Loading...
Loading...

5 Alasan Mengapa Orang Kristen Tidak Merayakan Sabat

Artikel ini membahas tentang 5 alasan mengapa orang Kristen tidak merayakan Sabat dan mengapa  orang Kristen beribadah pada hari Minggu.

Istilah Sabat pasti sudah tidak asing lagi bagi kita.

Sabat adalah perintah Tuhan kepada bangsa Israel, umat pilihanNya.

Mereka tidak boleh bekerja pada hari Sabat. Mereka hanya boleh bekerja selama enam hari dalam seminggu, yakni hari pertama hingga hari keenam (Minggu sampai Jumat).

Baca juga: 10 Fakta Tentang Sabat Menurut Alkitab

Tetapi pada hari ketujuh, yakni hari Sabtu atau hari Sabat, mereka harus beristirahat.

Dan pada hari Sabat itu mereka harus beribadah kepada Tuhan.

Sabat itu didasarkan pada prinsip penciptaan, di mana Tuhan beristirahat pada hari ketujuh, setelah Ia selesai menciptakan alam semesta dan isinya pada hari pertama sampai hari keenam (Kejadian 2:1-3).

Baca juga: 10 Fakta Tentang Makanan Halal Dan Haram Menurut Pandangan Kristen

Sabat adalah suatu hukum atau peraturan yang sangat penting dalam Alkitab, khususnya dalam Perjanjian Lama.

Sebab Sabat adalah bagian penting dari sistem Hukum Taurat Israel, serta salah satu peraturan/hukum dalam “Dasa Titah” atau “10 Perintah Allah”, yakni perintah keempat (Keluaran 20:8-11).

Tetapi sebagian besar orang Kristen masa kini tidak lagi merayakan Sabat dan tidak beribadah pada hari Sabat, tetapi beribadah pada hari Minggu.

Baca juga: 10 Fakta Tentang Poligami Menurut Alkitab

Sehingga hal ini menjadi pertanyaan bagi banyak orang, baik bagi orang-orang Kristen itu sendiri, maupun bagi orang-orang lain di luar Kristen.

Mereka bertanya: Mengapa sebagian besar orang Kristen tidak merayakan/mengikuti Sabat?

Bukankah Sabat perintah Tuhan bagi umatNya? Apakah firman Tuhan telah berubah?

Baca juga: 10 Fakta Tentang Paskah Menurut Alkitab

Dan bukankah Tuhan Yesus, yang menjadi teladan utama orang Kristen, juga merayakan Sabat?

Sebenarnya Sabat itu hari Sabtu atau hari Minggu?

Mengapa sebagian besar orang Kristen tidak beribadah pada hari Sabat, tetapi beribadah pada hari Minggu?

Pertanyaan-pertanyaan ini akan dijawab dalam artikel di bawah ini.

Baca juga: 5 Alasan Mengapa Orang Kristen Tidak Wajib Disunat

Di sini dicantuman 5 alasan mengapa orang Kristen tidak merayakan Sabat dan mengapa orang Kristen beribadah pada hari Minggu.

Alasan-alasan ini adalah berdasarkan ayat-ayat Alkitab sendiri, terutama di Perjanjian Baru.

Berikut pembahasannya.

 

1. Sabat Telah Digenapi Oleh Tuhan Yesus Melalui KematianNya 

Alasan pertama mengapa orang Kristen tidak merayakan Sabat dan mengapa orang Kristen beribadah pada hari Minggu adalah karena Tuhan Yesus sudah menggenapi Sabat.

Ketika Yesus hidup dan melayani di bumi, Ia juga menaati hukum Sabat dan setia beribadah setiap hari Sabat (Lukas 4:16).

Hal ini terjadi karena ketika berinkarnasi menjadi manusia, Yesus lahir di dalam keluarga Yahudi.

Jadi Dia melakukan apa yang sudah sepatutnya dilakukan oleh seorang Yahudi, termasuk menaati hari Sabat.

Namun Tuhan Yesus juga sudah menggenapi Sabat.

Sebab Sabat adalah bagian dari Hukum Taurat, yang sudah digenapi oleh kematian Yesus di kayu salib, sehingga tidak lagi mengikat orang Kristen.

Salah satu tujuan kematian Tuhan Yesus di kayu salib adalah untuk menggenapi seluruh Hukum Taurat Yahudi (Matius 5:17), termasuk Sabat.

