5 Kitab Syair Dalam Perjanjian Lama

Artikel ini berisi tentang 5 Kitab Syair/Kitab puisi dalam Alkitab Perjanjian Lama, dan penjelasannya.

Alkitab adalah firman Allah, bukan perkataan manusia. Itulah sebabnya Alkitab sangat perlu untuk dipelajari.

Bahwa Alkitab adalah firman Allah, bukan berasal dari manusia, disebutkan berulang-ulang di Alkitab. Misalnya, dalam 2 Timotius 3:16 dan 2 Petrus 1:20-21.

Kendati Alkitab adalah tulisan Allah, yang berasal dari hati Allah sendiri, namun Alkitab itu ditulis oleh manusia biasa yang dipilihNya.

Baca juga: 5 Kitab Taurat Dalam Perjanjian Lama

Alkitab tidak begitu saja turun dari surga dalam bentuk yang kita kenal sekarang. Alkitab berproses sedemikian selama 1500 tahun, hingga dia sampai di tangan kita secara lengkap.

Kitab pertama yang ditulis adalah Kitab Pentateukh (Kejadian-Ulangan), dan kitab terakhir adalah kitab Wahyu.

Alkitab itu ditulis oleh para penulis Alkitab yang diilhamiNya.

Ada sedikitnya 40 penulis Alkitab yang disebut namanya.

Baca juga: 12 Kitab Sejarah Dalam Perjanjian Lama

Ada kitab di Alkitab yang ditulis oleh beberapa penulis. Demikian juga, ada penulis Alkitab yang menulis beberapa kitab.

Misalnya, kitab Mazmur atau Amsal ditulis oleh banyak penulis, sedangkan rasul Paulus menulis banyak kitab, hampir separoh dari kitab-kitab Perjanjian Baru.

Para penulis ini memiliki beragam latar belakang profesi dan pendidikan, mulai dari gembala, nelayan, raja, nabi, imam, rasul, dll.

Baca juga: 39 Kitab Perjanjian Lama Dan Penjelasannya

Para penulis yang berlatar belakang berbeda-beda ini tak pelak menghasilkan karya tulis yang berbeda pula, seperti gaya bahasa, istilah, penekanan, dll.

Allah tidak mengabaikan latar belakang mereka dalam menulis Alkitab. Sebab Allah tidak menjadikan mereka seperti robot.

Hanya saja, Allah mengilhami mereka sedemikian sehingga ketika menulis Alkitab, mereka tidak salah.

Baca juga: 10 Fakta Tentang Alkitab Yang Wajib Diketahui

Itulah sebabnya, kendati Alkitab ditulis oleh banyak orang dari berbagai latar belakang yang berbeda, dan dalam kurun waktu yang berbeda, namun tulisan mereka tidaklah bertentangan satu sama lain, melainkan saling terkait.

Alkitab terdiri dari dua bagian: Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Perjanjian Lama terdiri dari 39 Kitab, sedangkan Perjanjian Baru sebanyak 27 kitab.

Jadi jumlah total Alkitab adalah 66 kitab.

Baca juga: 10 Karakter Tokoh Alkitab Perjanjian Lama Yang Patut Diteladani

Kendati di dalam berbagai aliran atau denominasi gereja Kristen sendiri terdapat sedikit perbedaan tentang jumlah dan  kitab-kitab yang termasuk ke dalam Alkitab, namun pada umumnya terdapat persamaan.

Umumnya berbagai aliran dan denominasi gereja Kristen menerima bahwa Alkitab terdiri dari 66 kitab dengan beberapa “kitab tambahan” bagi aliran gereja tertentu, seperti gereja Katolik.

Baca juga: 10 Nabi Terbesar Di Perjanjian Lama

Dalam Alkitab bahasa Indonesia, urutan kitab-kitab Perjanjian Lama agak berbeda dengan urutan Alkitab Yahudi atau biasa disebut Tanakh.

Dan kitab-kitab Perjanjian Lama itu umumnya tidak disusun secara  kronologis, melainkan berdasarkan jenis sastranya.

Ke-39 kitab-kitab Perjanjian Lama tersebut dapat dibagi menjadi beberapa bagian, berdasarkan jenis sastranya.

Berikut pembagian dan urutan ke-39 kitab Perjanjian Lama tersebut dalam Alkitab bahasa Indonesia.

Baca juga: 10 Raja Israel Terbesar Di Alkitab

Pertama, kitab-kitab Taurat atau Pentateukh/lima kitab Musa (dari Kejadian sampai Ulangan).

Kedua, kitab-kitab sejarah/hikayat (dari Yosua sampai Ester).

Ketiga, kitab-kitab sastra/syair/puisi (dari Ayub sampai Kidung Agung).

Keempat, kitab-kitab nabi (nabi-nabi besar dari Yesaya sampai Daniel; nabi-nabi kecil dari Hosea sampai Maleakhi).

Baca juga: 7 Hakim Terbesar Israel Di Alkitab

Artikel kali ini akan membahas tentang 5 Kitab Syair/Kitab puisi/Kitab Sastra dalam Alkitab Perjanjian Lama dan penjelasannya, yang perlu untuk kita ketahui.

