Categories: FAKTA ALKITAB

5 Perbedaan Nabi Di PL Dengan Nabi Di PB

Artikel ini berisi tentang perbedaan utama antara nabi di PL (Perjanjian Lama) dengan nabi di PB (Perjanjian Baru).

Sebagai orang percaya kita pasti sudah sering dengar tentang nabi, baik nabi di PL (Perjanjian Lama) maupun nabi di PB (Perjanjian Baru).

Tetapi tahukah Anda perbedaan nabi di Alkitab Perjanjian Lama dengan para nabi yang ada di Alkitab Perjanjian Baru?

Baca juga: 5 Perbedaan Antara Nabi Dengan Imam Di Alkitab

Seperti kita tahu para nabi di PL (Perjanjian Lama) maupun nabi di PB (Perjanjian Baru) sangat banyak dibahas di Alkitab.

Nabi sangat penting bagi umat Israel pada zaman Perjanjian Lama maupun bagi gereja Tuhan pada zaman Perjanjian Baru.

Baca juga: 5 Perbedaan Antara Nabi Dengan Rasul Di Alkitab

Sebab para nabi itu adalah para pemimpin umat Tuhan, khususnya dalam hal-hal rohani/spiritual.

Mereka adalah hamba-hamba Tuhan yang diutusNya untuk umatNya.

Karena itu kita orang Kristen perlu tahu apa sajakah perbedaan utama antara nabi zaman Perjanjian Lama dengan nabi pada zaman Perjanjian Baru.

Baca juga: 7 Nabiah (Nabi Perempuan) Di Alkitab

Artikel ini akan membahas 5 perbedaan utama antara nabi pada zaman Alkitab Perjanjian Lama dengan nabi pada zaman Perjanjian Baru.

Lalu, apa sajakah kelima perbedaan utama tersebut?

Berikut pembahasannya.

 

1. Perbedaan Dalam Hal Lamanya Masa Pelayanan

Perbedaan pertama antara nabi pada zaman Perjanjian Lama dengan nabi pada zaman Perjanjian Baru adalah perbedaan dalam hal lamanya masa pelayanan.

Para nabi Perjanjian Lama telah melayani sejak lama, sejak zaman Abraham.

Sebab, Abraham adalah nabi pertama yang disebut di Alkita (Kejadian 20:7), sekalipun Musa adalah nabi pertama secara normatif di Perjanjian Lama. (Baca: 7 Fakta Penting Tentang Musa Di Alkitab)

Jadi masa pelayanan nabi di Perjanjian Lama mencapai rentang waktu hingga 4 ribu tahun.

Yakni, sejak zaman Abraham hingga zaman nabi Maleakhi, nabi terakhir di Perjanjian Lama, atau bahkan hingga Yohanes Pembaptis, yang sering dianggap sebagai nabi Perjanjian Lama walau dicatat di Perjanjian Baru.

Sementara para nabi zaman Perjanjian Baru melayani “hanya” dalam kurun waktu puluhan tahun.

Sejak zaman kenaikan Tuhan Yesus hingga zaman selesainya Kanon Alkitab, atau zaman pelayanan Yohanes anak Zebedeus, yang dianggap sebagai nabi terakhir di zaman Perjanjian Baru, yakni sekitar tahun 90 Masehi.

Artinya, lembaga/jabatan kenabian di zaman Perjanjian Lama jauh lebih lama eksis daripada zaman Perjanjian Baru.

Sebagai informasi, pada zaman kita saat ini, kedua lembaga/jabatan kenabian tersebut (nabi di zaman Perjanjian Lama dan nabi zaman Perjanjian Baru) sudah tidak ada lagi.

Yang ada adalah karunia kenabian (lihat poin 5 di bawah).

 

2. Perbedaan Dalam Hal Jumlah

Perbedaan kedua antara nabi pada zaman Perjanjian Lama dengan nabi pada zaman Perjanjian Baru adalah perbedaan dalam hal jumlah.

Di Perjanjian Lama, jumlah nabi sangat banyak.

Hal ini misalnya tampak dari istilah “rombongan nabi” yang sering muncul di Perjanjian Lama (misalnya, 2 Raja-raja 2:3,5).

Istilah “rombongan nabi” itu tentulah mengindikasikan bahwa para nabi tersebut sangat banyak.

Tetapi kita tidak tahu persis berapa banyak jumlah mereka, sekalipun lebih sedikit dibahas di Alkitab. (Baca: 10 Nabi Terbesar Di Perjanjian Lama)

Jika jumlah nabi sangat banyak di Perjanjian Lama, tidak demikian dengan jumlah para nabi di zaman Perjanjian Baru.

Sejauh yang Alkitab catat, jumlah para nabi di  Perjanjian Baru hanya sekitar 10 orang.

Itupun sebagian dari jumlah tersebut adalah para nabi yang merangkap rasul, seperti Paulus dan Barnabas. (Baca: 10 Nabi Terbesar Di Perjanjian Baru)

Perbedaan jumlah yang sangat signifikan ini tentu cukup masuk akal, mengingat masa pelayanan para nabi Perjanjian Lama mencapai rentang waktu ribuan tahun, sedangkan pelayanan nabi Perjanjian Baru hanya puluhan tahun.

 

3. Perbedaan Dalam Hal Tugas Utama

Perbedaan ketiga antara nabi pada zaman Perjanjian Lama dengan nabi pada zaman Perjanjian Baru adalah perbedaan dalam hal tugas utama.

Tugas utama para nabi di Alkitab, baik nabi pada zaman Perjanjian Lama maupun nabi pada zaman Perjanjian Baru, adalah menerima firman Tuhan dan menyampaikannya kepada umatNya.

Firman tersebut bisa dalam bentuk nubuat, penghiburan, nasihat, ataupun teguran, bagi umat Tuhan.

Kendati demikian, dalam konteks ini, ada juga perbedaan antara nabi pada zaman Perjanjian Lama dengan nabi pada zaman Perjanjian Baru.

Para nabi zaman Perjanjian Lama umumnya membawa berita yang lebih keras, yakni teguran, kecaman, bahkan kutukan dan hukuman.

Sebagai contoh adalah pesan-pesan yang disampaikan oleh nabi Yeremia yang sangat keras terhadap bangsa Yehuda (Israel Selatan).

Sedangkan dalam Perjanjian Baru pesan nabi-nabi relatif lebih lunak.

Pesan-pesan kenabian yang dibawa oleh para nabi Perjanjian Baru umumnya berupa nasihat dan penghiburan (Kisah Para Rasul 15:32).

Perbedaan ini tampaknya disebabkan oleh perbedaan umat yang dihadapi oleh para nabi.

Umat yang dihadapi oleh nabi-nabi zaman Perjanjian Lama adalah bangsa Israel yang tegar tengkuk dan keras kepala, bahkan yang sudah jatuh ke dalam penyembahan berhala/murtad.

Karena itu tidak heran jika berita para nabi-nabi Perjanjian Lama adalah berita teguran, kecaman, dan penghukuman.

Sedangkan umat yang dihadapi oleh nabi-nabi Perjanjian Baru adalah gereja yang masih baru bertumbuh dan sedang dalam tekanan dari luar gereja.

Itulah sebabnya berita para nabi-nabi Perjanjian Baru umumnya adalah berita berupa penghiburan, nasihat, dan dorongan.

 

Page: 1 2