50 Penyanyi Wanita Terbaik Indonesia Beragama Kristen

 

Siapa sajakah penyanyi wanita terbaik Indonesia beragama Kristen/Katolik?

Sejak dulu Indonesia banyak menghasilkan penyanyi-penyanyi terbaik, berbakat dan berprestasi, yang telah mewarnai keberadaan musik di Indonesia, serta memiliki banyak penggemar.

Mereka memulai karier menyanyi lewat “ngamen” di kafe-kafe, melalui berbagai kontes ajang pencarian bakat, dengan mengikuti perlombaan menyanyi, ataupun melalui rekaman lagu sendiri.

Mereka disebut terbaik karena mereka memiliki kemampuan olah vokal yang bagus, memenangkan sebuah perlombaan/kontes bernyanyi, menghasilkan banyak album/single, melakukan banyak konser di dalam dan luar negeri, tampil di televisi dan radio, serta sering diundang ke berbagai acara.

Baca juga: 50 Penyanyi Pria Terbaik Indonesia Beragama Kristen

Sebagian dari mereka sangat populer dan malah telah dianggap sebagai legenda musik Indonesia.

Di antara penyanyi-penyani terbaik Indonesia tersebut, banyak juga terdapat penyanyi beragama Kristen/Katolik.

Untuk itu artikel kali ini akan membahas 50 penyanyi wanita terbaik Indonesia yang beragama Kristen atau Katolik.

Baca juga: 20 Jenderal Terbaik Indonesia Beragama Kristen

Mereka berasal dari lintas generasi, dari latar belakang jenis musik yang berbeda, dan dari berbagai etnis yang ada di Indonesia.

Sebagian dari mereka sudah tidak aktif/jarang bernyanyi, bahkan ada yang telah meninggal dunia. Sebagian lagi masih aktif bernyanyi, bahkan sedang dalam puncak kejayaannya.

Mereka merupakan penyanyi solo maupun vokalis sebuah grup musik.

Baca juga: 25 Politisi Indonesia Terpopuler Beragama Kristen

Sumber utama bagi penulisan artikel ini diambil dari Wikipedia, yang berkaitan dengan profil penyanyi yang bersangkutan atau profil grup bandnya.

Lalu, siapa sajakah 50 penyanyi wanita terbaik Indonesia beragama Kristen/Katolik?

Berikut daftarnya (yang diurutkan secara abjad) dan sedikit tentang profil mereka.

 

1. Agnes Monica

Agnes Monica Muljoto, lebih dikenal sebagai Agnez Mo, lahir di Jakarta, pada 1 Juli 1986.

Agnez Mo memulai kariernya di industri hiburan pada usia enam tahun sebagai seorang penyanyi cilik. Agnez telah merilis tiga album anak-anak yang berhasil mengantarkan namanya ke deretan penyanyi cilik populer di era 1990-an.

Pada tahun 2003, Agnez merilis album dewasa pertamanya yang berjudul “And the Story Goes”, yang kembali melejitkan namanya di industri musik Indonesia.

Pada album keduanya yang dirilis pada tahun 2005, “Whaddup A’..?!”, ia menggandeng penyanyi asal Amerika Serikat, Keith Martin untuk berkolaborasi.

Agnez berhasil meraih penghargaan dua tahun berturut-turut atas penampilannya di ajang Asia Song Festival di Seoul, Korea Selatan, pada tahun 2008 dan 2009.

Agnez adalah penyanyi dengan jumlah penghargaan paling banyak di Indonesia. Ia telah memenangkan puluhan trofi, termasuk di antaranya sepuluh Anugerah Musik Indonesia, tujuh Panasonic Awards, dan empat MTV Indonesia Awards.

 

2. Alena

Caroline Gunawan atau biasa dipanggil Alena, lahir di Malang, Jawa Timur, pada 9 November 1981.

Alena telah mempunyai 3 album, termasuk album kompilasi, yakni: “Alena”, “Seindah diriku”, dan “Cilapop”.

Dia pernah masuk grand champion final Asia Bagus di Malaysia, tahun 2000; mendapat medali emas di Choir Olimpiade Linz, Austria (bersama Elfa’s singers), 2000; dinominasikan sebagai Most Promissing Newcommer di MTV Award 2003; serta sebagai talented artist di Timeplace Award, 2008.

 

3. Berlian Hutauruk

Berlian Hutauruk lahir pada 11 Oktober 1957.

Ia merupakan penyanyi Indonesia bersuara sopran, sangat populer dengan album  “Badai Pasti Berlalu” pada tahun 1977.

Sebelumnya ia menjadi juara kedua Festival Penyanyi Pop DKI pada tahun 1975, satu tingkat di bawah Margie Segers yang menjadi juara pertama (lihat poin 29 di bawah), dan satu tingkat di atas Melky Goeslaw yang menjadi juara ketiga.

Di tingkat nasional, Festival Penyanyi Pop Tingkat Nasional tahun 1975, ia menduduki urutan ke-4, di bawah Melky Goeslaw (juara pertama), Margie Segers (juara kedua), dan Eddy Silitonga (juara ketiga), tetapi setingkat di atas Hetty Koes Endang (urutan ke-5).

Berlian telah menghasilkan sejumlah album/single, termasuk lagu-lagu rohani dan lagu-lagu daerah (Batak).

 

4. Cindy Bernadette

Isabella Cindy Bernadette lahir di Singapura, pada 16 Februari 1978.

Cindy Bernadette mengenal musik untuk kali pertama pada usia yang sangat dini, yaitu pada usianya yang ke-5 saat ia mulai mempelajari piano klasik.

Karier menyanyi ia awali dengan aktif mengikuti paduan suara di gereja dan di sekolah lalu berlanjut menjadi lead vocalist dalam sebuah R&B group New Voices di New York, AS.

Ia telah menelurkan 10 album, banyak merupakan hasil ciptaannya sendiri.

Album pertamanya, “Cindy”, dirilis pada tahun 2005. Single pertamanya adalah lagu “Rintangan”, ia nyanyikan berdua dengan Glenn Fredly. Lagu lain di dalam album tersebut, “Berpesta”, bahkan berhasil menarik perhatian sebuah bank swasta nasional (Bank Mandiri), dan dijadikan sebagai lagu untuk iklan komersial kartu visa mereka.

