7 Anggota Keluarga Yesus Yang Aktif Dalam Pelayanan

mother-and-brothers

Artikel ini akan membahas tentang anggota keluarga Yesus.

Ketika Yesus hidup dan melayani di bumi, Dia melibatkan beberapa anggota keluargaNya, beberapa di antaranya menjadi anggota “lingkaran dalam”, orang-orang yang paling dekat denganNya.

Beberapa anggota keluarga Yesus yang turut dalam pelayanan merupakan saudara kandungNya, seibu sebapa denganNya, yakni anak-anak Yusuf dengan Maria. Tentu Yesus bukan hasil hubungan biologis antara Yusuf dengan Maria. Namun secara hukum, Yusuf dan Maria adalah orang tuaNya di bumi, sehingga anak-anak Yusuf dengan Maria boleh dikatakan juga sebagai “saudara kandung”Nya.

Sedangkan sebagian lagi anggota keluargaNya tersebut merupakan saudara tidak kandung, yakni saudara ibuNya (tante) dan saudara sepupuNya.

Sebagian saudara-saudara Yesus ini terlibat secara langsung dalam pemberitaan Injil bersama dengan Yesus, sebagian lagi merupakan pendukung dalam hal keuangan dan  kebutuhan jasmani. Sedangkan sebagian lagi terlibat pemberitaan Injil setelah Yesus naik ke sorga, bahkan beberapa menjadi orang-orang penting di gereja Perjanjian Baru.

Berikut ketujuh anggota keluarga Yesus yang terlibat dalam pelayanan serta penjelasan singkat atas pelayanan mereka.

 

1. Salome (Tante)

Anggota keluarga Yesus pertama yang aktif dalam pelayanan adalah Salome.

Berdasarkan Markus 16:1 dan Matius 27:56, Salome adalah ibu Yohanes dan Yakobus (anak-anak Zebedeus). Dan jika dihubungkan dengan Yohanes 19:25, maka Salome adalah adik Maria, ibu Tuhan Yesus. Dengan demikian, Salome adalah tante Tuhan Yesus.

Di dalam Markus 15:40-41 dijelaskan bahwa Salome adalah salah satu perempuan yang berada di dekat salib Yesus, menyaksikan Yesus disalibkan dan wafat. Dijelaskan juga bahwa Salome, bersama perempuan-perempuan lainnya yang berada di dekat salib Yesus, telah mengikut dan melayani Yesus sejak dari Galilea.

Galilea adalah tempat Yesus dibesarkan dan menjadi markas pelayananNya, di mana sebagian besar waktuNya Ia pakai untuk melayani di situ. Sedangkan penyaliban terjadi di Yerusalem, wilayah Yudea.

Hal ini membuktikan bahwa Salome sudah cukup lama mengikut Yesus dalam pelayananNya memberitakan Injil. Salome setia melayani Yesus sejak di Galilea hingga Ia disalibkan di Yerusalem.

Salome terutama melayani dalam bantuan keuangan bagi rombongan Yesus dan murid-muridNya, seperti halnya para perempuan lainnya (Lukas 8:1-3).

Salome memang adalah perempuan yang cukup berada, sebab suaminya, Zebedeus, adalah nelayan yang mempunyai “orang-orang upahan” (Markus 1:20).

 

2. Yohanes (Sepupu)

Anggota keluarga Yesus lainnya yang aktif dalam pelayanan adalah Yohanes. [Baca: 12 Murid Yesus dan Akhir Hidup Mereka (1)].

Karena Salome adalah saudara ibu Yesus, dan Yohanes adalah anak Salome, maka tentu Yohanes adalah saudara sepupu Yesus.

Yohanes dikenal sebagai murid yang dikasihi Tuhan Yesus, yang bersandar dekat kepadaNya pada Perjamuan Paskah Terakhir (Yohanes 13:23). Bersama Petrus dan Yakobus saudaranya (lihat poin 2 di bawah), ia merupakan murid terdekat Yesus.

Yohanes adalah orang yang agresif dan mempunyai watak yang keras (Lukas 9:49-50). Namun kemudian ia berubah menjadi rasul yang penuh kasih, yang banyak menulis tentang kasih.

Yohaneslah satu-satunya murid yang berani tetap berdiri di dekat salib Tuhan Yesus, dan Ia menyerahkan ibuNya untuk diurus oleh Yohanes (Yohanes 19:26-27).

Di gereja mula-mula di Yerusalem, peran Yohanes cukup besar. Bersama Petrus ia menjadi pemimpin gereja terkemuka. Dan, bersama Petrus dan Yakobus saudara Tuhan Yesus, Yohanes adalah sokoguru jemaat mula-mula di Yerusalem (Galatia 2:9).

 

3. Yakobus (Sepupu)

Anggota keluarga Yesus berikutnya yang aktif dalam pelayanan adalah Yakobus.

Yakobus adalah saudara Yohanes, karena itu Yakobus juga adalah saudara sepupu Yesus.

Nama ayahnya adalah Zebedeus. Bersama saudaranya, Yohanes, ia dipanggil menjadi murid Tuhan Yesus ketika mereka sedang menjala ikan (Matius 4:21-22).

