tantangan tersendiri.

Pada umumnya gereja menolak keberadaan LGBT, namun sebagian gereja justru menerimanya dengan alasan Hak Azasi Manusia.

Juga, karena mereka merasa Alkitab tidak menolak keberadaan kaum LGBT.

Bagaimanakah sebenarnya pandangan Alkitab terhadap LGBT ini?

Bagaimana seharusnya pandangan Gereja terhadap LGBT?

Atau bagaimana LGBT menurut pandangan Kristen seharusnya?

Apakah ayat-ayat Alkitab menentang LGBT?

Baca juga: 10 Fakta Tentang Poligami Menurut Alkitab

Jika kita teliti, maka jelas kita akan menyimpulkan bahwa Alkitab secara tegas menolak LGBT.

Jika kita perhatikan, ada sekitar dua puluh bagian atau ayat-ayat Alkitab yang menentang LGBT, khususnya yang berkaitan dengan homoseksual/gay (cinta sesama laki-laki) dan lesbian (cinta sesama perempuan).

Baca juga: 25 Tokoh Alkitab Yang Berpoligami

Kedua puluh ayat-ayat Alkitab yang menentang LGBT tersebut terdapat baik dalam Perjanjian Lama maupun dalam Perjanjian Baru.

Karena itulah kita orang Keisten punya banyak alasan kuat untuk menolak LGBT.

Dalam artikel kali ini akan dibahas 5 alasan mengapa orang Kristen menolak LGBT.

Berikut pembahasannya.

 

1. LGBT Tidak Sesuai Dengan Rancangan Tuhan Dalam Penciptaan Manusia

Alasan pertama mengapa orang Kristen menolak LGBT, khususnya homoseksual, adalah: karena LGBT Tidak Sesuai Dengan Rancangan Tuhan Dalam Penciptaan Manusia.

Dalam Kejadian 2:17-18 dengan jelas disebutkan bahwa Tuhan menciptakan laki-laki dan perempuan, dan bahwa mereka diberkatiNya serta diperintahkanNya untuk beranak cucu dan bertambah banyak.

Jadi Tuhan hanya memberkati laki-laki dengan perempuan, bukan memberkati laki-laki dengan laki-laki atau perempuan dengan perempuan.

Dalam ayat itu juga dengan jelas disebutkan bahwa Tuhan menciptakan pasangan yang sepadan dengan Adam.

Dan yang diciptakanNya bagi Adam adalah Hawa, seorang perempuan.

Hal ini berarti bahwa sesuai rencana Tuhan, pasangan yang sepadan bagi seorang laki-laki adalah perempuan, bukan laki-laki.

Dan pasangan yang sepadan bagi seorang perempuan adalah laki-laki, bukan perempuan.

 

2. Tuhan Melarang Keras Praktik LGBT

Alasan kedua mengapa orang Kristen menolak LGBT, khususnya homoseksual, adalah: karena Tuhan Melarang Keras Praktik LGBT.

Tuhan melarang keras umatNya melakukan hubungan seksual sesama laki-laki (Imamat 18:22).

Para lelaki Israel dilarang untuk berhubungan seksual sebagaimana mereka melakukannya dengan perempuan (istri mereka).

Ini adalah ayat yang sudah sangat jelas tentang larangan berhubungan seksual dengan sesama jenis, sesama laki-laki.

Alasannya adalah karena hal itu suatu kekejian bagi Tuhan.

Melakukan hubungan seksual di antara laki-laki adalah kebiasaan bangsa Kanaan, sehingga mereka Tuhan lenyapkan dari negeri mereka dan memberikannya kepada bangsa Israel.

Karena itu orang Irael tidak boleh meniru kelakuan bejat bangsa Kanaan itu agar mereka pun jangan dimusnahkanNya dari negeri itu (Imamat 18:24-30).

 

3. Tuhan Juga Menghukum Keras Praktik LGBT

Alasan ketiga mengapa orang Kristen menolak LGBT, khususnya homoseksual, adalah: Karena Tuhan juga menghukum Keras para pelaku LGBT.

Tuhan bukan hanya melarang keras praktik LGBT, tetapi juga menghukum keras para pelaku LGBT.

Dalam Imamat 20:13, Tuhan menegaskan hukuman bagi para homoseksual, yakni hukuman mati!

Di Perjanjian Lama, tidak semua dosa diganjar dengan hukuman mati, hanya dosa-dosa yang dianggap masuk kategori “dosa berat”.

Dosa-dosa yang bisa diganjar dengan hukuman mati di Israel antara lain adalah: perzinahan, pemerkosaan, dan homoseksual.

Dengan demikian, karena diganjar dengan hukuman mati, maka homoseksual termasuk dosa berat pada zaman Israel.

Hukuman mati di sini tentu sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan bagi orang Israel.

Bahwa Tuhan menghukum keras para pelaku homoseksual juga nyata dari kemusnahan

Sodom dan Gomora, dua kota yang terkenal karena dosa homoseksual mereka di hadapan Tuhan (Kejadian 19:1-28).

Dari kata Sodom inilah berasal istilah “sodomi”, yang artinya hubungan seksual sesama laki-laki. (Baca: 10 Hukuman Tuhan Terbesar Di Alkitab)

Hukuman yang sama diterima oleh para lelaki dari suku Benyamin karena mencoba memperkosa orang Lewi dan pelayannya laki-laki.

Tuhan menghukum suku Benyamin sehingga hampir musnah (Hakim-hakim 19:14-29).

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!