5 Alasan Mengapa Orang Kristen Makan Babi

 

4. Larangan Memakan Babi Tidak Pernah Diajarkan Di Perjanjian Baru

Alasan keempat mengapa orang Kristen memakan daging babi adalah karena larangan memakan daging babi dalam Alkitab Perjanjian Lama tidak pernah diajarkan dalam Perjanjian Baru.

Alkitab Perjanjian Baru adalah norma/pedoman hidup orang Kristen.

Dan di Perjanjian Baru tidak pernah diajarkan/diperintahkan agar orang Kristen mengikuti larangan memakan daging babi dalam Perjanjian Lama.

Tuhan Yesus tidak pernah mengajarkan murid-muridNya untuk mengikuti larangan memakan daging babi dalam Perjanjian Lama, malahan sebaliknya. (lihat poin 2 di atas).

Demikian juga para rasul (penerus ajaran Tuhan Yesus), mereka tidak pernah mengajarkan orang Kristen untuk tidak memakan daging babi.

Justru sebaliknya!

Para rasul percaya bahwa larangan memakan daging babi, tidak lagi mengikat orang Kristen.

Hal ini terutama kita mengerti dari pengajaran rasul Paulus.

Dalam berbagai suratnya kepada jemaat-jemaat Tuhan di berbagai kota, rasul Paulus secara berulang-ulang menegaskan bahwa orang Kristen tidak terikat dengan aturan-aturan makanan halal dan haram.

Paulus mengatakan bahwa bagi orang Kristen, semua makanan halal. Sebab semua yang Tuhan ciptakan adalah baik adanya. Semuanya itu dikuduskan oleh firman dan doa (1 Timotius 4:1-5).

Rasul Paulus lebih lanjut berkata bahwa aturan tentang makanan halal dan haram hanyalah “bayangan”, sedangkan wujudnya adalah Kristus (Kolose 2:16-17).

Maksudnya jelas, jika wujud yang sesungguhnya telah datang (Tuhan Yesus melalui kematianNya di kayu salib), maka bayangan (Hukum Taurat, termasuk aturan tentang larangan makan daging babi) tidak diperlukan lagi.

 

5. Orang Yang Mengikuti Larangan Memakan Babi Wajib Melakukan Seluruh Hukum Taurat

Alasan kelima/terakhir mengapa orang Kristen memakan daging babi adalah karena orang yang mengikuti larangan memakan daging babi di Perjanjian Lama, wajib melakukan seluruh Hukum Taurat.

Sebab larangan memakan daging babi adalah bagian tak terpisahkan dari Hukum Taurat.

Karena itu barangsiapa yang bersikeras ingin mengikuti larangan memakan daging babi, maka ia juga wajib melakukan seluruh Hukum Taurat.

Mengapa demikian?

Karena “seluruh” isi Taurat dirancang untuk ditaati oleh manusia, bukan hanya bagian-bagian tertentu saja dari Taurat.

Jadi tidak boleh hanya melakukan peraturan yang satu (misalnya larangan memakan daging babi) dan mengabaikan peraturan yang lain (Matius 23:23).

Jika larangan memakan daging babi adalah bagian integral yang tak terpisahkan dari Taurat, maka tidak boleh manusia hanya mengikutinya, tetapi tidak mengikuti peraturan yang lain.

Misalnya peraturan-peraturan tentang Sunat, Sabat, najis dan tahir, korban-korban, hari raya-hari raya, dan sebagainya.

Tidak ada manusia yang bisa melakukan seluruh Hukum Taurat (lihat poin 1 di atas).

Karena itu, tidak perlu dan tidak ada artinya untuk mengikuti larangan memakan daging babi (karena wajib melakukan seluruh Hukum Taurat yang tidak mungkin bisa dicapainya).

 

Itulah 5 alasan mengapa orang Kristen memakan daging babi dan babi hutan.

 

Jika artikel ini memberkati Anda, jangan lupa untuk membagikannya kepada rekan-rekan jejaring sosial Anda (facebook, twitter, google plus, whatsapp, dll) melalui tombol share yang tersedia pada artikel ini.

 

Anda juga dapat memberikan tanggapan, komentar, saran atau pertanyaan seputar artikel ini pada kolom komentar yang tersedia di bawah. Tetapi semua komentar harus dimoderasi terlebih dahulu, dan hanya komentar yang memenuhi syarat yang akan dipublikasikan.

 

Silakan juga bergabung dengan Fans Page Facebook Rubrik Kristen dengan cara mengklik “Like” atau “Sukai” pada Fans Page Facebook Rubrik Kristen di situs ini, sehingga Anda selalu mendapat info artikel-artikel terbaru dari situs ini. Terima kasih. GBU.

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!