Categories: KRISTOLOGI

7 Bukti Kebangkitan Yesus Menurut Alkitab

Artikel ini membahas tentang 7 bukti kebangkitan Yesus menurut Alkitab Perjanjian Baru.

Kebangkitan Yesus adalah suatu hal yang sangat penting bagi orang Kristen.

Sebab melalui kebangkitanNyalah orang percaya mengalami secara penuh anugerah Allah yang besar bagi manusia berdosa, yakni keselamatan.

Bukan hanya itu, kekristenan juga dibangun di atas fakta kebangkitan Yesus.

Baca juga: 10 Bukti Alkitab Bahwa Yesus Adalah Mesias

Tanpa kebangkitan Yesus tidak ada kekristenan atau gereja.

Juga Alkitab Perjanjian Baru (yang merupakan bagian utama dari Kitab Suci Kristen) mustahil ada tanpa kebangkitan Tuhan Yesus dari kematian.

Sebab semua kitab-kitab Perjanjian Baru ditulis setelah kebangkitan Tuhan Yesus.

Kendati demikian, ada juga pihak yang tidak percaya pada kebangkitan Tuhan Yesus, sekalipun mereka percaya pada kematian Yesus.

Baca juga: 10 Bukti Alkitab Bahwa Yesus Adalah Tuhan

(Orang yang tidak percaya pada kematian Yesus sudah pasti tidak percaya pada kebangkitanNya).

Pada masa-masa awal kebangkitan Yesus, pihak yang tidak percaya pada kebangkitan Tuhan Yesus adalah orang-orang Yahudi.

Sedangkan pada masa kini adalah orang-orang skeptis di antara orang terpelajar di Eropa dan Amerika ataupun para teolog liberal.

Baca juga: 10 Bukti Alkitab Tentang Ajaran Allah Tritunggal

Mereka mengajukan beberapa alasan yang sebenarnya tidak masuk akal dan karenanya mudah dipatahkan.

Misalnya: para murid Yesus pergi ke kubur yang kosong, mayat Yesus dicuri murid-muridNya, Yesus hanya pingsan, dll.

Baca juga: 7 Bukti Keilahian Yesus Di Perjanjian Lama

Namun Alkitab memiliki banyak fakta yang membuktikan bahwa Tuhan Yesus benar-benar bangkit dari kematian.

Dalam artikel ini akan didaftarkan 7 bukti kebangkitan Yesus menurut Alkitab Perjanjian Baru dan penjelasannya.

Berikut pembahasannya.

 

1. Kubur Tuhan Yesus Telah Kosong

Bukti kebangkitan Yesus menurut Alkitab yang pertama adalah kuburNya yang kosong.

Kubur yang kosong membuktikan bahwa Yesus telah bangkit dan keluar dari kuburNya.

Orang-orang skeptis yang berpandangan bahwa para murid pergi ke kubur yang kosong (bukan kubur Yesus) adalah pandangan yang dangkal dan tidak masuk akal.

Apakah mungkin murid-muridNya, bukan hanya satu orang, tidak tahu/tidak ingat di mana kubur Yesus?

Yesus baru wafat kurang dari 48 jam (dua hari) sebelumnya.

Mungkinkah dalam waktu sesingkat itu para murid, yang sebagian melihat langsung di mana Yesus dikuburkan (Lukas 23:50-55), lupa di mana kubur Yesus?

Tentu tidak mungkin.

Demikian juga pandangan yang mengatakan bahwa mayat Yesus dicuri oleh murid-muridNya adalah pandangan yang sangat tidak berdasar.

Apakah mungkin para murid yang ketakutan setelah Yesus ditangkap, berani memasuki kubur Yesus yang dijaga ketat oleh prajurit-prajurit Romawi?

Lagipula kain kafan dan kain peluh yang dipakai Yesus rapi tergulung di kuburNya saat Ia bangkit (Yohanes 20:5-7).

Seandainya mayatNya dicuri tentu kain peluh dan kain kafanNya pun akan ikut dibawa.

 

2. Para Malaikat Memberitahu Para Murid Bahwa Tuhan Yesus Telah Bangkit

Bukti kebangkitan Yesus di Alkitab yang kedua adalah para malaikat yang memberitahu murid-murid Tuhan Yesus bahwa Dia telah bangkit.

Ketika para perempuan murid Tuhan Yesus pergi ke kubur pada hari Minggu pagi, mereka mendapati batu penutup kuburNya telah terguling.

Sementara mereka sedang berpikir akan hal tersebut maka dua malaikat Tuhan menampakkan diri kepada mereka dan berkata bahwa Tuhan Yesus telah bangkit seperti yang dikatakanNya sendiri bahwa Ia akan bangkit pada hari ketiga.

Petrus sendiri, yang sebelumnya agak ragu, melihat sendiri kubur Yesus yang telah kosong (Lukas 24:1-12).

Apakah mungkin para malaikat kudus itu berbohong?

Tentu tidak.

Seperti kita tahu para malaikat sangat berperan dalam memberi informasi tentang Yesus.

