7 Aliran Utama Dalam Gereja Kristen

 

4. Ortodoks Timur (Anggota Jemaat: 200-260 Juta Jiwa)

Gereja Ortodoks Timur atau gereja Katolik Ortodoks, adalah persekutuan dari gereja-gereja di wilayah timur dan tenggara Eropa yang memisahkan diri dari gereja Katolik pada tahun 1054 Masehi.

Gereja-gereja ortodoks Timur masing-masing dipimpin oleh bishop/uskup masing-masing yang kedudukannya setara, tetapi uskup Konstantinopel (bermarkas di kota Konstantinopel/Istanbul, Turki) diakui sebagai “primus inter pares” (“yang utama dari yang setara”).

Mayoritas gereja Ortodoks Timur terdapat di Eropa timur dan tenggara, dan hampir separohnya berada di Rusia.

Seperti halnya gereja Katolik dan gereja ortodoks Oriental, gereja-gereja ini mengklaim bahwa mereka adalah gereja satu-satunya, yang kudus, katolik (umum), dan yang apostolik, yang didirikan oleh Tuhan Yesus, dan bahwa bishop-bishop mereka adalah para pengganti rasul-rasul.

Gereja-gereja ini memisahkan diri dari gereja Katolik terutama karena tidak setuju dengan sistem kepausan, selain adanya perbedaan doktrin, khususnya menyangkut doktrin Roh Kudus, dan juga perbedan ritual ibadah.

Gereja-gereja Ortodoks Timur menganggap bahwa bishop Roma (paus) tidak punya otoritas atas semua gereja Kristen, meski dia dianggap punya kedudukan yang khusus.

Sedangkan bishop Roma, yakni paus, menganggap bahwa dia adalah wakil Kristus di bumi, penerus kepemimpinan rasul Petrus dan pemimpin atas seluruh gereja Kristen.

Sejatinya perpecahan antara gereja timur dengan gereja barat tidak terjadi secara tiba-tiba. Ada banyak perbedaan antara gereja timur dengan gereja barat, ang menyangkut perbedaan dalam hal budaya, bahasa, doktrin/teologi, dan politik.

Meski telah diupayakan berkali-kali rekonsiliasi, namun kedua gereja tersebut – timur dan barat- akhirnya benar-benar terpisah pada tahun 1054 masehi.

Perpisahan ini merupakan perpecahan gereja terbesar sejak adanya perpecahan dalam gereja Kristen.

Perpisahan ini dinamai oleh para sejarawan sebagai skisma besar (“the great Schism”), skisma timur-barat  (“the east-west schism”), atau skisma 1054 (“the schism of 1054”).

Jumlah anggota jemaat gereja-gereja Ortodoks Timur di seluruh dunia diperkirakan sekitar 200 juta-260 juta jiwa (sejumlah sumber mempunyai data yang berbeda).

 

5. Protestan (Anggota Jemaat: 800-900 Juta Jiwa)

Protestan merupakan aliran gereja Kristen terbesar kedua setelah Katolik, yang lahir sebagai hasil reformasi (protes) terhadap gereja Katolik.

Gereja Protestan atau Agama Protestan dimulai pada tahun 1517, saat Martin Luther, seorang tokoh gereja asal Jerman, melakukan protes terhadap gereja Katolik yang pada masa itu berada pada masa-masa kegelapan.

Aliran-aliran gereja Protestan menyatu dalam berbagai organisasi atau sinode gereja, tersebar di seluruh dunia.

Dan sejak reformasi Luther, banyak lagi denominasi baru yang lahir dari gereja-gereja Protestan, sehingga gereja Protestan merupakan aliran gereja yang paling banyak mempunyai aliran/denominasi, dan yang paling banyak mempunyai perbedaan doktrin satu sama lain.

Masing-masing aliran Protestan tersebut mempunyai sejumlah doktrin yang berbeda-beda.

Aliran-aliran tersebut antara lain adalah: Lutheran, Calvinist/Reformed, Methodist, Baptist, Injili, Advent, Pentakosta, Karismatik, dll.

