5 Alasan Mengapa Orang Kristen Harus Berpuasa

Artikel ini membahas tentang alasan mengapa orang Kristen harus berpuasa.

Apakah orang Kristen harus berpuasa?

Apakah Alkitab mengajarkan bahwa kita wajib berpuasa?

Apakah Perjanjian Baru mengajarkan orang Kristen untuk berpuasa?

Apakah orang-orang Kristen zaman Alkitab berpuasa?

Baca juga: 7 Makna Puasa Menurut Pandangan Kristen

Inilah pertanyaan-pertanyaan yang sering diajukan oleh orang-orang Kristen seputar puasa.

Tentu Alkitab mengajarkan umat Tuhan untuk berpuasa.

Dan Tuhan sendiri yang memerintahkan umatNya untuk berpuasa.

Baca juga: 7 Cara Berpuasa Kristen Menurut Alkitab

Tetapi memang ada perbedaan puasa di Perjanjian Lama dengan puasa di Perjanjian Baru.

Perbedaan ini salah satunya adalah dalam hal wajib tidaknya puasa tersebut dilakukan.

Di Perjanjian Lama puasa sifatnya adalah wajib untuk bangsa Israel sebagai umat pilihan Tuhan.

Baca juga: 10 Jenis Puasa Kristen Menurut Alkitab

Sedangkan di Perjanjian Baru puasa bersifat sukarela, bukan kewajiban atau keharusan.

Kendati demikian, puasa juga dianggap penting bagi orang Kristen di Perjanjian Baru dan banyak dipraktekkan di dalam gereja Tuhan.

Karena itu orang Kristen masa kini juga sangat penting untuk berpuasa, sekalipun bukan suatu kewajiban.

Tetapi suatu keharusan jika ingin mendapat manfaat dari puasa tersebut.

Baca juga: 10 Fakta Tentang Puasa Menurut Pandangan Kristen

Inilah yang dimaksud dengan “harus” di artikel ini.

Jadi orang Kristen harus berpuasa bukan dalam arti kewajiban dalam berpuasa tetapi dalam arti bahwa puasa itu penting/perlu bagi orang Kristen.

Artikel kali ini akan membahas tentang 5 alasan mengapa orang Kristen harus berpuasa.

Apa sajakah kelima alasan tersebut?

Berikut penjelasannya.

 

1. Puasa Adalah Perintah Allah Sendiri Kepada UmatNya

Alasan mengapa orang Kristen harus berpuasa, yang pertama adalah: karena puasa adalah perintah Allah bagi umatNya.

Puasa pertama kali disebutkan di dalam Kitab Imamat 16:29-31, yang disingung kembali dalam Imamat 23:27-32 dan Bilangan 29:7.

Puasa ini diperintahkan oleh Tuhan kepada bangsa Israel untuk dijalankan di setiap Hari Pendamaian.

Jadi puasa ini dilakukan setahun sekali, yakni pada Hari Pendamaian, pada tanggal 10 bulan yang ke-7 setiap tahunnya.

Hari Pendamaian, satu dari 10 hari raya Israel, bertujuan untuk mengingatkan umat Israel akan dosa-dosa mereka di hadapan Tuhan. (Baca: 10 Hari Raya Israel Di Alkitab)

Pada hari itu, Imam Besar akan masuk ke ruang Maha Kudus Bait Suci dengan membawa darah hewan untuk dipercikkan ke Tabut Perjanjian sebagai lambang penyucian dosa umat Israel.(Baca: 7 Bait Allah Di Alkitab Dan Penjelasannya)

Upacara penyucian dosa ini jelas adalah lambang penyucian dosa umat manusia oleh darah Tuhan Yesus, yang digenapi ketika Ia wafat di kayu salib.

Sekalipun puasa di Alkitab kemudian berkembang menjadi puasa sukarela, alih-alih puasa seremonial (lihat poin 2 di bawah), namun pada dasarnya puasa di Alkitab adalah printah Tuhan sendiri bagi umatNya.

 

2. Selama Ribuan Tahun Puasa Telah Dipraktekkan Oleh Umat Tuhan Di Alkitab

Alasan mengapa orang Kristen harus berpuasa, yang kedua adalah: karena selama ribuan tahun puasa telah dipraktekkan oleh umat Tuhan di Alkitab.

Puasa orang Israel yang sebelumnya hanya terjadi sekali setahun pada Hari Pendamaian, yakni pada tanggal 10 bulan yang ke-7 dalam kalender Yahudi, bertambah menjadi 4 kali setahun, yakni bulan ke-4, ke-5, ke-7, dan bulan ke-10 (Zakharia 8:19).

