5 Alasan Mengapa Orang Kristen Tidak Berpoligami

   

4. Para Rasul Mengajarkan Orang Kristen Untuk Bermonogami 

Alasan keempat mengapa orang Kristen tidak boleh berpoligami atau memiliki lebih dari satu istri adalah karena para rasul mengajarkan orang Kristen untuk bermonogami.

Para rasul adalah penerus ajaran Tuhan Yesus, karena itu ajaran mereka juga menjadi norma yang berlaku bagi gerejaNya atau orang Kristen, termasuk dalam hal poligami.

Selaras dengan pandangan Tuhan Yesus yang menyebut bahwa monogami merupakan rancangan awal Allah bagi manusia, dan yang berlaku bagi orang Kristen, para rasulNya juga mengajarkan demikian.

Misalnya dalam 1 Tesalonika 4:3-4, rasul Paulus mendorong anggota jemaat Tesalonika untuk mengambil seorang perempuan menjadi istri sehingga mereka terhindar dari percabulan.

Dari pemakaian kata “seorang” dalam ayat tersebut, secara implisit/tersirat bahwa rasul Paulus mengajarkan monogami.

Ayat-ayat seperti ini banyak ditemukan di Perjanjian Baru.

Jika monogami anggota jemaat hanya disinggung secara tersirat, maka monogami para pemimpin gereja diperintahkan secara eksplisit.

Rasul Paulus memberi syarat monogami dalam mengangkat para pemimpin gereja, yakni para penilik atau penatua jemaat (1 Timotius 3:2).

Bahwa para penilik atau penatua gereja secara tegas diperintahkan bermonogami sedangkan anggota jemaat biasa hanya secara tersirat, adalah karena mereka adalah para pemimpin yang harus memberi teladan kepada jemaat.

Jika mereka berpoligami dan menimbulkan banyak masalah (lihat poin 2 di atas) maka akan berpengaruh kepada anggota jemaat yang mereka pimpin.

Tetapi ayat di atas juga bisa ditafsirkan bahwa monogami seluruh anggota jemaat juga diharuskan dalam gereja Kristen; hanya saja karena rasul Paulus sedang membahas tentang pemimpin gereja, maka hanya monogami merekalah yang disinggungnya.

Jika demikian halnya, maka pandangan Alkitab Perjanjian Baru tentang poligami adalah jelas: menolak poligami dan mengajarkan monogami.

Artinya demikian jugalah seharusnya pandangan orang Kristen masa kini terhadap poligami.

 

5. Gereja Zaman Perjanjian Baru Tidak Mempraktekkan Poligami

Alasan kelima mengapa orang Kristen tidak boleh berpoligami atau memiliki lebih dari satu istri adalah karena gereja-gereja zaman Alkitab Perjanjian Baru tidak mempraktekkan poligami.

Gereja-gereja Perjanjian Baru adalah teladan bagi gereja-gereja Tuhan selanjutnya, sehingga apa yang mereka lakukan (dan tidak lakukan) itu jugalah seharusnya yang kita ikuti.

Di Alkitab Perjanjian Baru, hanya ada satu kasus poligami yang disebut; atau hanya ada satu tokoh Alkitab Perjanjian Baru yang berpoligami, setidaknya yang disebut di Alkitab.

Kasus poligami di Perjanjian Baru ini disebutkan oleh rasul Paulus ketika ia mengecam dosa besar di dalam gereja Korintus yang seolah dibiarkan oleh jemaat.

Yang dimaksud rasul Paulus adalah salah satu anggota jemaat gereja di kota Korintus yang hidup dengan istri ayahnya (1 Korintus 5:1-13).

Istilah “istri ayahnya” tentu adalah gundik ayahnya atau ibu tirinya. Bukan ibu kandung anggota jemaat tersebut.

Hal ini berarti bahwa ayah anggota jemaat Korintus tersebut hidup berpoligami.

Namun tidak jelas apakah orang tersebut adalah anggota jemaat Korintus (orang percaya) atau bukan, tetapi anaknya adalah orang percaya, anggota jemaat Korintus.

Yang jelas orang tersebut adalah satu-satunya tokoh Alkitab yang disebut berpoligami di Perjanjian Baru.

Fakta bahwa Alkitab hanya menyebut satu tokoh yang berpoligami di Perjanjian Baru (dan yang belum tentu orang Kristen), dapat diartikan bahwa monogami sudah menjadi suatu norma baku yang diterima di dalam gereja Kristen Perjanjian Baru pada masa itu.

 

Itulah 5 alasan mengapa orang Kristen tidak boleh berpoligami atau memiliki lebih dari satu istri.

 

Jika artikel ini memberkati Anda, jangan lupa untuk membagikannya kepada rekan-rekan jejaring sosial Anda (facebook, twitter, google plus, whatsapp, dll) melalui tombol share yang tersedia pada artikel ini.

 

Anda juga dapat memberikan tanggapan, komentar, saran atau pertanyaan seputar artikel ini pada kolom komentar yang tersedia di bawah. Tetapi semua komentar harus dimoderasi terlebih dahulu, dan hanya komentar yang memenuhi syarat yang akan dipublikasikan.

 

Silakan juga bergabung dengan Fans Page Facebook Rubrik Kristen dengan cara mengklik “Like” atau “Sukai” pada Fans Page Facebook Rubrik Kristen di situs ini, sehingga Anda selalu mendapat info artikel-artikel terbaru dari situs ini. Terima kasih. GBU.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!