Untuk lebih jelasnya, silakan baca artikel: 10 Aliran Gereja Terbesar Dalam Kristen Protestan

Tetapi umumnya mereka mempunyai kesamaan doktrin yang membedakannya dari gereja Katolik, dari mana mereka berpisah.

Antara lain: Alkitab satu-satunya sumber kebenaran (hanya menerima tradisi gereja sejauh tidak bertentangan dengan Alkitab), tidak mengakui otoritas paus atas gereja, hanya mengakui dua dari tujuh sakramen Katolik (baptisan air dan perjamuan kudus).

Tidak mengagungkan Maria sebagai wanita yang luar biasa, menekankan imamat am orang percaya (tidak mengakui orang-orang tertentu yang dianggap suci (santo/santa).

Jumlah anggota jemaat gereja-gereja aliran Protestan di seluruh dunia diperkirakan sekitar 800 juta-900 juta jiwa (sejumlah sumber mempunyai data yang berbeda).

 

6. Anglikan (Anggota Jemaat: 85 Juta Jiwa)

Gereja Anglikan adalah gereja-gereja yang dibangun berdasarkan praktek, liturgi, dan identitas Gereja Inggris (Church of England), pascareformasi Inggris.

Istilah “anglikan” berasal dari kata “anglo” (bandingkan dengan istilah anglo-saxson), yang menunjuk pada negara Inggris Raya.

Gereja Anglikan sedunia berpusat di Canterbury, London, dengan pemimpin tertingginya Uskup Agung Canterbury, dan secara seremonial dikepalai oleh ratu Inggris, Elisabeth.

Di Amerika Serikat dan Kanada, gereja ini lebih dikenal dengan istilah gereja episkopal, yang merujuk pada bentuk organisasi gereja tersebut, yakni episkopal atau dipimpin oleh para uskup/bishop, dan mempunyai kepemimpinan tersendiri.

Gereja Inggris (Church of England) adalah “gereja negara” Inggris, yang memisahkan diri dari Katolik dan berpusat di Westminster.

Gereja Inggris berpisah dari gereja Katolik bukan karena adanya perbedaan dalam hal doktrin, liturgi, organisasi gereja, budaya, ataupun politik, seperti halnya berpisahnya aliran-aliran gereja lainnya (lihat poin 2,3,4,5 di atas).

Gereja Anglikan berpisah dari gereja Katolik adalah karena alasan pribadi!

Raja Inggris masa itu, Henry VIII, berniat untuk membatalkan pernikahannya dengan Catherine of Aragon (dengan alasan tidak mempunyai anak) pada tahun 1534.

Tetapi raja Henry tidak mendapat restu dari paus di Roma, sebagai pemimpin tertinggi atas gereja Katolik, termasuk di Inggris.

Karena itu, raja Henry memisahkan gereja Katolik di Inggris dari gereja Katolik yang berpusat di Roma. Dengan demikian gereja Inggris menolak supremasi paus atas gereja Inggris.

Gereja inggris kemudian dibawa ke arah reformasi, mengikuti ajaran Martin Luther dan John Calvin, namun sistem organisasi gereja tetap mengikuti gereja Katolik (episkopal) dengan pusatnya di London.

Tetapi dalam perjalanannya, terjadi pergolakan dalam gereja Inggris, gereja terbelah dua (bahkan sampai memakan banyak korban jiwa).

Sebagian menginginkan gereja Inggris direformasi mengikuti ajaran para reformator Protestan (dikenal dengan istilah “low church”), sebagian lagi menginginkan gereja Inggris kembali ke gereja Katolik (dikenal dengan istilah “high church”).

Pada awalnya, pada masa pemerintahan raja Edward VI, pihak “low Church” mendapat angin, gereja ditata ke arah protestanisme. Tetapi pada masa ratu Mary I dan raja Philip, gereja Inggris dibawa kembali ke Katolik.

