50 Penyanyi Pria Terbaik Indonesia Beragama Kristen

Siapa sajakah penyanyi pria terbaik Indonesia beragama Kristen/Katolik saat ini?

Sejak dulu Indonesia banyak menghasilkan penyanyi-penyanyi terbaik, berbakat dan berprestasi, yang telah mewarnai keberadaan musik di Indonesia, serta memiliki banyak penggemar.

Baca juga: 50 Penyanyi Wanita Terbaik Indonesia Beragama Kristen

Mereka memulai karier menyanyi lewat “ngamen” di kafe-kafe, melalui berbagai kontes ajang pencarian bakat, dengan mengikuti perlombaan menyanyi, ataupun melalui rekaman lagu sendiri.

Mereka disebut terbaik karena mereka memiliki kemampuan olah vokal yang bagus, memenangkan sebuah perlombaan/kontes bernyanyi, menghasilkan banyak album/single, melakukan banyak konser di dalam dan luar negeri, tampil di televisi dan radio, serta sering diundang ke berbagai acara.

Baca juga: 103 Kabupaten Dan Kota Di Indonesia Mayoritas Beragama Kristen

Sebagian dari mereka sangat populer dan malah telah dianggap sebagai legenda musik Indonesia.

Di antara penyanyi-penyanyi terbaik Indonesia tersebut, banyak juga terdapat penyanyi beragama Kristen/Katolik.

Untuk itu artikel kali ini akan membahas 50 penyanyi pria terbaik di Indonesia yang beragama Kristen atau Katolik.

Baca juga: 20 Jenderal Terbaik Indonesia Beragama Kristen

Mereka berasal dari lintas generasi, dari latar belakang jenis musik yang berbeda, dan dari berbagai etnis yang ada di Indonesia.

Sebagian dari mereka sudah tidak aktif/jarang bernyanyi, bahkan sebagian telah meninggal dunia. Sebagian lagi masih aktif bernyanyi, bahkan sedang dalam puncak kejayaannya.

Mereka merupakan penyanyi solo maupun vokalis sebuah grup musik.

Baca juga: 20 Pahlawan Indonesia Beragama Kristen Terpopuler

Sumber utama bagi penulisan artikel ini diambil dari Wikipedia, yang berkaitan dengan profil penyanyi yang bersangkutan atau profil grup bandnya.

Lalu, siapa sajakah 50 penyanyi pria terbaik Indonesia beragama Kristen/Katolik?

Berikut daftarnya dan sedikit tentang profil mereka.

 

1. Broery Marantika

Dominggus Pesulima, atau Broery Pesulima atau dikenal juga dengan nama Broery Marantika, lahir di Ambon, Maluku, pada 25 Juni 1948, meninggal di Depok, Jawa Barat, pada 7 April 2000.

Broery Marantika sangat populer pada tahun 1980-an hingga tahun1990-an. Bahkan hingga kini lagu-lagunya masih sering diperdengarkan di berbagai acara.

Salah satu lagu Broery yang terkenal antara lain adalah Mawar Berduri dan Angin Malam.

Broery Marantika berduet dengan beberapa penyanyi terkenal Indonesia pada masanya, seperti Emillia Contessa, Vina Panduwinata, dan Dewi Yull, juga dengan Ziana Zain dari Malaysia.

Selain itu, Broery juga membintangi banyak film.

 

2. Eddy Silitonga

Charles Edison Silitonga atau Eddy Silitonga, lahir di Pematangsiantar, Sumatera Utara, pada 17 Januari 1949, meninggal di Jakarta, pada 25 Agustus 2016.

Eddy Silitonga dikenal dengan suaranya yang tinggi dan melengking, dan terkenal antara lain melalui lagu Biarlah Sendiri ciptaan penyanyi senior Rinto Harahap (lihat poin 12 di bawah) pada tahun 1976.

Eddy Silitonga mulai terkenal ketika meraih Juara 1 Penyanyi Seriosa di Sumatera Utara pada tahun 1967 dan meraih Juara Pop Singer di Medan, lalu meraih juara ke-4 Festival Lagu Popular yang digelar di Taman Ismail Marzuki Jakarta, dengan lagu Biarlah sendiri.

Eddy Silitonga juga pernah meraih juara pertama pria Lomba Lagu Minang pada tahun 1983.

Eddy dikenal dengan kemampuannya menyanyi dalam berbagai bahasa daerah. Ia mempunyai lagu dalam bahasa Minang, Melayu, Palembang, Jawa, Batak, serta lagu-lagu rohani Kristen.

 

3. Utha Likumahuwa

Doa Putra Ebal Johan Likumahuwa atau yang dikenal dengan nama Utha Likumahuwa, lahir di Ambon, Maluku, pada 1 Agustus 1955, meninggal di Jakarta, pada 13 September 2011.

Prestasi yang pernah diraihnya antara lain adalah: Penampilan terbaik kedua pada ASEAN Pop Song Festival 1989 di Manila, Juara 2 Asia Pacific Singing Contest di Hongkong, dan juara 2 Asia Pacific Broadcasting Union/ABU Golden Kite World Song Festival di Kuala Lumpur, duet bersama Trie Utami.

Utha Likumahuwa telah menghasilkan sejumlah single dan album.

Utha merupakan salah satu penyanyi terbaik yang dimiliki Indonesia.

Setelah lama malang melintang di dunia hiburan, Utha lebih banyak aktif dalam dunia pelayanan rohani.

 

4. Charles Hutagalung

Charles Hutagalung lahir di Medan, Sumatera Utara, pada 14 Oktober 1948, meninggal di Jakarta, pada 7 Mei 2001.

Charles memiliki suara yang tinggi.

Charles Hutagalung dikenal sebagai vokalis sekaligus keyboardist dari grup musik The Mercy’s, sebuah grup band yang sangat populer pada masanya.

Dalam perjalanannya The Mercy’s berhasil menyabet enam Golden Record dan sejumlah penghargaan lainnya dari album-albumnya. Group The Mercy’s sempat bertahan selama hampir dua dekade dan sampai saat ini menjadi salah satu group band legendaris Indonesia karena lagu-lagunya masih disukai.