Di awal taun 2013 , Cindy Bernadette dipilih oleh seorang musisi asal Australia bernama Ron E Jones untuk berduet di lagu yang ditulis oleh Ron E Jones dengan judul asli “Time Machine” lalu disadur ke bahasa Indonesia menjadi “Cintai aku lagi” dan lagu ini sudah mulai memasuki tangga lagu radio-radio di Indonesia.

 

5. Citra Skolastika

Skolastika Citra Kirana Wulan, atau biasa dikenal dengan Citra Skolastika, lahir di Yogyakarta, pada 5 Juni 1994.

Ia merupakan finalis termuda dalam Indonesian Idol (musim keenam).

Kegemarannya dalam bidang menyanyi mulai diasahnya sejak ia mengikuti lomba menyanyi anak-anak di Gereja pada usianya yang keempat tahun.

Dia memiliki vokal yang khas dan menguasai jenis musik jazz.

Ia telah menghasilkan banyak album dan single, termasuk album rohani.

Lagu Citra berjudul “Everybody Knew” (2011) sangat populer dan memenangkan Anugerah Planet Muzik 2013 untuk kategori Best vocal (new female artists).

 

6. Christine Panjaitan

Christine Natalina Panjaitan lahir pada 23 Desember 1960.

Ia adalah penyanyi pop yang populer pada tahun 90-an.

Nama Christine Panjaitan melambung ketika menyanyikan lagu karya Rinto Harahap, berjudul “Katakan Sejujurnya.”

Dia telah menghasilkan banyak album/singel, termasuk lagu-lagu rohani.

Selain itu, ia juga membintangi sejumlah film.

 

7. Connie Constantia

Connie Constantia atau lengkapnya Martha Constantia Pinontoan Lang, lahir di Manado, Sulawesi Utara pada 23 Januari 1963.

Connie adalah penyanyi Indonesia yang populer di era tahun 1980-an.

Connie terkenal dengan suara seraknya yang khas.

Selain sebagai penyanyi ia juga terkenal sebagai pemeran utama dalam film “Kamus Cinta Sang Primadona”, di mana soundtrack film tersebut juga merupakan lagunya sendiri.

Connie telah menghasilkan banyak album.

Album perdananya berjudul “Ingin Menyambung Hidup’’ (1985) yang diproduseri oleh A Riyanto, meledak di pasaran pada masa itu.

 

8. Diana Nasution

Diana Nasution lahir pada 5 April 1958, meninggal pada 4 Oktober 2013.

Diana Nasution adalah penyanyi Indonesia yang tenar di era 70-an dan 80-an.

Pada tahun 1970-an, ia berduet dengan kakaknya, Rita Nasution dan membentuk ‘”Nasution Sisters'” yang cukup populer pada masa itu.

Tahun 1977, ia berduet dengan Melky Goeslaw dan berlaga di Festival Penyanyi Nasional dengan lagu “Bila Cengkeh Berbunga” dan “Malam Yang Dingin” (keduanya ciptaan Minggus Tahitoe, yang kemudian menjadi suaminya).

Sayangnya, duet tersebut harus mengakui keunggulan Penyanyi Hetty Koes Endang yang tampil sebagai juara pertama, sedangkan mereka menjadi runner-up.

Kendati demikian, lagu “Bila Cengkeh Berbunga” tampil sebagai juara pertama, mengungguli lagu “Damai Tapi Gersang”, yang dibawakan oleh Hetty Koes Endang.

Selain itu, Diana Nasution juga populer membawakan lagu ciptaan Rinto Harahap, antara lain, “Jangan Biarkan” dan “Benci Tapi Rindu”.

Pada tahun 2010 Diana Nasution kembali berduet dengan Titi DJ dalam lagu “Jangan Biarkan” di video klipnya.

Diana menghasilkan banyak album dan single.

 

9. Eka Deli

Eka Deli Mardiyana lahir di Surabaya, Jawa Timur,  pada 21 Maret 1976.

Eka Deli sering mengikuti festival-festival musik internasional dan mengharumkan nama Indonesia dengan suara emasnya.

Dia telah menghasilkan sejumlah album/single, termasuk lagu-lagu rohani.

 

10. Erie Suzan

Erie Suzan lahir di Lamongan, Jawa Timur, pada 30 Desember 1978.

Erie adalah penyanyi dangdut Indonesia yang terkenal lewat singelnya, “Mabuk Duit” pada tahun 1993, ketika ia masih SMP kelas 2!

Erie berhasil menjuarai beberapa festival menyanyi rock, pop dan dangdut di Jawa Timur.

Di Jakarta Erie mengikuti Festival Dangdut se-Jabotabek dan berhasil menjadi juara 1.

Seorang produser langsung tertarik untuk merekam sebuah album dangdut pertama Erie Suzan yang berjudul “Mabuk Duit” pada tahun 1993 dan saat itu Erie Suzan masih SMP kelas 2!

Setelah itu beberapa hits dangdut seperti “Jangan Buang Waktuku”, “Muara Kasih Bunda”, dihasilkannya.

Tidak berhenti sampai di situ, beberapa single hits duet di antaranya bersama Yus Yunus, Alm. Abiem Ngesti, Alm. Farid Harja, Adibal dan Beniqno kembali dihasilkan.

Dua album trio lainnya adalah bersama Ikke Nurjanah, Mila Rosa, Iis Dahlia dan Dewi Purwanti. Karyanya terakhir adalah Album D’Duta (8 Diva Dangdut Indonesia), yang di dalamnya terdapat hits single “Tak Bisa Menunggu” dan “Sabda Cinta” duet bersama Iyeth Bustami.

 

11. Ervinna

Ervinna Theodora Monica, atau dikenal dengan nama panggung Ervinna, lahir di Surabaya, Jawa Timur, pada 4 Mei 1956.

Ia adalah penyanyi pop Indonesia yang sangat ternama di era 80-an, dan diorbitkan oleh A. Riyanto. Ia masuk dalam jajaran The Ten Best Singer of South East Asia.

Selama karier menyanyinya, ia telah menghasilkan 40 album.

 

12. Grace Simon

Grace Simon lahir di Semarang, Jawa Tengah, pada 5 April 1953.

Ia adalah seorang penyanyi populer pada tahun 1970-an yang sering tampil di TVRI (satu-satunya stasiun televisi saat itu) dalam acara “Aneka Safari”.

Ia juga sering mengikuti kontes ASEAN pop song.

Pada tahun 1976, ia berhasil sebagai juara 1 Festival Penyanyi Tingkat Nasional.

