Categories: GEREJA

7 Aliran Utama Dalam Gereja Kristen

Artikel ini membahas tentang 7 Aliran utama dalam gereja Kristen serta jumlah penganutnya.

Sejak kelahirannya, ada banyak denominasi atau aliran dalam gereja Kristen, dan umumnya semua denominasi atau aliran gereja tersebut dapat dikategorikan ke dalam 7 bagian.

7 aliran utama dalam gereja Kristen tersebut dianggap telah mencakup semua aliran atau denominasi yang ada di seluruh agama/gereja Kristen di dunia.

Baca juga: 10 Aliran Gereja Terbesar Dalam Kristen Protestan

Aliran-aliran gereja tersebut mempunyai sejumlah perbedaan dalam hal sejarah, tradisi, ajaran/doktrin, ritus, liturgi/tata ibadah, dan organisasi gereja.

Perbedaan-perbedaan itu mulai dari perbedaan kecil dalam hal tradisi dan liturgi, hingga perbedaan yang sangat besar, yang mencakup perbedaan doktrin/ajaran gereja.

Baca juga: 25 Gereja Terbesar Di Indonesia

Aliran-aliran gereja Kristen yang berbeda satu sama lain ini timbul sebagai hasil perbedaan dalam hal menafsir Alkitab, perbedaan tradisi/budaya, perbedaan secara politik, bahkan karena masalah pribadi!

Ketujuh aliran utama dalam gereja Kristen ini, dalam perjalanannya, kemudian berkembang menjadi banyak aliran/denominasi di dalamnya.

Aliran-aliran gereja ini semua awalnya berasal dari satu gereja, kemudian pecah menjadi 7 bagian, atau satu gereja tersebut pecah sebanyak 6 kali. Lalu gereja-gereja pecahan tersebut kemudian pecah lagi, demikian seterusnya.

Baca juga: 17 Gereja Dengan Jumlah Jemaat Terbesar Di Indonesia

Tentu saja setiap aliran gereja tersebut mengganggap bahwa alirannyalah yang paling benar, sekalipun secara umum mereka juga mengakui dan menghormati aliran-aliran gereja yang lain.

Selain itu, beberapa dari aliran gereja ini tidak mau disebut sebagai aliran atau denominasi gereja, sebab mereka meyakini bahwa merekalah gereja satu-satunya yang benar, yang didirikan oleh Tuhan Yesus dan yang meneruskan gereja mula-mula di Alkitab.

Baca juga: 20 Negara Di Dunia Dengan Populasi Kristen Terbesar

Kendati demikian, demi tujuan penulisan artikel ini, serta untuk lebih memudahkan kita dalam memahami semua aliran/denominasi gereja Kristen yang sangat banyak tersebut, maka semua gereja yang dicatat di sini disebut sebagai aliran atau denominasi gereja.

Data yang dipakai untuk jumlah anggota jemaat dari aliran-aliran gereja ini berasal dari berbagai sumber, dan banyak merupakan angka perkiraan saja, bukan angka mutlak, selain juga merupakan data lama yang belum diperbaharui.

Baca juga: 10 Ciri Gereja Yang Ideal Menurut Alkitab

Lalu, aliran gereja mana sajakah yang termasuk ke dalam 7 aliran utama dalam gereja Kristen?

Berikut daftarnya dan sedikit penjelasannya, yang diurutkan secara kronologis, bukan berdasarkan besarnya jumlah penganut.

 

1. Katolik (Anggota Jemaat: 1, 3 Miliar Jiwa)

Gereja katolik adalah aliran gereja tertua dan terbesar dalam gereja Kristen pada saat ini.

Istilah “katolik” berasal dari kata Yunani, katholikos, yang artinya “umum/universal”.

Gereja Katolik sedunia berpusat di Vatican City, di dalam kota Roma, Italia. Dan pemimpin tertingginya adalah Paus.

Gereja Katolik terdiri dari 24 gereja partikular: 1 gereja Latin, dan 23 gereja Katolik Timur.

Gereja Latin, atau disebut juga gereja Barat, atau gereja Katolik Roma, mempunyai anggota jemaat 1, 255 miliar jiwa, menurut data tahun 2015.