Di samping itu ia juga banyak menciptakan lagu yang melegenda hingga saat ini, baik yang dinyanyikannya sendiri, bersama The Mercy’s, maupun dinyayikan oleh penyanyi-penyanyi terkenal Indonesia.

Charles juga menciptakan lagu daerah Batak dan Manado, juga lagu rohani yang terkenal, Penebus Dosa dan “Kenangan Natal Di Dusun Kecil” .

 

5. Benny Panjaitan

Benny Panjaitan, yang mempunyai nama lengkap Porbenget Mimbar Mual Hamonangan Panjaitan, lahir di Tarutung, Sumatera Utara, pada tanggal 14 September 1947, meninggal di Tangerang, Banten, tanggal 24 Oktober 2017.

Benny Panjaitan adalah vokalis utama dari grup musik  Panjaitan Bersaudara (Panbers) yang sangat populer di Indonesia pada masanya. Panbers didirikan pada tahun 1969.

Selain penyanyi, Benny juga piawai dalam mencipta lagu. Hampir semua lagu-lagu Panbers (lebih 700 lagu) merupakan ciptaan Benny sendiri, dan hampir semuanya meledak di pasaran.

Panbers telah mengeluarkan banyak album dengan ratusan lagu, termasuk lagu dalam Bahasa daerah (Batak), Inggris, dan lagu rohani.

Mereka juga telah melakukan konser di ratusan kota di Indonesia bahkan di mancanegara.

Lagu mereka yang sangat fenomenal antara lain adalah “Gereja Tua”.

 

6. Melky Goeslaw

Melky Jannes Goeslaw lahir di Morotai, Halmahera, Maluku Utara, pada 7 Mei 1947, meninggal di Jakarta, pada 20 Desember 2006.

Melky pernah menjadi salah satu penyanyi terbaik yang dimiliki Indonesia. Lagu-lagu yang dibawakannya banyak yang mendapat sambutan masyarakat. Beberapa lagunya yang terkenal adalah Pergi untuk KembaliHiroshima dan Nagasaki dan Tuhan Semesta Alam.

Ia sempat bernyanyi duet dengan penyanyi Diana Nasution, dan lagu mereka Bila Cengkeh Berbunga, meledak di pasaran.

Pada 1977 ia bersama Diana Nasution merebut juara kedua Festival Penyanyi Tingkat Nasional. Pada 1995 di Jepang ia memperoleh Penghargaan Kawakami untuk kategori penyanyi pop.

Melky Goeslaw adalah ayah dari Melly Goeslaw, penyanyi dan pencipta lagu terkenal di Indonesia saat ini.

 

7. Ari Lasso

Ari Bernardus Lasso lahir di Madiun, Jawa Timur, pada 17 Januari 1973.

Sebelum berkarier solo, Ari Lasso adalah vokalis grup band Dewa 19 (tahun 1991-1999), sebuah band papan atas Indonesia.

Ari Lasso adalah salah satu penyanyi yang sangat populer di Indonesia saat ini. Banyak lagunya yang sangat terkenal.

Ari pertama kali membentuk Outsider Band sewaktu sekolah di SMA Negeri 2 Surabaya. Kemudian ia bergabung dengan Lost Angels Band, yang kelak menjadi Boomerang.

Ia kemudian bergabung dengan Down Beat, yang kemudian berganti nama menjadi Dewa, dan berubah lagi menjadi Dewa 19. Band ini menjadi besar, dan hampir setiap album yang dikeluarkan terjual ratusan ribu kopi.

 

8. Once Mekel

Elfonda Mekel, lebih dikenal sebagai Once, lahir di Makassar, Sulawesi Selatan pada 21 Mei 1970.

Once adalah mantan vokalis grup musik Dewa 19. Once bergabung dengan Dewa 19 pada tahun 1999, menggantikan Ari Lasso sebagai vokalis (lihat poin 7 di atas). Sebelum bergabung dengan band tersebut, ia telah merilis singel solo, seperti “Juwita Pandang” (1991) dan “Anggun” (1999).

Karier Once kemudian melesat menuju puncak popularitas melalui album-album terlaris Dewa seperti Bintang Lima (2000) dan Cintailah Cinta (2002).

Once telah menelurkan sebanyak lima album bersama Dewa 19. Setelah sukses sebagai vokalis band, Once kembali merintis karier solonya lewat singel “Dealova” (2005) yang merupakan soundtrack film berjudul sama.

Setelah pembubaran Dewa 19 pada tahun 2011, Once mulai fokus dalam kariernya sebagai penyanyi solo. Setelah merilis beberapa singel, ia akhirnya meluncurkan album pertamanya bertajuk Once (2012).

Tahun 2016, ia ditunjuk menjadi salah satu juri di ajang pencarian bakat Just Duet di NET TV.

 

9. Judika

Nalon Abadi Sihotang yang lebih dikenal dengan Judika atau Judika Sihotang lahir di Sidikalang, Dairi, Sumatra Utara, pada 31 Agustus 1978.

Bakat bernyanyinya sudah tampak semenjak Judika masih duduk di bangku Sekolah Dasar. Ia sempat membuat grup vokal bersama adik dan dua sahabatnya, bahkan juga dikontrak di sebuah hotel Internasional berbintang 5 di Brastagi, Sumatera Utara.

Judika pernah menjuarai Bahana Suara Pelajar untuk tingkat Sumatera Utara dan berada di posisi ketiga untuk tingkat Nasional.

Ia kemudian mengikuti kompetisi Indonesian Idol, dan berhasil menjadi juara dua.

Judika saat ini merupakan salah satu penyanyi Indonesia terpopuler dan terkenal dengan suaranya yang melengking tinggi.

Beberapa lagunya sangat populer di kalangan anak muda, dan banyak yang diciptakannya sendiri, serta berhasil mendapat sejumlah penghargaan.

Selain bersolo karier, saat ini Judika juga menjajal sebagai anak band dengan menjadi vokalis band Mahadewa.

Kini ia menjadi salah satu juri Indonesian Idol.

 

10. Pance Pondaag

Pance Frans Pondaag lahir di Makassar, Sulawesi Selatan, pada 18 Februari 1951, meninggal di Jakarta, pada 3 Juni 2010.

