Loading...

50 Jenderal Polri Terbaik Beragama Kristen

Loading...

Artikel ini berisi tentang 50 jenderal Polri terbaik beragama Kristen Protestan dan Kristen Katolik.

Indonesia banyak menghasilkan jenderal polisi terbaik, baik jenderal bintang satu (Brigadir Jenderal Polisi/Brigjen Pol), jenderal bintang dua (Inspektur Jenderal Polisi/Irjen Pol), jenderal bintang tiga (Komisaris Jenderal Polisi/Komjen Pol), maupun Jenderal bintang empat (Jenderal Polisi).

Mereka adalah para pemimpin di tubuh Kepolisian Republik Indonesia (Polri), baik di pusat atau Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri) maupun di tingkat wilayah atau Kepolisian Daerah (Polda).

Baca juga: 20 Jenderal Terbaik Indonesia Beragama Kristen

Bahkan di Kementerian dan lembaga/instansi pemerintah lainnya, seperti Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) dan Badan Narkotika Nasional (BNN).

Dari sekian banyak jenderal polri terbaik tersebut, banyak juga jenderal polri yang beragama Kristen, baik Protestan maupun Katolik.

Baca juga: 20 Pahlawan Indonesia Beragama Kristen Terpopuler

Di sini akan dibahas 50 jenderal polri terbaik Indonesia beragama Kristen.

Mereka dianggap terbaik karena mereka berprestasi/mendapat penghargaan (baik sebelum maupun sesudah berpangkat jenderal), atau menduduki posisi/jabatan strategis di kesatuan Polri, di Mabes Polri, bahkan di pemerintahan dan lembaga negara lainnya.

Baca juga: 20 Politisi Indonesia Terpopuler Beragama Kristen

Mereka semua minimal berpangkat Inspektur Jenderal (bintang dua), baik yang sudah pensiun dari dinas polri, maupun yang masih aktif menjabat.

Lalu siapa sajakah ke-50 jenderal Polri terbaik beragama Kristen tersebut? Berikut pembahasannya.

 

1. Jenderal (Purn) Widodo Budidarmo 

Jenderal Polisi (Purn) Widodo Budidarmo lahir di Surabaya, Jawa Timur,  pada 1 September 1927.

Jenderal (Purn) Widodo Budidarmo adalah mantan Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) periode 1974-1978.

Sebelumnya, ia adalah Kepala Kepolisian Daerah Metro Jakarta Raya (Kapolda Metro Jaya), periode 1970-1974.

Jenderal (Purn) Widodo Budidarmo disebut oleh banyak orang sebagai Kapolri terbaik Indonesia hingga saat ini.

Salah satu “warisan” Jenderal (Purn) Widodo yang masih dipakai sampai saat ini adalah penerapan Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat).

Samsat adalah penggabungan tiga instansi pemerintah, yakni Polri, Dinas Pendapatan Provinsi, dan Jasa Raharja (asuransi) dalam satu atap, sehingga memudahkan pelayanan kepada masyarakat.

Jenderal (Purn) Widodo Budidarmo dikenal sebagai seorang jenderal yang tegas, berintegritas, dan tidak pandang bulu dalam menegakkan hukum.

Bahkan anaknya sendiri pun dia serahkan untuk diadili karena bersalah.

Jenderal Polisi (Purn) Widodo Budidarmo meninggal pada 5 Mei 2017 dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta.

 

2. Irjen (Purn) Ursinus Medellu

Irjen Pol (Purn) Ursinus Elias Medellu lahir di Sangihe, Sulawesi Utara, pada tahun 1922.

Dia adalah mantan pengawal Presiden Sukarno.

Irjen (Purn) Ursinus Elias Medellu dikenal sebagai  jenderal polri paling jujur, bersama jenderal Hoegeng.

Dia menjabat selama 8 tahun sebagai Direktur Lalu Lintas (dirlantas) Mabes Polri, dan 2 tahun sebagai kapolda Sumatera Utara.

Namun dia tidak pernah korupsi atau menerima suap.

Dia juga mempunyai “warisan” yang masih dipakai hingga saat ini.

Irjen (Purn) Ursinus Elias Medellu “menciptakan” sistem registrasi kendaraan bermotor yang berlaku sampai sekarang, yakni BPKB (Bukti Pemilik Kendaraan Bermotor).

Dengan dana BPKB itu, dia bisa membeli sejumlah aset untuk polisi, seperti Markas Polantas, pompa bensin, peternakan babi, dan vila.

Selain BPKB, Irjen (Purn) Ursinus Medellu juga menerapkan sistem tilang tiga warna (dia adopsi dari salah satu negara bagian di Amerika Serikat), yang masih dipakai hingga saat ini.

Irjen (Purn) Ursinus Elias Medellu hidup sangat sederhana.