Tuhan Yesus menggelari Yakobus dan Yohanes sebagai Boanerges, yang berarti anak-anak guruh (Markus 3:17). Mungkin hal ini menunjukkan karakter mereka yang agresif dan berwatak keras.

Salah satu bukti kekerasan watak mereka adalah tatkala mereka mengusulkan kemusnahan suatu desa di Samaria, karena menolak Tuhan Yesus melewati wilayah mereka dalam perjalananNya menuju Yerusalem. Tetapi Tuhan Yesus menegur mereka atas hal ini (Lukas 9:51-56).

Bersama Petrus dan Yohanes, Yakobus adalah murid terdekat Tuhan Yesus, di mana hanya mereka bertiga yang diikutkan olehNya dalam beberapa peristiwa penting, seperti ketika Yesus dimuliakan di atas gunung (Matius 17:1).

Yakobus mati muda, di mana raja Herodes membunuhnya dengan pedang (Kisah Para Rasul 12:2). Dengan demikian Yakobus adalah martir pertama dari 12 murid Tuhan Yesus. Yudas Iskariot tentu lebih dulu meninggal daripada Yakobus, tetapi Yudas jelas bukanlah seorang martir (Baca juga: 7 Martir Terkenal Di Alkitab).

 

4. Yakobus (Adik)

Anggota keluarga Yesus lainnya yang aktif dalam pelayanan adalah Yakobus.

Ini bukanlah Yakobus saudara Yohanes ataupun Yakobus muda, yang juga merupakan salah satu dari 12 muridNya. Tetapi ini adalah Yakobus anak Yusuf dan Maria (Markus 6:3).

Karena itu, Yakobus adalah saudara kandung Tuhan Yesus, seibu sebapa denganNya. Bedanya, Tuhan Yesus dikandung dari Roh Kudus, bukan dari hubungan suami-istri antara Yusuf dengan Maria. Rasul Paulus dengan jelas menyebut Yakobus sebagai “saudara Tuhan Yesus” (Galatia 1:19).

Kendati demikian, Yakobus, beserta saudara-saudaraNya yang lain tidak percaya kepada Tuhan Yesus sebelum kebangkitanNya (Markus 3:21; Yohanes 7:3-5). Dari antara keluarga kandungNya, hanya Maria, ibuNya, yang percaya kepadaNya sebelum kebangkitanNya.

Hal ini juga diperkuat oleh fakta bahwa Yesus, sebelum kematianNya, menyerahkan ibuNya kepada Yohanes, murid yang dikasihiNya, bukan kepada saudara-saudaraNya (Yohanes 19:26-27).

Barulah setelah kebangkitanNya, Tuhan Yesus menampakkan diri kepada Yakobus. Penampakan ini rupanya bukan hanya membuat Yakobus menjadi percaya kepada Yesus sebagai Mesias dan Tuhan, tetapi juga menjadikannya seorang rasul (1 Korintus 15:7; Galatia 1:19).

Bersama Kefas (Petrus) dan Yohanes, Yakobus merupakan sokoguru jemaat Yerusalem (Galatia 2:9), bahkan pemimpin utama di gereja tersebut (Kisah Para Rasul 15:13).

Tradisi gereja juga mengatakan bahwa pemimpin utama gereja Yerusalem adalah Yakobus saudara Yesus, bukan Petrus. Ia memimpin gereja tersebut salama 30 tahun hingga ia mati martir sekitar tahun 62 Masehi.

Yakobus inilah yang menulis Kitab Yakobus, salah satu dari 66 kitab dari Alkitab.

 

5. Yudas (Adik)

Yudas adalah salah satu saudara Yesus yang aktif dalam pelayanan.

Ini bukanlah Yudas salah satu dari 12 murid Yesus, apalagi Yudas Iskariot, yang mengkhianatiNya. Ini adalah Yudas saudara Yakobus, anak Yusuf dan Maria (Markus 6:3).

Seperti telah disebutkan, saudara-saudara Yesus tidak percaya kepadaNya sebelum kebangkitanNya. Namun setelah kebangkitanNya, mereka semua percaya kepadaNya.

Namun tidak dijelaskan di Alkitab bagaimana Yudas menjadi percaya kepada Tuhan Yesus, apakah melalui sebuah penampakan seperti halnya kepada Yakobus, saudaranya?

Yang jelas, Yudas kemudian menjadi percaya kepadaNya dan aktif melayaniNya. Hal ini terbukti bahwa ia menjadi penulis Kitab Suci, yakni kitab Yudas. Dalam kitabnya tersebut, Yudas memperkenalkan dirinya sebagai “hamba Yesus Kristus dan saudara Yakobus.” (Yudas 1:1).

Kendati pada masa itu ada beberapa orang yang memakai nama Yakobus, tetapi karena hanya satu Yakobus yang terkenal dan paling berpengaruh pada masa itu (lihat poin 4 di atas), maka bisa disimpulkan bahwa Yakobus anak Yusuf dan Marialah yang dimaksud.