Pance dikenal sebagai seorang penyanyi dan pencipta lagu. Lagu-lagu yang diciptakannya banyak yang sangat populer pada masanya, bahkan hingga saat ini.

Pada tahun 1980-an Pance mengorbitkan penyanyi-penyanyi seperti Dian Piesesha, Maya Rumantir dan Meriam Bellina.

Di rumahnya ia mendirikan studio “Flower Sound”.

Pada tahun 1978 Hetty Koes Endang menyayikan lagu ciptaannya “Lahir Lagi Satu” meraih juara 1 Tingkat Nasional.

 

11. Harvey Malaihollo

Harvey Benjamin Malaihollo lahir di Jakarta, pada 3 Mei 1962.

Harvey adalah anak seorang penyanyi dalam grup “Titaley Sisters”, Maudy Titaley.

Sekitar tahun 1970-an, Harvey Malaihollo memulai kariernya dengan rekaman album. Setelah 10 tahun berjuang, Harvey mula popular sekitar tahun 1980-an. Bahkan ia berhasil menjadi juara Bintang Radio & Televisi.

Sejak itu ia sering memenangi perlombaan menyanyi serta mendapat sejumlah penghargaan.

 

12. Rinto Harahap

Rinto Harahap lahir di Sibolga,Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, pada 10 April 1949, meninggal di Singapura, pada 9 Februari 2015.

Rinto Harahap terkenal sebagai seorang penyanyi, pencipta lagu, dan produser.

Banyak penyanyi Indonesia yang populer berkat lagu ciptaannya, antara lain Nia Daniati, Betharia Sonata, Christine Panjaitan, Iis Sugianto, dan Eddy Silitonga.

Salah satu lagu Rinto Harahap yang melegenda adalah “Ayah”, yang masih tetap populer hingga kini.

Lagu-lagu Rinto umumnya dikenal dengan lirik yang sendu, melankolik, dan sentimental dengan nada-nada tinggi.

Tahun 1969 bersama beberapa temannya ia mendirikan grup band The Mercy’s di Medan. Rinto didaulat sebagai vokalis sekaligus sebagai pemegang bass gitar.

Salah satu personil The Mercy’s lainnya yang terkenal adalah Charles Hutagalung yang kemudian menjadi vokalis utamanya (lihat poin 4 di atas).

Grup The Mercy’s meraih kejayaan pada tahun-tahun 1970-an dengan mengeluarkan banyak lagu yang hits pada masa itu.

 

13. Andre Hehanusa

Andre Ronald Benito Hehanussa Yance, atau dikenal sebagai Andre Hehanussa, lahir di Makassar, Sulawesi Selatan, pada 24 Juli 1964.

Andre dikenal dengan lagu “Kuta Bali”. Ia adalah mantan personel grup Katara Singers.

Tahun 2010, dirilis album 20:20 Diary of Andre Hehanussa yang merupakan album kompilasi penyanyi-penyanyi remaja (salah satunya adalah Marsya Idol) yang menyanyikan lagu-lagu hits milik Andre Hehanussa.

Andre juga mempunyai album rohani, SetiaMu Tuhan (2002).

 

14. Franky Sahilatua

Franky Hubert Sahilatua lahir di Surabaya, Jawa Timur, pada 16 Agustus 1953, meninggal di Jakarta pada 20 April 2011.

Namanya dikenal publik sejak paruh kedua dekade 1970-an, ketika ia berduet bersama adik perempuannya, Jane Sahilatua, dengan nama Franky & Jane. Duet ini sempat menghasilkan lima belas album, semuanya di bawah Jackson Record.

Setelah duet ini mengakhiri kerja samanya, karena Jane kemudian menikah dan hendak memusatkan diri pada keluarga, Franky lebih banyak bersolo karier.

Lirik lagu karya Franky banyak bertemakan alam dan masalah-masalah sosial dan ia banyak terlibat dalam aksi-aksi panggung bertema sosial dan nasionalisme.

Lagunya yang sangat populer antara lain adalah “kemesraan” serta  “Orang Pinggiran” (bersama Iwan Fals).

Franky juga pernah menulis dan menyanyikan lagu-lagu soundtrack untuk film Ali Topan.

 

15. Glenn Fredly

Fredly Deviano Latuihamallo atau lebih dikenal Glenn Fredly, lahir di Jakarta, pada 30 September 1975.

Glenn Fredly adalah salah satu penyanyi terpopuler Indonesia saat ini.

Glenn Fredly mengawali kariernya saat dia menjadi vokalis “Funk Section”. Pada tahun 1995 Funk Section meluncurkan sebuah album eksklusif.

Kemudian Glenn bernyanyi solo dan meluncurkan sebuah album yang bertajuk “Glenn” dengan bermodalkan 8 buah lagu.

Glenn bersama dua temannya, Sandy Sondhoro dan Tompi membentuk grup “Trio Lestari”.

Pada 17 Oktober 2015 Glenn menyelenggarakan tur 20 kota dan sebuah konser besar dalam merayakan 20 tahun Ia berkarya.

Glenn sekarang mempunyai label musik sendiri yang bernama Musik Bagus yang sudah memproduksi beberapa musisi baru, yakni Yura Yunita, Gilbert Pohan, dan Tiara Degrasia.

Selain bernyanyi dan mencipta lagu, Glenn juga bermain film serta menjadi produser bagi sejumlah film.

 

16. Rio Febrian

Rio Febrian Samandan lahir di Jakarta, pada 25 Februari 1981.

Sejak remaja, Rio sudah menggeluti dunia tarik suara dan memenangi berbagai kompetisi. Rio juga telah menyelenggarakan tur konser di dalam dan luar negeri.

Sebelum terjun ke industri rekaman, Rio sering mengikuti lomba menyanyi. Kompetisi pertama diikutinya ketika ia masih berusia sembilan tahun, di Bogor.

Pada tahun ’90-an Rio sering mengikuti dan menjuarai lomba-lomba tingkat nasional, diantaranya: Juara II Bahana Suara Pelajar 1994 dan Juara II Bintang Radio & Televisi 1997. Pada tahun 1999, Rio maju ke tingkat Asia dan berhasil menjadi juara I Grand Champion Asia Bagus 1999.

