7 Bait Allah Di Alkitab Dan Penjelasannya

 

Bait Allah di Alkitab atau Bait Suci umumnya adalah pusat ibadah bangsa Israel, dan menjadi salah satu ciri khas mereka sebagai umat pilihan Allah, yang membedakan mereka dari bangsa-bangsa lainnya.

Bait Allah di Alkitab adalah tempat bangsa Israel beribadah setiap hari, dan menjadi pusat perayaan hari-hari raya mereka.

Bait Allah di Alkitab adalah Rumah Allah, tempat di mana Allah berkenan diam di dalam sebuah bangunan buatan manusia. Bait Allah adalah lambang kehadiran Allah di tengah-tengah umatNya, bangsa Israel.

Karena itulah Bait itu disebut juga Bait Suci, ia suci karena di dalamnya tinggal Yang Mahasuci, Allah Sang Pencipta semesta alam.

Bait Allah terdapat di kota Yerusalem, ibu kota Israel/Yehuda. Hal ini menjadikan Yerusalem menjadi sangat penting, sebab bukan saja menjadi pusat pemerintahan, tempat raja-raja Israel/Yehuda tinggal, tetapi juga menjadi pusat ibadah, tempat Allah berdiam.

Itulah sebabnya kota Yerusalem disebut sebagai kota kudus. (Baca: 10 Fakta Tentang Yerusalem Yang Perlu Anda Tahu)

Bait Allah itu umumnya terdiri dari tiga bagian utama, yakni: pelataran, ruang kudus dan ruang maha kudus.

Di masing-masing bagian Bait Suci tersebut terdapat beberapa benda yang dipakai untuk melakukan upacara ibadah.

Di bagian pelataran atau halaman Bait Suci, ada dua benda penting.

Pertama, mezbah korban bakaran, yang dipakai untuk membakar korban-korban hewan (kambing, domba, sapi).

Kedua, bejana pembasuhan, yakni tempat menampung air yang dipakai oleh imam-imam untuk membersihkan korban-korban bakaran dan untuk membersihkan diri mereka sendiri sebelum masuk ke ruang kudus.

Di ruang kudus Bait Allah ada tiga benda penting.

Pertama, meja roti sajian, yang dipakai untuk mempersembahkan/menyajikan 12 potong roti. Ke-12 roti tersebut mewakili setiap suku Israel dari 12 suku.

Kedua, mezbah ukupan, yang dipakai untuk mempersembahkan ukupan yang terbuat dari berbagai macam rempah-rempah, dibakar dan mengeluarkan asap.

Ketiga, menorah, atau kaki dian, atau kandil bercabang 7, yang dinyalakan dengan memakai minyak zaitun.

Sedangkan di dalam ruang maha kudus Bait Allah, hanya satu benda yang ada, yakni tabut perjanjian. Tabut perjanjian adalah kotak persegi empat yang terbuat dari kayu penaga dan dilapisi dengan emas.

Tabut perjanjian secara khusus adalah lambang kehadiran Tuhan, sekalipun secara keseluruhan Bait Suci juga merupakan lambang kehadiran Tuhan.

Di dalam tabut perjanjian tersebut, dalam perjalanannya kemudian, terdapat tiga benda, yakni: dua loh batu berisi sepuluh firman Tuhan, buli-buli emas berisi manna, dan tongkat Harun yang berbunga (Ibrani 9:4).

Pelataran Bait Allah diperuntukkan bagi umat, setiap orang Israel bisa masuk ke dalamnya. Sedangkan ruang kudus diperuntukkan hanya bagi imam-imam untuk melakukan upacara ibadah setiap harinya.

Sementara ruang maha kudus hanya boleh dimasuki oleh imam besar untuk mengadakan upacara pendamaian dosa dengan memerciki darah hewan ke atas tabut perjanjian, yang dilakukan setiap tahun, yakni pada Hari Raya Pendamaian atau Yom Kippur.

Alkitab menyebut ada 7 Bait Allah, baik secara jasmani maupun secara rohani, di Perjanjian Lama maupun di Perjanjian Baru.

Berikut ketujuh Bait Allah di Alkitab dan penjelasannya.

 

1. Kemah Suci Musa

Bait Allah berawal atas perintah Tuhan kepada Musa, yang membawa bangsa Israel keluar dari Mesir menuju Tanah Perjanjian.

Di padang gurun, dalam perjalanan dari Mesir ke Tanah Perjanjian, Tuhan memerintahkan Musa untuk mendirikan sebuah kemah sebagai tempat bagi bangsa Israel untuk bertemu dengan Tuhan.

