Loading...
Loading...

5 Alasan Mengapa Tidak Ada Makanan Haram Dalam Kristen

Artikel ini membahas tentang 5 alasan mengapa tidak ada makanan haram dalam Kristen dan mengapa semua makanan halal bagi orang Kristen.

Istilah makanan haram dan halal pasti sudah tidak asing lagi bagi kita, sebab terdapat dalam berbagai agama, seperti Yahudi, Islam, dan Hindu.

Makanan haram (dan juga minuman haram) adalah suatu makanan/minuman yang dilarang untuk dimakan/diminum, khususnya menyangkut binatang atau hewan.

Peraturan tentang makanan halal dan haram pertama kali Tuhan perintahkan kepada Musa.

Baca juga: 10 Fakta Tentang Makanan Halal Dan Haram Menurut Pandangan Kristen

Bersama peraturan-peraturan lainnya, seperti sunat, hari-hari raya, hal najis dan tahir, dll, peraturan tentang makanan yang halal dan haram menjadi bagian dari sistem Hukum Taurat Israel dan merupakan salah satu hukum yang terpenting.

Ayat-ayat Alkitab tentang makanan halal dan haram di Perjanjian Lama dicatat secara terperinci dalam kitab Imamat 11 dan Ulangan 14.

Sedangkan ayat-ayat Alkitab tentang persembahan korban/binatang yang halal dan haram dicatat secara panjang lebar dalam kitab Imamat 1.

Baca juga: 5 Alasan Mengapa Orang Kristen Tidak Wajib Disunat

Dalam ayat-ayat tersebut secara umum dijelaskan bahwa binatang yang halal harus memenuhi dua kriteria, yakni memamah biak dan berkuku belah.

Binatang-binatang/hewan-hewan yang masuk kategori ini sehingga halal, antara lain adalah domba, kambing, dan sapi.

Sedangkan binatang-binatang/hewan-hewan yang tidak memenuhi kedua kriteria tersebut sehingga haram antara lain adalah babi, unta, dan anjing.

Baca juga: 5 Alasan Mengapa Orang Kristen Tidak Merayakan Sabat

Tetapi sebagian besar orang Kristen masa kini tidak lagi berpegang pada peraturan makanan haram dan halal, kecuali sebagian kecil denominasi/aliran gereja Kristen, seperti gereja Advent.

Dalam agama Kristen/Perjanjian Baru, peraturan tentang makanan yang haram (dan halal) di Perjanjian Lama umumnya tidak berlaku lagi.

Pada prinsipnya dalam agama Kristen tidak ada makanan haram atau larangan untuk memakan/meminum makanan/minuman tertentu.

Baca juga: 10 Fakta Tentang Poligami Menurut Alkitab

Sehingga hal ini menjadi pertanyaan bagi banyak orang, baik bagi orang-orang Kristen itu sendiri, maupun bagi orang-orang lain di luar Kristen.

Mereka bertanya: Mengapa sebagian besar orang Kristen tidak menaati larangan makanan haram?

Mengapa tidak ada makanan haram dalam Kristen?

Mengapa orang Kristen melanggar larangan makanan haram di Alkitab Perjanjian Lama?

Bukankah makanan haram adalah perintah Tuhan bagi umatNya? Apakah firman Tuhan telah berubah?

Baca juga: 10 Fakta Tentang Paskah Menurut Alkitab

Mengapa orang Kristen makan daging babi, anjing, dan unta?

Pertanyaan-pertanyaan ini akan dijawab dalam artikel di bawah ini.

Di sini dicantuman 5 alasan mengapa tidak ada makanan haram dalam Kristen dan mengapa semua makanan halal bagi orang Kristen.

Alasan-alasan ini adalah berdasarkan ayat-ayat Alkitab sendiri, terutama di Perjanjian Baru.

Berikut pembahasannya.

 

1. Larangan Makanan Haram Telah Digenapi Oleh Tuhan Yesus Melalui KematianNya Di Kayu Salib

Alasan pertama mengapa tidak ada makanan haram dalam Kristen adalah karena larangan makanan haram dalam Alkitab Perjanjian Lama telah digenapi oleh Tuhan Yesus.

Salah satu tujuan kematian Tuhan Yesus di kayu salib adalah untuk menggenapi seluruh Hukum Taurat Yahudi (Matius 5:17; Efesus 2:15), termasuk soal makanan haram.

Menggenapi artinya adalah melakukannya secara sempurna sehingga tidak perlu dilakukan lagi.