Rio lalu bergabung dengan Elfa’s Choir. Bersama Elfa’s Choir ia mengikuti kompetisi paduan suara internasional, yaitu Choir Olympic 2000 di Linz, Austria, dan meraih Juara I Male Ensemble dan Juara I Adult Choir.

Rio telah mengeluarkan beberapa album, sebagian merupakan ciptaannya sendiri. Dalam album ketiganya bertitel “Rio F3brian”, Rio juga bertindak selaku produser. Selain itu Rio sendiri menciptakan 4 lagu dan kolaborasi dengan beberapa musisi dan penyanyi, antara lain Edo Kondologit (lihat poin 37 di bawah).

 

17. Obbie Messakh

Obbie Messakh lahir di Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur.

Lagunya yang terkenal adalah “Kisah Kasih di Sekolah” yang dirilis tahun 1987.

 Lagu ini kemudian dinyanyikan ulang dan dibuat menjadi soundtrack salah satu sinetron dengan judul yang sama.

Ia juga banyak menciptakan lagu laris yang sukses membuat penyanyinya menjadi terkenal.

Salah satu lagu ciptaannya yang fenomenal adalah “Hati yang luka”, yang dinyanyikan oleh Betharia Sonata dan sangat populer pada masa itu.

Selama karirnya, Obbie Messakh telah merilis 34 album musik. Ada album yang sepenuhnya lagu baru, ada yang kompilasi lagu-lagu laris.

Pada 2015 Obbie merilis dua album terbarunya, album tersebut merupakan kompilasi dari lagu baru dengan lagu laris. Album terbaru yang dirilis Obbie adalah Best Collection (Volume 1)  dan Best Collection (Volume 2).

Walau tidak setenar dulu, Obbie masih aktif bernyanyi hingga kini. Ia masih kerap diundang ke acara-acara musik dan acara-acara lainnya, seperti acara pergantian tahun.

 

18. Katon Bagaskara

Ignatius Bagaskoro Katon, atau Katon Bagaskara lahir di Magelang, Jawa Tengah, pada 14 Juni 1966.

Katon Bagaskara dikenal sebagai vokalis grup band KLa Project. Tetapi ia juga mengeluarkan album solo dan album trio bersama kedua saudaranya, Andre Manika dan Nugie (lihat poin 31 di bawah).

Tak hanya menyanyi, Katon juga menciptakan lagu.

Pada tahun 1988, bersama teman-temannya Katon membentuk grup musik KLa Project. Sampai tahun 1999, Kla Project telah mengeluarkan 8 album dan 2 buah album kompilasi lagu-lagu terbaik mereka.

Lagu Katon yang terkenal adalah Negeri di Awan dan Dinda di Mana.

Katon juga pernah punya lagu rohani Kristen.

Katon Bagaskara tidak hanya berkiprah di dunia musik, tetapi juga di film dan di berbagai kegiatan sosial.

 

19. Donny ADA Band

Donnie Cahyadi Sibarani lahir di Surabaya, Jawa Timur, pada 14 Juli 1980.

Donnie adalah mantan vokalis grup musik ADA Band.

Ia memulai kariernya sebagai penyanyi kafe di Surabaya.

Donnie tepilih menjadi vokalis ADA Band melalui audisi, dan resmi bergabung  pada album Metamorphosis yang dirilis pada tahun 2003.

Album pertama Donnie dengan ADA Band, Metamorphosis terbilang sukses dengan terjual lebih dari 300 ribu kopi.

ADA Band juga mendapat pengakuan atas kebangkitan mereka dengan muncul di berbagai ajang penghargaan musik, di antaranya dinominasikan dalam Anugerah Musik Indonesia (AMI) 2003 (dalam 4 kategori) sampai dengan Clear Top 10 Awards 2003 (dalam 3 kategori).

Pada bulan November 2017, Donnie menyatakan pengunduran dirinya dari ADA Band, band yang telah membesarkan namanya selama 14 tahun karena keinginannya sendiri untuk bersolo karier.

Di samping itu, ia juga mulai fokus dalam pelayanan di gereja.

 

20. Victor Hutabarat

Victor Hutabarat lahir di Palembang, Sumatera Selatan, pada 29 Agustus 1955.

Victor adalah seorang penyanyi Indonesia yang populer pada tahun 1980-an.

Ia piawai membawakan lagu-lagu nostalgia asing yang populer pada tahun 1950-1980an, sehingga ia kerap tampil mengisi mengisi acara-acara Tembang Kenangan di berbagai stasiun televisi.

Victor telah banyak menghasilkan album lagu pop Indonesia dan album lagu Batak yang cukup laris di pasaran pada masanya.

Di samping itu, Victor juga memproduksi beberapa album rohani.

 

21. Bams Samson

Bambang Reguna Bukit lahir di Ottawa, Kanada, pada 16 Juni 1983.

Bams mulai terkenal ketika ia menjadi vokalis grup musik Samsons, salah satu band paling terkenal pada masanya.

Salah satu lagu Samsons yang sangat populer hingga kini adalah “Kenangan terindah”.

Bams resmi mundur dari Samsons pada bulan Juni 2013 dan fokus pada grup musik rohani, GMB (Giving My Best).

Ia juga sudah punya album di grup GMB.

 

22. Bob Tutupoly

Bobby Willem Tutupoly lahir di Surabaya, Jawa Timur, pada 13 November 1939.

Ia mulai rekaman di Jakarta pada tahun 1965 bersama Pattie Bersaudara. Selanjutnya, ia dikenal dengan lagu-lagu “Lidah Tak Bertulang“, “Tiada Maaf Bagimu“, “Tinggi Gunung Seribu Janji“, dan lain-lain.

Namun ia lebih tertarik menyanyi. Akhirnya ia bergabung dengan Bill Saragih di band The Jazz Riders pada 1960.

Ia menjadi populer karena membawakan lagu “Widuri“, ciptaan Slamet Adriyadi, yang menjadi sangat terkenal hingga saat ini.

 Ia juga terkenal sebagai aktor dan pembawa acara di berbagai televisi.