Karena itu kemah ini kemudian disebut sebagai Kemah Pertemuan atau Kemah Suci, atau Tabernakel.

Seperti namanya, tempat ibadah tersebut terbuat dari kemah atau tenda, yang dipatok dengan kayu-kayu.

Tuhan memerintahkan langsung ukuran kemah tersebut dan bahan-bahan yang dipakai untuk membuatnya. Tuhan juga memerintahkan untuk membuat berbagai perlengkapan ibadahnya, seperti yang telah disebut di atas: mezbah korban bakaran, bejana pembasuhan, dll (lihat bagian pendahuluan artikel ini).

Pembangunan kemah suci ini dan bagian-bagiannya, serta perabot-perabotnya dicatat dalam Keluaran 35-40.

Kemah ini dibangun secara semi permanen, dan bisa dibongkar pasang. Ketika bangsa Israel bergerak maju ke sebuah tempat, dalam perjalanan menuju Tanah Perjanjian, maka kemah tersebut dibongkar dan dibawa. Ketika mereka berkemah di sebuah tempat, maka mereka memasang kembali kemah tersebut.

Karena bangsa Israel mengembara di padang gurun selama 40 tahun, sampai mereka tiba di Tanah Perjanjian, maka selama itu jugalah kemah pertemuan itu ada, yakni sekitar 40 tahun.

Kemah pertemuan ini berakhir ketika bangsa Israel tiba di tanah perjanjian.

Kemah ini memang tidak disebut sebagai Bait Suci atau Bait Allah, tetapi kemah pertemuan atau kemah suci. Namun, fungsinya sama persis seperti Bait Suci pada umumnya. Yang membedakan hanyalah bangunannya yang belum permanen.

Kemah Suci Musa adalah dasar bagi Bait Suci-Bait Suci selanjutnya.

 

2. Bait Allah Salomo

Ketika bangsa Israel telah bermukim di Tanah Kanaan, atau Tanah Perjanjian, maka mereka membangun Bait Allah yang permanen. Namun Bait Suci ini dibangun tidak segera setelah mereka tinggal di Tanah Kanaan, tetapi ratusan tahun kemudian.

Bait Allah ini dibangun oleh Salomo, raja Israel saat itu, satu dari 10 Raja Israel Terbesar Di Alkitab.

Bait Allah ini disebut juga sebagai Bait Allah pertama. Sebab, seperti telah dijelaskan, Kemah Suci Musa belum disebut sebagai bait.

Bagian-bagian dari Bait Suci pertama ini sama dengan kemah suci Musa. Terdiri dari tiga bagian utama: pelataran, ruang kudus dan ruang maha kudus. Hanya saja bangunan Bait Suci Salomo ini jauh lebih besar dan lebih indah.

Tabut perjanjian zaman Musa dimasukkan oleh Salomo ke dalam ruang maha kudus. Jadi, tidak seperti perabot-perabot Bait Allah lainnya, Salomo tidak membuat tabut perjanjian yang baru (1 Raja-raja 5-8).

Bait Allah ini dibangun di atas gunung Moria, tempat Abraham mempersembahkan Ishak (Kejadian 22). Ini juga tempat Daud membangun mezbah setelah Tuhan menulahi bangsa Israel akibat dosa Daud menghitung laskar Israel, yang berarti ia mengandalkan laskarnya itu, bukan Tuhan (2 Samuel 24).

Jadi tempat Salomo membangun Bait Allah ini adalah tempat bersejarah, dan sangat disakralkan oleh bangsa Israel.

Namun sayang, akibat dosa Salomo yang menyembah berhala, Bait Suci ini kemudian dihancurkan oleh Nebukadnezar, raja Babel, dan orang Israel/Yehuda dibuang ke Babel selama 70 tahun (2 Raja-raja 25).

Tabut perjanjian juga diambil atau dirusak oleh bangsa Babel, dan sejak saat itu dan seterusnya, tidak ada lagi tabut perjanjian di Bait Allah berikutnya.

Penghancuran Bait Allah ini adalah atas seijin Tuhan sebagai hukumanNya atas dosa Salomo, serta dosa-dosa raja-raja Yehuda berikutnya dan dosa-dosa bangsa Yehuda.

 

3. Bait Allah Yehezkiel

Ketika bangsa Yehuda sedang berada di dalam pembuangan di Babel, Tuhan “memperlihatkan” sebuah Bait Suci kepada Yehezkiel, satu dari 10 Nabi Terbesar Di Perjanjian Lama.

Tuhan memerintahkan nabi Yehezkiel mengukur Bait Suci itu serta bagian-bagiannya, dan dia mengukurnya secara rinci, beserta bagian-bagiannya.

