5 Kerajaan Dalam Penglihatan Daniel Dan Penjelasannya

maxresdefault

Artikel ini berisi lima kerajaan dalam penglihatan Daniel dan penjelasannya.

Ketika berada di dalam pembuangan di Babel sekitar tahun 605-536 SM, Nabi Daniel melihat banyak penglihatan. Salah satunya adalah penglihatan tentang sebuah patung yang besar, yang sebenarnya merupakan mimpi Nebukadnezar, raja Babel.

Melalui sebuah penglihatan, Tuhan menyingkapkan kepada Daniel mimpi Nebukadnezar tersebut beserta maknanya (Daniel 2:19). Mimpi tersebut, yang dijelaskan oleh Daniel kepada raja Nebukadnezar, adalah sebagai berikut:

“Ya raja, tuanku melihat suatu penglihatan, yakni sebuah patung yang amat besar! Patung ini tinggi, berkilau-kilauan luar biasa, tegak di hadapan tuanku, dan tampak mendahsyatkan.

Adapun patung itu, kepalanya dari emas tua, dada dan lengannya dari perak, perut dan pinggangnya dari tembaga, sedang pahanya dari besi dengan kakinya sebagian dari besi dan sebagian lagi dari tanah liat.

Sementara tuanku melihatnya, terungkit lepas sebuah batu tanpa perbuatan tangan manusia, lalu menimpa patung itu, tepat pada kakinya yang dari besi dan tanah liat itu, sehingga remuk. Maka dengan sekaligus diremukkannyalah juga besi, tanah liat, tembaga, perak dan emas itu, dan semuanya menjadi seperti sekam di tempat pengirikan pada musim panas, lalu angin menghembuskannya, sehingga tidak ada bekas-bekasnya yang ditemukan.

Tetapi batu yang menimpa patung itu menjadi gunung besar yang memenuhi seluruh bumi.” (Daniel 2:31-35).

Baca juga: 10 Tokoh Minoritas Di Alkitab Yang Berkuasa Di Tengah Kaum Mayoritas

Daniel juga menjelaskan makna mimpi Nebukadnezar tersebut kepada sang raja. Daniel mengatakan bahwa patung itu beserta bagian-bagian tubuhnya menggambarkan empat kerajaan yang silih berganti menguasai dunia hingga datangnya kerajaan Mesias yang kekal atau Kerajaan Sorga pada akhir zaman.

Pada zaman Daniel, satu dari kerajaan itu, yakni Babel, yang dipimpin raja Nebukadnezar, masih berkuasa tetapi akan segera berlalu. Kerajaan kedua muncul pada waktu Daniel masih hidup. Kerajaan ketiga dan seterusnya tidak sempat lagi dilihat oleh Daniel.

Pada zaman kita sekarang, empat dari kerajaan tersebut telah berlalu, hanya satu kerajaan lagi yang masih belum datang, yang akan tiba pada akhir zaman.

Baca juga: 10 Fakta Tentang Mesias Yang Perlu Anda Tahu

Inilah makna mimpi raja Nebukadnezar yang didapat oleh Daniel dari Tuhan dan yang disampaikannya kepada Nebukadnezar:

“Ya tuanku raja, raja segala raja, yang kepadanya oleh Allah semesta langit telah diberikan kerajaan, kekuasaan, kekuatan dan kemuliaan, dan yang ke dalam tangannya telah diserahkan-Nya anak-anak manusia, di mana pun mereka berada, binatang-binatang di padang dan burung-burung di udara, dan yang dibuat-Nya menjadi kuasa atas semuanya itu — tuankulah kepala yang dari emas itu.

Tetapi sesudah tuanku akan muncul suatu kerajaan lain, yang kurang besar dari kerajaan tuanku;
kemudian suatu kerajaan lagi, yakni yang ketiga, dari tembaga, yang akan berkuasa atas seluruh bumi.
Sesudah itu akan ada suatu kerajaan yang keempat, yang keras seperti besi, tepat seperti besi yang meremukkan dan menghancurkan segala sesuatu; dan seperti besi yang menghancurluluhkan, maka kerajaan ini akan meremukkan dan menghancurluluhkan semuanya.

Dan seperti tuanku lihat kaki dan jari-jarinya sebagian dari tanah liat tukang periuk dan sebagian lagi dari besi, itu berarti, bahwa kerajaan itu terbagi; memang kerajaan itu juga keras seperti besi, sesuai dengan yang tuanku lihat besi itu bercampur dengan tanah liat.