Ia bahkan baru bisa mencicil rumah pribadi setelah pensiun dari polri. Itu pun rumah yang sederhana.

Irjen (Purn) Ursinus Elias Medellu aktif dalam pelayanan rohani. Dia adalah Presiden pertama Full Gospel Internasional untuk Indonesia (FGBMFI Indonesia).

 

3. Komjen (Purn) Gories Mere

Komjen Pol (Purn) Drs. Gregorius “Gories” Mere lahir di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, pada 17 November 1954.

Jabatan terakhirnya di polri adalah Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) tahun 2009-2012, dengan pangkat Komjen (bintang 3).

Komjen Pol (Purn) Drs. Gories Mere ahli di bidang reserse dan intelijen. Dia adalah jenderal spesialis “pemberantasan”,  khususnya terorisme dan narkoba.

Komjen Pol (Purn) Drs. Gories Mere dikenal sebagai perintis Detasemen Khusus 88 (Anti Teror), yang dikhususkan untuk menumpas terorisme.

Dan sudah banyak teroris dan jaringannya yang telah dilumpuhkan oleh densus 88.

Komjen Pol (Purn) Drs. Gories Mere juga telah banyak memberantas peredaran narkoba di Indonesia, ketika ia menjadi pimpinan tertinggi di BNN.

Itulah sebabnya Komjen Pol (Purn) Drs. Gories Mere sangat dibenci oleh para teroris dan bandar narkoba serta para pendukung mereka.

Terbukti, Komjen Pol (Purn) Drs. Gories Mere adalah satu dari empat jenderal yang menjadi target pembunuhan pada saat aksi 22 Mei 2019 lalu, sebagaimana diungkap oleh Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

Atas sepak terjangnya dalam pemberantasan terorisme dan narkoba, Presiden Jokowi mengangkat Komjen Pol (Purn) Gories Mere sebagai Staf Khusus Presiden bidang Intelijen dan Keamanan.

 

4. Komjen (Purn) Togar Sianipar

Komjen Pol (Purn) Togar Sianipar lahir di Rantau Prapat, Sumatera Utara, pada 8 Maret 1948.

Komjen (Purn) Togar Sianipar mulai dikenal ketika menjabat sebagai Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) Polri pada 1998.

Setelah itu, dia dipercaya memegang jabatan Kapolda sebanyak tiga kali di tiga wilayah yang berbeda.

Pertama, sebagai Kapolda Bali tahun 1999, lalu Kapolda Sumatera Selatan tahun 2000, terakhir sebagai Kapolda Kalimantan Timur tahun 2000.

Pada 2001, Togar ditarik kembali ke Mabes Polri dengan jabatan Sekretaris Deputi Operasional (Ses Deops) Kapolri.

Lalu dia ditugaskan di BNN. Pertama-tama sebagai  Wakil Kepala BNN, kemudian sebagai Kepala BNN, dengan pangkat Komjen.

Setelah pensiun, Komjen (Purn) Togar Sianipar memulai usaha Rumah Produksi, yang telah memproduksi ratusan film, terutama FTV.

Komjen (Purn) Togar Sianipar juga adalah mantan host “Halo Polisi” yang disiarkan di Indosiar.

Kepedulian Komjen (Purn) Togar Sianipar terhadap pemberantasan narkoba di Indonesia membuatnya dipercaya sebagai Plt Ketua umum Gerakan Nasional Anti Narkoba (Granat).

 

5. Komjen (Purn) Insmerda Lebang

Komjen Pol (Purn) Insmerda Lebang lahir di Rantepao, Tanah Toraja, Sulawesi Selatan, pada 27 Desember 1949.

Komjen (Purn) Insmerda Lebang pernah menduduki beberapa jabatan penting di kepolisian.

Antara lain: Direktur Tindak Pidana Tertentu Reserse Polri (1998-1999), Wakil Kapolda Riau (1999-2000), Direktur Pidana Umum Korserse Polri (2000-2001).

Direktur Pidana Korupsi Korserse Polri (2002), Wakil Kapolda Sumatera Utara (2002-2003), Kapolda Sulawesi Utara (2003-2004), Gubernur Akademi Kepolisian (2003-2004), dan Kapolda Jawa Tengah (2004).

Jabatan terakhir Komjen (Purn) Insmerda Lebang sebelum pensiun adalah Kepala Badan Pembinaan Keamanan Polri (2004-2006), dengan pangkat Komjen.

Komjen (Purn) Insmerda Lebang pernah menjabat sebagai Komisaris di beberapa perusahaan ternama. Antara lain: PT Humpuss Intermoda Transportasi, PT Feron Tambang Kalimantan, Bank Mayapada, dan PT Timah (Persero) Tbk.

