5 Alasan Mengapa Orang Kristen Makan Babi

Artikel ini membahas tentang 5 alasan mengapa orang Kristen makan babi dan babi hutan, berdasarkan firman Tuhan.

Saat ini pada umumnya orang Kristen memakan daging babi.

Sehingga hal ini menjadi pertanyaan bagi banyak orang, baik bagi orang-orang Kristen itu sendiri, maupun bagi orang-orang lain di luar Kristen.

Mereka bertanya: Mengapa orang Kristen memakan daging babi?

Mengapa orang Kristen melanggar larangan memakan daging babi di Alkitab Perjanjian Lama?

Baca juga: 10 Fakta Tentang Makanan Halal Dan Haram Menurut Pandangan Kristen

Bukankah larangan memakan daging babi adalah perintah Tuhan bagi umatNya?

Apakah firman Tuhan telah berubah?

Memang, di Alkitab Perjanjian Lama ada larangan memakan daging babi, yang menjadi bagian dari sistem Hukum Taurat Israel.

Ayat-ayat Alkitab tentang larangan memakan daging babi di Perjanjian Lama dicatat di dalam Yesaya 65:4; Yesaya 66:3, 17.

Baca juga: 5 Alasan Mengapa Orang Kristen Tidak Wajib Disunat

Sedangkan larangan memakan daging babi hutan di Perjanjian Lama dicatat di dalam Imamat 11: 7 dan Ulangan 14:8.

Dalam Imamat 11 dan Ulangan 14 secara umum dijelaskan bahwa binatang yang halal harus memenuhi dua kriteria, yakni memamah biak dan berkuku belah.

Sedangkan babi dan babi hutan hanya memenuhi satu dari dua kriteria tersebut (berkuku belah) sehingga haram atau tidak boleh dimakan.

Baca juga: 5 Alasan Mengapa Orang Kristen Tidak Boleh Berpoligami

Tetapi sebagian besar orang Kristen masa kini tidak lagi berpegang pada peraturan makanan haram dan halal, seperti larangan tentang memakan daging babi;

Kecuali sebagian kecil denominasi/aliran gereja Kristen, seperti gereja Advent.

Lalu, mengapa sebagian besar orang Kristen tidak menaati larangan memakan daging babi dan babi hutan?

Baca juga: 5 Alasan Mengapa Orang Kristen Tidak Merayakan Sabat

Pertanyaan ini akan dijawab dalam artikel di bawah ini.

Di sini dicantuman 5 alasan mengapa orang Kristen memakan daging babi (dan babi hutan).

Alasan-alasan ini adalah berdasarkan ayat-ayat Alkitab sendiri, terutama di Perjanjian Baru.

Berikut pembahasannya.

 

1. Larangan Memakan Babi Telah Digenapi Oleh Tuhan Yesus Melalui KematianNya Di Kayu Salib

Alasan pertama mengapa orang Kristen memakan daging babi adalah karena larangan memakan daging babi dalam Alkitab Perjanjian Lama telah digenapi oleh Tuhan Yesus.

Salah satu tujuan kematian Tuhan Yesus di kayu salib adalah untuk menggenapi seluruh Hukum Taurat Yahudi (Matius 5:17; Efesus 2:15), termasuk soal larangan memakan daging babi.

Menggenapi artinya adalah melakukannya secara sempurna sehingga tidak perlu dilakukan lagi.

Sejak Hukum Taurat diberikan kepada manusia (bangsa Israel), tidak ada seorang pun manusia yang mampu melakukannya secara sempurna. (Yohanes 7:19a; Kisah Para Rasul 15:10).

Karena itulah Tuhan Yesus datang untuk melakukannya dan menggenapinya bagi kita (Roma 8:3).

Jika Tuhan Yesus telah menggenapi Hukum Taurat, termasuk soal larangan memakan daging babi, maka kita orang Kristen tidak perlu lagi menuruti aturan-aturannya.