 

23. Bram Aceh

Bram Titaley, atau dikenal sebagai Bram Aceh, lahir di Banda Aceh, provinsi Aceh, pada 4 Maret 1913, meninggal di Jakarta, pada 8 Mei 2001.

Baram Aceh dikenal sebagai penyanyi keroncong Indonesia. Ia dikenal sebagai  “Bapak Keroncong Indonesia”.

Pada tahun 1955 ia keluar sebagai juara I Keroncong Jakarta Raya, dan pada tahun 1980 menjadi juara Keroncong Tempo Doeloe se-Jabotabek.

Pada tahun 1981 ia mendirikan group hawaian bernama Anggrek Nusantara, yang mengadakan pertunjukan-pertunjukan untuk umum, antara lain di Taman Impian Jaya Ancol dan di beberapa hotel besar di Jakarta.

Lalu selama dua tahun berturut-turut (1981-1982) Bram Aceh menyanyi di Pasar Malam Tong Tong di Den Haag, Belanda, yang diselenggarakan oleh orang-orang keturunan Indonesia.

Bram Titaley adalah kakek dari Harvey Malaihollo (lihat poin 11 di atas).

 

24. Sammy Simorangkir

Hendra Samuel Simorangkir atau Sammy Simorangkir lahir di Bandung, Jawa Barat, pada 8 September 1982.

Sammy dikenal sebagai mantan vokalis Kerispatih, yang kini telah ber-solo karier.

Dengan Kerispatih, ia telah menelurkan 5 album.

Selain lagu-lagu bersama grup musiknya, beberapa lagu Sammy cukup populer. Ia juga pernah mendapat penghargaan sebagai “Penyanyi solo pria terdahsyat 2012”.

Bersama sang kakak, Sari Simorangkir, Sammy juga pernah membawakan beberapa lagu rohani.

 

25. Pongki Barata

Stefanus Pongki Tri Barata, akrab dipanggil Pongki Barata, lahir di Pontianak, Kalimantan Barat, pada 16 November 1977.

Ia adalah vokalis dan gitaris grup band Jikustik dan The Dance Company.

Bersama Jikustik, Pongki telah menelurkan 8 album hingga tahun 2006.

Selain bernyanyi, Pongki juga piawai dalam menciptakan lagu.

Selain menciptakan lagu untuk kelompok musiknya, Pongki juga menciptakan lagu untuk penyanyi-penyanyi lain, seperti Puput Melati, Audy, Siti Nurhaliza, Iwan Fals, Chrisye dan Anang Hermansyah.

Selain bernyanyi dan mencipta lagu, Pongki juga bermain film dan menjadi juri di salah satu ajang pencarian bakat televisi swata.

 

26. Mike Mohede

Michael Prabawa Mohede atau Mike Mohede lahir di Jakarta pada 7 November 1983, meninggal di Tangerang, Banten, pada 31 Juli 2016.

Mike adalah pemenang pertama dari salah satu ajang pencarian bakat, yaitu Indonesian Idol 2. Ia berhasil mengalahkan Judika (lihat poin 9 di atas).

Sejak itu ia sering tampil bernyanyi di berbagai acara penting, termasuk tampil di televisi.

Mike sangat aktif dalam bernyanyi lagu rohani, dan sering muncul dalam sejumlah album rohani.

 

27. Ade Manuhutu

Ade Manuhutu, yang bernama lengkap Adrian Stefanus Louis Manuhutu, lahir di Ambon, Maluku, pada tanggal 10 Juli 1948.

Si pelantun lagu Nona Anna yang terkenal di era tahun 1970an ini seangkatan dengan penyanyi-penyanyi terkemuka di eranya seperti Bob Tutupoly, Eddy Silitonga, dan Broery Marantika.

Lagu pertamanya yang membuat namanya menjadi popular adalah lagu Nona Anna dan lagu berjudul Virgo.

Ia juga berduet dengan penyanyi-penyanyi saat itu, seperti Diana Nasution dan Nur Afni Octavia.

Selain itu, ia juga banyak menyanyikan lagu rohani, bahkan mempunyai beberapa album rohani.

Sejak tahun 1988, ia bergabung dengan Gereja Bethel Indonesia sebagai Pendeta.

 

28. Ello

Marcello Tahitoe atau Ello lahir di Jakarta, 20 Februari 1983.

Bakat bernyanyinya diturunkan dari ayahnya, Minggus Tahitoe (lihat poin 41 di bawah) dan ibunya, Diana Nasution.

Ello telah mengeluarkan 4 album musiknya.

Albumnya yang berjudul namanya sendiri dirilis pada 28 Februari 2005 dan masuk dalam deretan album terlaris. Ini tak lepas dari hit singlenya yang berjudul “Pergi Untuk Kembali” yang tak lain adalah karya ayahnya sendiri.

Hingga saat ini album tersebut telah membukukan angka penjualan lebih dari 150 ribu kopi, dan berhak untuk mendapatkan sertifikat Platinum.

Ello semakin kuat saat Anugerah Musik Indonesia (AMI) 2005 memberikan dua penghargaan baik untuk album maupun dirinya sendiri, yaitu “Album Terbaik” dan “Pendatang Baru Terbaik”.

Di samping itu, Ello juga telah membintangi sejumlah iklan.

 

29. David Naif

David Bayu Danangjaya lahir di Solo, Jawa Tengah, pada 29 Agustus 1976.

Ia merupakan vokalis grup band Naif, sehingga dikenal sebagai David Naif.

Bersama Naif, David telah merilis 9 album (6 full album, 1 album “the best”, 1 album live, 1 free album) hingga tahun 2011.

Pada Maret 2008 ia juga merilis solo album pertamanya, bertajuk DVD Boy.

Pada tahun 2013, ia menjadi juri dalam acara pencarian bakat dalam menyanyi yaitu Akademi Fantasi di Indosiar, serta memandu acara “berpacu dalam melodi”.

Bersama grup bandnya ia juga telah membintangi banyak iklan.

 

30. Mus Mulyadi

Mus Mulyadi lahir di Surabaya, Jawa Timur, pada 14 Agustus 1945.

