5 Tim Sukses Prabowo Di Pilpres 2019 Beragama Kristen

Ia menjadi anggota DPR dari dapil Jakarta III setelah berhasil meraih 53. 268 suara. (Baca: 82 Anggota DPR RI Beragama Kristen)

Ia duduk di Komisi VII DPR (membidangi Energi Sumber Daya Mineral, Riset & Teknologi, Lingkungan Hidup).

Aryo merupakan putra dari Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Hashim Djojohadikusumo (lihat poin 4 di bawah), dan juga keponakan dari Calon Presiden Indonesia di Pemilu 2019, Prabowo Subianto.

Aryo aktif di Gerindra sejak 2010, dengan mendirikan organisasi sayap Partai Gerindra, Tunas Indonesia Raya (TIDAR) dan sampai sekarang masih menjadi Ketua Umum.

Sejak tahun 2010, Aryo resmi menjadi kader partai Gerindra dan sekarang menjabat sebagai Wakil Sekretariat Jendral Partai tersebut.

Aryo menempuh pendidikan S1 di University of Durham, Inggris; S2 di Southeast Asian Studies, University of London School of Oriental and African Studies, Inggris; dan Executive Program di Tsinghua School of Economics & Management, Beijing, China.

 

4. Hashim Sujono Djojohadikusumo (Direktur Komunikasi Dan Media)

Tim sukses Prabowo di pilpres 2019 beragama Kristen/Katolik selanjutnya adalah Hashim Sujono Djojohadikusumo.

Pada pilpres 2019 ini, Hashim Sujono Djojohadikusumo menjabat sebagai direktur komunikasi dan media tim sukses Prabowo.

Hashim Sujono Djojohadikusumo lahir di jakarta pada 5 Juni 1954.

Ia adalah anak bungsu dari pasangan Prof. Dr. Soemitro Djojohadikusumo dan Ibu Dora Sigar, dan juga adik kandung dari Prabowo Subianto, Capres 2019 dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra).

Selain membantu kakaknya di partai sebagai Wakil Ketua Dewan Pembina Partai GERINDRA, Hashim Djojohadikusumo juga adalah seorang wiraswasta dan pemilik perusahaan Arsari Group yang bergerak dalam bidang pertambangan, program bio-ethanol, perkebunan karet dan lain-lain.

Sejak sekolah dasar hingga sekolah menengah, Hashim mengenyam pendidikan di Eropa sebelum melanjutkan pendidikan tinggi di bidang Politik dan Ekonomi di Universitas Pomona, negara bagian California,  Amerika Serikat.

Setelah banyak menghabiskan pendidikan formalnya di luar negeri, Hashim pulang ke Indonesia tatkala sang ayah tak lagi menduduki jabatan menteri, dan langsung menempati posisi direktur Indo Consult, perusahaan milik ayahnya.

Menurut laporan Forbes 2012, Hashim Djojohadikusumo adalah salah satu pria terkaya di Asia (dan Indonesia) dengan kekayaan mencapai US$ 850 juta atau bila dikurskan bisa mencapai sebesar Rp. 8, 5 Triliun.

Hashim juga dikenal sebagai kolektor seni dan terus berjuang untuk melestarikan budaya Indonesia, khususnya budaya Jawa. Hal ini dilakukannya melalui Badan Pelestarian Pusaka Indonesia (BPPI) dan Persatuan Pedalang Indonesia (Pepadi) di mana Hashim menjabat sebagai ketua.

Hashim juga seorang filantropis, ia telah mendedikasikan lebih dari 20 tahun hidupnya untuk berbagai isu sosial di Indonesia. Untuk mencapai tujuannya mendukung peningkatkan kualitas pendidikan, kesejahteraan pendidik, kualitas gizi anak, Hashim lakukan melalui Yayasan Arsari Djojohadikusumo.

 

5. Glenny Kairupan (Direktur Penggalangan)

Tim sukses Prabowo di pilpres 2019 beragama Kristen/Katolik terakhir adalah Glenny Kairupan.

Pada pilpres 2019 ini, Glenny Kairupanmenjabat sebagai direktur penggalangan tim sukses Prabowo.