Baca juga: 10 Hukuman Tuhan Terbesar Kepada Manusia

Tetapi sebagaimana jari-jari kaki itu sebagian dari besi dan sebagian lagi dari tanah liat, demikianlah kerajaan itu akan menjadi keras sebagian dan rapuh sebagian. Seperti tuanku lihat besi bercampur dengan tanah liat, itu berarti: mereka akan bercampur oleh perkawinan, tetapi tidak akan merupakan satu kesatuan, seperti besi tidak dapat bercampur dengan tanah liat.

Tetapi pada zaman raja-raja, Allah semesta langit akan mendirikan suatu kerajaan yang tidak akan binasa sampai selama-lamanya, dan kekuasaan tidak akan beralih lagi kepada bangsa lain: kerajaan itu akan meremukkan segala kerajaan dan menghabisinya, tetapi kerajaan itu sendiri akan tetap untuk selama-lamanya, tepat seperti yang tuanku lihat, bahwa tanpa perbuatan tangan manusia sebuah batu terungkit lepas dari gunung dan meremukkan besi, tembaga, tanah liat, perak dan emas itu.

Allah yang maha besar telah memberitahukan kepada tuanku raja apa yang akan terjadi di kemudian hari; mimpi itu adalah benar dan maknanya dapat dipercayai.” (Daniel 2:37-45).

Inilah kelima kerajaan dalam penglihatan Daniel dan penjelasannya.

 

1. Kepala Patung Dari Emas = Kerajaan Babel

“Tuankulah kepala yang dari emas itu.” (Daniel 2:38b).

Daniel berkata kepada Nebukadnezar bahwa kepala patung itu adalah lambang kerajaan Babel, yang diwakili oleh Nebukadnezar sebagai rajanya. Pada masa kejayaannya di bawah Raja Nebukadnezar (605-562 SM), kerajaan Babel menjadi kerajaan adikuasa yang memerintah dunia (Daniel 2:37-38a).

Pemerintahan Nebukadnezar yang cemerlang berlangsung selama 44 tahun. Setelah dia wafat, kebesaran Babel mulai memudar. Sekalipun kerajaan itu masih bertahan selama 22 tahun lagi, berbagai pemberontakan dan pembunuhan melemahkannya hingga akhirnya runtuh.

Nebukadnezar adalah anak Nabopolassar, pendiri dinasti Kasdim. Menurut sejarah Babel, Nebukadnezar mula-mula memimpin pasukan Babel sebagai putra mahkota dalam pertempuran di Asyur utara tahun 606 SM.

Ketika di medan perang, Nebukadnezar mendengar ayahnya meninggal. Lalu ia pergi naik kereta menembus gurun pasir untuk menuntut takhta Babel. Ia menjadi raja Babel pada 6 September 605 SM.

Kemudian ia berhasil menaklukkan Raja Mesir, Firaun Nekho, di Karkemis (Yeremia 46:2). Ia kemudian menaklukkan Yehuda dan Yerusalem, serta membuang orang Yehuda ke Babel (2 Raja-raja 24:1-7), di mana Daniel termasuk salah satu di dalamnya (Daniel 1:1).

Tahun 596 SM, Nebukadnezar berperang melawan Elam (bandingkan Yeremia 49:34), dan tahun berikutnya membasmi pemberontakan di negerinya sendiri. Kemudian, dari markasnya di Ribla, dia memimpin gerakan-gerakan yang mengakibatkan Yerusalem jatuh pada tahun 587 SM dan pemberontak Zedekia, raja Yehuda, ditangkap.

Nebukadnezar juga menghancurkan Bait Suci Yahudi dan kota Yerusalem (2 Raja-raja 25:1-12). Nebukadnezar meninggal pada tahun 562 SM.

Kerajaan Babel jelas tidak mengakui Tuhan, dan Nebukadnezar dengan angkuhnya mewajibkan semua orang untuk menyembah patungnya serta dengan jahatnya membunuh mereka yang tidak mau menyembahnya (Daniel 3:1-23).

Namun kejatuhan Babel terjadi bukan pada masa pemerintahan Nebukadnezar, tetapi pada masa pemerintahan Nabonidus dan putra sulungnya, Belsyazar, di mana mereka memerintah kerajaan itu bersama-sama. Kejatuhan dan hukuman Tuhan atas Babel sudah dinubuatkan juga jauh sebelumnya oleh Nabi Yeremia (Yeremia 50-51).

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!