5 Alasan Mengapa Orang Kristen Makan Darah

Artikel ini membahas tentang 5 alasan mengapa orang Kristen makan darah binatang, berdasarkan Alkitab/ firman Tuhan.

Saat ini sebagian besar orang Kristen memakan darah hewan, yang umumnya dicampur dengan makanan, seperti dalam daging babi.

Sehingga hal ini menjadi pertanyaan bagi banyak orang Kristen lainnya, maupun bagi orang-orang lain di luar Kristen.

Mereka bertanya: Mengapa orang Kristen memakan darah?

Baca juga: 5 Alasan Mengapa Tidak Ada Makanan Haram Dalam Kristen

Mengapa orang Kristen melanggar larangan memakan darah di Alkitab Perjanjian Lama?

Bukankah Tuhan larangan memakan darah adalah perintah Tuhan bagi umatNya?

Apakah firman Tuhan telah berubah?

Memang, di Alkitab Perjanjian Lama ada larangan memakan darah, yang menjadi bagian dari sistem Hukum Taurat Israel.

Baca juga: 10 Fakta Tentang Makanan Halal Dan Haram Menurut Pandangan Kristen

Ayat-ayat Alkitab yang melarang memakan darah di Perjanjian Lama dicatat di dalam Imamat 3:17,  Imamat 7:26-27, dan Imamat 17:10-14.

Tetapi sebagian, bahkan sebagian besar, orang Kristen masa kini tidak lagi berpegang pada peraturan makanan haram dan halal, seperti larangan tentang memakan darah;

Sementara sebagian lagi, seperti gereja-gereja  Pentakosta tetap mengharamkan darah.

Lalu, mengapa sebagian besar orang Kristen tidak menaati larangan memakan darah?

Baca juga: 5 Alasan Mengapa Orang Kristen Makan Babi

Pertanyaan ini akan dijawab dalam artikel di bawah ini.

Di sini dicantuman 5 alasan mengapa orang Kristen boleh memakan darah.

Alasan-alasan ini adalah berdasarkan ayat-ayat Alkitab sendiri, terutama di Perjanjian Baru.

Berikut pembahasannya.

 

1. Larangan Memakan Darah Telah Digenapi Oleh Tuhan Yesus Melalui KematianNya Di Kayu Salib

Alasan pertama mengapa orang Kristen memakan darah adalah karena larangan memakan darah dalam Alkitab Perjanjian Lama telah digenapi oleh Tuhan Yesus.

Salah satu tujuan kematian Tuhan Yesus di kayu salib adalah untuk menggenapi seluruh Hukum Taurat Yahudi (Matius 5:17; Efesus 2:15), termasuk soal larangan memakan darah.

Menggenapi artinya adalah melakukannya secara sempurna sehingga tidak perlu dilakukan lagi.

Sejak Hukum Taurat diberikan kepada manusia (bangsa Israel), tidak ada seorang pun manusia yang mampu melakukannya secara sempurna. (Yohanes 7:19a; Kisah Para Rasul 15:10).

Karena itulah Tuhan Yesus datang untuk melakukannya dan menggenapinya bagi kita (Roma 8:3).

Jika Tuhan Yesus telah menggenapi Hukum Taurat, termasuk soal larangan memakan darah, maka kita orang Kristen tidak perlu lagi menuruti aturan-aturannya.

Orang Kristen tidak dilarang memakan darah.

 

2. Tuhan Yesus Sendiri Mengatakan Bahwa Semua Makanan Adalah Halal, Termasuk Darah

Alasan kedua mengapa orang Kristen memakan darah adalah karena Tuhan Yesus sendiri mengatakan bahwa semua makanan adalah halal, termasuk darah.

Berbeda dengan di Perjanjian Lama, larangan tentang memakan darah tidak berlaku lagi di Perjanjian Baru.

Sebab Tuhan Yesus sendiri mengatakan bahwa semua makanan itu adalah halal, tidak ada makanan yang haram.

Hal ini dikatakanNya ketika Ia terlibat perdebatan dengan orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat yang sangat berpegang teguh pada Hukum Taurat.

Orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat  tersebut bertanya kepada Tuhan Yesus kenapa murid-muridNya tidak mencuci tangan sebelum makan.

Sebenarnya hal mencuci tangan sebelum makan tidak ada diatur dalam Hukum Taurat Yahudi. Itu merupakan aturan yang ditambahkan kemudian.

Karena itu, bagi orang-orang Yahudi, seperti orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat ini,  orang yang tidak mencuci tangan sebelum makan maka orang tersebut menjadi najis.

Namun Tuhan Yesus menjawab mereka bahwa yang membuat seseorang najis bukan apa yang masuk ke dalam seseorang (makanan), melainkan apa yang keluar dari seseorang (dosa atau kejahatan yang timbul dari dalam hatinya).

Dengan demikian Tuhan Yesus mengatakan bahwa semua makanan adalah halal atau boleh dimakan (Markus 7).

Jelas, tidak ada makanan haram bagi orang Kristen. Orang Kristen boleh memakan darah.

 

3. Larangan Memakan Darah Tidak Pernah Diajarkan Di Perjanjian Baru

Alasan ketiga mengapa orang Kristen memakan darah adalah karena larangan memakan darah dalam Alkitab Perjanjian Lama tidak pernah diajarkan dalam Perjanjian Baru.

Alkitab Perjanjian Baru adalah norma/pedoman hidup orang Kristen.

Dan di Perjanjian Baru tidak pernah diajarkan/diperintahkan agar orang Kristen mengikuti larangan memakan darah dalam Perjanjian Lama.

Tuhan Yesus tidak pernah mengajarkan murid-muridNya untuk mengikuti larangan memakan darah dalam Perjanjian Lama, malahan sebaliknya (lihat poin 2 di atas).

Demikian juga para rasul (penerus ajaran Tuhan Yesus), mereka tidak pernah mengajarkan orang Kristen untuk tidak memakan darah.

Justru sebaliknya!

Para rasul percaya bahwa larangan memakan darah tidak lagi mengikat orang Kristen.

Hal ini terutama kita mengerti dari pengajaran rasul Paulus.

Dalam berbagai suratnya kepada jemaat-jemaat Tuhan di berbagai kota, rasul Paulus secara berulang-ulang menegaskan bahwa orang Kristen tidak terikat dengan aturan-aturan makanan halal dan haram.

Paulus mengatakan bahwa bagi orang Kristen, semua makanan halal. Sebab semua yang Tuhan ciptakan adalah baik adanya. Semuanya itu dikuduskan oleh firman dan doa (1 Timotius 4:1-5).

Rasul Paulus lebih lanjut berkata bahwa aturan tentang makanan halal dan haram hanyalah “bayangan”, sedangkan wujudnya adalah Kristus (Kolose 2:16-17).

Maksudnya jelas, jika wujud yang sesungguhnya telah datang (Tuhan Yesus melalui kematianNya di kayu salib), maka bayangan (Hukum Taurat, termasuk aturan tentang larangan makan darah) tidak diperlukan lagi.

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!