Loading...

7 Ayat Alkitab Yang Menentang Korupsi

Loading...

 

4. Pemerasan Dan Suap Membodohkan Orang

Ayat Alkitab selanjutnya yang menentang korupsi adalah Pengkhotbah 7:7.

“Sungguh, pemerasan membodohkan orang berhikmat, dan uang suap merusakkan hati.”(Pengkhotbah 7:7)

Ayat ini menjelaskan bahwa uang/barang/fasilitas yang didapat dari hasil suap akan membuat penerimanya menjadi bodoh.

Suap merusak seseorang yang menerimanya.

Sekalipun seorang pemimpin atau hakim adalah seorang yang berhikmat, cerdas, atau berpendidikan tinggi, namun ia akan menjadi bodoh jika menerima suap.

Mengapa?

Karena jika dia menerima suap, maka semua kepintarannya itu tidak terpakai lagi, ia menjadi tertawan oleh si pemberi suap.

Hati nuraninya juga menjadi rusak.

Sebab, meskipun ia tahu bahwa si A benar-benar bersalah, namun ia terpaksa mengatakannya benar karena uang suap yang telah diterimanya.

 

5. Tuhan Membalas Orang Yang Menerima Suap

Ayat Alkitab berikutnya yang menentang korupsi adalah Yesaya 1:23-24.

“Para pemimpinmu adalah pemberontak dan bersekongkol dengan pencuri. Semuanya suka menerima suap dan mengejar sogok. Mereka tidak membela hak anak-anak yatim, dan perkara janda-janda tidak sampai kepada mereka. Sebab itu demikianlah firman Tuhan, TUHAN semesta alam, Yang Mahakuat pelindung Israel; Ha, Aku akan melampiaskan dendam-Ku kepada para lawan-Ku, dan melakukan pembalasan kepada para musuh-Ku.” (Yesaya 1:23-24)

Ayat ini merupakan firman Tuhan yang disampaikan oleh nabi Yesaya kepada bangsa Yehuda (Israel Selatan).

Dalam ayat ini dijelaskan perbuatan para pemimpin Yehuda yang suka menerima suap dan uang sogokan.

Akibatnya mereka tidak membela perkara orang-orang lemah, seperti para janda dan anak yatim, melainkan membela para penyuap mereka.

Karena hal ini maka Tuhan murka. Ia akan membalas perbuatan para pemimpin Yehuda yang korup tersebut.

Sebab Tuhan sangat benci perbuatan korupsi seperti suap.

 

6. Orang Yang Menerima Suap Akan Tuhan Hukum

Ayat Alkitab lainnya yang menentang korupsi adalah Yesaya 5:22-24.

“Celakalah mereka yang menjadi jago minum dan juara dalam mencampur minuman keras; yang membenarkan orang fasik karena suap dan yang memungkiri hak orang benar. Sebab itu seperti lidah api memakan jerami, dan seperti rumput kering habis lenyap dalam nyala api, demikian akar-akar mereka akan menjadi busuk, dan kuntumnya akan beterbangan seperti abu, oleh karena mereka telah menolak pengajaran TUHAN semesta alam dan menista firman Yang Mahakudus, Allah Israel.” (Yesaya 5:22-24)

Seperti ayat sebelumnya, dalam poin 5 di atas, ayat ini juga merupakan firman Tuhan yang disampaikan oleh nabi Yesaya kepada bangsa Yehuda.

Ayat ini juga menggambarkan sifat koruptif dari para pemimpin Yehuda pada zaman nabi Yesaya.

Mereka suka menerima suap untuk membenarkan orang fasik/jahat dan mengabaikan orang benar.

Akibatnya adalah murka Tuhan yang turun atas mereka.

Melalui nubuat nabi Yesaya, Tuhan akan menghukum perbuatan para pemimpin Yehuda yang suka menerima suap (korupsi).

Tidak pasti apakah para pemimpin Yehuda yang disebut dalam poin 5 dan 6 di atas (dalam nubuat nabi Yesaya) adalah orang-orang yang sama.

Sebab nabi Yesaya bernubuat/melayani dalam rentang waktu yang sangat panjang, sekitar 50 tahun, dalam pemerintahan 4 raja Yehuda yang berbeda (Yesaya 1:1).

 

7. Tuhan Menghukum Orang-Orang Yang Menerima Suap Untuk Membunuh

Ayat Alkitab terakhir yang menentang korupsi adalah Yehezkiel 22:12, 15.

“Padamu orang menerima suap untuk mencurahkan darah, engkau memungut bunga uang atau mengambil riba dan merugikan sesamamu dengan pemerasan, tetapi Aku kaulupakan, demikianlah firman Tuhan ALLAH…. Aku akan menyerakkan engkau di antara bangsa-bangsa dan menghamburkan engkau ke semua negeri dan Aku akan mengikis kenajisanmu dari padamu.” (Yehezkiel 22:12, 15)

Ayat ini merupakan firman Tuhan yang disampaikan oleh nabi Yehezkiel kepada bangsa Yehuda (Israel Selatan).

Dalam ayat ini digambarkan sifat para pemimpin Yehuda yang korupsi.

Antara lain menerima suap untuk membunuh orang lain, yang merupakan perbuatan yang sangat keji (lihat poin 2 di atas).

Kemudian memeras sesama orang Israel dengan riba/bunga uang, yang dilarang dalam Imamat 25:36-37.

Akibatnya adalah hukuman Tuhan yang tak terelakkan bagi mereka.

Ayat dalam kitab Yehezkiel ini jelas merupakan bukti bahwa Tuhan membenci perbuatan korupsi, sebagaimana dengan perbuatan dosa lainnya.

Ayat ini jelas menentang/melarang korupsi.

 

Itulah 7 ayat Alkitab yang menentang perbuatan  korupsi.

 

Jika artikel ini memberkati Anda, jangan lupa untuk membagikannya kepada rekan-rekan jejaring sosial Anda (facebook, twitter, google plus, whatsapp, dll) melalui tombol share yang tersedia pada artikel ini.

 

Anda juga dapat memberikan tanggapan, komentar, saran atau pertanyaan seputar artikel ini pada kolom komentar yang tersedia di bawah. Tetapi semua komentar harus dimoderasi terlebih dahulu, dan hanya komentar yang memenuhi syarat yang akan dipublikasikan.

 

Silakan juga bergabung dengan Fans Page Facebook Rubrik Kristen dengan cara mengklik “Like” atau “Sukai” pada Fans Page Facebook Rubrik Kristen di situs ini, sehingga Anda selalu mendapat info artikel-artikel terbaru dari situs ini. Terima kasih. GBU.

 

 

Loading...

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!