Sekalipun tidak dijelaskan di Alkitab bagaimana pelayanan Yudas setelah kebangkitan Yesus, namun mengingat dia adalah seorang penulis Kitab Suci, maka kita dapat menyimpulkan bahwa pengaruhnya sangat besar di antara gereja mula-mula. Nada tulisannya juga mengindikasikan bahwa ia seorang pemimpin yang berpengaruh terhadap para pembaca suratnya.

Lagipula dalam 1 Korintus 9:5 disebutkan tentang saudara-saudara Yesus yang bepergian memberitakan Injil (lihat poin 6 di bawah).

 

6. Yusuf (Adik)

Anggota keluarga Yesus selanjutnya yang aktif dalam pelayanan adalah Yusuf.

Yusuf adalah saudara Yesus yang lain, anak biologis Yusuf dan Maria (Matius 13:55). Dalam Markus 6:3, namanya disebut Yoses.

Seperti telah dijelaskan, saudara-saudara Yesus tidak percaya kepadaNya sebelum kebangkitanNya. Namun setelah kebangkitanNya, mereka semua percaya kepadaNya.

Demikianlah dengan Yusuf, ia kemudian percaya kepada Yesus, saudaranya, sebagai Mesias. Hal ini tampak dari fakta bahwa saudara-saudara Tuhan Yesus, termasuk Yusuf, turut berdoa di Yerusalem untuk pencurahan Roh Kudus, setelah Yesus naik ke sorga (Kisah Para Rasul 1:14).

Saudara-saudara Yesus ini kemudian aktif juga melayani dengan bepergian ke berbagai tempat untuk memberitakan Injil.

Hal ini bisa dilihat ketika rasul Paulus menyinggung tentang “saudara-saudara Tuhan” yang melakukan perjalanan pemberitaan Injil dengan membawa istri mereka masing-masing (1 Korintus 9:5). Tentu yang dimaksud rasul Paulus dengan “saudara-saudara Tuhan” di sini adalah keempat anak laki-laki Yusuf dan Maria (Matius 13:55), termasuk Yusuf di antaranya.

Jadi kendati namanya tidak disebut secara langsung, Yusuf saudara Yesus juga aktif dalam pelayanan setelah kebangkitan dan kenaikanNya ke sorga.

 

7. Simon (Adik)

Anggota keluarga Yesus terakhir yang aktif dalam pelayanan adalah Simon.

Simon juga adalah saudara Yesus, saudara seibu sebapa dengan Yakobus, Yudas, dan Yusuf (Matius 13:55).

Kendati pada masa pelayanan Yesus, Simon belum percaya kepadaNya, namun setelah kebangkitanNya, Simon kemudian percaya juga kepada Yesus dan aktif dalam pelayanan.

Seperti telah disebut di atas, Simon juga terlibat dalam doa untuk menanti-nantikan pencurahan Roh Kudus pada Hari Pentakosta.

Kemudian ia juga ikut bepergian memberitakan Injil ke berbagai tempat, mungkin dengan membawa istrinya, seperti yang tampak dari perkataan rasul Paulus yang telah dikutip di atas (lihat poin 6 di atas).

Dengan demikian, semua saudara laki-laki Yesus pada akhirnya aktif dalam pelayanan, sekalipun sebelumnya mereka sangat menentang Yesus, bahkan menganggapNya sudah tidak waras lagi (Markus 3:21).

Namun demikian, (mungkin di luar dugaan kita) Maria ibu Yesus tampaknya tidak aktif melayani bersamaNya, kendati cukup sering ia disebutkan di Alkitab.

Misalnya, Maria hadir dalam pesta pernikahan di Kana, di mana Yesus membuat mujizat pertamaNya (Yohanes 2:1-11); berada di dekat salib Yesus ketika Ia disalibkan (Yohanes 19:25); serta ikut berdoa selama sepuluh hari untuk menantikan pencurahan Roh Kudus (Kisah Para Rasul 1:14).

Namun dalam Kitab-kitab Injil (yang mencatat masa hidup dan pelayanan Yesus) atau pun dalam Kitab Kisah Para Rasul (yang mencatat kelahiran, perkembangan dan pelayanan gereja), Maria tidak dicatat terlibat aktif dalam pelayanan.

 

Itulah 7 anggota keluarga Yesus yang aktif dalam pelayanan.

 

Jika artikel ini memberkati Anda, jangan lupa untuk membagikannya kepada rekan-rekan jejaring sosial Anda (facebook, twitter, google plus, whatsapp, dll) melalui tombol share yang tersedia pada artikel ini.

 

Anda juga dapat memberikan tanggapan, komentar, saran atau pertanyaan seputar artikel ini pada kolom komentar yang tersedia di bawah. Tetapi semua komentar harus dimoderasi terlebih dahulu, dan hanya komentar yang memenuhi syarat yang akan dipublikasikan.

 

Silakan juga bergabung dengan Fans Page Facebook Rubrik Kristen dengan cara mengklik “Like” atau “Sukai” pada Fans Page Facebook Rubrik Kristen di situs ini, sehingga Anda selalu mendapat info artikel-artikel terbaru dari situs ini. Terima kasih. GBU.

2 Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!