Mus Mulyadi lebih dikenal sebagai penyanyi keroncong Indonesia. Ia bahkan mendapat julukan sebagai si “Buaya Keroncong”.

Beberapa lagunya yang menjadi hits antara lain, “Kota Solo”, “Dinda Bestari”, “Telomoyo”, dan “Jembatan Merah”.

Sebelum terjun sebagai penyanyi, pada masa remajanya di Surabaya ia telah membentuk sebuah band ”Irama Puspita” dengan personil tiga belas wanita. Ia menjadi pelatih band Irama Puspita selama beberapa tahun.

Pada tahun 1971 berdirilah Band baru diberi nama Favourite’s Group, di mana vokalisnya adalah Mus Mulyadi.

Lahirlah lagu: “Cari Kawan Lain”, “Angin Malam”, “Seuntai Bunga Tanda Cinta”, “Nada Indah”. Kaset ini ternyata meledak dan langsung mengangkat popularitas band ini.

Mus kemudian mencoba menyanyikan lagu keroncong pop, ternyata hasilnya luar biasa dan meledak di mana-mana, seperti lagu Kr. Dewi Murni. Kasetnya laku keras. Setelah itu, julukan “Buaya Keroncong” pun melekat padanya. Saat show ke luar negeri seperti Belanda atau Amerika, ia dikenal sebagai The King of Keroncong.

Selain itu ia juga memiliki banyak lagu rohani, termasuk keroncong.

 

31. Nugie

Agustinus Gusti Nugroho atau biasa dikenal dengan nama Nugie lahir di Jakarta, pada tanggal 31 Agustus 1971.

Nugie merilis album trilogi pertamanya pada 1995, yaitu Bumi. Kemudian dilanjutkan dengan Air pada 1996, dan Udara (1998). Hit dalam album-album tersebut antara lain Tertipu, Putri, Teman Baik, Burung Gereja, Crayon, dan Pembuat Teh.

Trilogi seri II dirilis pada 2004 dengan album bertajuk Bahagia. Single pertama dalam album ini adalah Bisa Lebih Bahagia.

Pada tahun 2009 Nugie bergabung pada sebuah band yang bernama the Dance Company, dengan salah satu personilnya Pongki Barata (lihat poin 25 di atas) serta menelurkan 2 single dan satu album khusus anak-anak.

Nugie tak hanya menyanyi. Dia juga merambah seni peran dengan bermain di film dan sinetron, juga sebagai bintang iklan.

Selain aktif di dunia hiburan, Nugie aktif dalam kegiatan sosial, terutama yang berhubungan dengan penyelamatan lingkungan. Hal itu tecermin dari lagu-lagu ciptaannya yang banyak bercerita tentang lingkungan dan makhluk hidup, seperti Burung Gereja dan Pembuat Teh.

Atas partisipasinya, WWF dan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia mengangkat Nugie menjadi salah satu duta mereka.

 

32. Yoppie Latul

Yoppie Latul dikenal terutama dari lagu-lagu disko. Lagunya yang fenomenal adalah “Poco-poco”, yang sering di putar di tempat-tempat senam, gym, dan olah raga.

Mengawali karier sebagai penyanyi jazz, Yoppie sukses di panggung Festival Lagu Pop Indonesia dan bahkan sempat mendapatkan Kawakami Awards saat berlaga di World Pop Song Festival di Tokyo, Jepang.

Yoppie Latul juga kemudian mendulang sukses lewat album-album kompilasinya.

Yoppie lalu memilih jalur Dangdut Disko, yang membuat namanya semakin dikenal.

 

33. Adon Base Jam

Adon Saptowo lahir pada 17 Maret 1973.

Adon adalah vokalis band Base Jam.

Adon sudah suka musik dari kecil. Sewaktu SMP & SMA ia juga main band. Hingga akhirnya sewaktu kuliah di tingkat 3, yaitu tahun 1994, Adon bergabung dengan Base Jam.

Base Jam sendiri sudah mengeluarkan 7 album.

Selain itu Adon juga membuat album rohani solo. Selama ini sudah dua album, yakni “Freedom” dan “Back to Your Heart”.

 

34. Mus Mujiono

Mus Mujiono lahir di Surabaya, Jawa Timur, pada 15 Maret 1960.

Ia lebih dikenal sebagai seorang musisi jazz Indonesia. Nono, demikian ia biasa dipanggil, sangat menyukai musik dan menguasai hampir semua alat musik, dari keyboard, drum, gitar, saksofon, kecuali trompet.

Nono besar di keluarga musisi. Ayahnya adalah musisi keroncong, sedangkan kakaknya, Mus Mulyadi, juga penyanyi keroncong (lihat poin 30 di atas).

Popularitas Nono terangkat bersama The Hands, grup musiknya. Mereka sangat terkenal terutama dengan lagu “Hallo Sayang”. Sayangnya tak lama kemudian, mereka bubar.

Nono pun bersolo karier dan sampai menghasilkan tujuh album.

Bersama beberapa temannya, Mus Mujiono mendirikan A-Dhu Band. Kendati terbilang baru tetapi delapan lagu telah disiapkan A-Dhu Band untuk mengisi album perdana mereka. Sebagian lagu dalam album tersebut diciptakan oleh Nono.

 

35. Carlo Saba

Carlo Saba lahir di Bandung, Jawa Barat, pada 5 Januari 1969.

Carlo Saba dikenal sebagai (salah satu) vokalis grup musik Kahitna, salah satu band terkenal asal Bandung.

Bersama Kahitna, Carlo telah merilis tujuh album.

Tahun 2014 ia merilis album solo perdananya yang bertajuk Kepingan Cinta.

Bersama adik-adiknya, Marthin, Denny, dan Ivan, ia juga membentuk kelompok vokal “Saba”. Album mereka adalah “Hidup ini indah”.

 

36. Sandro Tobing

Sandro Tobing lahir di Medan, Sumatera Utara, pada 17 Maret 1963.

Sandro pernah menjuarai Bintang Radio dan Televisi pada era 1980-an.

Sebagai penyanyi, Sandro Tobing telah menghasilkan empat album.

Di samping menyanyi, Sandro juga membintangi beberapa judul film.