Orang Kristen tidak dilarang memakan daging babi.

 

2. Tuhan Yesus Sendiri Mengatakan Bahwa Semua Makanan Adalah Halal, Termasuk Babi

Alasan kedua mengapa orang Kristen memakan daging babi adalah karena Tuhan Yesus sendiri mengatakan bahwa semua makanan adalah halal, termasuk daging babi.

Berbeda dengan di Perjanjian Lama, larangan tentang memakan daging babi tidak berlaku lagi di Perjanjian Baru.

Sebab Tuhan Yesus sendiri mengatakan bahwa semua makanan itu adalah halal, tidak ada makanan yang haram.

Hal ini dikatakanNya ketika Ia terlibat perdebatan dengan orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat yang sangat berpegang teguh pada Hukum Taurat.

Orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat  tersebut bertanya kepada Tuhan Yesus kenapa murid-muridNya tidak mencuci tangan sebelum makan.

Sebenarnya hal mencuci tangan sebelum makan tidak ada diatur dalam Hukum Taurat Yahudi. Itu merupakan aturan yang ditambahkan kemudian.

Karena itu, bagi orang-orang Yahudi, seperti orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat ini,  orang yang tidak mencuci tangan sebelum makan maka orang tersebut menjadi najis.

Namun Tuhan Yesus menjawab mereka bahwa yang membuat seseorang najis bukan apa yang masuk ke dalam seseorang (makanan), melainkan apa yang keluar dari seseorang (dosa atau kejahatan yang timbul dari dalam hatinya).

Dengan demikian Tuhan Yesus mengatakan bahwa semua makanan adalah halal atau boleh dimakan (Markus 7).

Tidak ada makanan haram bagi orang Kristen. Orang Kristen boleh memakan daging babi.

 

3. Roh Kudus Memutuskan Bahwa Orang Kristen Tidak Lagi Terikat Dengan Larangan Memakan Babi

Alasan ketiga mengapa orang Kristen memakan daging babi adalah karena Roh Kudus memutuskan bahwa orang Kristen tidak lagi terikat dengan larangan memakan daging babi.

Alkisah, sejumlah orang Kristen Yahudi di Yudea pernah mengajarkan ajaran sesat di Antiokhia (jemaat mayoritas non-Yahudi) dengan mengatakan bahwa untuk bisa diselamatkan, maka seseorang harus menuruti Hukum Taurat.

Karena itu gereja melakukan “konsili” atau rapat umum pertama para pemimpin gereja  (rasul-rasul dan para penatua) di Yerusalem.

Para pemimpin gereja yang melakukan rapat di sini adalah perwakilan gereja Antiokhia dan gereja Yerusalem. Namun hasil sidang itu dikirimkan kepada gereja-gereja lainnya di berbagai kota.

Dan pada sidang Yerusalem ini diambil keputusan penting yang menyangkut orang-orang percaya dari bangsa-bangsa lain/non-Yahudi, yakni mereka tidak perlu melakukan Hukum Taurat (termasuk aturan memakan daging babi) agar bisa diselamatkan.

Memang orang-orang Kristen non-Yahudi tersebut diberi beberapa aturan, namun semata-mata demi kelancaran hubungan mereka dengan orang-orang Kristen Yahudi (Kisah Para Rasul 15).

Artinya, orang Kristen tidak perlu lagi mengikuti larangan soal memakan daging babi, yang merupakan bagian integral dari sistem Hukum Taurat Yahudi.

Namun yang menarik adalah: keputusan tersebut ternyata bukan hanya keputusan para pemimpin gereja (yang semuanya adalah orang Yahudi yang pasti mengikuti aturan larangan memakan daging babi), melainkan juga keputusan Roh Kudus sendiri (Kisah Para Rasul 15:28).

Jadi bahwa larangan untuk memakan daging babi tidak lagi mengikat orang Kristen pada dasarnya bukanlah ketetapan manusia, tetapi ketetapan Allah sendiri!

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!