Categories: FAKTA ALKITAB

5 Fakta Sunat Menurut Perjanjian Baru

 

4. Orang Yang Disunat Wajib Melakukan Seluruh Hukum Taurat

Sunat adalah bagian tak terpisahkan dari Hukum Taurat. Karena itu barangsiapa yang bersikeras ingin disunat agar dapat diselamatkan, maka dia juga wajib melakukan seluruh Hukum Taurat (Galatia 5:2-3).

Mengapa? Karena “seluruh” isi Taurat dirancang untuk ditaati oleh manusia, bukan hanya bagian-bagian tertentu saja dari Taurat. Kita tidak boleh melakukan peraturan yang satu (misalnya sunat) dan mengabaikan peraturan yang lain (Matius 23:23).

Jika sunat adalah bagian integral yang tak terpisahkan dari Taurat, maka tidak boleh manusia hanya melakukan sunat, tetapi tidak melakukan peraturan yang lain, misalnya peraturan-peraturan tentang Hari Sabat, makanan yang halal dan haram, najis dan tahir, korban-korban, hari raya-hari raya, dan sebagainya.

Tidak ada manusia yang bisa melakukan seluruh Hukum Taurat (lihat poin 1 di atas). Karena itu, tidak perlu dan tidak ada artinya melakukan sunat untuk mencapai keselamatan (karena wajib melakukan seluruh Hukum Taurat).

 

5. Dalam Konteks Keselamatan, Tidak Ada Perbedaan Antara Orang Yang Bersunat Dengan Orang Yang Tidak Bersunat

Hal bersunat atau tidak bersunat tidak berguna bagi keselamatan seseorang, sebab hanya iman dan menjadi ciptaan baru yang bisa menyelamatkannya (Galatia 5:6; 6:15).

Artinya, jika seseorang tidak percaya kepada Tuhan Yesus, maka dia tidak akan diselamatkan, terlepas dari apakah ia disunat atau tidak.

Karena itu rasul Paulus mengatakan agar orang yang tidak disunat tidak berusaha untuk disunat. Maksudnya, berusaha disunat untuk tujuan rohani/mencapai keselamatan, bukan untuk tujuan kesehatan.

Demikian juga sebaliknya, orang yang disunat janganlah berusaha untuk menghilangkan tanda sunatnya (1 Korintus 7:18).

Maksudnya, orang yang terlanjur disunat sebelum ia percaya kepada Tuhan Yesus tak perlu merasa bersalah pernah disunat.

 

Itulah 5 fakta tentang sunat menurut Alkitab Perjanjian Baru.

 

Jika artikel ini memberkati Anda, jangan lupa untuk membagikannya kepada rekan-rekan jejaring sosial Anda (facebook, twitter, google plus, whatsapp, dll) melalui tombol share yang tersedia pada artikel ini.

 

Anda juga dapat memberikan tanggapan, komentar, saran atau pertanyaan seputar artikel ini pada kolom komentar yang tersedia di bawah. Tetapi semua komentar harus dimoderasi terlebih dahulu, dan hanya komentar yang memenuhi syarat yang akan dipublikasikan.

 

Silakan juga bergabung dengan Fans Page Facebook Rubrik Kristen dengan cara mengklik “Like” atau “Sukai” pada Fans Page Facebook Rubrik Kristen di situs ini, sehingga Anda selalu mendapat info artikel-artikel terbaru dari situs ini. Terima kasih. GBU.

 

Page: 1 2