Hingga kemudian pada masa pemerintahan ratu Elizabeth I, diambil kesepakatan dan jalan tengah, bahwa gereja Inggris adalah Katolik sekaligus Protestan (reformasi).

Inilah yang dikenal dengan istilah “via media” atau “jalan tengah”.

Jadi pada dasarnya gereja Anglikan bukanlah Katolik, tetapi juga bukan Protestan, melainkan berada di antara dua aliran gereja tersebut.

Bukan saja karena ajarannya\liturginya/tata gerejanya dalam hal tertentu merupakan perpaduan antara Katolik dan protestan, namun karena di dalam gereja itu sendiri terdapat dua aliran, yakni aliran yang lebih mirip Katolik dan aliran yang lebih mirip protestan (khususnya Calvinist).

Ciri khas gereja Inggris, yang mengikat seluruh aliran anglikan di seluruh dunia adalah “39 Artikel” (the Thirty-nine Articles) sebagai semacam pengakuan iman dan “Buku doa umum” (the Book of Common Prayer) sebagai bahan liturgi/tata ibadah.

Aliran Gereja Anglikan tersebar di seluruh dunia, dan jumlah anggota jemaatnya adalah 85 juta jiwa (data dari “adherents” tahun 2011).

 

7. Katolik Lama (Anggota Jemaat: 150.000 Jiwa)

Gereja Katolik Lama (Inggris: Old Catholic) adalah sebuah aliran gereja yang memisahkan diri dari gereja Katolik tahun 1870, menyusul hasil konsili Vatican pertama tentang ketidak-salahan paus yang ditolak oleh kelompok ini.

Gereja ini hadir di berbagai negara di Eropa dan Amerika.

Denominasi terbesar dari aliran Katolik Tua ini adalah The Union of Utrecht of the Old Catholic Churches (UU), yang berpusat di Utrecht, Belanda.

Meskipun para bishop-bishopnya pada dasarnya berkedudukan setara, namun bishop Belanda dianggap sebagai “primus inter pares” (dianggap lebih unggul).

Aliran ini menolak sejumlah ajaran gereja Katolik, antara lain: ketidak salahan paus, ketidak-berdosaan bunda Maria, kenaikan bunda Maria ke surga tanpa mengalami kematian, dll.

Di sisi lain, aliran gereja ini juga mempunyai beberapa persamaan dengan gereja-gereja Ortodoks dan Anglikan, di mana para rohaniwan tidak diharuskan hidup selibat (opsional).

Gereja ini memang mempunyai ikatan dengan gereja Anglikan.

Denominasi gereja ini mempunyai anggota jemaat 115.000 jiwa, terdiri dari 6 gereja: di Belanda, Jerman, Swiss, Austria, Ceko, dan Polandia.

 

Itulah 7 aliran utama dalam gereja Kristen.

 

Jika artikel ini memberkati Anda, jangan lupa untuk membagikannya kepada rekan-rekan jejaring sosial Anda (facebook, twitter, google plus, whatsapp, dll) melalui tombol share yang tersedia pada artikel ini.

 

Anda juga dapat memberikan tanggapan, komentar, saran atau pertanyaan seputar artikel ini pada kolom komentar yang tersedia di bawah. Tetapi semua komentar harus dimoderasi terlebih dahulu, dan hanya tanggapan, komentar, saran atau pertanyaan yang memenuhi syarat yang akan dipublikasikan.

 

Silakan juga bergabung dengan Fans Page Facebook Rubrik Kristen dengan cara mengklik “Like” atau “Sukai” pada Fans Page Facebook Rubrik Kristen di situs ini, sehingga Anda selalu mendapat info artikel-artikel terbaru dari situs ini. Terima kasih. GBU.

 

2 komentar untuk “7 Aliran Utama Dalam Gereja Kristen”

  1. Mengapa hanya gereja Katolik yang ditampilkan. Saya mohon semua gereja yang ada ditampilkan bentuk kepemimpinannya agar dapat dipahami dengan benar. Terima kasih.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!