5 Perbedaan Nabi Dengan Imam Di Alkitab

  

Artikel ini berisi tentang perbedaan utama antara nabi dengan imam di Alkitab, baik di Perjanjian Lama maupun di Perjanjian Baru.

Sebagai orang percaya kita pasti sudah sering dengar tentang nabi dan imam.

Tetapi tahukah Anda perbedaan nabi dengan imam di Alkitab?

Baca juga: 10 Nabi Terbesar Di Perjanjian Lama

Seperti kita tahu nabi dan imam sangat banyak dibahas di Alkitab, khususnya di Perjanjian Lama.

Nabi dan imam adalah dua jabatan yang sangat penting dalam hidup bangsa umat Israel pada zaman Alkitab, khususnya di Perjanjian Lama.

Baca juga: 10 Nabi Terbesar Di Perjanjian Baru

Dan para nabi dan imam adalah para pemimpin umat Israel sebagai umat pilihan Tuhan, khususnya dalam hal-hal rohani/spiritual.

Mereka adalah perantara antara Tuhan dengan umatNya.

Karena itu kita orang Kristen perlu tahu apa sajakah perbedaan utama antara nabi dengan imam.

Baca juga: 7 Nabi Perempuan Di Alkitab

Artikel ini akan membahas 5 perbedaan utama antara nabi dan imam di Alkitab, khususnya di Perjanjian Lama.

Lalu, apa sajakah kelima perbedaan utama antara nabi dan imam tersebut?

Berikut pembahasannya.

 

1. Perbedaan Dalam Hal Asal-usul Suku

Perbedaan pertama antara nabi dengan imam di Alkitab adalah perbedaan dalam hal asal-usul suku.

Para imam Israel harus berasal dari Suku Lewi. Bahkan harus berasal dari keturunan Harun.

Harun adalah saudara Musa dan imam besar pertama Israel.

Imam besar adalah imam yang lebih tinggi dari imam biasa.

Imam besar hanya dijabat oleh seorang imam seumur hidupnya.

Sedangkan para imam jumlahnya ada banyak, yang dalam perkembangannya melakukan tugas-tugas keimaman secara bergilir.

Tetapi baik imam besar maupun imam biasa harus berasal dari keturunan Harun. (Baca: 7 Fakta Penting Tentang Harun Di Alkitab)

Jika para imam harus berasal dari suku Lewi dan keturunan Harun, maka para nabi Israel berasal dari berbagai suku, termasuk dari antara suku Lewi.

 

2. Perbedaan Dalam Hal Tempat Pelayanan

Perbedaan kedua antara nabi dengan imam di Alkitab adalah perbedaan dalam hal tempat pelayanan.

Para imam melayani di dalam Bait Suci/Bait Allah.

Bait Allah itu umumnya terdiri dari tiga bagian utama, yakni: pelataran, ruang kudus dan ruang maha kudus.

Di masing-masing bagian Bait Suci tersebut terdapat beberapa benda yang dipakai untuk melakukan upacara ibadah.

Di bagian pelataran atau halaman Bait Suci, ada dua benda penting.

Pertama, mezbah korban bakaran, yang dipakai untuk membakar korban-korban hewan (kambing, domba, sapi).

Kedua, bejana pembasuhan, yakni tempat menampung air yang dipakai oleh imam-imam untuk membersihkan korban-korban bakaran dan untuk membersihkan diri mereka sendiri sebelum masuk ke ruang kudus. (Baca juga: 7 Bait Allah Di Alkitab Dan Penjelasannya)

Di ruang kudus Bait Allah ada tiga benda penting.

Pertama, meja roti sajian, yang dipakai untuk mempersembahkan/menyajikan 12 potong roti. Ke-12 roti tersebut mewakili setiap suku Israel dari 12 suku.

Kedua, mezbah ukupan, yang dipakai untuk mempersembahkan ukupan yang terbuat dari berbagai macam rempah-rempah, dibakar dan mengeluarkan asap.

Ketiga, menorah, atau kaki dian, atau kandil bercabang 7, yang dinyalakan dengan memakai minyak zaitun.

Sedangkan di dalam ruang maha kudus Bait Allah, hanya satu benda yang ada, yakni tabut perjanjian.

Tabut perjanjian adalah kotak persegi empat yang terbuat dari kayu penaga dan dilapisi dengan emas.

Tabut perjanjian secara khusus adalah lambang kehadiran Tuhan, sekalipun secara keseluruhan Bait Suci juga merupakan lambang kehadiran Tuhan.

Pelataran Bait Allah diperuntukkan bagi umat, setiap orang Israel bisa masuk ke dalamnya.

Sedangkan ruang kudus diperuntukkan hanya bagi imam-imam untuk melakukan upacara ibadah setiap harinya.

Sementara ruang maha kudus hanya boleh dimasuki oleh imam besar untuk mengadakan upacara pendamaian dosa dengan memerciki darah hewan ke atas tabut perjanjian.

Hal ini dilakukan sekali setahun, yakni pada Hari Raya Pendamaian atau Yom Kippur. (Baca: 10 Hari Raya Israel Di Alkitab)

Jika para imam melayani di Bait Allah, maka para nabi melayani secara bebas.

Mereka tidak terikat pada satu tempat, bahkan bisa menjelajah hingga ke negeri lain.

Misalnya nabi Amos melayani di Yehuda (Israel Selatan), sekalipun ia berasal dari Israel utara.

Atau nabi Yunus yang Tuhan utus ke Niniwe (negeri Asyur).

 

3. Perbedaan Dalam Hal Metode Doa Bagi Umat Tuhan

Perbedaan ketiga antara nabi dengan imam di Alkitab adalah perbedaan dalam hal metode doa bagi umat Tuhan.

Baik para imam maupun para nabi adalah sama-sama sebagai perantara antara Tuhan dengan umatNya.

Karena itu imam dan nabi adalah para pendoa di hadapan Tuhan bagi umat.

Tetapi ada perbedaan mereka dalam hal metode berdoa.

Para imam berdoa secara seremonial melalui korban-korban hewan yang dibakar di Bait Allah.

Korban-korban tersebut dibakar setiap hari dan juga pada hari-hari raya dengan jumlah yang lebih banyak.

Dan memang, tugas utama para imam adalah berdoa bagi umat lewat korban-korban yang dibakar setiap hari.

Sedangkan para nabi berdoa secara langsung kepada Tuhan, tanpa medium korban-korban bakaran.

Para nabi berdoa secara fleksibel, baik metode/caranya maupun tempatnya.

Itulah sebabnya banyak para nabi yang menjadi pendoa syafaat besar di Alkitab. (Baca: 7 Tokoh Pendoa Di Alkitab)

2 komentar untuk “5 Perbedaan Nabi Dengan Imam Di Alkitab”

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: