Loading...

5 Kerajaan Dalam Penglihatan Daniel Dan Penjelasannya

Loading...

 

2. Dada Dan Lengan Patung Dari Perak = Kerajaan Media-Persia

“Tetapi sesudah tuanku akan muncul suatu kerajaan lain, yang kurang besar dari tuanku.” (Daniel 2:39a).

Daniel berkata bahwa ada sebuah kerajaaan berikutnya yang timbul, setelah kerajaan Babel runtuh. Sejarah dan Alkitab mencatat bahwa kerajaan itu mengacu pada kerajaan Media-Persia (Daniel 5:25-28), yang pengaruhnya tidak sebesar kerajaan Babel pada masa kejayaannya, seperti yang dilambangkan oleh dada dan lengan yang terbuat dari perak, yang lebih rendah mutunya dibanding emas.

Kerajaan Media-Persia didirikan oleh Koresy pada tahun 539 SM. Dualisme kerajaan ini secara jelas ditunjukkan oleh dualisme antara dada dan lengan patung yang dilihat oleh Daniel.

Media terletak sekitar 250 km di utara Teluk Persia. Pada tahun 612 SM, Media membantu Babel menaklukkan Asyur. Pada 549 SM, Media ditaklukkan oleh Persia, dan dijadikan wilayah kerajaannya. Setelah menaklukkan Media, bangsa Persia berhasil mengalahkan kerajaan Babel tahun 539 SM.

Persia adalah negara Iran sekarang.

Koresy adalah raja terbesar Persia. Ia berhasil mengalahkan raja Media, Astiages, tahun 550 SM. Kemudian ia menaklukkan Anatolia dan Crosus, raja Lydia (547 SM). Ia terus bergerak ke timur untuk meluaskan kerajaannya sampai ke baratlaut India. Lalu ia menaklukkan Babel pada 29 Oktober 539 SM.

Dalam Daniel 5:1-30 dikisahkan tentang latar belakang kematian Belsyazar dan keruntuhan kerajaan Babel. Hal itu terjadi melalui sebuah penglihatan tentang jari-jari tangan manusia yang sedang menulis di dinding istana Belsyazar, ketika ia beserta para pegawainya sedang mengadakan perjamuan besar.

Kata-kata yang dituliskan jari-jari tangan tersebut dalam bahasa Aram, mene, mene, tekel ufarsin (secara harfiah berarti: dihitung, ditimbang, dipecah), adalah tanda bahwa kerajaan Belsyazar dipecah dan diberikan kepada orang Media dan Persia.

Menurut sejarah Babel dan Persia, sementara Belsyazar beserta para pegawainya mengadakan perjamuan besar, Gubaru, jenderal Koresy, raja Persia, memasuki Babel, dengan terlebih dahulu membelokkan arah sungai Efrat sehingga tentaranya bisa melewati sungai yang kering memasuki kota.

Hal ini sangat mengejutkan Raja Belsyazar serta pasukannya yang sedang berpesta pora. Sementara ayahnya saat itu sedang dikepung di Borsippa, tidak jauh dari Babel. Dan ketika pasukan Media-Persia mendekati Babel, penduduknya membuka pintu-pintu gerbang sehingga pasukan itu masuk dengan leluasa. Belsyazar dibunuh, kemudian Nabonidus juga.

Tujuh belas hari kemudian, Raja Koresy memasuki kota itu dan disambut dengan sorak-sorak kegirangan sebagai pembebas dari kelaliman Nabonidus dan Belsyazar. Koresy mengembalikan seluruh penduduk yang dibuang ke tanah air mereka masing-masing serta memugar dewa-dewa dan kuil-kuil mereka.

Dalam hal ini orang Yahudi juga dipulangkan ke tanah airnya di Yehuda dan mempersilakan mereka untuk memperbaiki kembali Bait Suci di Yerusalem (Ezra 1:1-4). Nabi Yesaya sebelumnya sudah menubuatkan bahwa Koresy akan menjadi alat Tuhan untuk membangun Yerusalem dan Bait Suci (Yesaya 44:28; 45:1-25).

