5 Kebenaran Tentang Neraka Menurut Alkitab

Artikel ini berisi 5 kebenaran tentang neraka menurut Alkitab, baik Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru.

Dalam berbagai agama ditemukan ajaran tentang neraka. Dalam pandangan Kristen sendiri istilah neraka sama sekali bukan lagi hal yang asing.

Kebanyakan dari kita orang Kristen pasti sudah sering membacanya di Alkitab, mendengarnya dari khotbah-khotbah atau pengajaran-pengajaran di gereja.

Baca juga: 10 Fakta Tentang Neraka Menurut Pandangan Kristen

Satu hal yang pasti adalah bahwa neraka itu menurut Alkitab sungguh nyata, bukan hanya sebuah hayalan belaka.

Neraka itu nyata bukan karena kesaksian orang yang pernah ke neraka, ataupun penglihatan orang tentang neraka, tetapi karena Alkitab sendiri yang mengatakannya.

Alkitab, terutama Perjanjian Baru, berulang kali menyebut tentang adanya neraka, terutama dalam pengajaran Tuhan Yesus sendiri.

Baca juga: 10 Fakta Tentang Surga Menurut Pandangan Kristen

Hal ini membuktikan bahwa ajaran tentang neraka merupakan hal yang sangat penting dalam pandangan Alkitab.

Dalam artikel kali ini akan dibahas 5 kebenaran tentang neraka menurut Alkitab, baik Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru.

Hal ini diharapkan dapat menambah wawasan kita seputar neraka dari sudut pandang Kristen. Berikut uraiannya.

 

1. Neraka Adalah Api Yang Tidak Terpadamkan

Kebenaran tentang neraka yang pertama menurut Alkitab adalah: neraka merupakan api yang tidak terpadamkan.

Ayat di Perjanjian Lama yang paling jelas mengacu pada hukuman kekal atau neraka adalah Yesaya 66:24.

Ayat tersebut memberi gambaran tentang neraka dengan ulat-ulat yang tidak mati dan api yang tak kunjung padam.

Ulat-ulat yang tidak akan mati dan api yang tak kunjung padam jelas menunjuk pada penghukuman kekal atau neraka.

Sebab api yang tak kunjung padam tidak akan kita temukan dalam penghukuman di dunia ini. Jadi penghukuman seperti itu pasti ada pada zaman yang akan datang, yakni penghukuman neraka.

Yesaya 66:24 juga dikutip oleh Tuhan Yesus tatkala Ia mengajar murid-muridNya tentang dosa dan penghukuman (Markus 9:47-48).

 

2. Neraka Adalah Hukuman Kekal Yang Paling Menyakitkan

Kebenaran tentang neraka yang kedua menurut Alkitab adalah: neraka merupakan hukuman yang paling menyakitkan.

Di Perjanjian Baru istilah-istilah yang dipakai untuk neraka ada bermacam-macam.

Misalnya dapur api, tempat ratapan dan kertakan gigi (Matius 13:42), menjalani hukuman kebinasaan selama-lamanya, dijauhkan dari hadirat Tuhan (2 Tesalonika 1:9), api yang tak terpadamkan (Markus 9:43), lautan api dan belerang (Wahyu 20:10), dan sebagainya.

Hal ini semua menggambarkan betapa neraka sangat menyakitkan dan menyengsarakan.

Neraka adalah hukuman yang paling berat dari segala hukuman yang pernah dijalani manusia di bumi.

Bukan saja karena intensitasnya tetapi juga karena lamanya hukuman tersebut, yakni selama-lamanya atau kekal.

Jadi beratnya hukuman itu tidak terbatas dan lamanya pun tidak terbatas juga.

Tidak ada kata-kata yang dapat menggambarkan kengeriannya dengan sangat tepat.

 

3. Neraka Sebenarnya Diciptakan Untuk Iblis, Namun Manusia Berdosa Akan Memasukinya

Kebenaran tentang neraka yang ketiga menurut Alkitab adalah: neraka sebenarnya diciptakan untuk iblis, tetapi akan dimasuki oleh manusia berdosa juga.

Alkitab mengatakan bahwa neraka pada dasarnya tersedia bagi iblis dan malaikat-malaikatnya.

Malaikat-malaikat iblis adalah para pengikutnya, yakni setan-setan ataupun roh-roh jahat.

Jadi penciptaan neraka sebenarnya bukan ditujukan bagi manusia, tetapi demi iblis dan pengikut-pengikutnya. (Baca: 10 Fakta Tentang Iblis Menurut Pandangan Kristen)

Tuhan Yesus sendiri yang mengatakan hal tersebut (Matius 25:41).

Iblis adalah musuh utama Allah dan umatNya. Dialah yang membuat manusia pertama, Adam dan Hawa, jatuh ke dalam dosa.

Dialah di balik segala kerusakan dan kekacauan yang ada di dunia ini. Dialah juga yang selalu menggoda manusia untuk memberontak kepada Allah dan berbuat dosa.

Dengan segala “karya” iblis tersebut, maka sangat layak bila ia dan para pengikutnya diganjar dengan hukuman kekal di neraka.

Namun, sekalipun neraka awalnya diciptakan untuk iblis dan para pengikutnya, manusia juga akan masuk ke sana.

Mereka yang tidak percaya kepada Tuhan Yesus dan hidup di dalam dosa (yang tidak tertulis namanya dalam kitab kehidupan), akan ambil bagian di dalam neraka tersebut.

Ketika orang yang tidak percaya diadili, maka mereka akan dihukum di dalam neraka selamanya.

Mereka akan menyusul iblis ke neraka. Sebelumnya, iblis dan para malaikatnya, termasuk antikris, telah ditempatkan di sana (Wahyu 20:10).

Inilah penglihatan tentang neraka yang diberikan oleh Tuhan Yesus kepada salah satu rasulNya, Yohanes.

Dengan demikian ajaran-ajaran Tuhan Yesus dan para rasulNya, serta ajaran Perjanjian Lama tentang neraka dinyatakan benar adanya.

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!