Grace Simon telah menghasilkan banyak single dan album.

Lagunya yang paling populer adalah lagu “Bing” yang diciptakan oleh Titiek Puspa.

Di samping menyanyi, ia sempat bermain film sebagai peran utama dalam film “Lagu Untukmu” bersama Broery Marantika.

 

13. Heidy Diana

Heidy Suwardiana lahir pada 9 Juli 1965.

Heidi adalah seorang penyanyi yang eksis di era 80-an.

Heidy lebih dikenal dengan lagu-lagu pop ceria, seperti lagu hits miliknya yang berjudul “Bintangku Bintangmu”.

Album ketiganya yang berjudul “Istilah Cinta” (tahun 1984) mencapai sukses luar biasa. Demikian juga dengan album-albumnya berikutnya.

Puncak karier menyanyi Heidy Diana adalah saat merilis album “Di mana ada kamu di situ ada aku” (1989), album yang memperkenalkan genre baru “Pop Dangdut” ini mendapat sambutan yang luar biasa.

Sejak tahun 1999 Heidy aktif dalam kegiatan rohani dan telah merilis album rohani “Perhiasan Ganti Abu”.

 

14. Helen Sparingga

Helly Ruth Helen Sparingga atau Helen Sparingga lahir di Semarang, Jawa Tengah, pada 25 November 1953.

Ia merupakan penyanyi Indonesia di era tahun 1980-an.

Helen adalah istri dari penyanyi Mus Mulyadi.

Helen terkenal lewat hitsnya, “Birunya Cintaku”.

Ia telah menghasilkan 7 album, termasuk lagu dalam bahasa daerah (Jawa).

 

15. Helena

Helena Andrian lahir di Jakarta, pada 5 September 1984.

Nama Helena melejit setelah menjadi 4 besar finalis ajang Indonesian Idol Musim Pertama.

Karier menyanyi mulai serius dibina Helena semenjak ia berumur 12 tahun dengan mengikuti berbagai festival.

Ia pernah menjadi personil Trio Permata Jakarta Cool sampai remaja bersama Diajeng Kurnia Fajrin dan Maria (Molucas). Trio ini menyanyi di acara Permata Nusantara TVRI.

Kemudian Helena bergabung dengan “Antero Bagus” asuhan Chris Pattikawa. Selepas dari Antero Bagus, Helena bergabung dengan Audiensi Band selama 4 tahun sebagai backing vocal.

Helena telah memiliki 4 album.

Album solo perdananya yang berjudul “Keajaiban Cinta” dirilis pada Juli 2005. Album ini melibatkan sejumlah musisi Indonesia, seperti Glenn Fredly yang memberikan lagu berjudul “Bukan Dia”, dan Melly Goeslaw yang memberi lagu “Sekali Cinta Tetap Cinta”.

 

16. Henny Poerwonegoro

Henriette Louise Purwaningsih ‎Poerwonegoro atau dikenal dengan nama panggung Henny Purwonegoro, lahir di Jakarta, pada 10 November 1947.

Henny merupakan penyanyi  Indonesia yang populer di dekade 60-an.

Ia juga dikenal sebagai pembawa acara Aneka Ria Anak-Anak di TVRI, berpasangan dengan Seto Mulyadi, pada era 80-an.

Henny telah menghasilkan 7 album selama kariernya.

Henny adalah ibu mertua dari penyanyi Once Mekel.

Saat ini Henny sibuk dengan aktivitas pelayanan di gereja.

 

17. Irma June

Irma Ivonne June Kairupan lahir di Jakarta, pada 30 April 1973.

Ia adalah penyanyi Indonesia yang populer di era tahun 90-an.

Ia memulai karier menyanyi sejak usia anak-anak.

Ia telah menghasilkan sejumlah album. Lagunya yang terkenal adalah ..ketika berduet dengan Heidi Yunus.

Setelah vakum bernyanyi selama 18 tahun, Irma June kembali aktif bernaynyi dengan mengeluarkan album barunya, “It’s Me” (2017).

 

18. Jane Sahilatua

Jane Sahilatua lahir pada tahun 1956.

Jane adalah penyanyi balada Indonesia yang sukses lewat grup Franky & Jane bersama sang kakak, Franky Sahilatua di era 70-an hingga 80-an.

Selain itu ia juga sempat bersolo karier dan mengeluarkan dua album.

Bersama Franky & Jane, ia telah menghasilkan 14 album, beberapa lagu di album-album tersebut sangat sukses pada masanya, seperti “Lelaki dan Rembulan”.

 

19. Joy Tobing

Joy Destiny Tiurma Tobing lahir di Jakarta, pada 20 Maret 1980.

Joy adalah pemenang Indonesian Idol yang pertama

Di babak final, Joy mengalahkan Delon Thamrin.

Tak lama setelah menjuarai Indonesian Idol, Joy kemudian memutuskan kontraknya dengan Fremantle setelah adanya masalah di antara kedua pihak.

Joy menghasilkan sejumlah album, termasuk album rohani Kristen dan daerah (Batak).

 

20. Kamasean

Kamasean Yoce Matthews lahir di Jakarta, pada 30 Juni 1995.

Kamasean merupakan runner-up ajang pencarian bakat Indonesian Idol musim ketujuh. Ia hanya kalah dari Regina yang menjadi juara satu (lihat poin 44 di bawah).

Kamasean merupakan kontestan termuda dalam sejarah Indonesian Idol. Penampilan Kamasean di panggung tersebut sering mendapat pujian dari para juri karena dia dapat menyanyikan semua genre musik dengan sama baiknya.

Sebelum mengikuti Indonesian Idol, Sean pernah menjadi finalis Akademi Fantasi Indosiar Junior (AFI Junior).

Kamasean telah memiliki dua single, yakni: “How Could You” (tahun 2013) dan “If Only” (2015).

 

21. Karmila Warouw

Karmila Warouw lahir tanggal 5 Juli 1974 di Palu, Sulawesi Tengah.

Karier menyanyinya diawali dari bar ke bar di kota Manado, sehingga namanya akrab di telinga pengunjung tempat hiburan malam.

Pada tahun 1990, mulai tampil di ajang festival Pop Singer Remaja se-Jakarta, festival Karaoke Matahari, dan festival Karaoke Restoran Torigin.

Sejak itu ia kerap tampil di berbagai festival nasional.

Selain di tingkat nasional, ia juga tampil di festival tingkat Asia, seperti ajang festival Penyanyi Yunior Internasional Asia Bagus periode pertama, festival Pop Singer Pionner se-Asia, festival Asia Bagus di Singapura bersama Krisdayanti dan Dewi Gita, serta festival Song of Asia di Vietnam.

Ia berkeliling Eropa dalam paket Istidarysophia menjelang hari kemerdekaan Indonesia yang ke-50.

Di Sydney, Australia, ia tampil dalam acara Gala Night dan tampil dalam acara jalinan nada di Brunei Darussalam, hasil kerjasama televisi Brunei dan TVRI (Televisi Republik Indonesia).

Ia telah merilis banyak album, termasuk album daerah Sulawesi Utara dan album rohani Kristen.

 

22. Lala Suwages

Lala Suwages lahir di Jayapura, Papua, pada 15 November 1980.

Lala adalah penyanyi R&B dan jazz Indonesia.

Lala melakukan debut professionalnya tahun 2003, saat bergabung dengan group vocal Tabitha’s Friends.

Ia pernah meraih penghargaan Major of Almaty Prize Winner Voice of Asia dari festival International di Kazakhstan.

Ia juga pernah menjadi vokalis latar beberapa penyanyi/grup band terkenal, seperti Element (2000), Shanty (2001), dan Iwan Fals (2007).

Ia merilis album di Singapura, yaitu “Devoted To You” (2007) dan “I Love You This Much” (2009). Dan November 2009 Lala merilis album pertama di Indonesia, “Langkah Baruku”.

 

23. Lea Simanjuntak

Lea Angeline Simanjuntak lahir di Singapura, pada 7 Juli 1979.

Lea adalah penyanyi pop dan juga rohani Indonesia yang bersuara sopran. Lea sering bernyanyi dengan teknik seriosa, terutama dalam penampilan panggungnya.

Lea mulai menyanyi sejak usianya baru menginjak 5 tahun. Di usia semuda itu, ia sudah tampil bernyanyi solo di paduan suara gereja saat bermukim di Singapura.

Di usia 6 tahun, Lea mulai belajar bermain piano. Baru kemudian pada masa remajanya tepatnya di usia 17 tahun, Lea mulai menapaki kariernya sebagai penyanyi profesional.

Lea sempat mengikuti beberapa kejuaraan tarik suara seperti Festival Tenda Prambors, Aksi dan Horas Indosiar.

Di awal kariernya, Lea sempat menjadi backing vocal sejumlah artis ternama seperti Chrisye, Krisdayanti, Nugie, Rio Febrian, hingga Erwin Gutawa.

Lea telah merilis sejumlah album, termasuk album rohani.

Lagunya yang berjudul “Jangan Katakan Cinta”, menjadi lagu tema sinetron “1001 Cara Menggaet Cowok”.

Lea membentuk grup Bandanaira bersama Irsa Destiwi sebagai pianisnya. Bersama Bandanaira, Lea menyanyikan lagu-lagu nasional.

 

24. Leony

Leony Vitria Hartanti lahir di Jakarta, pada 20 September 1987.

Leony awalnya dikenal sebagai penyanyi cilik yang populer dengan grupnya Trio Kwek Kwek, bersama Dhea Ananda dan Alfandy, yang berhasil menelurkan sejumlah album.

Bulan Februari 2004 Leony akhirnya merilis album solo remaja pertamanya. Album bertajuk “No Apologies!” ini terdiri dari 10 lagu, dua diantaranya adalah ciptaan Leony.

Leony juga mempunyai sejumlah album kompilasi, termasuk album rohani dan daerah.

Leony mendapatkan sejumlah prestasi/penghargaan, seperti HDX Award tahun 1996, Penyanyi kelompok terbaik AMI Award 1997, Penyanyi kelompok terbaik Panasonic Award, Penyanyi kelompok terbaik versi PWI Award, Penyanyi kelompok terbaik VAN Award 1997, Penyanyi kelompok terbaik AMI Award 1999.

Ia juga mendapat penghargaan dari Menteri Pemuda dan Olahraga untuk Penyanyi Terbaik 1999.

 

25. Lisa A. Riyanto

Lisa A. Riyanto lahir di Jakarta, pada 6 September 1975.

Lisa A. Riyanto merupakan penyanyi yang populer pada tahun 1990-an.

Ia merupakan anak dari seorang pengarang lagu legendaris Indonesia bernama A. Riyanto.

Lisa telah menghasilkan sejumlah album/single, termasuk lagu-lagu rohani, seperti “Ave Maria”.

Lagunya yang terkenal antara lain adalah, “Biarkan Orang Bicara”.

 

26. Lita Zen

R.A. Surayni Yanti Lalita Zen atau yang lebih dikenal dengan Lita Zen, lahir di Bandung, Jawa Barat, pada 22 Januari 1967.

Ia dikenal luas ketika bergabung dengan Elfa’s Singers bersama Agus Wisman, Yana Julio, dan Uci Nurul.

Bersama kelompoknya ini, Lita melanglang buana ke berbagai negara serta menjadi perwakilan Indonesia pada North Jazz Festifal di Den Haag, Belanda dan di Thailand Jazz Festival pada tahun 1997.

Elfa’s Singer berhasil menyandang penghargaan puncak sebagai Grand Champions berturut-turut dalam olimpiade paduan suara dunia di Linz Austria (tahun 2000), Busan, Korea (2002), Bremen, Jerman (2004), dan Xiamen, China (2006).

Lita juga aktif di grup musik rohani True Worshippers.

Album solonya adalah “Gejolak Jiwa” (1991).

 

27. Lydia Natalia

Lydia Natalia hadidjaja lahir di Jakarta, pada 16 Februari 1969.

Ia adalah seorang penyanyi Indonesia yang eksis di era 80-an.

Lydia gemar menyanyi sejak usia 12 tahun.

Pada tahun 1980, ia meraih juara harapan I pada lomba menyanyi anak-anak yang diselenggarakan di Taman Ria Monas, Jakarta.

Ia telah menghasilkan banyak album, termasuk album kompilasi lagu-lagu natal.

Album keduanya, “Untukmu Kuserahkan” dirilis pada tahun 1984, dan langsung

meledak di pasaran. Kesuksesan itu diikuti oleh album-album Lydia berikutnya di JK Records.

Album Lydia Natalia yang terlaris dan terpopuler adalah albumnya yang ketiga yang berjudul “Kangen”, yang dirilis oleh JK Records pada Agustus 1986.