 

6. Komjen (Purn) Posma Lumban Tobing

Komjen Pol (Purn) Posma Lumban Tobing telah menduduki banyak jabatan di berbagai bidang, baik di kepolisian maupun di parlemen, hingga mencapai pangkat Komjen.

Sejak masih aktif di kepolisian, ia sudah menjadi anggota dewan.

Komjen (Purn) Posma Lumban Tobing adalah mantan Wakil Ketua MPR RI (2003-2004), mantan Ketua Fraksi ABRI DPR-RI (2003-2004), dan mantan Ketua Komisi VII DPR-RI (2001-2003).

Komjen (Purn) Posma Lumban Tobing, bersama sejumlah jenderal polisi lainnya, pernah mendapat penghargaan dari kapolri (saat itu) karena dinilai telah berjasa bagi kepolisian RI dan bekerja melebihi tugas.

Komjen (Purn) Posma Lumban Tobing kini aktif sebagai anggota Dewan Komisaris MNC Group (milik pengusaha Harry Tanoesudibyo) dan Dewan Penasehat PP Polri.

 

7. Irjen Martuani Sormin 

Irjen Pol Drs. Martuani Sormin, M.Si, lahir di Lobu Sonak, Lumban Sormin, Pangaribuan, Tapanuli Utara, Sumatera Utara, pada 30 Mei 1963.

Saat ini Irjen Martuani Sormin menjabat sebagai Asisten Operasi Kapolri, dan salah satu jenderal Polri yang kini sedang bersinar.

Jabatan yang pernah dipegang oleh Irjen Martuani sebelum menjadi Asisten Operasi Kapolri, antara lain:

Dir Reskrim Polda Kepulauan Bangka Belitung, Analisis Kebijakan Madya Bidang Pideksus Bareskrim Polri, Karoops Polda Maluku, Karoops Polda Jawa Barat, Karoops Polda Metro Jaya.

Lalu, Kapolda Papua Barat, Kadivpropam Mabes Polri, dan Kapolda Papua.

Kasus menonjol yang pernah ditangani Irjen Martuani antara lain adalah Bom Bunuh Diri di Sarinah Building, Thamrin, Jakarta Pusat pada Januari 2016 lalu.

Saat itu ia turut langsung menghadapi para teroris dengan mengacungkan sebuah pistol, yang kemudian gambarnya viral di media sosial. (Baca: 10 Jenderal Polri Aktif Beragama Kristen)

 

8. Irjen (Purn) S.Y. Wenas

Irjen. Pol. (Purn) Sylvanus Yulian Wenas lahir di Minahasa, Sulawesi Utara, pada15 Juli 1952.

Irjen. Pol. (Purn) S.Y. Wenas adalah mantan Kepala Korps Brimob Polri selama 7 tahun dalam dua periode, yakni tahun 1998-1999, dan 2002-2009.

Ia sangat disegani dalam Korps Brimob.

Irjen (Purn) S.Y. Wenas juga pernah menjabat  sebagai Kapolda Kalimantan Timur dan Asisten Operasional Kapolri.

 

9. Irjen (Purn) Edward Aritonang

Irjen Pol (Purn) Drs. Edward Aritonang, M.M., lahir di Rantau Prapat, Labuhanbatu, Sumatera Utara, pada 23 September 1953.

Ia pernah menjabat sebagai Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, dan Kepala Dinas Penerangan Polda Metro Jaya.

Irjen Pol (Purn) Edward Aritonang kemudian dipromosikan menjadi Kapolda Nusa Tenggara Timur, dengan pangkat Brigjen Polisi.

Lalu, dengan pangkat Inspektur Jenderal (Irjen), ia menjadi Kepala Divisi Hubungan Masyarakat (Kadiv Humas) Mabes Polri, sehingga membuatnya semakin dikenal publik.

Jabatan terakhir Irjen Pol (Purn) Edward Aritonang di kepolisian adalah Kepala Kapolda Jawa Tengah, sejak 23 Agustus 2010 hingga 11 Juli 2011.

 

10. Irjen Royke Lumowa 

Irjen Pol Drs. Royke Lumowa, M.M., lahir di Makassar, Sulawesi Selatan, pada 16 September 1962.

Irjen Pol Royke Lumowa saat ini mengemban amanat sebagai Kapolda Maluku.

Jabatan yang pernah diemban Irjen Royke Lumowa sebelum menjadi Kapolda Maluku, antara lain adalah: Dirlantas Polda Sumatera Utara, Dirlantas Polda Metro Jaya, Kabagkamsel Korlantas Polri.

Lalu, Asisten Deputi Koordinasi Penanganan Daerah Konflik dan Kontigensi Kemenkopolhukam, Kapolda Papua Barat, dan Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Mabes Polri.

Loading...

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!