Sementara gereja Katolik Timur sekitar 16 juta jiwa.

Lima besar dari gereja Katolik Timur, yang mencakup 80 % dari seluruh gereja Katolik Timur, adalah: Gereja Katolik Yunani Ukraina, Gereja Syro-Malabar, Gereja Maronite, Gereja Katolik Melkite, dan Gereja Katolik Armenia.

Meski menjadi bagian dari gereja Katolik, namun Paus (pemimpin tertinggi gereja Katolik sedunia) tidak memiliki kuasa yang besar atas gereja-gereja Katolik Timur, sebagaimana halnya atas gereja Latin.

Selain itu, gereja-gereja Katolik Timur juga mempunyai liturgi/tata ibadah yang berbeda dari gereja Katolik Latin.

Orang Katolik meyakini bahwa gereja Katolik didirikan oleh Tuhan Yesus dan bahwa para Paus adalah penerus Petrus (sebagai rasul utama/pemimpin utama gereja mula-mula di Yerusalem, sebagaimana dicatat di Alkitab).

Gereja Katolik mempunyai Tradisi Gereja di luar Alkitab, yang kedudukannya dianggap setara dengan Alkitab. Dan banyak ajaran Katolik yang bersumber dari Tradisi tersebut, meskipun tidak tertulis di Alkitab.

Selain itu, Alkitab Katolik juga mempunyai “kitab tambahan” yang tidak ada dalam Alkitab Kristen Protestan. Orang Katolik menyebutnya sebagai “deutrokanonika”, sedangkan orang Protestan meyebutnya kitab “apokrifa”.

Gereja Katolik mengakui 7 sakramen, di mana ekaristi atau perjamuan kudus merupakan sakramen yang terutama.

Ketujuh sakramen tersebut adalah: Pembaptisan, penguatan/Krisma, ekaristi/perjamuan kudus, rekonsiliasi/pengakuan dosa, pengurapan orang sakit, imamat (khusus untuk para rohaniwan), dan pernikahan.

Bunda Maria (ibu Yesus secara manusia) dihormati dalam gereja Katolik sebagai bunda Allah dan ratu surga, juga orang-orang kudus (santo/santa) yang telah meninggal, yang diperingati sesuai kalender gereja.

Ciri lain dari gereja Katolik adalah perhatiannya yang sangat besar terhadap masalah-masalah sosial (seperti bantuan terhadap orang sakit dan orang miskin), kesehatan, dan pendidikan.

Gereja Katolik selama berabad-abad merupakan gereja negara di kekaisaran Romawi dan sangat berpengaruh di dunia barat dalam bidang filsafat, budaya, ilmu pengetahuan, dan seni.

Menurut data resmi dari gereja Katolik tahun 2017, jumlah anggota jemaat mereka di seluruh dunia adalah 1,313 miliar jiwa.

 

2. Gereja Timur Asyria/Nestorian (Anggota Jemaat: 323.300 Jiwa)

Gereja Timur Asyria adalah gereja yang bersumber dari gereja Nestorian.

Gereja Nestorian adalah gereja pertama yang memisahkan diri dari gereja Katolik.

Orang Nestorian adalah pengikut dari Nestorius, Uskup gereja Konstantinopel.

Nestorius berpandangan bahwa Kristus mempunyai dua pribadi yang berbeda, yakni yang ilahi dan yang insani (Allah dan manusia), yang berdiam di dalam satu tubuh. Jadi Nestorius sangat menekankan perbedaan antara keilahian dan kemanusiaan Yesus.

Karena itu Nestorius berpandangan bahwa Maria (ibu Yesus secara manusia) adalah “Christotokos” (bunda Kristus), bukan “Theotokos” (bunda Allah).

Pandangan Nestorius ini berbeda dengan pandangan resmi gereja pada masa itu.

Pada saat konsili gereja (rapat umum seluruh pemimpin gereja Kristen) yang ketiga di Efesus tahun 431 M, gereja menolak dan mengutuk pandangan Nestorius, serta mengukuhkan pandangan bahwa Kristus mempunyai dua natur, yang ilahi dan yang insani, yang bersatu dan tak terpisahkan; dan bahwa Maria, karenanya, adalah Theotokos.

