5 Gereja Etnis Jawa Di Indonesia

Artikel ini berisi tentang 5 Gereja etnis Jawa di Indonesia.

Saat ini setidaknya ada 5 gereja yang bisa dikategorikan sebagai Gereja etnis Jawa.

Sejak kekristenan masuk ke Indonesia beberapa abad silam, telah banyak berdiri gereja di Indonesia dari berbagai denominasi atau aliran. Gereja-gereja tersebut menyatu ke dalam berbagai sinode.

Saat ini di Indonesia sudah ada ratusan sinode gereja. Dan banyak dari antara sinode-sinode gereja ini yang  merupakan gereja suku atau gereja etnis.

Baca juga: 14 Gereja Etnis Batak Di Indonesia

Jadi sinode gereja tersebut terdiri dari satu etnis tertentu, sekalipun mereka juga terbuka bagi etnis lain.

Sinode-sinode tersebut tergabung ke dalam sejumlah organisasi gereja di Indonesia.

Antara lain: Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI), Persekutuan Gereja-gereja dan Lembaga-lembaga Injili di Indonesia (PGLII), dan Persekutuan Gereja-gereja Pentakosta di Indonesia (PGPI).

Baca juga: 10 Gereja Calvinist Terbesar Di Indonesia)

Nah artikel kali ini akan membahas tentang 5 Gereja etnis Jawa di Indonesia.

Sinode-sinode gereja ini disebut sebagai gereja etnis Jawa, sebab dalam sejarahnya gereja-gereja tersebut memang dimulai dari suku Jawa dan diperuntukkan bagi masyarakat suku Jawa.

Selain itu, mayoritas anggota jemaat dan para pendetanya juga berasal dari etnis Jawa, meski dalam perkembangannya gereja-gereja etnis Jawa ini juga menerima anggota jemaat dan para pelayan (pendeta, majelis, dll) dari etnis lain.

Baca juga: 10 Aliran Gereja Terbesar Dalam Kristen Protestan

Etnis Jawa adalah etnis/suku terbesar di Indonesia yang berada di Pulau Jawa bagian timur, dan di wilayah-wilayah tertentu di pulau lainnya di Indonesia.

Semua sinode gereja etnis Batak ini merupakan anggota dari salah satu organisasi Protestan yang telah disebut di atas (PGI, PGLII, ataupun PGPI).

Baca juga: 25 Gereja Terbesar Di Indonesia

Ke 5 gereja etnis Jawa ini  berpusat di Pulau Jawa dan Sumatera, dan sebagian besar beraliran Calvinist dan Injili (Mennonit).

Nah, sinode gereja apa sajakah yang termasuk ke dalam 5 gereja etnis Jawa di Indonesia saat ini?

Berikut pembahasannya.

 

1. Gereja Kristen Jawa (GKJ)

Gereja etnis Jawa di Indonesia yang pertama adalah Gereja Kristen Jawa (GKJ).

Gereja Kristen Jawa (GKJ) didirikan pada tanggal 17 Februari 1931 di Kebumen, Jawa Tengah.

Cikal bakal GKJ adalah 9 orang dari kalangan terbawah masyarakat Jawa dengan profesi buruh miskin tukang mbatik yang menjadi pembantu Ny. Van Oostrom Phillips di Banyumas.

Mereka ini berjalan kaki dalam rombongan kecil menerabas desa-desa dan pegunungan menuju ke Semarang (sejauh sekitar 300 Km) untuk sekadar mendapatkan tanda babtis dari Zendeling NZG W. Hoezoo pada 10 Oktober 1858.

Jadi GKJ tumbuh pertama kali di kawasan Banyumas.

Kelompok Kristen awal ini segera disusul oleh tumbuhnya kelompok lain hasil pekabaran injil Nederlandche Gereformeerde Zendingvereniging (NGZV) yang mulai bekerja di Jawa Tengah sejak 1865 di Tegal dan Purbalingga.

Kemudian diambil-alih oleh Zending Gereformeerd Kerken (ZGK) sejak tahun 1896 dengan mengembangkan pusat-pusat penginjilan di kota Purworejo, Kebumen, Yogyakarta, Surakarta, Banyumas, Purbalingga,  Magelang, dan Temanggung (semuanya di wilayah Jawa Tengah Selatan).

GKJ terdiri dari 340 gereja lokal yang terhimpun dalam 32 klasis dan tersebar di 6 provinsi di pulau Jawa, yakni: Jawa Tengah, D.I Yogyakarta, Jawa Timur, Jawa Barat, DKI Jakarta dan Banten.

Jumlah anggota jemaat GKJ adalah 218.998 jiwa, dan jumlah pelayan/rohaniwan 307 orang.

GKJ adalah sinode gereja beraliran Calvinist/Reformed, dengan sistem pemerintahan gereja Presbiterian Sinodal.

 

2. Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW)

Gereja etnis Jawa di Indonesia yang kedua adalah Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW).

Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) adalah persekutuan gereja-gereja yang berbasis daerah di Jawa Timur yang dideklarasikan kali pertama pada tanggal 11 Desember 1936 di salah satu Jemaat Kristen Jawa terkemuka saat itu, yakni Mojowarno, Kabupaten Jombang.

Gereja ini masuk dalam anggota Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) dan Dewan Gereja-gereja Asia.

GKJW berkantor pusat di Malang, Jawa Timur.

Deklarasi GKJW sebagai gereja dilakukan dengan melalui pendirian suatu Majelis Agung (MA) yang merupakan upaya mempersatukan 29 raad pasamuwan alit (majelis jemaat) di seluruh Jawa Timur.

MA merupakan suatu wadah sinodial yang telah ditawarkan oleh persekutuan pekabar Injil dari Belanda, yang selama hampir 100 tahun menjadi pengampu jemaat-jemaat Kristen Jawa tersebut.

Kini GKJW terdiri dari 171 Jemaat dalam 14 Majelis Daerah (per Februari 2019).

Jumlah anggota jemaatnya adalah 150.000 jiwa.

 

3. Gereja Injili Di Tanah Jawa (GITJ)

Gereja etnis Jawa di Indonesia yang ketiga adalah Gereja Injili di Tanah Jawa (GITJ).

Gereja Injili di Tanah Jawa (GITJ) adalah kelompok gereja Kristen Protestan beraliran menonit di Indonesia yang berpusat di Pati, Jawa Tengah.

Wilayah pelayanannya cukup luas yakni meliputi sebagian Jawa dan beberapa daerah transmigran di Sumatra.

GITJ berdiri 30 Mei 1940 dari hasil penginjilan yang dilakukan oleh Pieter Jantz dari DZV-Belanda, yang dibantu oleh seorang penginjil pribumi bernama Kiai Ibrahim Tunggul Wulung.

Semula GITJ hanya berada di sekitar wilayah Gunung Muria, tetapi kemudian berkembang ke Semarang, Salatiga, Yogyakarta, dan Sumatra.

Kini GITJ mempunyai gereja/jemaat lokal sebanyak 117, dengan jumlah anggota jemaat 68.205 jiwa.

Jumlah Pendeta ada 91 orang; Pendeta Emiritus: 24 orang; dan Pembantu Pendeta: 17 orang.

Jumlah pelayan lainnya: 2.307 orang (Guru Injil, Penatua, Diaken, Guru Sekolah Minggu).

GITJ termasuk anggota Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI).

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!