Loading...

7 Alasan Mengapa Doa Penting Bagi Orang Kristen

Loading...

 

3. Doa Membuat Iman Kita Semakin Kuat

Alasan lain mengapa doa penting adalah karena doa dapat menumbuhkan iman kita. Doa membuat kita mendapat kekuatan baru dari Tuhan.

Dalam Yesaya 40:31 dikatakan bahwa orang-orang yang menanti-nantikan Tuhan dalam doa, akan mendapat kekuatan baru dariNya.

Mereka akan seperti burung rajawali yang naik terbang tinggi dengan kekuatan sayapnya (ketika menghadapi badai). Berlari pun mereka tidak akan lesu dan berjalan tidak akan lelah, sebab mereka mendapat energi baru dari kuasa Tuhan dalam doa-doa mereka.

“Tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.”

Ketika kita menanti-nantikan Tuhan dalam hidup kita, yang antara lain dapat kita lakukan ketika kita berdoa, kita ibarat sebuah baterai yang dicas ke sumber listrik untuk mendapatkan energi baru.

Ketika baterai telah “bekerja” beberapa lama, ia akan makin kehabisan tenaga/daya sampai akhirnya redup dan mati. Supaya dia dapat berfungsi kembali sebagaimana mestinya, ia harus mendapat “kekuatan baru” dari sumber listrik, ia harus dicas.

Demikian juga dengan kita. Agar kuat menjalani hidup ini dengan berbagai masalahnya, kita butuh kekuatan baru dari sumber “listrik” kita, yaitu Tuhan. Kita menjadi “lemah”, bahkan “mati”. Karena itu kita butuh untuk “dicas” melalui doa agar kuat lagi dalam menjalani hidup ini.

Dan karena kita terus-menerus kehabisan “energi” oleh berbagai masalah hidup, maka kita pun harus terus-menerus menanti-nantikan Tuhan dalam doa, “dicas”, agar “energi” kita tetap penuh.

 

4. Doa Membuat Kita Terhindar Dari Pencobaan

Alasan lain mengapa kita perlu untuk berdoa adalah karena doa itu membuat kita terhindar dari pencobaan dan dosa.

Tuhan Yesus menegur murid-muridNya di taman Getsemani ketika mereka tertidur di saat mereka seharusnya berdoa. Untuk itu, Ia memerintahkan mereka untuk berdoa.

“Berjaga-jagalah dan berdoalah supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut tetapi daging lemah.” (Matius 26:41).

Jika kita lalai dalam berdoa, kita bisa jatuh ke dalam dosa dan pencobaan. Itulah sebabnya kita perlu berdoa dan berjaga-jaga secara rohani.

Seperti dikatakan Tuhan Yesus dalam kutipan ayat di atas, memang pada dasarnya roh kita penurut, tetapi daging kita lemah, sehingga kita mudah dibawanya jatuh dalam dosa dan pencobaan. Melalui doa kita bisa mengalahkan kedagingan kita yang cenderung untuk berbuat dosa.

Semakin jarang kita berdoa semakin mudah kita jatuh ke dalam pencobaan. Sebaliknya, semakin sering kita berdoa, semakin kecil kemungkinannya kita untuk jatuh ke dalam pencobaan dan dosa. Alasannya adalah karena doa membuat kita berjaga-jaga secara rohani.

Seperti orang yang selalu berjaga-jaga secara jasmani tidak akan kecolongan oleh pencuri, demikian juga orang yang berjaga-jaga secara rohani dalam doa tidak akan kecolongan oleh pencobaan atau godaan iblis dan dosa.

Oleh karena itu, supaya kita bisa terhindar dari pencobaan iblis, maka kita harus selalu waspada dalam doa kita. Iblis tidak akan pernah berdiam diri untuk mencobai orang-orang percaya, tanpa terkecuali. Bahkan mereka yang lebih “rohani” justru biasanya menjadi sasaran utama iblis.

 

5. Doa Membuat Kita Mengerti Kehendak Tuhan

Doa membuat kita mengerti kehendak Tuhan. Melalui doa kita bisa semakin peka akan kehendak Tuhan dalam hidup kita. Itulah sebabnya berdoa menjadi penting bagi kita.

Seringkali kita dalam menjalani hidup ini bingung, tidak menentu arahnya. Kita tidak tahu apa yang akan kita lakukan, terutama ketika kita diperhadapkan pada sebuah pilihan. Pada saat seperti inilah kita butuh mengerti kehendak Tuhan dalam hidup kita.

Tentu kehendak Tuhan secara umum sudah ada di Alkitab, seperti: menolong orang lain, menjauhi dosa, memberitakan Injil, berdoa, dan sebagainya. Itu semua adalah kehendak Tuhan bagi setiap orang percaya, dan kita tidak perlu lagi mempertanyakan hal itu.

Tetapi kehendak Tuhan secara khusus bagi kita masing-masing, terlebih lagi dalam situasi tertentu, tidak ada di Alkitab, seperti: pekerjaan atau usaha apa yang akan kita jalankan, jurusan apa yang harus kita ambil di sekolah atau universitas, apakah kita melayani Tuhan sepenuh waktu atau tidak, dan sebagainya. Itu semua tidak ada di Alkitab, dan itu berbeda bagi masing-masing orang.

Oleh karena itu, kita harus tahu apa yang Tuhan kehendaki dalam hidup kita.
Hal ini terutama dapat kita lakukan melalui doa dengan meminta petunjuk kepada Tuhan, seperti yang dilakukan oleh beberapa orang di Alkitab.

Loading...
8 Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!