 

37. Edo Kondologit

Ehud Edward Kondologit, atau Edo Kondologit, lahir di Sorong, Papua, pada 5 Agustus 1967.

Edo Kondologit dikenal sebagai penyanyi beraliran jazz, dan kerap membawakan lagu-lagu rohani Kristen.

Lewat suaranya pula Edo banyak melantunkan lagu perdamaian melalui sejumlah organisasi sosial.

Ia juga seorang aktor, yang bermain dalam film Red CobeX dan Salah Bodi. Dan juga bermain di sinetron Madun tahun 2015.

 

38. Delon

Alexander Liauw Delon Thamrin, lebih dikenal sebagai Delon Thamrin, lahir di Jakarta, pada 20 Mei 1978.

Ia mulai dikenal ketika berhasil menjadi runner-up Indonesian Idol musim pertama (2004).

Delon Thamrin mempunyai latar belakang sebagai wedding singer.

Delon juga telah merilis album bersama salah satu penyanyi dari Jepang dengan lagu hits “Kokoro no Tomo”.

Beberapa komunitas Masyarakat Indonesia yang bermukim di Luar Negeri pernah mengundang Delon untuk mengisi acara amal dan keagamaan, seperti Singapura, Kanada, Amerika Serikat, Jepang dan Australia.

Selain bernyanyi, Delon juga membntangi sejumlah film dan sinetron.

 

39. Derby Romero

Rumero Derby Nainggolan, atau yang lebih dikenal dengan Derby Romero lahir di Jakarta, pada 8 Juni 1990.

Dengan menggandeng Iras Dollaren, ia membentuk Duo Derby dan meluncurkan single pertamanya, “Gelora Asmara”. Lagu ini menjadi populer dan kemudian menjadi salah satu soundtrack dari sinetron yang dibintanginya, Kepompong.

Di album kedua, Derby Romero mengubah format Duo menjadi band yang diberi nama Derby and The Revolution. Bersama Iras, Banes, Yudi dan juga additional bassis Raul.

Derby juga pernah duet dengan Abby Gallaby lulusan IMB dengan Judul “Walau Tak Bisa Kumiliki”. Sempat juga berduet dengan jebolan X-Factor Fatin dgn duet bersama New-KingZ yang berjudul “Jangan Kau Bohong”.

Duet Derby dengan Gita Gutawa, “Cinta takkan salah”, yang menjadi soundtrack film Love in Perth berhasil mendapatkan penghargaan dalam Indonesian Movie Awards 2011, sebagai Original Soundtrack terfavorit.

 

40. Saykoji

Ignatius Rosoinaya Penyami atau lebih dikenal sebagai Igor atau Saykoji lahir di Balikpapan, Kalimantan Timur, pada 8 Juni1983.

Saykoji dikenal sebagai seorang rapper, yang lagu-lagunya digandrungi anak muda.

Saykoji populer lewat lagu “Online” dan “So what gitu lho.”

Meski baru berupa singel, namun lagu “Online” sudah mampu terkenal dengan cepat, bahkan dijadikan lagu tema sebuah produk telepon seluler, sehingga lagu ini semakin populer.

Igor pun memiliki satu group rohani yang bernama “Disciples” bersama tiga sahabat lainnya yaitu JFlow, Guntur Simbolon, dan Rendy Rainhard.

Ia juga telah mengeluarkan album rohani, “Jesus Rock”

Selain bernyanyi, Saykoji juga bermain film.

 

41. Minggus Tahitoe

Minggus Tahitoe lebih dikenal sebagai pencipta lagu. Tetapi ia juga cukup sering tampil bernyanyi.

Salah satu lagunya yang terkenal adalah “Pergi untuk kembali”, yang kemudian dipopulerkan oleh anaknya, Ello (lihat poin 28 di atas).

Istri Minggus Tahitoe, Diana Nasution, adalah penyanyi terkenal tahun 80-an.

 

42. Petra Sihombing

Petra Joshua Sihombing lahir di Jakarta, pada 10 April 1992.

Lahir dan besar di keluarga yang dekat dengan musik, Petra tumbuh menjadi sosok yang tidak hanya piawai bernyanyi, tetapi juga pandai bermain gitar dan piano.

Bakat musik Petra sudah terlihat sejak dirinya berusia 3 tahun.

Dukungan dari keluarga membuatnya memutuskan untuk membuat album dengan lagu dan aransemen ciptaan sendiri. Lagu-lagunya pun diambil Petra dari kumpulan lagu yang diciptakannya sejak 15 tahun.

Sayangnya tidak ada perusahaan label mayor yang mau menerimanya. Oleh karenanya, dia memutuskan untuk mengedarkan albumnya sendiri.

Kemudian Petra pun ‘dilamar’ oleh sebuah label dan tampil di beberapa program musik di televisi. Nama, lagu, dan penampilan Petra pun mulai disukai pecinta musik Indonesia, dan lagunya “Cinta Tak Kemana-Mana” pun mulai populer.

Selain menyanyi, Petra Sihombing juga bermain film dan sinetron.

 

43. Ronny Sianturi

Ronny Sianturi yang memiliki nama lengkap Ronaldus Parasian Sarinuri Sianturi, lahir di Makassar, Sulawesi Selatan, pada 3 September 1965.

Ronny bersama Edwin Manansang (lihat poin 47 di bawah) dan Yanni Djunaedi merupakan anggota grup vokal Trio Libels, sebelum akhirnya menyanyi solo.

Selain menyanyi, Ronny Sianturi juga seorang aktor, yang bermain di sejumlah sinetron dan layar lebar.

Ronny juga populer karena membawa acara kuis Piramida di RCTI.

 

44. Edwin Manansang

Edwin Rizal Manansang lahir di Jakarta, pada 20 Februari 1965.

Dia merupakan salah satu anggota dari grup musik Trio Libels.

Edwin Manansang juga seorang pembawa acara di berbagai acara televisi Indonesia.

Beberapa acara televisi yang pernah dibawakan adalah Siapa Berani? di Indosiar, Jelang Siang di Trans TV, Kamera Ria di TVRI, dan 24 Hour Quiz di Metro TV.

