Loading...
Loading...

7 Aliran Utama Dalam Gereja Kristen

 

2. Gereja Timur Asyria/Nestorian (Anggota Jemaat: 323.300 Jiwa)

Gereja Timur Asyria adalah gereja yang bersumber dari gereja Nestorian.

Gereja Nestorian adalah gereja pertama yang memisahkan diri dari gereja Katolik.

Orang Nestorian adalah pengikut dari Nestorius, Uskup gereja Konstantinopel.

Nestorius berpandangan bahwa Kristus mempunyai dua pribadi yang berbeda, yakni yang ilahi dan yang insani (Allah dan manusia), yang berdiam di dalam satu tubuh. Jadi Nestorius sangat menekankan perbedaan antara keilahian dan kemanusiaan Yesus.

Karena itu Nestorius berpandangan bahwa Maria (ibu Yesus secara manusia) adalah “Christotokos” (bunda Kristus), bukan “Theotokos” (bunda Allah).

Pandangan Nestorius ini berbeda dengan pandangan resmi gereja pada masa itu.

Pada saat konsili gereja (rapat umum seluruh pemimpin gereja Kristen) yang ketiga di Efesus tahun 431 M, gereja menolak dan mengutuk pandangan Nestorius, serta mengukuhkan pandangan bahwa Kristus mempunyai dua natur, yang ilahi dan yang insani, yang bersatu dan tak terpisahkan; dan bahwa Maria, karenanya, adalah Theotokos.

Nestorius kemudian dipecat dari jabatannya sebagai uskup Konstantinopel.

Akibatnya Nestorius dan para pengikutnya (khususnya yang ada di kekaisaran Persia) memisahkan diri dari gereja resmi (Katolik) dan terus berkembang ke berbagai wilayah.

Para pengikut Nestotius adalah penginjil yang aktif, mereka menjelajah jauh ke berbagai negara, hingga ke India, Mongolia, dan China, bahkan ke Indonesia, tepatnya di Barus, Sumatera Utara.

Setelah beberapa kali pecah dan berfusi, kini gereja Timur Asyria menjadi satu dari dua gereja Nestorian (dan yang terbesar), yang liturginya tidak jauh berbeda dengan gereja-gereja timur lainnya (lihat poin 3 dan poin 4 di bawah).

Gereja Timur Asyria terutama berasal dari etnik Asyria di Irak dan Siria, tetapi gerejanya tersebar di berbagai negara, termasuk di Amerika dan Eropa.

Menurut data resmi dari gereja Timur Asyria, jumlah anggota jemaat mereka di seluruh dunia adalah 323.300 jiwa.

 

3. Ortodoks Oriental (Anggota Jemaat: 76 Juta Jiwa)

Gereja Ortodoks Oriental adalah gereja-gereja di wilayah timur (oriental), terutama di Timur Tengah, yang memisahkan diri dari gereja Katolik pada tahun 451 Masehi.

Gereja-gereja ortodoks oriental terdiri dari 6 gereja yang masing-masing dipimpin oleh bishop/uskup yang kedudukannya setara (tidak ada pimpinan tertinggi seperti Paus di gereja Katolik).

Keenam gereja tersebut adalah: gereja Koptik (Mesir), Gereja Armenia, Gereja Antiokhia Siria, gereja Ethiopia, gereja Eritrea, dan gereja Malankara (India).

Seperti halnya gereja Katolik, gereja-gereja ini mengklaim bahwa mereka adalah gereja satu-satunya, yang kudus, katolik (umum), dan yang apostolik, yang didirikan oleh Tuhan Yesus, dan bahwa bishop-bishop mereka adalah para pengganti rasul-rasul.

Gereja-gereja ini memisahkan diri dari gereja Katolik karena tidak setuju dengan hasil konsili gereja di Kalsedon (Chalcedon)/konsili Kalsedon tahun 451 M.

Konsili Kalsedon, atau konsili ekumene keempat gereja, memutuskan bahwa Kristus mempunyai satu pribadi dengan dua natur yang berbeda, yakni yang ilahi dan yang insani, yang bersatu sedemikian tanpa terpisahkan, tetapi tidak berbaur.

Inilah yang disebut dengan istilah duopisit (Dyophysite).

Gereja-gereja Ortodoks Oriental menolak hal ini dan mengajukan pandangan monopisit (monophysite), atau belakangan memakai istilah miaphysite.

Monopisit berpandangan bahwa setelah berinkarnasi, Kristus hanya mempunyai satu (mono) natur, yakni natur ilahi atau natur ‘gabungan’ ilahi dan insani.

Gereja-gereja Ortodoks Oriental hanya mengakui tiga konsili gereja yang pertama (konsili Nicea, tahun 325 M, konsili Konstantinopel yang pertama, tahun 381, dan konsili Efesus, tahun 431), dan tidak mengakui konsili-konsili berikutnya, sejak konsili kekempat di Kalsedon.

Inilah yang membedakan gereja-gereja Ortodoks Oriental dari gereja Katolik.

Selain itu, ritual ibadah gereja-gereja Ortodoks Oriental juga berbeda dengan ritual ibadah gereja Katolik.

Jumlah anggota jemaat gereja-gereja Ortodoks Oriental di seluruh dunia adalah 76 juta jiwa.

Loading...

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!