Glenny Kairupan, yang lahir pada 11 Februari 1949 di Manado, Sulawesi Utara, dikenal sebagai teman dekat Prabowo dan salah satu pengurus Partai Gerindra pimpinan Prabowo.

Glen masuk Akademi Militer (Akmil) pada 1970, satu angkatan dengan tokoh-tokoh terkenal: Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Prabowo Subianto, dan Ryamizard Ryacudu.

Pada 1975, ia mengikuti pendidikan penerbangan di Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI) Curug, Banten yang kala itu bernama Lembaga Perhubungan Udara (LPPU) Curug.

Glen menjadi pilot dari kalangan TNI AD dan mengantongi sertifikat CPL (Commercial Pilot License), PPL (Private Pilot License).

Sebagai pilot Glen juga pernah mengikuti berbagai pelatihan internasional sperti bersama divisi ke-25 Infanteri di Hawai, Amerika Serikat pada 1980. Ia pernah juga ikut penugasan ke Filipina pada 1987.

Glen pernah mengikuti berbagai penugasan pada daerah konflik seperti Timor Timur (Timtim), Aceh, Kalimantan Barat, dan Papua.

Di Timtim, karirnya melesat hingga menjabat sebagai Wakil Danrem. Kemudian Glen pindah tugas ke Salatiga sebagai Danrem 073 Makutarama.

Setelah jadi danrem, Glen mengikuti pendidikan di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas).

Lalu Glen pindah ke Badan Intelijen Strategis (BAIS) ABRI serta mengikuti Pendidikan Intelejen dan mendapat penugasan sebagai Asisten Atase Pertahanan di Filipina.

Ia juga pernah menjadi Danden Intel Kostrad dan Assintel Divisi 1 Kostrad.

Setelah itu, pada 1997 ia mendapatkan posisi sebagai Staff Teritorial Angkatan Darat berpangkat kolonel.

Tatkala reformasi 1998 bergulir, Glen menjabat sebagai Sebagai Staff Intelejen di Badan Penegakan Keamanan dan Sistem Hukum ( Crisis Center ) Departemen Pertahanan Keamanan yang langsung dibawah Panglima ABRI.

Lalu, pada April 1999 Glen yang sudah berpangkat Brigadir Jenderal mendapat tugas sebagai Penasehat Keamanan pada Satgas P3TT (Pelaksana Penentuan Pendapat di Timor Timur) untuk membantu misi PBB UNAMET (United Nations Mission in East Timor) bagi Timtim.

Jabatan militer terakhir Glen adalah dosen LEMHANAS dengan pangkat Mayor Jenderal.

Glenny Kairupan pernah mencalonkan diri sebagai wakil gubernur Sulawesi Utara berpasangan dengan Maya Rumantir, tetapi kalah dengan pasangan Olly Dondokambey-Steven Kandouw yang diusung PDIP. (Baca: 10 Gubernur Dan Wakil Gubernur Beragama Kristen Di Indonesia)

 

Itulah 5 tim sukses Prabowo di pilpres 2019 beragama Kristen dan Katolik.

 

Kita berdoa, agar keberadaan kesepuluh tokoh Kristen/Katolik di partai mereka masing-masing bisa memberi dampak yang positif sehingga partai mereka dapat menghasilkan para pejabat eksekutif dan legislatif yang terbaik untuk kemajuan bangsa dan negara, serta untuk kesejahteraan rakyat Indonesia.

 

Jika artikel ini memberkati Anda, jangan lupa untuk membagikannya kepada rekan-rekan jejaring sosial Anda (facebook, twitter, google plus, whatsapp, dll) melalui tombol share yang tersedia pada artikel ini.

 

Anda juga dapat memberikan tanggapan, komentar, saran atau pertanyaan seputar artikel ini pada kolom komentar yang tersedia di bawah. Tetapi semua komentar harus dimoderasi terlebih dahulu, dan hanya tanggapan, komentar, saran atau pertanyaan yang memenuhi syarat yang akan dipublikasikan.

 

Silakan juga bergabung dengan Fans Page Facebook Rubrik Kristen dengan cara mengklik “Like” atau “Sukai” pada Fans Page Facebook Rubrik Kristen di situs ini, sehingga Anda selalu mendapat info artikel-artikel terbaru dari situs ini. Terima kasih. GBU.

 

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!