Tidak jelas kapan penambahan hari puasa ini dimulai, yang jelas pada zaman nabi Zakharia melayani di Yehuda, hal ini sudah terjadi.

Artinya, baru terjadi setelah orang Israel (Yehuda) dibuang ke Babel.

Menurut Talmud (dokumen berisi ajaran rabi-rabi Yahudi), puasa-puasa rutin tersebut muncul untuk mengenang berbagai malapetaka yang terjadi di sepanjang sejarah Israel.

Mungkin sama halnya dengan masa puasa yang ditetapkan sebagai acara seremonial umat Yahudi pada zaman Ester (Ester 9:31).

Jadi mereka berpuasa bukan karena diperintahkan Tuhan, dalam rangka Hari Raya tertentu, tetapi lebih kepada kebutuhan mendesak orang percaya itu sendiri.

Misalnya, ketika seseorang atau sekelompok orang percaya sedang membutuhkan pertolongan Tuhan, sedang melakukan pertobatan atas dosa-dosa mereka, atau ketika merendahkan diri di hadapan Tuhan, mereka melakukan puasa secara sukarela.

Puasa sukarela ini bisa dilakukan sendirian, dan bisa juga dilakukan secara bersama-sama.

Puasa sukarela Yahudi di kemudian hari berkembang menjadi sebuah kebiasaan yang rutin dan lebih sering dilakukan.

Jika puasa seremonial hanya terjadi sekali setahun (pada Hari Raya Pendamaian), atau beberapa kali dalam setahun (bulan ke-4, ke-5, ke-7, dan ke-10), maka banyak orang Yahudi yang melakukan puasa dua kali seminggu atau bahkan setiap hari.

Misalnya, orang-orang farisi berpuasa dua kali dalam seminggu (Lukas 18:12), yakni pada hari Senin dan hari Kamis.

Orang-orang saleh seperti Hana malah biasa berpuasa setiap hari sebagai bentuk pengabdian dirinya kepada Tuhan (Lukas 2:36-37). (Baca: 7 Pendoa Di Alkitab)

Jelas umat Tuhan telah melakukan puasa selama ribuan tahun, sehingga hal ini juga yang mendasari kita umat Tuhan masa kini dalam berpuasa.

 

3. Puasa Diajarkan Dan Dipraktekkan Oleh Tuhan Yesus

Alasan mengapa orang Kristen harus berpuasa, yang ketiga adalah: karena berpuasa diajarkan dan dipraktekkan oleh Tuhan Yesus.

Di Perjanjian Baru, perihal puasa tidak terlalu banyak disinggung, sebagaimana di Perjanjian Lama.

Namun demikian, di Perjanjian Baru puasa diajarkan oleh Tuhan Yesus dan dipraktekkan oleh gerejaNya.

Tuhan Yesus secara tidak langsung mengajar murid-muridNya untuk berpuasa, ketika Ia meminta mereka agar tidak pamer kepada orang lain saat sedang berpuasa (Matius 6:16-18).

Tuhan Yesus bahkan mengatakan bahwa murid-muridNya (gereja) kelak akan berpuasa ketika Ia sudah naik ke surga (Matius 9:14-17).

Jadi sekarang – di zaman Perjanjian Baru ini – adalah masa yang tepat bagi gerejaNya untuk berpuasa.

Jadi selain tidak membatalkan puasa di Perjanjian Lama, Tuhan Yesus juga mengajarkan puasa bagi murid-muridNya di Perjanjian Baru.

Tuhan Yesus sendiri pernah berpuasa selama hidup dan melayani di bumi, tidak makan (mungkin juga tidak minum) apa-apa selama 40 hari-40 malam (Matius 4:1-2).

Ajaran dan teladan Tuhan Yesus – sang Kepala gereja – perihal puasa menjadi alasan kuat bagi kita orang Kristen dalam berpuasa.

2 komentar untuk “5 Alasan Mengapa Orang Kristen Harus Berpuasa”

  1. Mengapa tidak ada satu ayat pun di dalam Alkitab yang menerangkan detail puasa dalam Kristen maupun umat Israel? Dari situs2 Kristen ada beberapa Pendeta yang mengatakan boleh berpuasa selama 3 jam, 6 jam atau kalau kuat 12 jam.

    Saya bolak balik Alkitab tidak ada satu ayat pun yang menerangkan begitu. Hanya disebutkan ada puasa Musa, puasa Daud, puasa Daniel, puasa Ester, bahkan Yesus pun berpuasa sewaktu pencobaan di padang gurun. Tetapi bagaimana cara berpuasanya tidak dijelaskan.

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: