50 Penyanyi Wanita Terbaik Indonesia Beragama Kristen

 

36. Monita Tahalea

Monita Angelica Maharani Tahalea, dikenal dengan nama Monita Tahalea, lahir pada 21 Juli 1987.

Ia mengawali kariernya lewat ajang Indonesian Idol pada tahun 2005. Kini ia berkarier sebagai penyanyi dan penulis lagu sekaligus produser.

Warna jazz pada vokal Monita yang khas di Indonesian Idol menarik perhatian Indra Lesmana untuk memproduseri album perdananya yang bergenre jazz, yang berjudul “Dream, Hope & Faith” pada tahun 2010.

Pada tahun 2007, Monita juga ikut menyumbangkan suaranya dalam album “Kemenangan Hati” milik Yovie Widianto dengan singel “Selingkuh” dan “Kekasih Sejati” dalam album “Kembali Satu”.

Dalam perjalanan musiknya, bersama Endah N Rhesa, RAN dan beberapa orang lainnya Monita ikut menyumbangkan suaranya dalam album 100 % Cinta Indonesia dengan singel Indonesia Pusaka.

Monita juga berkolaborasi dengan Glenn Fredly dan Is, vokalis Payung Teduh dalam lagu Filosofi & Logika sebagai jalur suara Filosofi Kopi.

Monita Tahalea juga membawakan lagu yang berjudul “Remember My Sweet Moments” yang menjadi suara iklan Tropicana Slim.

Pada tahun 2015, Monita menciptakan sebuah lagu berjudul I Love Mama untuk film pendek dan kampanye produk NIVEA PS: I Love You Mom.

 

37. Nafa Urbach

Nafa Urbach, yang memiliki nama lengkap Nafa Indria Urbach, lahir di Magelang, Jawa Tengah, pada 15 Juni 1980.

Ia adalah penyanyi slow rock Indonesia.

Ia pernah dianggap sebagai generasi penerus artis legendaris Nike Ardilla. Bahkan Deddy Dores, pria yang kerap menciptakan lagu untuk Nike juga membuatkan lagu untuknya.

Nafa telah menghasilkan sejumlah album dan single.

Selain menjadi penyanyi, Nafa juga dikenal sebagai aktris.

 

38. Nindy Ellesse

Nindy Pattikawa atau lebih dikenal sebagai Nindy Ellesse lahir di Ambon, Maluku, pada 16 April 1967.

Dia adalah seorang penyanyi yang populer pada tahun 80-an dan 90-an.

Ia telah menghasilkan puluhan album dan single, termasuk lagu-lagu rohani dan lagu-lagu daerah (Ambon).

Kini Nindy lebih banyak bernyanyi lagu-lagu rohani di kalangan gereja, juga berkhotbah.

 

39. Nowela

Nowela Elizabeth Mikhelia Auparay lahir di Wamena, Papua, pada 19 Desember 1987.

Ia merupakan juara ajang pencarian bakat menyanyi Indonesian Idol musim kedelapan  tahun 2014.

Sebelum ikut Indonesian Idol, Nowela adalah penyanyi kafe selama enam tahun di Purwokerto, Jawa Tengah.

Suara Nowela yang kuat dan unik kerap mendapat pujian dari para juri Indonesian Idol.

Nowela telah menghasilkan empat single dan dua album (salah satunya bersama Husein, Ubay, Regina, Kamasean).

 

40. Novita Marpaung

Novita Dewi Marpaung lahir di Jakarta pada 15 November 1978.

Dewi adalah putri dari Jack Marpaung, seorang penyanyi legendaris lagu-lagu Batak.

Dewi sudah menunjukkan bakat di dunia tarik suara sejak kecil dan sering mengikuti berbagai kompetisi bernyanyi hingga dijuluki “macan festival”.

Dewi sempat meraih juara dua pada ajang Cipta Pesona Bintang, Weekly Champion (juara mingguan) Asia Bagus, serta juara pertama Suara Remaja Vinolia RCTI.

Prestasi tertinggi Dewi diraihnya saat menjadi juara pertama dalam Astana Song Festival 2005 di Kazakhstan.

Namun baru pada 2008 ia merilis album pop pertamanya berjudul “Sweet Heart” dengan memakai nama Dewi Marfa.

Novita kemudian lebih banyak berkarier di industri rekaman Batak dan musik rohani.