Jika Tuhan Yesus telah menggenapi Sabat, maka tentu kita, orang Kristen, tak perlu lagi merayakannya dan mengikuti aturan-aturannya.

 

2. Sabat Tidak Pernah Diajarkan Di Perjanjian Baru

Alasan kedua mengapa orang Kristen tidak merayakan Sabat dan mengapa orang Kristen beribadah pada hari Minggu adalah karena Perjanjian Baru tidak pernah mengajarkan/memerintahkan orang Kristen merayakan Sabat.

Alkitab Perjanjian Baru adalah norma/pedoman hidup orang Kristen.

Dan di Perjanjian Baru tidak pernah diajarkan/diperintahkan agar orang Kristen merayakan Sabat atau mengikuti aturan-aturannya.

Tuhan Yesus tidak pernah mengajarkan murid-muridNya untuk merayakan Sabat.

Demikian juga para rasul (penerus ajaran Tuhan Yesus), mereka tidak pernah mengajarkan orang percaya untuk merayakan Sabat.

Justru sebaliknya.

Para rasul percaya bahwa Sabat dan segala peraturannya, tidak lagi mengikat orang Kristen.

Rasul Paulus misalnya, dengan jelas mengatakan bahwa berbagai aturan-aturan Taurat, termasuk Sabat di dalamnya, adalah “bayangan”, sedangkan wujudnya adalah Kristus (Kolose 2:16-17).

Jelas, Bayangan tersebut akan berlalu/berakhir manakala “Sang Wujud” tiba.

 

3. Orang Kristen Zaman Perjanjian Baru Beribadah Pada Hari Minggu, Bukan Pada Hari Sabat

Alasan ketiga mengapa orang Kristen tidak merayakan Sabat dan mengapa orang Kristen beribadah pada hari Minggu adalah karena orang Kristen pada zaman Perjanjian Baru beribadah pada hari Minggu.

Orang Kristen pada zaman Perjanjian Baru beribadah pada hari-hari biasa (Kisah Para Rasul 2:46).

Tetapi yang terutama adalah pada hari Minggu, untuk memperingati kebangkitan Kristus yang terjadi pada hari Minggu, hari pertama dalam seminggu (Matius 28:1).

Jemaat mula-mula di Troas beribadah pada hari Minggu dan melakukan Perjamuan Kudus (Kisah Para Rasul 20:7).

Rasul Paulus meminta agar jemaat di Korintus mengumpulkan persembahan mereka setiap hari pertama dalam satu Minggu, yakni Hari Minggu (1 Korintus 16:2).

Hal ini berarti bahwa jemaat di Korintus pada masa itu beribadah pada hari Minggu dan pada saat itulah persembahan mereka dikumpulkan.

Dalam Wahyu 1:10, hari Minggu disebut sebagai “Hari Tuhan”, yang setara dengan pemakaian istilah “Perjamuan Tuhan” (1 Korintus 10:21).

Hal ini berarti bahwa Hari Minggu (Hari Tuhan) sudah menjadi hari yang tetap sebagai hari beribadah bagi umat Kristen pada masa itu (abad 1 Masehi).

Meskipun rasul Paulus sering menghadiri ibadah di Sinagoge orang Yahudi pada hari Sabat, tetapi tujuan utamanya bukanlah untuk beribadah, melainkan untuk memberitakan Injil (Kisah Para Rasul 13:15; 16:13).

Tidak diketahui kapan persisnya orang Kristen mulai beribadah pada hari Minggu, mengingat saat itu hampir seluruhnya jemaat gereja mula-mula di Yerusalem adalah orang-orang Yahudi yang beribadah pada hari Sabat atau hari Sabtu.

Namun yang jelas, orang Kristen di Perjanjian Baru (termasuk yang berlatar belakang Yahudi) beribadah terutama pada hari Minggu, bukan pada hari Sabat/Sabtu (sekalipun boleh jadi mereka masih beribadah di hari Sabat selain hari Minggu).

Sudah pasti mereka tidak lagi menganggap Sabat berlaku bagi mereka dan bahwa hari kebangkitan Yesus lebih penting untuk dipakai sebagai hari beribadah.

Tentu saja prinsip Sabat, yakni sebagai hari beristirahat dan hari beribadah kepada Tuhan, masih bisa diterapkan pada hari Minggu.

Tetapi hal itu bukanlah Sabat, sehingga tidak merupakan kewajiban yang membebani, tetapi sebagai rasa syukur dan sukacita dalam beribadah kepada Tuhan.

Loading...

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!