 

28. Lydia Nursaid

Lydia Nursaid merupakan seorang penyanyi Indonesia yang populer tahun 1980-an.

Di awal kariernya Lydia membentuk grup musik The Kid Brothers bersama saudara-saudaranya, Idham, Iromy, Imaniar, Inang, dan Iwang.

Memasuki pertengahan 1980an, kariernya lebih bersinar sebagai duo bersama Imaniar. Mereka sukses sebagai duo dengan hits terbesar mereka yakni “Ironi” dan “Prahara Cinta”. Lagu “Ironi” sampai saat ini masih sering dibawakan dan beberapa kali didaur ulang oleh penyanyi lain, seperti Helena (lihat poin 15 di atas).

Sementara “Prahara Cinta” juga masih dikenal hingga saat ini dan telah dirilis ulang oleh penyanyi-penyanyi lain seperti Hedi Yunus, Shelomita, dan Cindy Carolina.

Lydia memulai karier solonya di tahun 1990 dengan merilis album perdananya, “Lupakan Segalanya”, walau tidak sesukses karier solo adiknya, Imaniar.

Memasuki era 2000-an, Lydia lebih fokus pada lagu-lagu rohani Kristen.

 

29. Margie Segers

Margie Segers bernama asli Margaretta Gerttruda Maria, lahir di Cimahi, Jawa Barat, pada 16 Agustus 1950.

Sejak kecil dibawa bersama orang tuanya ke negeri Belanda. Belajar menyanyi jazz lantaran sering mendengarkan rekaman penyanyi jazz dunia, seperti Ella Fitzgerald dan Sherley Bassey. Kemudian banyak dibimbing oleh musisi jazz Indonesa, seperti Bubi Chen, Jack Lesmana dan Mang Udel.

Awal 1970-an, dikenal sebagai penyanyi duet bersama saudaranya Jimmy dan sering tampil menyanyikan lagu-lagu berirama blues.

Bakat menyanyi didapati dari sang ibu, Maria Pietersz, seorang penyanyi gereja yang handal. Sedangkan sang ayah, Anton Segers, asal Belgia adalah pemetik gitar hawaian dan lagu-lagu keroncong.

Pada tahun 1975 Marie Segers membuat rekaman lagu-lagu jazz yang diproduseri oleh Jack Lesmana. Dia lebih banyak menyanyi di klub malam dan hotel berbintang di Jakarta, seperti LCC, Flaminggo, Maxim dan Hotel Indonesia.

Pada tahun 1980 bersama Ireng Maulana merekam album berjudul Jazz Vocal Indonesia.

Ia pernah menjadi juara pertama Festival Pop Singers se-DKI Jakarta pada tahun 1975. Setahun kemudian mendapat urutan kelima dalam lomba pop singer tingkat nasional (lihat poin 3 di atas).

Lalu di acara Jazz Vocalist Festival yang dislenggarakan pada tahun 1979 di Jakarta barulah dia tampil sebagai juara pertama dan membawa pulang piala dari Kapolda Metro Jaya.

Selama kariernya, ia telah menghasilkan puluhan album, termasuk album duet dengan para penyanyi/musisi kenamaan pada masa itu, seperti Broery Marantika.

 

30. Maya Rumantir

Maya Olivia Rumantir lahir di Makassar, Sulawesi Selatan, pada 2 April 1964.

Di Makassar ia mulai menyanyi dan meraih penghargaan penyanyi cilik favorit pada 1976 dan juara ke-3 Festival Pop Singer Sulawesi Selatan.

Pada tahun 1980 ia terpilih sebagai Queen of BASF Indonesia dan meraih penghargaan Golden Record untuk penyanyi  pop tahun 1985-1986.

Ia telah menghasilkan 11 album selama karier menyanyinya.

Selain penyanyi, ia juga seorang pemain film dan foto model. Pada tahun 1988 ia meraih gelar The Best Indonesian Photo Model.

 

31. Melanie Subono

Melanie Subono lahir di Hamburg, Jerman, pada 20 Oktober 1976.

Melanie seorang penyanyi bergenre rock dan rock & roll. Ia juga seorang presenter dan seorang aktivis.

Hingga kini ia telah merilis 5 album.

Ia pernah mendapat sejumlah penghargaan, salah satunya adalah Best Solo Female Rock Singer, AMI Award 2008.

Melanie Subono adalah anak dari Adrie Subono, musisi terkemuka Indonesia dan keponakan mantan presiden B.J. Habibie.

 

32. Melly Manuhutu

Mellyana Manuhutu atau melly Manuhutu lahir di Jakarta, pada 5 Juli 1975.

Melly mengawali karier di dunia hiburan sebagai penyanyi anak-anak di Ancol, bersama penyanyi-penyanyi cilik pada masa itu seperti Anggun C. Sasmi, Novia Kolopaking, Murni Chania, Rika Callebout, dan Irma June (lihat poin 17 di atas).

Beranjak remaja Melly masuk menjadi penari di kelompok tari paling kondang masa itu, GSP pimpinan Guruh Soekarnoputra.

Album pertama Melly, “Mellyana”, diproduksi di Jepang dan menuai sukses.

Demikian juga dengan album “Beatify” pada tahun 1992, diproduksi di Jepang.

Pada tahun 1999 Melly kembali meluncurkan album ketiga atau album pertama di Indonesia, dengan judul album “Melly Manuhutu”.

Album keempatnya di bawah bendera Sony BMG Music Indonesia melibatkan banyak nama seperti  Glenn Fredly, Aldi Wirya dll.

Melly dikenal sebagai Diva R&B Indonesia.

Selain menjadi penyanyi, Melly juga seorang bintang iklan papan atas.

 

33. Meriam Bellina

Meriam Bellina lahir di Bandung, Jawa Barat, pada 10 April 1965.

Ia adalah penyanyi pop tahun 1980-an dengan lagu-lagu seperti Begitu Indah, Kerinduan, dan lagu-lagu ciptaan Pance F. Pondaag.

Ia telah menelurkan banyak album dan single. Salah satu lagunya yang terkenal adalah “Mulanya biasa saja”, ciptaan Pance F. Pondaag.

Selain itu, Meriam Bellina adalah seorang aktris kenamaan, yang berhasil memboyong tiga piala citra untuk film Cinta di Balik Noda (1984), Taksi (1990), dan Get Married (2007).

Di dunia sinetron, Meriam meraih Piala Vidia tahun 1994 melalui sinetron Aku Mau Hidup.