Pada tahun 2010, Dewi bergabung dengan label Nagaswara dan merilis singel berjudul “Jejak Luka”, Di lagu tersebut Novita meraih Penghargaan “Best New Pop Vocal Female” dari Nagaswara Music Awards 2010.

Novita kembali tampil di kompetisi musik dengan mengikuti X Factor Indonesia musim perdana. Ia berhasil sebagai juara kedua di ajang tersebut, dan Dewi mendapat kontrak rekaman dari Sony Music Indonesia selama lima tahun.

Novita dikenal memiliki karakter suara serak khas dan teknik bernyanyi yang matang, serta jangkauan vokal yang mencapai empat oktaf (B2–B6).

Dalam lagu “Breakeven” (2013), Novita berduet dengan Pemenang X Factor Australia, Samantha Jade.

 

41. Nur Afni Octavia

Nur Afni Octavia lahir di Medan, Sumatera Utara, pada 27 Oktober 1958.

Ia adalah penyanyi yang populer pada tahun 1970-an sampai awal 1980-an.

Nur Afni mengawali karier sebagai penyanyi dengan mengikuti pemilihan Bintang Radio dan Televisi tahun 1976. Meski tidak berhasil meraih gelar utama, penampilannya saat itu menarik perhatian juri sehingga ia mendapatkan gelar penampil terbaik. Kemudian, ia ditawari oleh produser untuk rekaman.

Sepanjang tahun 1980-an hingga awal 1990-an, ia secara rutin menghasilkan album rekaman, termasuk album pop Jawa berjudul “Gethuk” pada tahun 1990 dan album rohani berjudul “Sang Pencipta” pada tahun 1991.

Salah satu lagu Nur Afni yang terkenal adalah “Bila Kau Seorang Diri”.

 

42. Olive Latuputty

Olivia Latuputty, atau memiliki nama panggung Olive, lahir di Palembang, Sumatra Selatan, pada 15 Februari 1981.

Olive adalah penyanyi jazz yang saat ini menjadi vokalis band beraliran smooth jazz, Parkdrive.

Awal kariernya dimulai sebagai penyanyi rohani dengan merilis album “Shining” di Amerika Serikat.

Kemudian pada tahun 2005, ia membuat album jazz perdananya, berjudul “Fantasy”, disusul album “You” pada tahun 2007.

Pada malam penyambutan tahun baru 2008, di Pondok Serrata, Jalan Setiabudi 208, Semarang, Olive tampil eksklusif dalam pergelaran yang diberi nama “Welcoming New Year 2008 with Jazzy Jazzy Olive”.

Olive telah banyak tampil di panggung musik jazz, mulai dari kafe sampai festival internasional, seperti Jakarta International Jazz Festival dan Jakarta International Java Jazz Festival pada tahun 2006 hingga 2007. Bahkan Olive juga pernah tampil dalam Sydney Olympics 2000.

Setelah merilis album “You”, Olive didaulat menjadi vokalis Parkdrive.

Pada 14 Februari 2012, bersama Peppi Kamadhatu, ia menjadi bintang utama dalam acara Malang Jazzy yang digelar di Ballroom Hotel Santika.

 

43. Pinkan Mambo

Pinkn Ratnasari Mambo, atau lebih dikenal sebagai Pinkan Mambo, lahir di Jakarta, pada 11 November 1980.

Pinkan mulai dikenal ketika ia menjadi vokalis grup duo Ratu bersama Maia Ahmad. Sebelum bergabung dengan Ratu, Pinkan adalah penyanyi latar grup band Dewa 19, yang digawangi oleh suami Maia Ahmad, Ahmad Dhani.

Bersama Ratu, Pinkan menelurkan satu album, “Bersama” (2003). Lalu Pinkan mengundurkan diri dari Ratu akhir tahun 2004 dan memilih untuk bersolo karier.

Singel pertama Pinkan dalam karier solonya adalah “Cinta Takkan Usai” ciptaan musisi Glenn Fredly. Single tersebut merupakan bagian dari album kompilasi berjudul “Best Female Idol”, yang secara resmi diluncurkan 1 Desember 2004.

Tahun 2006 Pinkan merilis album perdananya bertajuk “Aku Tahu Rasanya”.

Di album ini, Pinkan mengajak finalis Indonesian Idol, Delon, untuk berduet lewat lagu romantis berjudul “Satu, Hanya Kamu”.

Lagu “Kasmaran” dari album perdananya ini, menjadi hits di Malaysia dan Singapura. Pinkan sendiri sukses manggung di dua negara tersebut.

