Loading...

5 Tokoh Alkitab Paling Bertanggungjawab Atas Kematian Yesus

Loading...

2. Hanas

Hanas adalah imam besar orang Yahudi pada zaman Tuhan Yesus hidup di dunia.

Dia adalah salah satu orang terpenting di balik pengadilan dan penyaliban Yesus (Yohanes 18:12-24).

Sebenarnya saat itu Hanas sudah tidak menjabat lagi sebagai imam besar, ia sudah “pensiun”. Yang menjabat imam besar saat itu adalah menantunya sendiri, Kayafas.

Namun rupanya Hanas masih tetap punya pengaruh yang besar di antara orang Yahudi. Terbukti dia lebih dominan dalam persidangan Yesus.

Imam besar adalah suatu jabatan keagamaan tertinggi bagi orang Yahudi. Dan jabatan imam besar sejatinya adalah jabatan seumur hidup.

Hanya saja, sejak bangsa Yahudi di bawah kekuasaan asing, jabatan imam besar menjadi jabatan politis, yang diangkat dan diberhentikan oleh para penguasa asing tersebut.

Pada zaman Perjanjian Baru kekuasaan asing tersebut adalah kekaisaran Romawi (Baca: 5 Kerajaan Dalam Penglihatan Nabi Daniel Dan Penjelasannya).

Karena Hanas adalah orang terpenting di balik pengadilan yang tidak benar terhadap Yesus, maka boleh dikatakan bahwa Hanas adalah orang yang paling bertanggung jawab dalam mengadili Yesus.

Dan persidangan Mahkamah Agama Yahudi terhadap Yesus yang dipimpin oleh Hanas adalah suatu persidangan yang sesat, yang memunculkan saksi-saksi palsu. Jadi ini adalah sebuah kejahatan besar yang dilakukan oleh Hanas.

Hasil sidang Mahkamah Agama Yahudi yang dipimpin Hanas adalah bahwa Yesus menghujat Allah dan layak dihukum mati, dan seterusnya menyerahkan Yesus kepada Pontius Pilatus, wali negeri Yudea, untuk disalibkan (lihat poin 3 di bawah).

Dengan demikian Hanas adalah salah satu orang yang paling bertanggung jawab atas penyaliban Yesus.

 

3. Pontius Pilatus

Pontius Pilatus adalah wali negeri atau wakil pemerintahan Romawi di Yudea (Lukas 3:1-2), yang mencakup wilayah Yudea dan Samaria.

Seperti telah disebutkan, pada masa itu orang Yahudi berada di bawah kekuasaan orang Romawi yang berkedudukan di kota Roma.

Pontius Pilatus mulai menjabat pada tahun 26 Masehi, pada zaman Kaisar Tiberius, dan berkedudukan di kota Kaisarea.

Diceritakan dalam Injil Lukas bahwa suatu ketika orang-orang melaporkan kepada Yesus tentang perbuatan kejam Pilatus yang mencampurkan darah orang-orang Galilea dengan korban persembahan mereka (Lukas 13:1-3).

Yosefus Flavius (37-100 Masehi), sejarawan Yahudi terkemuka, mengatakan bahwa Pilatus pernah memakai uang perbendaharaan Bait Suci Yahudi untuk membangun saluran air ke Yerusalem dari suatu sumber air yang jaraknya 40 kilo meter.

Puluhan ribu orang Yahudi berdemonstrasi menentang proyek ini ketika Pilatus muncul di Yerusalem, tampaknya pada sebuah hari raya. Sebagai jawabannya, Pilatus mengirim tentaranya secara rahasia untuk menghabisi mereka, akibatnya banyak orang Yahudi yang mati terbunuh.

Banyak pakar Alkitab yang menganggap bahwa inilah kisah yang diacu dalam Lukas 13:1-3 di atas. Jelas ini menunjukkan kejahatan Pilatus.

Tetapi kejahatan terbesar Pilatus adalah menyalibkan Yesus, sekalipun ia tahu bahwa Yesus tidak bersalah dan tidak layak dihukum mati (disalibkan), dan sekalipun ia tak mau bertanggung jawab atas penyaliban dan kematian Yesus (Lukas 23:23-25).

Alasan utama Pilatus menyerahkan Yesus untuk disalibkan adalah demi kepentingan dirinya sendiri.

Pilatus takut jika orang Yahudi melaporkannya kepada Kaisar Tiberius, karena mereka berkata bahwa jika Pilatus membebaskan Yesus maka Pilatus bukanlah sahabat kaisar (Yohanes 19:12), artinya ia melawan kaisar.

Pilatus rela mengorbankan Yesus yang tak bersalah demi mempertahankan jabatannya dan nyawanya di hadapan kaisar Romawi!

Jelas, Pontius Pilatus adalah salah satu tokoh Alkitab paling bertanggungjawab atas kematian Yesus (Baca: 7 Fakta Tentang Pontius Pilatus).

 

Loading...

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!