Hingga kini ia masih aktif bermain sinetron.

 

34. Mey Chan

Mey Chan atau Dita Anggraeni, lahir di Malang, Jawa Timur pada 14 Mei 1986.

Ia adalah mantan anggota grup musik MAIA yang dibentuk pada tahun 2007 bersama Maia Estianty.

Sebelum bergabung dengan Maia Estianty di MAIA, ia pernah bergabung di grup musik Komet 14, grup musik yang dibentuknya saat memasuki usia remaja.

Kemudian, disusul grup musik Infinity yang ditekuninya saat tamat sekolah menengah atas. Grup musik Infinity membawa Mey Chan dikenal sebagai musisi profesional dengan penampilannya di sejumlah kafe.

Ia kemudian masuk ke grup musik Dimensi Baru, lalu grup musik Punk Romance hingga Juni 2007.

Mey lalu bergabung dengan Maia dan merilis tiga album.

Selain itu, ia sendiri juga mempunyai beberapa singel.

 

35. Momo Geisha

Narova Morina Sinaga atau dikenal sebagai Momo Geisha lahir di Pekanbaru, Riau, pada 7 Juni 1986.

Momo adalah vokalis grup musik asal Pekanbaru, Riau, yakni Geisha.

Geisha saat ini merupakan sebuah grup band papan atas Indonesia, yang telah menghasilkan banyak album.

Banyak lagu Geisha yang sangat populer, khususnya di kalangan anak muda, seperti “Cobalah mengerti”, “Jika cinta dia”, dan “Lumpuhkanlah ingatanku”.

 

36. Monita Tahalea

Monita Angelica Maharani Tahalea, dikenal dengan nama Monita Tahalea, lahir pada 21 Juli 1987.

Ia mengawali kariernya lewat ajang Indonesian Idol pada tahun 2005. Kini ia berkarier sebagai penyanyi dan penulis lagu sekaligus produser.

Warna jazz pada vokal Monita yang khas di Indonesian Idol menarik perhatian Indra Lesmana untuk memproduseri album perdananya yang bergenre jazz, yang berjudul “Dream, Hope & Faith” pada tahun 2010.

Pada tahun 2007, Monita juga ikut menyumbangkan suaranya dalam album “Kemenangan Hati” milik Yovie Widianto dengan singel “Selingkuh” dan “Kekasih Sejati” dalam album “Kembali Satu”.

Dalam perjalanan musiknya, bersama Endah N Rhesa, RAN dan beberapa orang lainnya Monita ikut menyumbangkan suaranya dalam album 100 % Cinta Indonesia dengan singel Indonesia Pusaka.

Monita juga berkolaborasi dengan Glenn Fredly dan Is, vokalis Payung Teduh dalam lagu Filosofi & Logika sebagai jalur suara Filosofi Kopi.

Monita Tahalea juga membawakan lagu yang berjudul “Remember My Sweet Moments” yang menjadi suara iklan Tropicana Slim.

Pada tahun 2015, Monita menciptakan sebuah lagu berjudul I Love Mama untuk film pendek dan kampanye produk NIVEA PS: I Love You Mom.

 

37. Nafa Urbach

Nafa Urbach, yang memiliki nama lengkap Nafa Indria Urbach, lahir di Magelang, Jawa Tengah, pada 15 Juni 1980.

Ia adalah penyanyi slow rock Indonesia.

Ia pernah dianggap sebagai generasi penerus artis legendaris Nike Ardilla. Bahkan Deddy Dores, pria yang kerap menciptakan lagu untuk Nike juga membuatkan lagu untuknya.

Nafa telah menghasilkan sejumlah album dan single.

Selain menjadi penyanyi, Nafa juga dikenal sebagai aktris.

 

38. Nindy Ellesse

Nindy Pattikawa atau lebih dikenal sebagai Nindy Ellesse lahir di Ambon, Maluku, pada 16 April 1967.

Dia adalah seorang penyanyi yang populer pada tahun 80-an dan 90-an.

Ia telah menghasilkan puluhan album dan single, termasuk lagu-lagu rohani dan lagu-lagu daerah (Ambon).

Kini Nindy lebih banyak bernyanyi lagu-lagu rohani di kalangan gereja, juga berkhotbah.

 

39. Nowela

Nowela Elizabeth Mikhelia Auparay lahir di Wamena, Papua, pada 19 Desember 1987.

Ia merupakan juara ajang pencarian bakat menyanyi Indonesian Idol musim kedelapan  tahun 2014.

Sebelum ikut Indonesian Idol, Nowela adalah penyanyi kafe selama enam tahun di Purwokerto, Jawa Tengah.

Suara Nowela yang kuat dan unik kerap mendapat pujian dari para juri Indonesian Idol.

Nowela telah menghasilkan empat single dan dua album (salah satunya bersama Husein, Ubay, Regina, Kamasean).

 

40. Novita Marpaung

Novita Dewi Marpaung lahir di Jakarta pada 15 November 1978.

Dewi adalah putri dari Jack Marpaung, seorang penyanyi legendaris lagu-lagu Batak.

Dewi sudah menunjukkan bakat di dunia tarik suara sejak kecil dan sering mengikuti berbagai kompetisi bernyanyi hingga dijuluki “macan festival”.

Dewi sempat meraih juara dua pada ajang Cipta Pesona Bintang, Weekly Champion (juara mingguan) Asia Bagus, serta juara pertama Suara Remaja Vinolia RCTI.

Prestasi tertinggi Dewi diraihnya saat menjadi juara pertama dalam Astana Song Festival 2005 di Kazakhstan.

Namun baru pada 2008 ia merilis album pop pertamanya berjudul “Sweet Heart” dengan memakai nama Dewi Marfa.

Novita kemudian lebih banyak berkarier di industri rekaman Batak dan musik rohani.

Pada tahun 2010, Dewi bergabung dengan label Nagaswara dan merilis singel berjudul “Jejak Luka”, Di lagu tersebut Novita meraih Penghargaan “Best New Pop Vocal Female” dari Nagaswara Music Awards 2010.

Novita kembali tampil di kompetisi musik dengan mengikuti X Factor Indonesia musim perdana. Ia berhasil sebagai juara kedua di ajang tersebut, dan Dewi mendapat kontrak rekaman dari Sony Music Indonesia selama lima tahun.