 

3. Perut Dan Pinggang Patung Dari Tembaga = Kerajaan Yunani

“…. kemudian suatu kerajaan lagi, yakni yang ketiga, dari tembaga, yang akan berkuasa atas seluruh bumi.” (Daniel 2:39b).

Alkitab dan sejarah sepakat bahwa ini adalah Kerajaan Yunani yang dipimpin oleh Aleksander Agung dari Makedonia dan para penerusnya (Daniel 8:21), yang dilambangkan oleh perut dan pinggang dari tembaga patung.

Kerajaan ini menggantikan kerajaan Media-Persia ketika Aleksander dalam serangkaian ekspansi, mulai tahun 334 SM, mengalahkan Media-Persia tahun 331 SM. Kerajaan Yunani pada masanya sangat berpengaruh, yang saat itu berada di bawah pemerintahan Aleksander Agung atau Iskandar Agung dari Makedonia.

Aleksander Agung wafat pada masa kejayaannya di usia yang masih tergolong muda, 33 tahun. Ketika ia wafat, kerajaannya dibagi empat oleh para jenderalnya, yakni, Lisimakhus, Casandra, Seleukus, dan Ptolomeus.

Hal ini sesuai dengan penglihatan Daniel tentang empat binatang dan Anak Manusia, di mana binatang yang ketiga, yang melambangkan kerajaan Yunani, yakni macan tutul, digambarkan sebagai berkepala empat (Daniel 7:6); dan penglihatan tentang kambing yang bertanduk empat (Daniel 8:8).

Dinasti Ptolomeus yang memerintah di Mesir dan dinasti Seleukus yang memerintah di Siria, sangat berpengaruh pada masanya, yang menjadi perpanjangan tangan kesuksesan Yunani setelah kematian Aleksander Agung. Kedua kerajaan tersebut silih berganti menguasai Palestina (Israel).

Kaum Ptolomeus menguasai Palestina pada tahun 323-198 SM, dan kaum Seleukus menggantikannya pada tahun 198-142 SM. Kerajaan Ptolomeuslah yang ada dalam penglihatan Daniel tentang raja negeri Selatan, dan kerajaan Seleukus sebagai raja negeri Utara (Daniel 11:2-35).

Yang paling terkenal dari kaum Seleukus dari Siria adalah Antiokhus Epifanes. Di masa pemerintahannya, kerajaan Yunani Siria berjaya. Pada masanya jugalah bangsa Yahudi mengalami penindasan yang berat. Dia sering muncul dalam penglihatan Daniel. Salah satunya tentang “tanduk kecil” yang muncul dari salah satu tanduk kambing, yang melambangkan kerajaan Yunani (Daniel 8:9-12).

Antiokhus Epifanes adalah seorang yang kejam dan menganggap dirinya titisan dewa. Dalam mata uang yang dikeluarkannya ia menyebut dirinya sebagai Epifanes atau penampakan dewa. Pada 25 Desember 167 SM, dia menajiskan Bait Suci orang Yahudi, dengan mempersembahkan korban ke dewa-dewa di Bait Suci, serta menaruh patungnya sendiri dan kepala babi di Bait Suci.

Hal-hal ini semua menyebabkan terjadinya perang Makabe selama tiga tahun, yang dipimpin oleh Yudas Makabe. Orang Yahudi berhasil menang dalam pertempuran ini dan mereka membersihkan kembali Bait Suci.

Hal ini menjadi kemenangan besar yang selalu diingat oleh orang Yahudi dan dirayakan setiap tahun, yang dikenal sebagai Hari Raya Hanukah atau “Hari Pentahbisan Bait Allah”. Pada masa hidupNya di dunia, Tuhan Yesus pernah menghadiri perayaan ini (Yohanes 10:22-23). Baca: 10 Hari Raya Israel Di Alkitab

Loading...

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!