Berikut pembahasan selengkapnya dari 5 Kitab 5 Kitab Syair/Kitab puisi/Kitab Sastra dalam Alkitab Perjanjian Lama tersebut.

 

1. Kitab Ayub

Kitab Ayub berbicara tentang seorang tokoh bernama Ayub yang hidup saleh namun mengalami penderitaan yang berat, sebelum akhirnya dipulihkan oleh Tuhan.

Kitab ini hendak mengajarkan bahwa orang benar pun tidak luput dari penderitaan, dan bahwa penderitaan tersebut tidak semata-semata karena dosa seseorang.

Kendati memakai namanya sendiri, namun tidak diketahui secara pasti siapa penulis kitab ini, sekalipun ada kemungkinan Ayub sendiri.

Melalui sebuah penyelidikan, maka dapat disimpulkan bahwa Ayub hidup kurang lebih sezaman dengan Abraham.

Kitab Ayub berawal dengan kisah tentang Ayub yang digambarkan sebagai seorang yang kaya namun hidup benar dan saleh di hadapan Allah.

Allah mengizinkan iblis untuk mencobai Ayub dengan sangat berat: kematian anak-anaknya secara mendadak, penyakit kulit  yang dideritanya, dan harta kekayaannya yang lenyap seketika.

Bahkan istrinya meminta Ayub untuk mengutuki Allahnya lalu mati.

Demikian juga sahabat-sahabatnya, yang datang menghiburnya. Mereka mempersalahkan Ayub; mereka berpikir bahwa Ayub menderita karena dosa-dosanya.

Tetapi Ayub yakin bahwa ia bersih, ia tidak menderita karena kesalahannya sendiri.

Lalu timbullah saling menjawab di antara Ayub dengan sahabat-sahabatnya, yang merupakan “isi” dari sebagian besar dari kitab Ayub, yang ditulis mengikuti gaya tulisan puisi/syair.

Ayub tidak mempersalahkan Tuhan atas segala penderitaan yang dialaminya.

Meski sempat ragu, iman Ayub tetap kokoh kepada Tuhan. Ayub tetap setia sampai akhir dalam mengikut Tuhan.

Pada akhirnya Ayub dipulihkan oleh Tuhan setelah ia selesai menjalani pencobaan iblis yang Allah izinkan terjadi atas dirinya.

Ayub mempunyai tujuh anak lagi, dan putri-putrinya adalah orang-orang yang paling cantik di negeri-negeri Timur (Negara-negara sebelah timur Israel).

Ayub juga Tuhan berkati sedemikian sehingga ia sangat kaya, jauh lebih kaya dari sebelumnya, dan menjadi orang yang terkaya di antara orang-orang di negeri Timur.

Sebaliknya, Tuhan murka terhadap teman-teman Ayub yang menuduhnya sebagai orang yang bersalah sehingga dihukum oleh Tuhan.

Teman-teman Ayub tersebut baru diampuni oleh Tuhan setelah didoakan oleh Ayub.

 

2. Kitab Mazmur

Kitab Mazmur adalah kitab yang berisi tentang banyak nyanyian dan doa.

Nyanyian ini berasal dari berbagai tokoh Alkitab.

Karena itu kitab Mazmur ditulis oleh banyak penulis dari berbagai latar belakang dan lintas generasi, sekalipun mungkin mempunyai seorang penyunting.

Penulis-penulis kitab Mazmur yang disebut antara lain adalah: Musa, Daud, Salomo, Asaf, Heman, dan bani Korah (kelompok).

Beberapa pasal dari kitab Mazmur tidak mencantumkan nama penulisnya.

Namun sekitar separoh dari nyanyian dalam kitab Mazmur berasal dari Daud, raja terbesar Israel yang juga dikenal sebagai seorang penyanyi dan pemusik.

Dengan pasal sejumlah 150 pasal, kitab Mazmur adalah kitab paling tebal di Perjanjian Lama, bahkan di seluruh Alkitab.

Kitab ini tergolong kitab syair, di mana ayat-ayatnya ditulis mengikuti tata cara sajak atau puisi.

Kitab Mazmur juga merupakan salah satu kitab yang paling banyak dikutip dalam Perjanjian Baru, khususnya dalam kaitannya dengan Mesias.

 

3. Kitab Amsal

Kitab Amsal merupakan kitab yang berisi tentang nasihat-nasihat atau pengajaran tentang hidup yang benar dan sepatutnya.

Kitab ini ditulis oleh banyak penulis dari berbagai etnis dan latar belakang profesi, tetapi Salomo adalah penulis utamanya.

Beberapa pasal dari kitab Amsal tidak mencantumkan nama penulisnya.

Tema kitab ini adalah hikmat.

Jadi kitab ini hendak mengajar para pembacanya cara hidup yang berhikmat.

Hikmat yang dimaksud di sini adalah dalam arti luas.

Kitab Amsal memberi “hikmat” agar hidup  berkenan kepada Tuhan, bahagia, berhasil dalam pekerjaan, dihormati orang, dll.

Seperti kitab Mazmur, kitab ini tergolong kitab syair, di mana ayat-ayatnya ditulis mengikuti tata cara sajak atau puisi.

Dibanding kitab-kitab lainnya di Perjanjian Lama, kitab Amsal termasuk kitab yang paling “sekuler”.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!