Sejak Hukum Taurat diberikan kepada manusia (bangsa Israel), tidak ada seorang pun manusia yang mampu melakukannya secara sempurna. (Yohanes 7:19a; Kisah Para Rasul 15:10).

Karena itulah Tuhan Yesus datang untuk melakukannya dan menggenapinya bagi kita (Roma 8:3).

Jika Tuhan Yesus telah menggenapi Hukum Taurat, termasuk soal makanan haram, maka kita orang Kristen tidak perlu lagi menuruti aturan-aturannya.

 

2. Tuhan Yesus Sendiri Mengatakan Bahwa Semua Makanan Adalah Halal

Alasan kedua mengapa tidak ada makanan haram dalam Kristen adalah karena Tuhan Yesus sendiri mengatakan bahwa semua makanan adalah halal.

Berbeda dengan di Perjanjian Lama, larangan tentang makanan haram tidak berlaku lagi di Perjanjian Baru.

Sebab Tuhan Yesus sendiri mengatakan bahwa semua makanan itu adalah halal, tidak ada makanan yang haram.

Hal ini dikatakanNya ketika Ia terlibat perdebatan dengan orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat yang sangat berpegang teguh pada Hukum Taurat.

Orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat  tersebut bertanya kepada Tuhan Yesus kenapa murid-muridNya tidak mencuci tangan sebelum makan.

Sebenarnya hal mencuci tangan sebelum makan tidak ada diatur dalam Hukum Taurat Yahudi. Itu merupakan aturan yang ditambahkan kemudian.

Karena itu, bagi orang-orang Yahudi, seperti orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat ini,  orang yang tidak mencuci tangan sebelum makan maka orang tersebut menjadi najis.

Namun Tuhan Yesus menjawab mereka bahwa yang membuat seseorang najis bukan apa yang masuk ke dalam seseorang (makanan), melainkan apa yang keluar dari seseorang (dosa atau kejahatan yang timbul dari dalam hatinya).

Dengan demikian Tuhan Yesus mengatakan bahwa semua makanan adalah halal atau boleh dimakan (Markus 7).

Tidak ada makanan haram bagi orang Kristen. Orang Kristen boleh memakan makanan apa saja!

 

3. Roh Kudus Memutuskan Bahwa Orang Kristen Tidak Lagi Terikat Dengan Aturan Makanan Haram

Alasan ketiga mengapa tidak ada makanan haram dalam Kristen adalah karena Roh Kudus memutuskan bahwa orang Kristen tidak lagi terikat dengan larangan memakan makanan haram.

Alkisah, sejumlah orang Kristen Yahudi di Yudea pernah mengajarkan ajaran sesat di Antiokhia (jemaat mayoritas non-Yahudi) dengan mengatakan bahwa untuk bisa diselamatkan, maka seseorang harus menuruti Hukum Taurat.

Karena itu gereja melakukan “konsili” atau rapat umum pertama para pemimpin gereja  (rasul-rasul dan para penatua) di Yerusalem.

Para pemimpin gereja yang melakukan rapat di sini adalah perwakilan gereja Antiokhia dan gereja Yerusalem. Namun hasil sidang itu dikirimkan kepada gereja-gereja lainnya di berbagai kota.

Dan pada sidang Yerusalem ini diambil keputusan penting yang menyangkut orang-orang percaya dari bangsa-bangsa lain/non-Yahudi, yakni mereka tidak perlu  melakukan Hukum Taurat (termasuk aturan makanan halal dan haram) agar bisa diselamatkan.

Memang orang-orang Kristen non-Yahudi tersebut diberi beberapa aturan, namun semata-mata demi kelancaran hubungan mereka dengan orang-orang Kristen Yahudi (Kisah Para Rasul 15).

Artinya, orang Kristen tidak perlu lagi mengikuti larangan soal makanan haram, yang merupakan bagian integral dari sistem Hukum Taurat Yahudi.

Namun yang menarik adalah: keputusan tersebut ternyata bukan hanya keputusan para pemimpin gereja (yang semuanya adalah orang Yahudi yang pasti mengikuti aturan makanan halal-haram), melainkan juga keputusan Roh Kudus sendiri (Kisah Para Rasul 15:28).

Jadi bahwa larangan untuk memakan makanan haram tidak lagi mengikat orang Kristen pada dasarnya bukanlah ketetapan manusia, tetapi ketetapan Allah sendiri!

Loading...

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!