Pada saat Yesus akan dikandung Maria, malaikat memberitahukannya terlebih dulu kepada Maria.

Malaikat juga memberitahu Yusuf bahwa kandungan Maria, tunangannya, berasal dari Roh Kudus.

Dan malaikat jugalah yang memberitahu kelahiran Juruselamat kepada para gembala di padang Efrata.

Dan semua yang dikatakan malaikat Allah itu benar adanya tanpa ada kebohongan.

Demikian jugalah yang dikatakan dua malaikat tentang kebangkitan Yesus pasti benar adanya.

 

3. Tuhan Yesus Menampakkan Diri Berulang-ulang Selama 40 Hari

Bukti kebangkitan Yesus di Alkitab yang ketiga adalah fakta bahwa Tuhan Yesus menampakkan diri secara berulang-ulang dalam kurun waktu 40 hari.

Setelah bangkit dari kematian, Tuhan Yesus menampakkan diri kepada murid-muridNya dalam berbagai kesempatan.

Penampakan Yesus ini terjadi secara berulang-ulang selama kurun waktu 40 hari! (Kisah Para Rasul 1:3).

Ini adalah kurun waktu yang sangat lama, sehingga mustahil untuk menyangkal bahwa Ia telah bangkit dari kematian.

Jadi setelah kebangkitanNya, Yesus tidak langsung naik ke sorga, tetapi masih ada di bumi selama 40 hari lagi.

Penampakan Yesus terutama ditujukan kepada murid-muridNya, orang yang percaya kepadaNya, walau dalam beberapa kasus, Ia menampakkan diri juga kepada orang-orang yang tidak percaya kepadaNya, misalnya kepada Yakobus, saudaraNya.

Tujuan Penampakan Yesus tersebut, selain untuk menunjukkan bahwa Ia telah bangkit dari kematian dan hidup selamanya, juga untuk menguatkan murid-muridNya, yang tidak lama lagi akan Ia tinggalkan ketika Ia kembali kepada Bapa di sorga.

Selain itu, juga untuk mengajarkan murid-muridNya tentang Kerajaan Allah.

Setelah kebangkitanNya dari kematian, dan sebelum kenaikanNya ke sorga, Alkitab mencatat bahwa Tuhan Yesus menampakkan diri paling tidak sebanyak 10 kali kepada murid-muridNya dan kepada orang yang belum percaya kepadaNya, baik secara individu maupun secara kolektif. (Baca: 10 Penampakan Yesus Setelah KebangkitanNya)

 

4. Para Prajurit Romawi Yang Menjaga Kubur Yesus Dan Para Pemimpin Yahudi Tak Dapat Menyangkal Kebangkitan Yesus

Bukti kebangkitan Yesus di Alkitab yang keempat adalah para prajurit yang menjaga kubur Yesus tak bisa menjelaskan “raibnya” mayat Yesus.

Para prajurit ini adalah serdadu-serdadu Romawi yang bertugas menjaga/mengawal kubur Yesus.

Para pemimpin Yahudi meminta para pengawal kepada wali negeri Romawi, Pilatus, untuk menjaga kubur Yesus. Mereka mengatakan bahwa Yesus berkata Ia akan bangkit pada hari yang ketiga.

Karena itu, mereka meminta para penjaga agar mayatNya tidak dicuri oleh murid-muridNya (mereka tidak yakin Yesus akan bangkit) dan mengatakan bahwa Ia telah bangkit sehingga semakin menyesatkan rakyat.

Pilatus menuruti permintaan orang-orang Yahudi tersebut dengan memberikan para pengawal kepada mereka (Matius 27:62-66).

Tetapi para pengawal ini melaporkan bahwa mayat Yesus sudah tidak ada di dalam kuburNya. Karena memang Tuhan Yesus sudah bangkit.

Para pemimpin Yahudi terpaksa menyuap para prajurit Romawi ini agar mereka berbohong dengan mengatakan bahwa mayat Yesus telah dicuri oleh murid-muridNya ketika mereka sedang tertidur!

Inilah kebohongan orang-orang Yahudi yang tersiar luas pada zaman itu (Matius 28:11-15).

Sebenarnya sangat tidak masuk akal bahwa para prajurit Romawi ini bisa tertidur serentak pada tengah malam!

Lebih tidak masuk akal lagi jika murid-murid Yesus, yang notabene sangat ketakutan setelah Yesus ditangkap, berani mencuri mayat Yesus!

Tetapi cerita ini harus direkayasa oleh para pemimpin Yahudi untuk menyelamatkan muka mereka dari fakta bahwa Tuhan Yesus benar-benar bangkit dari kematian.

Dan para prajurit Romawi tentu dengan senang hati menerima uang suap yang diberikan oleh para pemimpin Yahudi tersebut. (Baca: 7 Tokoh Alkitab Yang Korupsi)

Sebab, alasan apa lagi yang bisa mereka berikan untuk membendung fakta tentang kebangkitan Tuhan Yesus?

Page: 1 2