Pada Juli 2008, Pinkan meluncurkan album keduanya berjudul “Wanita Terindah”, dengan hits single pertama berjudul “Kekasih Yang Tak Dianggap”, yang kemudian sangat populer.

 

44. Putri Ayu

Putri Ayu Rosmei Silaen lahir di Kota Sibolga, Sumatera Utara, pada 24 Mei 1997.

Ia adalah seorang Penyanyi bergenre seriosa yang sebelumnya berkecimpung di genre pop.

Putri Ayu memulai karier menyanyinya sejak kecil dengan mengikuti beberapa kompetisi menyanyi di Sumatera Utara. Ia mulai bernyanyi seriosa ketika mengikuti kompetisi Pesparawi IX di Samarinda dan memperoleh medali emas. Sejak saat itu, ia semakin tertarik mendalami seriosa.

Putri Ayu mengikuti ajang Indonesia Mencari Bakat sebagai penyanyi seriosa pada usia 12 tahun dan berhasil mencapai babak grand final sebagai juara 2.

Pada usia 14 tahun, ia terpilih menjadi salah satu pemenang kontes “Born to Sing Asia” yang diadakan oleh David Foster. Putri Ayu tampil pada konser “David Foster and Friends” di Jakarta pada 28 Oktober 2011 dengan membawakan lagu Time to Say Goodbye.

Ia kemudian diundang tampil di konser “David Foster and Friends” di Marina Bay, Singapore pada tanggal 3 November 2011. Putri Ayu berduet dengan Michael Bolton membawakan lagu “The Prayer”.

Putri Ayu juga pernah tampil di Belanda, Singapura, China, Australia, dan Timor Leste. Ia tampil di acara internasional Bali Democracy Forum VI dan Perkumpulan Pengusaha China Sedunia di Chengdu, China.

Putri ayu sering tampil dalam show-show bersama beberapa penyanyi ternama asal Indonesia. Bahkan musisi terkemuka Addie MS memberi tawaran langsung kepada Putri Ayu untuk menjadi vokalis Twilite Orchestra.

 

45. Regina

Regina Ivanova Polapa lahir di Jakarta, pada 4 Desember 1985.

Regina merupakan juara ajang pencarian bakat Indonesian Idol musim ketujuh. Penampilan Regina pada ajang tersebut sering menjadi trending topic dunia di Twitter serta sering mendapat pujian dari para juri.

Sebelum mengikuti Indonesian Idol, Regina merupakan seorang penyanyi kafe.

Yang menarik, sebelumnya Regina telah mengikuti audisi Indonesian Idol sebanyak enam kali, namun gagal maju ke babak selanjutnya.

Tetapi ketika ia berhasil masuk ke babak spektakuler, hasilnya selalu bagus, bahkan beberapa penampilannya berhasil membuat ketiga juri memberikan standing applause.

Regina telah menghasilkan beberapa Singel dan album.

 

46. Ria Warna

Victoria Margaretha Analeu lahir di Tangerang, Banten, pada 1 Maret 1977.

Ia lebih dikenal sebagai Ria Warna karena menjadi salah satu personel grup vokal Warna.

Ia bergabung dengan Warna di usia 17 tahun. Sebelum bergabung dengan Warna ia telah sering tampil di atas panggung. Bahkan pernah menjadi juara enam kali berturut-turut acara musik yang diselenggarakan Stasiun televisi ANTV.

Selama bersama Warna, Ria telah merilis 4 album.

Selain bersama Warna, Ria juga pernah digandeng Dwiki Dharmawan untuk mengisi lagu “Menanti Datangnya Fajar” – salah satu tembang unggulan dalam album terbaru pentolan Krakatau tersebut, yang bertajuk Nuansa.

Ria juga pernah merilis single album “Selalu Ku Kenang” (duet dengan Glenn Fredly).

 

47. Ruth Sahanaya

Ruth Sahanaya atau dikenal juga sebagai Uthe lahir di Bandung, Jawa Barat, pada 1 September 1966.

Ia sering dianggap sebagai salah satu penyanyi terbaik Indonesia sepanjang masa.

Ruth telah memenangkan banyak penghargaan, baik tingkat lokal maupun internasional. Bersama dengan Erwin Gutawa, Ruth memenangi festival lagu di Belanda dan Finlandia.

Ia sejak kecil gemar menyanyi dan sering menjuarai lomba menyanyi. Karier menyanyi mulai dilakoni serius pada tahun 1983 saat mengikuti 5 lomba menyanyi, 2 di antaranya juara I dan 3 lainnya juara II.

