5 Alasan Mengapa Orang Kristen Tidak Lagi Mengikuti Hukum Taurat

Artikel ini berisi tentang 5 alasan mengapa orang Kristen tidak lagi mengikuti Hukum Taurat dalam Perjanjian Lama.

Hukum Taurat masih menjadi bahan perbincangan yang hangat di antara gereja/orang percaya hingga saat ini.

Terutama menyangkut relevansinya pada masa kini, bagi orang percaya/Kristen.

Kita tahu bahwa Hukum Taurat dalam Perjanjian Lama merupakan firman Tuhan yang harus ditaati oleh umatNya.

Baca juga: 10 Fakta Tentang Hukum Taurat Menurut Alkitab

Tetapi faktanya, saat ini sebagian besar orang Kristen tidak lagi mengikuti/melakukan peraturan-peraturan dalam Hukum Taurat.

Sehingga sering timbul pertanyaan: Apakah Hukum Taurat masih relevan bagi orang Kristen Perjanjian Baru?

Apakah orang Kristen Perjanjian Baru masih terikat dengan Hukum Taurat di Perjanjian Lama?

Baca juga: 5 Alasan Mengapa Orang Kristen Tidak Disunat

Apakah orang Kristen Perjanjian Baru harus mengikuti/melakukan peraturan-peraturan Hukum Taurat?

Jika tidak, apakah itu berarti bahwa firman Allah telah berubah?

Apakah firman Allah hanya berlaku untuk sementara waktu, hanya pada zaman Perjanjian Lama?

Baca juga: 5 Alasan Mengapa Orang Kristen Tidak Merayakan Sabat

Lalu mengapa orang Kristen masa kini tidak lagi mengikuti peraturan-peraturan Hukum Taurat?

Inilah yang akan dibahas dalam artikel ini.

Artikel ini akan membahas tentang 5 alasan mengapa orang Kristen tidak lagi mengikuti Hukum Taurat dalam Alkitab Perjanjian Lama.

Baca juga: 5 Alasan Mengapa Tidak Ada Makanan Haram Dalam Kristen

Maksudnya, mengapa orang Kristen Perjanjian Baru atau gereja Tuhan pada zaman sekarang tidak lagi terikat dengan peraturan-peraturan Hukum Taurat yang terdapat dalam Alkitab Perjanjian Lama.

Berikut pembahasan tentang alasan mengapa orang Kristen tidak lagi mengikuti Hukum Taurat dalam Alkitab Perjanjian Lama.

 

1. Tuhan Yesus Telah Menggenapi Seluruh Hukum Taurat

Alasan mengapa orang Kristen tidak lagi mengikuti Hukum Taurat dalam Perjanjian Lama, yang pertama adalah: karena Tuhan Yesus telah menggenapi seluruh Hukum Taurat.

“Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.” (Matius 5:17)

Salah satu tujuan kematian Yesus di kayu salib adalah untuk menggenapi seluruh Hukum Taurat Yahudi.

Menggenapi artinya adalah melakukannya secara sempurna.

Sejak Hukum Taurat diberikan kepada manusia (bangsa Israel), tidak ada seorang pun manusia yang mampu melakukannya secara sempurna (lihat poin 3 di bawah).

Karena itulah Tuhan Yesus datang untuk melakukannya dan menggenapinya bagi kita (Roma 8:3).

Dengan demikian kematian Yesus di kayu salib telah membatalkan Hukum Taurat (Efesus 2:15).

Jika Yesus telah menggenapi Hukum Taurat dan membatalkannya, mengapa kita orang Kristen masih melakukan/mengikutinya?

 

2. Orang Kristen Sudah Hidup Dalam Zaman Kasih Karunia

Alasan mengapa orang Kristen tidak lagi mengikuti Hukum Taurat dalam Perjanjian Lama, yang kedua adalah: karena orang Kristen sudah hidup dalam zaman kasih karunia.

“Sebab hukum Taurat diberikan oleh Musa, tetapi kasih karunia dan kebenaran datang oleh Yesus Kristus.” (Yohanes 1:17)

Hukum Taurat hanya berlaku pada zaman Perjanjian Lama, pada zaman Perjanjian Baru, yang berlaku adalah kasih karunia.

Sehingga orang percaya di Perjanjian Baru tidak perlu lagi melakukan peraturan-peraturan Hukum Taurat di Perjanjian Lama.

Lagipula Hukum Taurat adalah penuntun bagi manusia hingga Kristus datang untuk menggenapinya.

Setelah Kristus datang, mati di kayu salib untuk menggenapi Hukum Taurat, maka kita telah terlepas dari tuntunannya (Galatia 3:23-25).

Orang Kristen tidak perlu lagi melakukan Hukum Taurat.

Kita orang percaya tidak lagi terikat dengan peraturan-peraturan Hukum Taurat.

 

3. Tidak Ada Manusia Yang Mampu Melakukan Seluruh Hukum Taurat

Alasan mengapa orang Kristen tidak lagi mengikuti Hukum Taurat dalam Perjanjian Lama, yang ketiga adalah:  karena tidak ada manusia yang mampu melakukan seluruh Hukum Taurat.

“Sebab apa yang tidak mungkin dilakukan hukum Taurat karena tak berdaya oleh daging, telah dilakukan oleh Allah. Dengan jalan mengutus Anak-Nya sendiri dalam daging, yang serupa dengan daging yang dikuasai dosa karena dosa, Ia telah menjatuhkan hukuman atas dosa di dalam daging, supaya tuntutan hukum Taurat digenapi di dalam kita, yang tidak hidup menurut daging, tetapi menurut Roh.” (Roma 8:3-4)

Meskipun Tuhan memberikan Hukum Taurat untuk ditaati/dilakukan, namun faktanya tidak ada manusia yang mampu melakukan seluruh Hukum Taurat.

Manusia dengan keberdosaannya, yang diwariskannya dari nenek moyangnya, Adam, tidak berdaya melakukan segala peraturan Hukum Taurat.

Orang-orang Israel/Yahudi tidak mampu melakukan Hukum Taurat yang diberikan kepada mereka (Yohanes 7:19).

Itulah sebabnya Yesus melakukannya bagi kita.

Yesus juga telah menebus kita dari kutuk Hukum Taurat.

Sebab orang yang tidak dapat melakukan seluruh Hukum Taurat berada di bawah kutuk (Galatia 3:10,13).

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!