Apakah orang Kristen boleh dikremasi? Bolehkah orang Kristen dikremasi? Inilah salah satu hal yang paling sering ditanyakan oleh orang Kristen perihal kremasi atau pembakaran mayat.

Orang percaya juga sering bertanya, jika orang Kristen tidak boleh dikremasi, mengapa banyak orang Kristen yang dikremasi ketika meninggal dan melakukan kremasi kepada orang yang meninggal?

Jika kita percaya bahwa orang Kristen tidak boleh dikremasi, apakah karena kremasi atau pengabuan jenazah bertentangan dengan Alkitab, atau karena ayat Alkitab yang melarang praktek kremasi mayat?

Baca juga: 10 Fakta tentang Kremasi menurut Kristen

Memang, banyak orang Kristen yang ingin tahu bagaimanakah pandangan Alkitab tentang kremasi atau pengkremasian orang mati, dan bagaimanakah kremasi menurut pandangan Kristen?

Seperti kita tahu, kremasi ataupun proses pengabuan jenazah, bukan lagi hal yang asing bagi kita saat ini. Sebab merupakan pemandangan sehari-hari, terutama lewat pemberitaan media.

Baca juga: 5 Alasan mengapa tidak ada makanan haram dalam Kristen 

Maka Kremasi menurut Kristen menjadi begitu penting untuk kita ketahui sehingga kita sebagai orang percaya bisa mengambil sikap yang benar dan tepat tentang pembakaran mayat atau proses pengabuan jenazah.

Kremasi atau pembakaran mayat merupakan tradisi dalam budaya dan agama tertentu. Dan banyak orang Kristen yang mempraktekkannya, terutama dari latar belakang budaya yang mempraktekkan kremasi.

Baca juga: 5 Alasan mengapa orang Kristen tidak berpoligami

Di kalangan Kristen sendiri isu kremasi masih menjadi sebuah pro-kontra.

Sebagian orang Kristen menolak praktek Kremasi atau pembakaran mayat dengan alasan tidak sesuai dengan prinsip Alkitab, namun sebagian Kristen menerimanya dengan alasan bahwa Alkitab tidak melarangnya.

Baca juga: 5 Alasan mengapa orang Kristen tidak disunat

Lalu, bagaimanakah sebenarnya pandangan Alkitab terhadap Kremasi?

Bagaimanakah seharusnya pandangan Kristen terhadap Kremasi?

Apakah ada ayat-ayat Alkitab yang secara tegas  melarang Kremasi?

Berikut penjelasannya.

 

1. Kremasi mayat bukanlah kebiasaan umat Tuhan pada zaman Alkitab

Kremasi mayat dipraktekkan oleh banyak bangsa pada zaman Alkitab, khususnya di Perjanjian Lama.

Kremasi mayat tersebut dipraktekkan oleh bangsa-bangsa yang tidak mengenal Tuhan.

Meskipun Alkitab mencatat sejumlah kasus kremasi di Alkitab, khususnya di Perjanjian Lama, namun hal itu bukanlah suatu kebiasaan yang terjadi di antara orang yang percaya.

Advertisements
Ad 16
Advertisements Text

Karena itu praktek kremasi bukanlah untuk diteladani oleh kita, umat Tuhan masa kini.

Faktanya praktek kremasi tidak umum terjadi di antara orang Israel sebagai umat Tuhan pada zaman Alkitab.

Memang kremasi mayat juga pernah dilakukan orang Israel terhadap orang jahat.

Misalnya dalam kasus Akhan yang mencuri barang-barang yang harus dimusnahkan pada saat jatuhnya kota Yerikho (Yosua 7:25).

Atau dalam kasus kremasi tulang belulang, terjadi sebagai bentuk penghinaan dan penolakan terhadap praktek penyembahan berhala, seperti yang dilakukan oleh Yosia, raja Yehuda yang saleh (2 Raja-Raja 23:16-20).

Kremasi mayat juga pernah dilakukan oleh umat Tuhan pada zaman Perjanjian Lama ketika mayat sudah tidak utuh.

Hal itu terjadi pada jenazah Saul dan anaknya, Yonatan, yang tewas dibunuh oleh orang Filistin dalam sebuah pertempuran (1 Samuel 31:12).

Saat itu kepala Saul telah dipancung, dan orang Israel membawa mayatnya dan mayat anaknya lalu dibakar.

Mungkin hal ini terjadi agar orang Filistin tidak mengambil mayat tersebut lagi atau membuangnya sehingga membuat orang Israel semakin terhina.

Kendati demikian, ini semua adalah pengecualian, kasus-kasus yang jarang terjadi di antara umat Tuhan di Alkitab.

 

2. Penguburan mayat adalah cara yang umum di antara umat Tuhan pada zaman Alkitab

Penguburan orang mati adalah cara yang paling umum di antara umat Tuhan
pada zaman Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru.

Orang-orang Israel dan para bapa leluhur mereka menguburkan orang mati mereka di tanah, umumnya adalah di dalam gua, seperti penguburan Sara dan Ishak (Kejadian 23:19; 35:29).

Tidak ada umat Tuhan atau orang percaya di Alkitab, baik di Perjanjian Lama maupun di Perjanjian Baru, yang dikremasi, kecuali orang-orang yang disebut di atas (poin 1).

Dan tidak ada orang Kristen di Alkitab Perjanjian Baru yang dikremasi waktu meninggal.

 

3. Secara tersirat penguburan adalah cara yang Tuhan kehendaki, karena ada kebangkitan orang mati

Alkitab berkata bahwa akan ada kebangkitan orang mati pada akhir zaman, baik orang yang percaya maupun orang yang tidak percaya.

Kebangkitan tersebut mencakup kebangkitan tubuh, kebangkitan manusia seutuhnya (1 Korintus 15:35-58).

Karena itu, implikasinya, manusia diharapkan dikubur setelah mati, meskipun Tuhan mampu membangkitkan manusia yang mayatnya telah dikremasi.

4. Penguburan lebih sesuai dengan prinsip Alkitab tentang kehidupan dan kematian

Alkitab berkata manusia berasal dari tanah dan akan kembali ke dalam tanah (Kejadian 3:19).

Hal ini berarti bahwa adalah kodrat manusia jika ia dikubur di tanah jika ia sudah meninggal.

Sebab memang pada dasarnya manusia itu berasal dari tanah dan ke tanah pula ia akan kembali, sebelum akhirnya kelak dibangkitkan pada akhir zaman.

 

Tinggalkan Balasan