Pada tahun 2012, Edwin Manansang meraih gelar doktor dari Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Indonesia.

Pada tahun 2004, ia bertugas sebagai Asisten Deputi Kerjasama Ekonomi dan Multilateral di kantor Kementerian Koordinator Perekonomian RI.

 

45. Roy Jeconiah

Roy Jeconiah yang memiliki nama lengkap Roy Jeconiah Isoka Wurangian lahir di Surabaya, Jawa Timur pada 6 November 1969.

Roy adalah mantan vokalis grup band rock Boomerang, sehingga ia dikenal juga sebagai Roy Boomerang.

Boomerang adalah salah satu grup band Indonesia terkenal asal Surabaya.

Setelah keluar dari grup Boomerang pada tahun 2010, Roy membentuk band baru bernama RI-1 Band bersama John Paul Ivan.

 

46. Nicky Ukur

Nicky Ukur lahir di Tamiang Layang, Kalimantan Tengah.

Nicky Ukur merupakan penyanyi yang cukup terkenal pada awal tahun 80-an.

Album keduanya yang dirilis tahun 1981 berhasil melejitkan sebuah single yang sangat dikenal saat itu, “Tanpamu”.

Nicky Ukur juga melejit lewat lagu Dara, Daun Kering, serta Cintamu, Cintaku, Cinta Kita di pertengahan era 1980-an.

Nicky pernah berduet dengan Ratih Purwasih, salah satu penyanyi populer masa itu, di lagu “Malioboro” tahun 1986.

 

47. Igo Idol

Elicohen Christellgo Pentury atau yang lebih dikenal dengan nama Igo Pentury atau Igo Idol, lahir di Ambon, Maluku, pada 19 Februari 1993.

Igo adalah pemenang Indonesian Idol Musim Keenam tahun 2010.

Bakat Igo dalam bermusik sudah terlihat sejak dia duduk di tingkat ketiga sekolah menengah pertama dengan berlatih gitar.

Igo juga aktif bernyanyi di berbagai acara, seperti pada acara hari ulang tahun Maluku, di gereja, dan pada saat acara tahun baru.

Selain bermain band dengan rekan-rekan sebayanya, Igo juga pernah bernyanyi bersama artis-artis daerah dari Ambon yang disebut Mainoro Group, di Belanda. Igo juga pernah bernyanyi dengan teman-teman bandnya di pentas Gong Perdamaian Dunia di Ambon.

Albumnya adalah “Terima Kasih” (tahun 2010). Lagu terkenalnya di album ini adalah “Karena aku punya kamu,” yang populer di kalangan anak muda.

 

48. Dirly Idol

Dearly Dave Sompie atau Dirly, lahir di Manado, Sulawesi Utara, pada 10 Desember 1989.

Dirly adalah runner-up Indonesian Idol 3 (2006). Dirly  adalah finalis Indonesian Idol termuda asal Manado yang masih duduk di bangku SMU saat mengikuti audisi Indonesian Idol.

Sejak kecil, bakat menyanyi Dirly sudah terlihat. Waktu kelas 5 SD, dia menjadi pemenang lomba Bintang Vokali se-Sulawesi Utara.

Setelah kompetisi Indonesian Idol, karier Dirly semakin berkembang. Ia dipilih untuk memopulerkan Lagu Winning Song “Kemenangan Hati” bersama Ghea di album Kompilasi Yovie Widianto.

Lalu Dirly Idol kembali mengeluarkan single terbarunya, “Tak Ingin Dilupakan”. Lagu yang diciptakan oleh Aldi Bragi ini menjadi suara latar Indonesian Idol yang tiap minggu diputar saat Result Show.

Tak hanya di bidang tarik suara, Dirly juga merambah dunia akting dengan membintangi sejumlah film dan sinetron.

 

49. Ricky Jo

Bernard Ricky Johannes atau Ricky Jo, lahir di Jakarta pada 25 September 1967, dan meninggal di Jakarta, pada 22 Maret 2013.

Ricky adalah vokalis grup band yang populer pada tahun 1980-1990-an, Emerald.

Selain bernyanyi, Ricky Jo pernah menjadi penyiar radio. Lalu pembawa acara kuis Piramida menggantikan Ronny Sianturi (2000), Bintang Pariwisata (1999-2000), dan Piramida Baru (2001-2003) di RCTI.

Ia juga dikenal sebagai komentator sepak bola di televisi, lalu menjadi pembawa acara olah raga, terutama pertandingan sepak bola.

 

50. Thomas Djorghi

Thomas Djorghi lahir di Jakarta, pada 12 Juni 1969.

Thomas mengawali karier sebagai model sampul majalah Remaja pada tahun 1985.

Thomas Djorghi mulai terkenal saat ia sering muncul di layar televisi dalam berbagai sinetron.

Lalu, karena memiliki hobi bernyanyi, Thomas menjajal dunia tarik suara.

Thomas Djorghi sempat mengeluarkan album pop pada tahun 1995, namun album ini tidak sukses di pasaran.

Thomas lalu berkarier di dunia musik dangdut. Dan ia cukup populer di jalur dangdut ini.

Acara dangdutnya di televisi adalah Goyang Dendang (RTV).

 

Itulah 50 penyanyi pria terbaik Indonesia beragama Kristen/Katolik.

 

Jika artikel ini memberkati Anda, jangan lupa untuk membagikannya kepada rekan-rekan jejaring sosial Anda (facebook, twitter, google plus, whatsapp, dll) melalui tombol share yang tersedia pada artikel ini.

 

Anda juga dapat memberikan tanggapan, komentar, saran atau pertanyaan seputar artikel ini pada kolom komentar yang tersedia di bawah. Tetapi semua komentar harus dimoderasi terlebih dahulu, dan hanya tanggapan, komentar, saran atau pertanyaan yang memenuhi syarat yang akan dipublikasikan.

 

Silakan juga bergabung dengan Fans Page Facebook Rubrik Kristen dengan cara mengklik “Like” atau “Sukai” pada Fans Page Facebook Rubrik Kristen di situs ini, sehingga Anda selalu mendapat info artikel-artikel terbaru dari situs ini. Terima kasih. GBU.

 

4 Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!