Album pertamanya adalah “Seputih Kasih” (1987), langsung meledak di pasaran. Nama Uthe semakin tenar saat membawakan lagu “Kaulah Segalanya”.

Selain di Indonesia, nama Uthe juga berkibar di luar negeri.

Festival yang pernah diikuti oleh Uthe antara lain Midnight Sun Song Festival di Finlandia tahun 1992 mendapat gelar “Grand Prix Winner” dan menjadi vokalis tamu dalam konser Mario Frangoulis di Herrod Atticus, Acropolis, Athena (Yunani), 5-6 Oktober 2002 berduet dengan Mario untuk lagu slow Naturaleza Muerta.

Uthe juga pernah duet dengan Phil Perry dalam acara East-West Collaboration in Peace di Garuda Wisnu Kencana, Jimbaran, Bali, Desember 2002.

Ruth Sahanaya telah merilis banyak album, termasuk album rohani.

 

48. Shakila

Meiske Shakila Serhalawan lahir di Ternate, Maluku Utara, pada 1 Mei 1971.

Dunia nyanyi ia tekuni sejak umur enam tahun, saat menjadi tim inti paduan suara di gereja.

Tahun 1994 ia mengikuti kompetisi menyanyi di Asia Bagus dan ternyata menang serta mendapat juara mingguan dan bulanan, sampai babak final di Jepang.

Kemudian pada tahun 1997 ia menyanyi di festival Rumania dan Turki. Shakila berhasil menjadi The Best Champion, Grand Prize The Golden Stag (1997) di Rumania dan Grand Prize Cesme International Song Festival (1997) di Turki.

Tahun 1998 ia meraih kesuksesan dengan merebut penghargaan bergengsi Special Award untuk Asian Song Festival di Filipina.

Shakila juga pernah menjadi bintang tamu pada konser David Benoit (pianis jazz asal Amerika) yang diselenggarakan di enam kota sekaligus.

Pada bulan September 1999, Shakila merintis karier sebagai penyanyi profesional melalui debut albumnya yang berjudul namanya sendiri, Shakila. Ia didukung oleh sederet musisi, antara lain: Aminoto Kosin selaku aranjer, Anang, Melly Goeslaw, Pongky dan banyak lagi.

Pada tahun 2012 ia meluncurkan album internasional perdananya, bertajuk “I Still Choose You”.

 

49. Sylvia Saartje

Sylvia Saartje lahir di Malang, Jawa Timur, pada 15 September 1957.

Ia adalah seorang penyanyi rock Indonesia yang aktif pada akhir tahun 1970-an hingga tahun 1990-an.

Sylvia dikenal sebagai lady rocker pertama Indonesia. Ia telah menghasilkan delapan album lagu-lagu rock.

Lagunya yang terkenal antara lain adalah “angin” dan “biarawati”.

Sylvia juga pernah tampil di Brunei Darussalam atas undangan pihak kerajaan.

 

50. Tetty Manurung

Tetty Manurung lahir di Medan, Sumatera Utara, pada 8 Juni 1968.

Tetty adalah seorang penyanyi seriosa di era 80-an.

Ia adalah pemenang penyanyi seriosa Bintang Radio Televisi (BRTV) 8 kali berturut-turut dan penyanyi terbaik Asia Song Festival 1989 di Nagoya, Jepang.

Selain itu, ia juga penyanyi Istana Negara selama bertahun-tahun sejak tahun 1989.

 

Itulah 50 penyanyi wanita terbaik Indonesia beragama Kristen/Katolik.

 

Jika artikel ini memberkati Anda, jangan lupa untuk membagikannya kepada rekan-rekan jejaring sosial Anda (facebook, twitter, google plus, whatsapp, dll) melalui tombol share yang tersedia pada artikel ini.

 

Anda juga dapat memberikan tanggapan, komentar, saran atau pertanyaan seputar artikel ini pada kolom komentar yang tersedia di bawah. Tetapi semua komentar harus dimoderasi terlebih dahulu, dan hanya tanggapan, komentar, saran atau pertanyaan yang memenuhi syarat yang akan dipublikasikan.

 

Silakan juga bergabung dengan Fans Page Facebook Rubrik Kristen dengan cara mengklik “Like” atau “Sukai” pada Fans Page Facebook Rubrik Kristen di situs ini, sehingga Anda selalu mendapat info artikel-artikel terbaru dari situs ini. Terima kasih. GBU.

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!