5. Di mata Tuhan, orang mati adalah seperti hidup, sehingga harus dihormati dan dikasihi layaknya orang hidup

Di mata Tuhan, orang mati adalah seperti layaknya orang yang hidup, sehingga harus dihormati dan dikasihi layaknya orang yang hidup.

Di mata Tuhan, Abraham, Ishak, dan Yakub adalah hidup (Mat 22:31-32), demikianlah dengan semua orang yang telah meninggal, khususnya orang percaya.

Karena itulah umat Tuhan di Alkitab memperlakukan orang mati dengan hormat dan penuh kasih, yakni mendandani dan menguburkan secara layak.

Kremasi adalah tindakan pembakaran dan penghancuran tubuh manusia, yang sebenarnya sangat sadis, sekalipun manusia itu sudah meninggal.

Dan hal seperti ini tidak sesuai dengan cara penghormatan yang layak bagi orang yang kita kasihi.

 

6. Manusia adalah makluk ciptaan Tuhan paling mulia, yang diciptakan menurut gambar dan rupa Tuhan

Manusia adalah makluk ciptaan Tuhan paling mulia, yang diciptakan sesuai dengan gambar dan rupa Tuhan sendiri.

Karena itu kita tidak seharusnya melukai, membakar atau menghancurkan tubuh manusia melalui kremasi, sekalipun mereka telah meninggal atau atas permintaan mereka, terlebih lagi jika mereka adalah orang percaya.

Sebab sekalipun seseorang yang percaya Tuhan Yesus telah meninggal dunia, ia tetap milik Tuhan (Roma 14:8).

Tidak ada yang dapat memisahkan orang percaya dari kasih Tuhan, bahkan maut atau kematian sekalipun (Roma 8:38-39).

 

7. Perjanjian Baru memberi teladan penguburan bagi orang Kristen

Alkitab Perjanjian Baru adalah teladan dan pedoman bagi semua orang percaya di segala zaman dan tempat, termasuk dalam hal memperlakukan orang yang sudah meninggal.

Dan seperti dapat kita baca di Alkitab, orang mati mereka perlakukan dengan penuh hormat dan kasih, merempah-rempahi sesuai tradisi Yahudi, serta menguburkan secara layak.

Advertisements
Ad 16
Advertisements Text

Hal ini dapat kita lihat ketika mereka menguburkan Tuhan Yesus (Matius 27:57-61) dan Stefanus (Kisah Para Rasul 8:2), martir pertama Kristen.

Demikianlah seharusnya kita memperlakukan orang percaya yang meninggal, menguburkannya secara layak, bukan membakar atau menghancurkan tubuhnya melalui proses kremasi.

Jika demikian, apakah kita orang Kristen tidak boleh sama sekali melakukan kremasi terhadap  orang yang telah meninggal?

Tentu saja boleh, dalam keadaan darurat.

Meski pada dasarnya Alkitab menganjurkan kita untuk menguburkan mayat, namun pada keadaan tertentu, dalam situasi yang urgent atau darurat, orang Kristen boleh saja mengkremasi jenazah.

Misalnya ketika seseorang meninggal di dalam kapal di tengah lautan, di mana posisinya masih jauh dari tanah/daratan untuk tempat penguburan, sementara mayat akan menimbulkan bau busuk dan penyakit, maka cara kremasi mayat boleh saja dilakukan.

Tetapi dalam keadaan normal di mana masih tersedia lahan dan waktu untuk penguburan, maka menguburkan mayat adalah pilihan terbaik yang harus diambil.

 

Itulah 7 alasan mengapa orang Kristen tidak boleh melakukan kremasi mayat sesuai dengan prinsip-prinsip Alkitab.

 

Jika artikel ini memberkati Anda, jangan lupa untuk membagikannya kepada rekan-rekan jejaring sosial Anda (facebook, twitter, whatsapp, dll) melalui tombol share yang tersedia pada artikel ini.

 

Anda juga dapat memberikan tanggapan, komentar, saran atau pertanyaan seputar artikel ini pada kolom komentar yang tersedia di bawah. Tetapi semua komentar harus dimoderasi terlebih dahulu, dan hanya komentar yang memenuhi syarat yang akan dipublikasikan.

 

Silakan juga bergabung dengan Fans Page Facebook Rubrik Kristen dengan cara mengklik “Like” atau “Sukai” pada Fans Page Facebook Rubrik Kristen di situs ini, sehingga Anda selalu mendapat info artikel-artikel terbaru dari situs ini. Terima kasih. GBU.

Tinggalkan Balasan