Novita dikenal memiliki karakter suara serak khas dan teknik bernyanyi yang matang, serta jangkauan vokal yang mencapai empat oktaf (B2–B6).

Dalam lagu “Breakeven” (2013), Novita berduet dengan Pemenang X Factor Australia, Samantha Jade.

 

41. Nur Afni Octavia

Nur Afni Octavia lahir di Medan, Sumatera Utara, pada 27 Oktober 1958.

Ia adalah penyanyi yang populer pada tahun 1970-an sampai awal 1980-an.

Nur Afni mengawali karier sebagai penyanyi dengan mengikuti pemilihan Bintang Radio dan Televisi tahun 1976. Meski tidak berhasil meraih gelar utama, penampilannya saat itu menarik perhatian juri sehingga ia mendapatkan gelar penampil terbaik. Kemudian, ia ditawari oleh produser untuk rekaman.

Sepanjang tahun 1980-an hingga awal 1990-an, ia secara rutin menghasilkan album rekaman, termasuk album pop Jawa berjudul “Gethuk” pada tahun 1990 dan album rohani berjudul “Sang Pencipta” pada tahun 1991.

Salah satu lagu Nur Afni yang terkenal adalah “Bila Kau Seorang Diri”.

 

42. Olive Latuputty

Olivia Latuputty, atau memiliki nama panggung Olive, lahir di Palembang, Sumatra Selatan, pada 15 Februari 1981.

Olive adalah penyanyi jazz yang saat ini menjadi vokalis band beraliran smooth jazz, Parkdrive.

Awal kariernya dimulai sebagai penyanyi rohani dengan merilis album “Shining” di Amerika Serikat.

Kemudian pada tahun 2005, ia membuat album jazz perdananya, berjudul “Fantasy”, disusul album “You” pada tahun 2007.

Pada malam penyambutan tahun baru 2008, di Pondok Serrata, Jalan Setiabudi 208, Semarang, Olive tampil eksklusif dalam pergelaran yang diberi nama “Welcoming New Year 2008 with Jazzy Jazzy Olive”.

Olive telah banyak tampil di panggung musik jazz, mulai dari kafe sampai festival internasional, seperti Jakarta International Jazz Festival dan Jakarta International Java Jazz Festival pada tahun 2006 hingga 2007. Bahkan Olive juga pernah tampil dalam Sydney Olympics 2000.

Setelah merilis album “You”, Olive didaulat menjadi vokalis Parkdrive.

Pada 14 Februari 2012, bersama Peppi Kamadhatu, ia menjadi bintang utama dalam acara Malang Jazzy yang digelar di Ballroom Hotel Santika.

 

43. Pinkan Mambo

Pinkn Ratnasari Mambo, atau lebih dikenal sebagai Pinkan Mambo, lahir di Jakarta, pada 11 November 1980.

Pinkan mulai dikenal ketika ia menjadi vokalis grup duo Ratu bersama Maia Ahmad. Sebelum bergabung dengan Ratu, Pinkan adalah penyanyi latar grup band Dewa 19, yang digawangi oleh suami Maia Ahmad, Ahmad Dhani.

Bersama Ratu, Pinkan menelurkan satu album, “Bersama” (2003). Lalu Pinkan mengundurkan diri dari Ratu akhir tahun 2004 dan memilih untuk bersolo karier.

Singel pertama Pinkan dalam karier solonya adalah “Cinta Takkan Usai” ciptaan musisi Glenn Fredly. Single tersebut merupakan bagian dari album kompilasi berjudul “Best Female Idol”, yang secara resmi diluncurkan 1 Desember 2004.

Tahun 2006 Pinkan merilis album perdananya bertajuk “Aku Tahu Rasanya”.

Di album ini, Pinkan mengajak finalis Indonesian Idol, Delon, untuk berduet lewat lagu romantis berjudul “Satu, Hanya Kamu”.

Lagu “Kasmaran” dari album perdananya ini, menjadi hits di Malaysia dan Singapura. Pinkan sendiri sukses manggung di dua negara tersebut.

Pada Juli 2008, Pinkan meluncurkan album keduanya berjudul “Wanita Terindah”, dengan hits single pertama berjudul “Kekasih Yang Tak Dianggap”, yang kemudian sangat populer.

 

44. Putri Ayu

Putri Ayu Rosmei Silaen lahir di Kota Sibolga, Sumatera Utara, pada 24 Mei 1997.

Ia adalah seorang Penyanyi bergenre seriosa yang sebelumnya berkecimpung di genre pop.

Putri Ayu memulai karier menyanyinya sejak kecil dengan mengikuti beberapa kompetisi menyanyi di Sumatera Utara. Ia mulai bernyanyi seriosa ketika mengikuti kompetisi Pesparawi IX di Samarinda dan memperoleh medali emas. Sejak saat itu, ia semakin tertarik mendalami seriosa.

Putri Ayu mengikuti ajang Indonesia Mencari Bakat sebagai penyanyi seriosa pada usia 12 tahun dan berhasil mencapai babak grand final sebagai juara 2.

Pada usia 14 tahun, ia terpilih menjadi salah satu pemenang kontes “Born to Sing Asia” yang diadakan oleh David Foster. Putri Ayu tampil pada konser “David Foster and Friends” di Jakarta pada 28 Oktober 2011 dengan membawakan lagu Time to Say Goodbye.

Ia kemudian diundang tampil di konser “David Foster and Friends” di Marina Bay, Singapore pada tanggal 3 November 2011. Putri Ayu berduet dengan Michael Bolton membawakan lagu “The Prayer”.

Putri Ayu juga pernah tampil di Belanda, Singapura, China, Australia, dan Timor Leste. Ia tampil di acara internasional Bali Democracy Forum VI dan Perkumpulan Pengusaha China Sedunia di Chengdu, China.

Putri ayu sering tampil dalam show-show bersama beberapa penyanyi ternama asal Indonesia. Bahkan musisi terkemuka Addie MS memberi tawaran langsung kepada Putri Ayu untuk menjadi vokalis Twilite Orchestra.

 

45. Regina

Regina Ivanova Polapa lahir di Jakarta, pada 4 Desember 1985.

Regina merupakan juara ajang pencarian bakat Indonesian Idol musim ketujuh. Penampilan Regina pada ajang tersebut sering menjadi trending topic dunia di Twitter serta sering mendapat pujian dari para juri.

Sebelum mengikuti Indonesian Idol, Regina merupakan seorang penyanyi kafe.