Dari segi ukuran, Bait Allah ini lebih besar daripada Bait Allah Salomo. Namun secara umum sama, terdiri dari tiga bagian utama: pelataran, ruang kudus, dan ruang maha kudus.

Bait Allah ini, yang baru sebatas penglihatan, dicatat secara panjang lebar oleh nabi Yehezkiel dalam beberapa pasal kitabnya (Yehezkiel 40-47).

Maksud Bait Allah ini Tuhan perlihatkan kepada nabi Yehezkiel di pembuangan, adalah untuk memberikan penghiburan bagi umat Israel yang terbuang dan yang tidak lagi memiliki Bait Allah.

Maksudnya adalah bahwa sekalipun bangsa Israel ada di pembuangan dan tanpa Bait Suci, namun suatu saat nanti mereka akan kembali ke negeri mereka dan akan memiliki Bait Allah lagi di Yerusalem.

Jadi Bait Allah Yehezkiel ini adalah unik dibanding Bait Allah yang lain, sebab bait itu baru ada dalam sebuah penglihatan, belum dalam wujud yang nyata, tetapi kelak akan terwujud.

Kapankah Bait Allah ini terwujud?

Ada beberapa pandangan yang berbeda tentang hal ini. Tetapi kemungkinan besar Bait Allah Yehezkiel ini adalah Bait Allah yang kelak akan dibangun pada akhir zaman (lihat poin 6 di bawah).

 

4. Bait Allah Zerubabel

Bait Allah ini adalah Bait Allah yang dibangun oleh Zerubabel, bupati Yehuda pada saat itu.

Setelah bangsa Israel kembali dari pembuangan, mereka membangun kembali Bait Allah yang baru, untuk menggantikan Bait Allah yang telah dihancurkan oleh bangsa Babel.

Bait Allah ini juga sering disebut sebagai Bait Allah kedua.

Pembangunan Bait Allah kedua ini mendapat dukungan dari Koresh, Darius, dan Arthasasta, raja-raja Persia.

Saat itu bangsa Israel memang telah menjadi bawahan bangsa Persia, yang menaklukkan bangsa Babel. (Baca: 5 Kerajaan Dalam Penglihatan Daniel Dan Penjelasannya)

Namun pembangunan Bait Allah ini sempat terhenti, salah satunya karena mendapat perlawanan dari musuh-musuh bangsa Yahudi, tetapi akhirnya dapat selesai oleh dorongan-dorongan yang diberikan oleh nabi Hagai dan nabi Zakharia (Ezra 3-6; Hagai 1-2).

Bait Suci Zerubabel ini berada di bekas Bait Suci pertama yang dibangun oleh raja Salomo. Dan bagian-bagiannya juga sama. Tetapi bedanya, di dalam Bait Suci ini tidak ada lagi tabut perjanjian, yang hilang/hancur saat penghancuran Bait Suci Salomo. (lihat poin 2 di atas).

Tidak banyak yang dapat diketahui dari Bait Allah ini, seperti ukurannya dan perabot-perabotnya. Karena Alkitab tidak terlalu banyak membahasnya. Tetapi rupanya Bait Suci ini tidak bisa menyamai Bait Suci Salomo dari segi besarnya dan indahnya, yang membuat hati orang Israel sedih (Ezra 3:12; Hagai 2:4).

Bait Suci Zerubabel ini pernah dinajiskan oleh Antiokhus Epifanes, raja Yunani-Siria yang fasik, dengan menaruh patung babi di dalamnya. Tetapi melalui peperangan, bangsa Yahudi berhasil merebut kembali Bait Allah ini dan membersihkannya.

Inilah yang disebut dengan Pentahbisan Bait Allah, yang kemudian menjadi salah satu dari 10 Hari Raya Israel Di Alkitab.

Bait Allah ini mampu bertahan hingga 500 tahun sebelum direnovasi/dibangun ulang oleh Herodes (lihat poin 5 di bawah).

 

5. Bait Allah Herodes

Bait Allah Zerubabel direnovasi secara besar-besaran/dibangun ulang oleh Herodes Agung, raja Yahudi boneka Romawi.

Tetapi Herodes membangun Bait Allah ini bukan karena ia cinta Tuhan atau karena rindu menyembah Tuhan, melainkan untuk mengambil hati orang-orang Yahudi yang membencinya.

