5 Kebenaran Tentang Surga Menurut Alkitab

Artikel ini berisi 5 kebenaran tentang surga menurut Alkitab, baik Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru.

Kebenaran tentang surga menurut Alkitab sangat penting kita ketahui.

Banyak orang dari berbagai agama di dunia ini yang percaya akan adanya surga dan kehidupan setelah kematian. Namun sebagian orang tidak mempercayainya, contohnya adalah para ateis.

Kebenaran tentang surga menurut Alkitab sangat menarik dipelajari.

Surga banyak dibahas di Alkitab, khususnya dalam Perjanjian Baru. Dan surga akan menjadi tujuan akhir dari hidup orang percaya.

Baca juga: 5 Kebenaran Tentang Neraka Menurut Alkitab

Surga ini disebut juga sebagai kehidupan kekal, yang terutama banyak ditemukan di dalam Injil Yohanes (Yohanes 3:15-16).

Dan mereka yang masuk surga disebut juga sebagai orang-orang yang diselamatkan (Roma 10:9-10).

Karena ajaran tentang surga merupakan suatu hal yang sangat penting di Alkitab, dan menjadi tujuan akhir hidup kita sebagai orang Kristen, maka sangatlah perlu bagi kita untuk mempelajarinya.

Baca juga: 10 Fakta Tentang Malaikat Menurut Pandangan Kristen

Ada banyak hal yang bisa orang kristen pelajari dari ajaran tentang surga.

Di sini akan dibahas 5 kebenaran tentang surga menurut Alkitab, yang dapat membantu kita untuk lebih memahami konsep surga dalam pandangan Alkitab.

Apa sajakah kelima kebenaran tentang surga menurut Alkitab?

Berikut penjelasannya.

 

1. Konsep Surga Sebagai Tujuan Akhir Orang Percaya Dimulai Dalam Nubuat Para Nabi 

Kebenaran tentang surga menurut Alkitab yang pertama adalah: konsep surga sebagai tujuan akhir orang percaya dimulai di Perjanjian Lama.

Bagi orang Israel di Perjanjian Lama, sorga memang adalah tempat kediaman Allah (1 Raja-raja 8:30). Tetapi mereka tidak berpikir bahwa mereka akan pergi ke sana setelah mati.

Di dalam Hukum Taurat sendiri tidak ada sedikit pun disinggung tentang kebangkitan orang mati dan kehidupan setelahnya (sorga atau neraka).

Namun dalam perjalanannya, orang-orang Israel di Perjanjian Lama telah punya kepercayaan akan kehidupan setelah kematian, terutama bagi orang percaya.

Salah satunya adalah nubuat nabi Daniel tentang kebangkitan orang mati (Daniel 12:13).

Selain kebangkitan orang mati, ide tentang sorga juga sebenarnya sudah ada di beberapa ayat Perjanjian Lama.

Misalnya istilah langit yang baru dan bumi yang baru dalam nubuat Nabi Yesaya (Yesaya 66:22).

 

2. Iman Kepada Yesus Kristus Akan Menentukan Masuk-Tidaknya Seseorang Ke Surga

Kebenaran tentang surga menurut Alkitab yang kedua adalah: iman kepada Yesus akan menentukan masuk tidaknya seseorang ke surga.

Alkitab mengatakan bahwa iman kepada Yesus Kristus akan menentukan apakah seseorang akan masuk ke sorga atau tidak.

Tentu, dalam setiap agama pasti mengatakan bahwa yang masuk ke sorga adalah orang-orang yang menganut agama mereka.

Hal ini sangat wajar dan patut kita hormati.

Tetapi kita juga tak bisa mengabaikan penegasan Alkitab bahwa mereka yang percaya kepada Tuhan Yesuslah yang akan masuk ke sorga. (Yohanes 3:16; Yohanes 14:6; Roma 10:9-10).

Lalu, bagaimana dengan orang-orang pada zaman Perjanjian Lama, apakah mereka semua binasa? Tentu saja tidak.

Sejak zaman Tuhan Yesus, keselamatan atau masuk ke sorga ditentukan oleh imannya kepadaNya.

Tetapi sebelum zaman itu, orang masuk sorga ditentukan oleh imannya kepada Allah Israel dan hidupnya yang berkenan kepadaNya

 

3. Nasib Manusia Di Surga Ditentukan Semasa Hidup Di Dunia Dan Tak Bisa Diubah Lagi

Kebenaran tentang surga menurut Alkitab yang ketiga adalah: nasib manusia di surga ditentukan selagi ia masih hidup di dunia dan tidak bisa diubah lagi.

Nasib seseorang apakah ia ada di sorga atau tidak, ditentukan ketika ia masih hidup di dunia ini. Setelah ia mati maka tempatnya tidak dapat lagi diubah.

Tidak mungkin orang yang sudah ada di syeol atau dunia orang mati dapat berpindah tempat lagi, apakah ke sorga atau neraka.

Hal ini dapat kita lihat misalnya dalam perumpamaan Tuhan Yesus tentang orang kaya dan Lazarus (Lukas 16:19-31).

Lazarus (bukan Lazarus yang pernah dibangkitkan dari kematian, baca: 7 Orang Di Alkitab Yang Pernah Dibangkitkan Dari Kematian) adalah seorang miskin yang hanya mengharapkan remah-remah yang jatuh dari meja si orang kaya.

Ia selalu berbaring di depan pintu orang kaya itu untuk menghilangkan laparnya. Bahkan anjing-anjing pun datang menjilati boroknya.

Tetapi orang kaya itu tidak pernah mempedulikan Lazarus, sekalipun ia orang kaya dan punya banyak makanan.

Kemudian orang kaya itu mati dan masuk ke syeol, karena ia sudah pasti masuk neraka maka ia digambarkan berada dalam api.

Lazarus juga mati dan masuk ke syeol, tetapi karena dipastikan sudah masuk sorga maka dibayangkan dia dibawa ke pangkuan Abraham atau firdaus, yakni sorga.

Orang kaya itu merasa tersiksa dalam api. Sementara ia memandang Lazarus bahagia bersama Abraham.

Ia minta agar Lazarus memberinya air, tetapi Abraham menjawab bahwa ia sudah bahagia di dunia. Dan jarak mereka juga tak terseberangi. (Lukas 16:22-23).

Karena itulah, satu-satunya kesempatan bagi manusia untuk masuk sorga adalah ketika ia masih hidup di dunia ini, dengan percaya kepada Yesus Kristus.

Ketika sudah mati, semuanya sudah terlambat.

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!