Nestorius kemudian dipecat dari jabatannya sebagai uskup Konstantinopel.

Akibatnya Nestorius dan para pengikutnya (khususnya yang ada di kekaisaran Persia) memisahkan diri dari gereja resmi (Katolik) dan terus berkembang ke berbagai wilayah.

Para pengikut Nestotius adalah penginjil yang aktif, mereka menjelajah jauh ke berbagai negara, hingga ke India, Mongolia, dan China, bahkan ke Indonesia, tepatnya di Barus, Sumatera Utara.

Setelah beberapa kali pecah dan berfusi, kini gereja Timur Asyria menjadi satu dari dua gereja Nestorian (dan yang terbesar), yang liturginya tidak jauh berbeda dengan gereja-gereja timur lainnya (lihat poin 3 dan poin 4 di bawah).

Gereja Timur Asyria terutama berasal dari etnik Asyria di Irak dan Siria, tetapi gerejanya tersebar di berbagai negara, termasuk di Amerika dan Eropa.

Menurut data resmi dari gereja Timur Asyria, jumlah anggota jemaat mereka di seluruh dunia adalah 323.300 jiwa.

 

3. Ortodoks Oriental (Anggota Jemaat: 76 Juta Jiwa)

Gereja Ortodoks Oriental adalah gereja-gereja di wilayah timur (oriental), terutama di Timur Tengah, yang memisahkan diri dari gereja Katolik pada tahun 451 Masehi.

Gereja-gereja ortodoks oriental terdiri dari 6 gereja yang masing-masing dipimpin oleh bishop/uskup yang kedudukannya setara (tidak ada pimpinan tertinggi seperti Paus di gereja Katolik).

Keenam gereja tersebut adalah: gereja Koptik (Mesir), Gereja Armenia, Gereja Antiokhia Siria, gereja Ethiopia, gereja Eritrea, dan gereja Malankara (India).

Seperti halnya gereja Katolik, gereja-gereja ini mengklaim bahwa mereka adalah gereja satu-satunya, yang kudus, katolik (umum), dan yang apostolik, yang didirikan oleh Tuhan Yesus, dan bahwa bishop-bishop mereka adalah para pengganti rasul-rasul.

Gereja-gereja ini memisahkan diri dari gereja Katolik karena tidak setuju dengan hasil konsili gereja di Kalsedon (Chalcedon)/konsili Kalsedon tahun 451 M.

Konsili Kalsedon, atau konsili ekumene keempat gereja, memutuskan bahwa Kristus mempunyai satu pribadi dengan dua natur yang berbeda, yakni yang ilahi dan yang insani, yang bersatu sedemikian tanpa terpisahkan, tetapi tidak berbaur.

Inilah yang disebut dengan istilah duopisit (Dyophysite).

Gereja-gereja Ortodoks Oriental menolak hal ini dan mengajukan pandangan monopisit (monophysite), atau belakangan memakai istilah miaphysite.

Monopisit berpandangan bahwa setelah berinkarnasi, Kristus hanya mempunyai satu (mono) natur, yakni natur ilahi atau natur ‘gabungan’ ilahi dan insani.

Gereja-gereja Ortodoks Oriental hanya mengakui tiga konsili gereja yang pertama (konsili Nicea, tahun 325 M, konsili Konstantinopel yang pertama, tahun 381, dan konsili Efesus, tahun 431), dan tidak mengakui konsili-konsili berikutnya, sejak konsili kekempat di Kalsedon.

Inilah yang membedakan gereja-gereja Ortodoks Oriental dari gereja Katolik.

Selain itu, ritual ibadah gereja-gereja Ortodoks Oriental juga berbeda dengan ritual ibadah gereja Katolik.

Jumlah anggota jemaat gereja-gereja Ortodoks Oriental di seluruh dunia adalah 76 juta jiwa.

Page: 1 2

View Comments

  • Mengapa hanya gereja Katolik yang ditampilkan. Saya mohon semua gereja yang ada ditampilkan bentuk kepemimpinannya agar dapat dipahami dengan benar. Terima kasih.

    • Semua artikel di situs ini adalah artikel bersambung. Untuk melanjutkan membaca silakan klik "Next" di bawah artikel. Terima kasih. Gbu.