Herodes memang terkenal sangat jahat sehingga dibenci oleh bangsa Israel. Salah satu kejahatan Herodes Agung yang terkenal adalah membunuh bayi-bayi Israel di Betlehem, karena ia tidak ingin disaingi oleh bayi Yesus, raja Yahudi yang baru lahir itu. (Baca: 10 Pemeran Utama Dalam Peristiwa Natal Di Alkitab)

Bait Suci ini mengalami perluasan secara signifikan, dan bangunannya sangat indah. Bait Suci ini belum selesai sepenuhnya dibangun selama 46 tahun! (Yohanes 2:20).

Dibangun mulai tahun 19 SM, Bait Allah ini baru selesai seluruhnya pada tahun 66 Masehi.

Karena indahnya bangunan Bait Allah ini, maka tidak heran banyak orang yang mengaguminya, termasuk para murid Tuhan Yesus (Markus 13:1).

Inilah Bait Allah pada zaman Perjanjian Baru. Di Bait Allah ini juga Tuhan Yesus beribadah dan mengajar setiap hari.

Inilah Bait Suci yang pernah dibersihkan oleh Tuhan Yesus. Karena fungsinya sebagai tempat beribadah telah disalahgunakan oleh orang-orang Yahudi pada masa itu untuk berdagang dan mencari untung (Matius 21).

Ketika Yesus mati di kayu salib, maka tabir Bait Suci ini, yang memisahkan ruang kudus dengan ruang maha kudus, terbelah dua dari atas ke bawah (Matius 27:51).

Hal ini rupanya punya makna bahwa sekarang telah tersedia jalan bagi orang percaya untuk masuk ke ruang maha kudus bertemu dengan Allah Bapa, yang dimungkinkan oleh pengorbanan Yesus Kristus di kayu salib.

Jika sebelumnya hanya imam besar yang boleh masuk ke ruang maha kudus untuk bertemu dengan Tuhan, maka sekarang semua orang percaya dapat memasukinya, yakni bertemu langsung dengan Tuhan lewat ibadah kita, tanpa perantaraan imam besar.

Semasa hidupNya, Tuhan Yesus menubuatkan bahwa suatu saat Bait Suci ini akan dihancurkan dan diratakan dengan tanah (Matius 24:1-2). Hal ini disebabkan oleh pemberontakan bangsa Israel kepada Allah, yang berpuncak pada penolakan dan penyaliban Yesus yang adalah Mesias mereka sendiri.

Nubuat ini benar-benar digenapi 40 tahun kemudian, ketika pada tahun 70 Masehi, di bawah Jenderal Titus, orang-orang Yahudi dianiaya dan dibunuh oleh orang Romawi serta Bait Suci mereka dihancurkan. (Baca: 10 Hukuman Tuhan Terbesar Kepada Manusia)

Dan sejak itu sampai sekarang Bait Allah itu belum pernah didirikan lagi. Saat ini bangsa Israel hanya beribadah di Tembok Ratapan atau Tembok Barat, di sekitar reruntuhan Bait Suci mereka.

Sebab di reruntuhan Bait Suci tersebut kini telah berdiri masjid, Dome of The Rock (kubah emas), dekat masjid Al Aqsa, yang dibangun oleh orang Muslim Arab pada abad 7 Masehi ketika mereka berhasil menguasai Yerusalem.

Pada masa kini orang Yahudi sedang menantikan pembangunan kembali Bait Suci mereka (lihat poin 6 di bawah).

 

6. Bait Allah Ketiga

Pada akhir zaman, Bait Suci Yahudi akan dibangun kembali. Inilah Bait Allah ketiga, setelah Bait Allah Salomo dan Bait Allah Zerubabel.

Tuhan Yesus mengatakan kepada murid-muridNya bahwa pada akhir zaman, Pembinasa Keji atau antikris akan masuk ke Bait Suci dan menasjiskannya (Matius 24:15).

Hal senada disampaikan oleh rasul Paulus, ia mengatakan bahwa pada akhir zaman, antikris, yang disebut juga Manusia Durhaka, akan duduk di bait Allah dan menyatakan dirinya sebagai Allah (2 Tesalonika 2:3-4). (Baca: 10 Fakta Tentang Antikris Yang Perlu Anda Ketahui)

Demikian juga dengan rasul Yohanes, ia “melihat” tentang adanya Bait Allah pada akhir zaman (Wahyu 11:1).

Hal-hal ini semua membuktikan bahwa sebuah Bait Suci Yahudi akan dibangun kembali suatu saat nanti.

Bahwa Bait Allah ketiga akan dibangun kembali, juga sesuai dengan keyakinan orang-orang Yahudi saat ini.

Orang Yahudi masa kini berencana untuk membangun kembali Bait Allah mereka di Yerusalem, di tempat di mana Bait Suci mereka yang sudah hancur berdiri. Mereka membangunnya berdasarkan Bait Allah yang dilihat oleh nabi Yehezkiel (lihat poin 3 di atas).

