5 Alasan Mengapa Orang Kristen Tidak Merayakan Sabat

 

4. Orang Yang Mengikuti Sabat Wajib Melakukan Seluruh Hukum Taurat

Alasan keempat mengapa orang Kristen tidak merayakan Sabat dan mengapa orang Kristen beribadah pada hari Minggu adalah karena orang yang merayakan Sabat wajib melakukan seluruh Hukum Taurat.

Sabat adalah bagian tak terpisahkan dari Hukum Taurat.

Sabat merupakan hukum yang integral dan esensial dalam sistem Hukum Taurat bangsa Israel.

Karena itu barangsiapa yang bersikeras ingin merayakan/mengikuti Sabat, maka ia juga wajib melakukan seluruh Hukum Taurat.

Mengapa demikian?

Karena “seluruh” isi Taurat dirancang untuk ditaati oleh manusia, bukan hanya bagian-bagian tertentu saja dari Taurat.

Jadi tidak boleh melakukan peraturan yang satu (misalnya Sabat) dan mengabaikan peraturan yang lain (Matius 23:23).

Jika Sabat adalah bagian integral yang tak terpisahkan dari Taurat, maka tidak boleh manusia hanya melakukan Sabat, tetapi tidak melakukan peraturan yang lain.

Misalnya peraturan-peraturan tentang Sunat, makanan yang halal dan haram, najis dan tahir, korban-korban, hari raya-hari raya, dan sebagainya.

Tidak ada manusia yang bisa melakukan seluruh Hukum Taurat (Yohanes 7:19a; Kisah Para Rasul 15:10).

Karena itu, tidak perlu dan tidak ada artinya untuk mengikuti Sabat (karena wajib melakukan seluruh Hukum Taurat yang tidak mungkin bisa dicapainya).

 

5. Sabat Yang Sesungguhnya Adalah Surga

Alasan kelima mengapa orang Kristen tidak merayakan Sabat dan mengapa orang Kristen beribadah pada hari Minggu adalah karena Sabat yang sesungguhnya adalah surga.

Penulis Surat Ibrani berbicara tentang Sabat atau hari perhentian Tuhan yang menjadi tujuan akhir umat Tuhan (Ibrani 4:1-13).

Sabat ini belum dialami umat Tuhan saat ini, tetapi kelak setelah kematian dan kebangkitannya akan dialaminya bersama Tuhan.

Orang-orang Israel banyak yang tidak masuk ke tempat perhentianNya ini, yang mengacu pada Tanah Perjanjian di Tanah Kanaan, di mana sebagian besar umat Israel tidak masuk ke dalamnya, akibat pemberontakan mereka kepada Tuhan.

Tetapi hari perhentian Tuhan atau SabatNya, akan kelak dimasuki oleh mereka yang percaya dan taat kepada Tuhan Yesus. Itulah kehidupan kekal di sorga.

Inilah Sabat yang sesungguhnya. Di sini makna Sabat yang sejati dialami secara sempurna, yakni beristirahat dan beribadah.

Di sini tidak ada lagi penderitaan, persoalan hidup, sakit-penyakit dan kematian. Yang ada hanyalah sukacita dan kebahagiaan yang sejati. (Baca: 10 Fakta Tentang Sorga Yang Perlu Anda Ketahui)

Di sini juga umat Tuhan beribadah siang malam kepadaNya.

Ini bukanlah hal yang menjenuhkan (kalau menjenuhkan itu bukanlah sorga), tetapi sebagai kebahagiaan yang tak terbandingkan, sebab manusia akan bertemu langsung dengan Tuhan, muka dengan muka, bukan seperti ketika masih berada di dunia ini.

 

Itulah 5 alasan mengapa orang Kristen tidak merayakan Sabat dan mengapa orang Kristen beribadah pada hari Minggu.

 

Jika artikel ini memberkati Anda, jangan lupa untuk membagikannya kepada rekan-rekan jejaring sosial Anda (facebook, twitter, google plus, whatsapp, dll) melalui tombol share yang tersedia pada artikel ini.

 

Anda juga dapat memberikan tanggapan, komentar, saran atau pertanyaan seputar artikel ini pada kolom komentar yang tersedia di bawah. Tetapi semua komentar harus dimoderasi terlebih dahulu, dan hanya komentar yang memenuhi syarat yang akan dipublikasikan.

 

Silakan juga bergabung dengan Fans Page Facebook Rubrik Kristen dengan cara mengklik “Like” atau “Sukai” pada Fans Page Facebook Rubrik Kristen di situs ini, sehingga Anda selalu mendapat info artikel-artikel terbaru dari situs ini. Terima kasih. GBU.

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!