Yang menarik, sebelumnya Regina telah mengikuti audisi Indonesian Idol sebanyak enam kali, namun gagal maju ke babak selanjutnya.

Tetapi ketika ia berhasil masuk ke babak spektakuler, hasilnya selalu bagus, bahkan beberapa penampilannya berhasil membuat ketiga juri memberikan standing applause.

Regina telah menghasilkan beberapa Singel dan album.

 

46. Ria Warna

Victoria Margaretha Analeu lahir di Tangerang, Banten, pada 1 Maret 1977.

Ia lebih dikenal sebagai Ria Warna karena menjadi salah satu personel grup vokal Warna.

Ia bergabung dengan Warna di usia 17 tahun. Sebelum bergabung dengan Warna ia telah sering tampil di atas panggung. Bahkan pernah menjadi juara enam kali berturut-turut acara musik yang diselenggarakan Stasiun televisi ANTV.

Selama bersama Warna, Ria telah merilis 4 album.

Selain bersama Warna, Ria juga pernah digandeng Dwiki Dharmawan untuk mengisi lagu “Menanti Datangnya Fajar” – salah satu tembang unggulan dalam album terbaru pentolan Krakatau tersebut, yang bertajuk Nuansa.

Ria juga pernah merilis single album “Selalu Ku Kenang” (duet dengan Glenn Fredly).

 

47. Ruth Sahanaya

Ruth Sahanaya atau dikenal juga sebagai Uthe lahir di Bandung, Jawa Barat, pada 1 September 1966.

Ia sering dianggap sebagai salah satu penyanyi terbaik Indonesia sepanjang masa.

Ruth telah memenangkan banyak penghargaan, baik tingkat lokal maupun internasional. Bersama dengan Erwin Gutawa, Ruth memenangi festival lagu di Belanda dan Finlandia.

Ia sejak kecil gemar menyanyi dan sering menjuarai lomba menyanyi. Karier menyanyi mulai dilakoni serius pada tahun 1983 saat mengikuti 5 lomba menyanyi, 2 di antaranya juara I dan 3 lainnya juara II.

Album pertamanya adalah “Seputih Kasih” (1987), langsung meledak di pasaran. Nama Uthe semakin tenar saat membawakan lagu “Kaulah Segalanya”.

Selain di Indonesia, nama Uthe juga berkibar di luar negeri.

Festival yang pernah diikuti oleh Uthe antara lain Midnight Sun Song Festival di Finlandia tahun 1992 mendapat gelar “Grand Prix Winner” dan menjadi vokalis tamu dalam konser Mario Frangoulis di Herrod Atticus, Acropolis, Athena (Yunani), 5-6 Oktober 2002 berduet dengan Mario untuk lagu slow Naturaleza Muerta.

Uthe juga pernah duet dengan Phil Perry dalam acara East-West Collaboration in Peace di Garuda Wisnu Kencana, Jimbaran, Bali, Desember 2002.

Ruth Sahanaya telah merilis banyak album, termasuk album rohani.

 

48. Shakila

Meiske Shakila Serhalawan lahir di Ternate, Maluku Utara, pada 1 Mei 1971.

Dunia nyanyi ia tekuni sejak umur enam tahun, saat menjadi tim inti paduan suara di gereja.

Tahun 1994 ia mengikuti kompetisi menyanyi di Asia Bagus dan ternyata menang serta mendapat juara mingguan dan bulanan, sampai babak final di Jepang.

Kemudian pada tahun 1997 ia menyanyi di festival Rumania dan Turki. Shakila berhasil menjadi The Best Champion, Grand Prize The Golden Stag (1997) di Rumania dan Grand Prize Cesme International Song Festival (1997) di Turki.

Tahun 1998 ia meraih kesuksesan dengan merebut penghargaan bergengsi Special Award untuk Asian Song Festival di Filipina.

Shakila juga pernah menjadi bintang tamu pada konser David Benoit (pianis jazz asal Amerika) yang diselenggarakan di enam kota sekaligus.

Pada bulan September 1999, Shakila merintis karier sebagai penyanyi profesional melalui debut albumnya yang berjudul namanya sendiri, Shakila. Ia didukung oleh sederet musisi, antara lain: Aminoto Kosin selaku aranjer, Anang, Melly Goeslaw, Pongky dan banyak lagi.

Pada tahun 2012 ia meluncurkan album internasional perdananya, bertajuk “I Still Choose You”.

 

49. Sylvia Saartje

Sylvia Saartje lahir di Malang, Jawa Timur, pada 15 September 1957.

Ia adalah seorang penyanyi rock Indonesia yang aktif pada akhir tahun 1970-an hingga tahun 1990-an.

Sylvia dikenal sebagai lady rocker pertama Indonesia. Ia telah menghasilkan delapan album lagu-lagu rock.

Lagunya yang terkenal antara lain adalah “angin” dan “biarawati”.

Sylvia juga pernah tampil di Brunei Darussalam atas undangan pihak kerajaan.

 

50. Tetty Manurung

Tetty Manurung lahir di Medan, Sumatera Utara, pada 8 Juni 1968.

Tetty adalah seorang penyanyi seriosa di era 80-an.

Ia adalah pemenang penyanyi seriosa Bintang Radio Televisi (BRTV) 8 kali berturut-turut dan penyanyi terbaik Asia Song Festival 1989 di Nagoya, Jepang.

Selain itu, ia juga penyanyi Istana Negara selama bertahun-tahun sejak tahun 1989.

 

Itulah 50 penyanyi wanita terbaik Indonesia beragama Kristen/Katolik.

 

Jika artikel ini memberkati Anda, jangan lupa untuk membagikannya kepada rekan-rekan jejaring sosial Anda (facebook, twitter, google plus, whatsapp, dll) melalui tombol share yang tersedia pada artikel ini.

 

Anda juga dapat memberikan tanggapan, komentar, saran atau pertanyaan seputar artikel ini pada kolom komentar yang tersedia di bawah. Tetapi semua komentar harus dimoderasi terlebih dahulu, dan hanya tanggapan, komentar, saran atau pertanyaan yang memenuhi syarat yang akan dipublikasikan.

 

Silakan juga bergabung dengan Fans Page Facebook Rubrik Kristen dengan cara mengklik “Like” atau “Sukai” pada Fans Page Facebook Rubrik Kristen di situs ini, sehingga Anda selalu mendapat info artikel-artikel terbaru dari situs ini. Terima kasih. GBU.

 

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!