Kapan Bait Allah ini akan dibangun? Setelah segala sesuatunya telah “siap”.

Kini orang Yahudi telah menggali terowongan di dekat Masjid Dome of the Rock, yang mereka yakini sebagai tempat reruntuhan Bait Allah mereka.

Konon mereka sedang mencari batu penjuru (fondasi dasar bangunan) Bait Allah itu. Jika mereka telah menemukannya maka mereka akan membangun Bait Allah mereka.

Tentu saja hal ini akan menyulut peperangan besar, perang dunia ketiga, karena pasti akan mendapat penolakan keras dari pihak Muslim.

Sebab masjid mereka akan dihancurkan untuk membangun Bait Allah Yahudi (jika benar di bawah masjid tersebut ditemukan batu penjuru Bait Allah dulu), atau jika orang Yahudi membangun Bait Allah mereka di sekitar masjid itu (jika batu penjuru itu ditemukan di sekitar masjid Dome of the Rock, bukan di bawah masjid tersebut).

Pembangunan Bait Allah Yahudi ini akan menjadi pertanda bahwa kedatangan Yesus kedua kali semakin dekat. Sebab hal itu berarti antikris akan datang, yang berarti juga kedatangan Yesus sudah semakin dekat (Baca: 10 Peristiwa Terpenting Yang Akan Terjadi Pada Akhir Zaman).

Namun pada akhirnya, Bait Allah ini pun akan dihancurkan, karena di sorga tidak ada Bait Alah, seperti yang dilihat oleh rasul Yohanes (Wahyu 21:22), karena memang tidak dibutuhkan lagi.

 

7. Bait Allah Rohani (Gereja)

Bait Allah ketujuh atau terakhir yang disebut di Alkitab adalah Bait Suci rohani atau gereja.

Gereja yang dimaksud di sini tentu bukanlah bangunannya atau organisasinya, tetapi kumpulan orang-orang percaya.

Bahwa gereja adalah Bait Allah jelas dari perkataan rasul Paulus kepada jemaat di Korintus (1 Korintus 3:16-17).

Demikian juga yang dikatakannya kepada jemaat di Efesus (Efesus 2:21-22).

Hal senada dikatakan oleh rasul Petrus, bahwa orang percaya adalah batu-batu kudus yang dipakai Allah untuk membangun rumah rohani (1 Petrus 2:5).

Karena itu orang Kristen tidak lagi membutuhkan Bait Allah berupa bangunan yang dipakai untuk mempersembahkan korban-korban kepada Allah.

Tetapi tubuhnya sendirilah Bait Allah, tempat kediaman Allah, yang harus kudus dan mempersembahkan diriNya kepada Allah, sebagai persembahan yang terindah (1 Korintus 6:19-20).

Jadi orang Kristen disebut Bait Allah karena orang Kristen merupakan tempat kediaman Allah atau Roh Kudus.

Sekalipun Bait Allah ketiga akan dibangun kembali, tetapi itu hanya berlaku bagi orang Yahudi untuk sementara waktu, sebelum mereka akhirnya dipulihkan dan diselamatkan (Roma 11).

Bait Allah tersebut bukan untuk orang Kristen.

Sesungguhnya, Bait Allah dan segala ritual ibadahnya telah digenapi oleh pengorbanan Yesus di kayu salib. Itulah sebabnya Ia disebut sebagai Imam Besar Agung, yang telah mempersembahkan diriNya sendiri sekali untuk selamanya bagi pengampunan dosa manusia (Ibrani 10).

 

Itulah 7 Bait Allah di Alkitab, di Perjanjian Lama dan di Perjanjian Baru.

 

Jika artikel ini memberkati Anda, jangan lupa untuk membagikannya kepada rekan-rekan jejaring sosial Anda (facebook, twitter, google plus, whatsapp, dll) melalui tombol share yang tersedia pada artikel ini.

 

Anda juga dapat memberikan tanggapan, komentar, saran atau pertanyaan seputar artikel ini pada kolom komentar yang tersedia di bawah. Tetapi semua komentar harus dimoderasi terlebih dahulu, dan hanya komentar yang memenuhi syarat yang akan dipublikasikan.

 

Silakan juga bergabung dengan Fans Page Facebook Rubrik Kristen dengan cara mengklik “Like” atau “Sukai” pada Fans Page Facebook Rubrik Kristen di situs ini, sehingga Anda selalu mendapat info artikel-artikel terbaru dari situs ini. Terima kasih. GBU.

 

 

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!