5 Kebenaran Tentang Malaikat Menurut Alkitab

Artikel ini berisi kebenaran tentang malaikat menurut Alkitab.

Malaikat menurut pandangan Alkitab sangat penting kita ketahui.

Istilah malaikat pasti sudah tidak asing lagi bagi orang Kristen. Sebab Alkitab sendiri banyak menyebut tentang malaikat.

Pada umumnya malaikat dipahami sebagai utusan Tuhan untuk menyampaikan firmanNya serta menolong manusia, khususnya umatNya.

Dan jelas pemahaman akan konsep malaikat menurut Alkitab cukup populer di kalangan Kristen.

Baca juga: 5 Kebenaran Tentang Iblis Menurut Alkitab

Dalam budaya dunia secara umum, konsep tentang malaikat sebagai penolong juga cukup populer, tak terkecuali bagi orang-orang yang tidak “religius”.

Ketika seseorang yang tidak dikenal menolong sesamanya, maka orang akan menyebutnya sebagai malaikat, atau malaikat yang tak bersayap.

Hal ini menunjukkan bahwa ide tentang malaikat sebagai penolong begitu populer, bahkan di dunia sekuler sekalipun.

Baca juga: 5 Kebenaran Tentang Surga Menurut Alkitab

Artikel kali ini akan membahas seputar kebenaran tentang malaikat menurut Alkitab.

Di sini akan disingkapkan 5 kebenaran penting tentang dunia malaikat menurut Alkitab yang perlu untuk kita ketahui.

Berikut pembahasan tentang malaikat menurut Alkitab.

 

1. Malaikat Adalah Makhluk Sorgawi Yang Diutus Kepada Manusia

Kebenaran tentang malaikat menurut Alkitab yang pertama adalah: malaikat adalah makhluk sorgawi yang diutus kepada manusia.

Dalam bahasa Ibrani, bahasa asli Perjanjian Lama, malaikat disebut malakh, yang berarti suruhan.

Dalam bahasa Yunani, bahasa asli Perjanjian Baru, malaikat disebut angelos (bahasa Inggris: angel), yang juga berarti suruhan.

Hal ini berarti bahwa makna utama kata “malaikat” adalah suruhan Tuhan.

Malaikat itu adalah makhluk sorgawi, ia tinggal di sorga bersama Allah (Markus 12:25) serta melayaniNya.

Dia datang ke bumi hanya ketika Tuhan menyuruhnya.

Malaikat bertugas untuk menyampaikan firman Tuhan kepada manusia di bumi (termasuk memperingatkan manusia atas dosa-dosa mereka atau menghukum mereka atas dosa mereka tersebut) serta menolong umatNya dalam situasi yang sulit.

Dalam hal menyampaikan firman Tuhan, contohnya adalah ketika malaikat memberitahukan kelahiran Yohanes pembaptis kepada Zakharia, ayahnya (Lukas 1:11-17).

Dan dalam hal menolong orang percaya, contohnya adalah ketika malaikat menolong Petrus keluar dari penjara (Kisah Para Rasul 12:7-10).

 

2. Malaikat Tidak Berjenis Kelamin, Tetapi Selalu Menampakkan Diri Dalam Wujud Laki-laki

Kebenaran tentang malaikat menurut Alkitab yang kedua adalah: malaikat tidak berjenis kelamin, tetapi selalu menampakkan diri dalam wujud laki-laki.

Malaikat itu pada dasarnya tidak berjenis kelamin, ia bukan laki-laki tetapi juga bukan perempuan.

Namun demikian, ketika ia menampakkan diri kepada manusia, ia selalu menampakkan diri dalam wujud laki-laki.

Sebagai contoh adalah malaikat yang menampakkan diri di kubur Yesus (Markus 16:5-6).

Dalam bahasa Yunani, malaikat tersebut (“orang muda”) ditulis dalam bentuk kata maskulin, yang berarti laki-laki.

Pada zaman sekarang banyak malaikat yang digambarkan dalam wujud  perempuan yang bersayap, khususnya dalam seni lukis dan seni pahat (nama angel juga semuanya perempuan!).

Mungkin karena malaikat suka menolong manusia, maka dia dianggap punya sisi kelembutan sebagaimana dengan perempuan.

Namun hal ini jelas tidak alkitabiah. Dalam catatan Alkitab, tidak pernah malaikat menampakkan dirinya kepada manusia dalam wujud perempuan.

Alkitab tampaknya lebih menonjolkan kekuatan dan ketegasan malaikat, khususnya dalam hal penghukumannya, sehingga lebih cocok digambarkan sebagai laki-laki, terlebih di tengah budaya paternalistik (mengutamakan peran laki-laki) pada zaman Alkitab.

 

3. Jumlah Malaikat Sangat Banyak, Mungkin Sebanyak Orang Percaya

Kebenaran tentang malaikat menurut Alkitab yang ketiga adalah: Jumlah malaikat sangat banyak, mungkin sebanyak orang percaya.

Karena tidak berjenis kelamin, maka malaikat juga tidak kawin (Matius 22:30).

Jadi malaikat tidak mempunyai keturunan dan tidak bisa bertambah banyak.

Di sisi lain, tampaknya setiap orang percaya, bukan hanya anak-anak, mempunyai malaikatnya sendiri (Matius 18:10; Kisah Para Rasul 12:15).

Hal ini juga ditopang oleh tradisi Yahudi yang meyakini bahwa setiap orang percaya mempunyai malaikatnya sendiri yang melayani mereka.

Jika setiap orang percaya memiliki satu malaikatnya sendiri (dan jumlah orang percaya akan terus bertambah), sementara jumlah malaikat tidak pernah bertambah dari perkawinan dan tidak mungkin diciptakan lagi yang baru, maka jumlah malaikat itu pasti diciptakan sangat banyak.

Sebab hanya dengan jumlah malaikat yang sangat banyaklah mereka dapat “mengimbangi” jumlah orang percaya yang terus bertambah banyak, sehingga “stok” malaikat tidak pernah habis dalam melayani setiap orang percaya.

Dari banyak ayat Alkitab kita dapat mengetahui bahwa memang malaikat diciptakan sangat banyak jumlahnya, bahkan tak terhitung (Daniel 7:10; Ibrani 12:22; Wahyu 5:11).

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!