Loading...
Loading...

7 Bukti Keilahian Yesus Di Perjanjian Lama

Artikel ini membahas tentang 7 bukti keilahian Yesus di Perjanjian Lama.

Bagi orang Kristen Yesus adalah Tuhan, yang ilahi.

Yesus bukan hanya sekedar manusia biasa, atau hanya seorang nabi atau utusan Allah. Tetapi Yesus adalah Tuhan sendiri yang berinkarnasi, datang ke bumi sebagai manusia.

Karena Yesus adalah Tuhan, yang ilahi, maka Yesus dapat, bahkan harus, disembah oleh orang percaya.

Yesus adalah salah satu pribadi dari Allah Tritunggal, selain Allah Bapa dan Allah Roh Kudus.

Dan Allah Tritunggal adalah pusat penyembahan orang Kristen.

Baca juga: 7 Penampakan Yesus Di Perjanjian Lama

Keilahian Yesus, yakni bahwa Yesus adalah Tuhan, adalah suatu doktrin atau ajaran yang sangat penting dalam iman Kristen.

Itulah doktrin utama Kristen yang membedakannya dari agama-agama/kepercayaan-kepercayaan lainnya.

Bahwa Yesus adalah Tuhan bukanlah ajaran manusia, yang diciptakan oleh para rasul atau gereja mula-mula; keilahian Yesus adalah ajaran Alkitab sendiri.

Baca juga: 10 Bukti Alkitab Bahwa Yesus Adalah Mesias

Bahkan sejatinya ajaran tentang keilahian Yesus sudah muncul di Perjanjian Lama, walau baru pada zaman Perjanjian Baru hal itu menjadi semakin jelas.

Artikel kali ini akan menyajikan 7 bukti keilahian Yesus di Perjanjian Lama, atau bukti bahwa Yesus adalah Tuhan, yang terdiri dari banyak ayat Alkitab.

Ayat-ayat ini muncul dari berbagai kitab di Perjanjian Lama, bukan hanya dari satu atau dua kitab saja.

Juga berasal dari ajaran/tulisan banyak nabi/penulis Alkitab, bukan hanya dari satu nabi atau penulis Alkitab saja.

Baca juga: 10 Bukti Alkitab Bahwa Yesus Adalah Tuhan

Semua ayat Alkitab yang disajikan di sini menyebut keilahian Yesus baik secara eksplisit (secara terang-terangan) maupun secara implisit/tersirat (yang baru kita mengerti setelah membaca Perjanjian Baru).

Lalu ayat-ayat mana sajakah di Alkitab Perjanjian Lama yang mengajarkan keilahian Yesus, bahwa Yesus adalah Tuhan?

Berikut daftarnya dan sedikit ulasan atas ayat-ayat tersebut.

 

1. Mazmur 16

Bukti keilahian Yesus di Perjanjian Lama yang pertama adalah dalam Mazmur 16.

Mazmur 16, yang merupakan mazmur raja Daud,  membuktikan bahwa Yesus sang Mesias adalah Tuhan, yang ilahi.

Dalam Mazmurnya, Daud mengatakan,

“Aku senantiasa memandang kepada TUHAN; karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah. Sebab itu hatiku bersukacita dan jiwaku bersorak-sorak, bahkan tubuhku akan diam dengan tenteram; sebab Engkau tidak menyerahkan aku ke dunia orang mati, dan tidak membiarkan Orang kudus-Mu melihat kebinasaan. Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; di hadapan-Mu ada sukacita berlimpah-limpah, di tangan kanan-Mu ada nikmat senantiasa.” (Mazmur 16:8-11)

Dalam ayat di atas, Daud mengatakan bahwa Tuhan tidak menyerahkan dia ke dalam kematian.

Namun demikian, dari khotbah rasul Petrus pada Hari Pentakosta kita mengetahui bahwa ternyata ayat-ayat itu mengacu kepada Mesias (Yesus), bukan kepada Daud, sekalipun yang menuliskan mazmur tersebut adalah Daud.

Kata-kata Daud,  “Sebab Engkau tidak menyerahkan aku ke dunia orang mati, dan tidak membiarkan Orang kudus-Mu melihat kebinasaan”, ternyata adalah nubuat Daud tentang kebangkitan Mesias dari kematian.

Sebab Daud tidak dibangkitkan dari kematian. Dia mati sampai sekarang (Kisah Para Rasul 2:20-32).

Rasul Paulus juga mengajarkan hal senada dengan rasul Petrus.

Paulus melihat Mazmur 16 sebagai nubuat tentang kebangkitan Mesias atau Yesus (Kisah Para Rasul 13:35-37).

Kebangkitan Yesus dari kematian jelas membuktikan keilahianNya, sebagai bukti bahwa Dia adalah Anak Allah yang berkuasa (Roma 1:4).

Sebab sejak kebangkitanNya Dia hidup selamanya sampai saat ini, tidak seperti orang-orang yang pernah dibangkitkan dari kematian, mereka mati lagi.

 

2. Mazmur 68

Bukti keilahian Yesus di Perjanjian Lama yang kedua adalah dalam Mazmur 68.

Ini juga adalah mazmur Daud, yang berisi nubuat tentang kenaikan Yesus ke surga.

Dalam Mazmur 68:19, Daud berkata,

“Engkau telah naik ke tempat tinggi, telah membawa tawanan-tawanan; Engkau telah menerima persembahan-persembahan di antara manusia, bahkan dari pemberontak-pemberontak untuk diam di sana, ya TUHAN Allah.” 

Jelas ayat ini merupakan nubuat tentang kenaikan Tuhan Yesus ke surga, yang telah digenapi tatkala Ia naik ke surga lebih dari dua ribu tahun yang lalu.

Hal ini nyata dari perkataan rasul Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Efesus,  yang mengutip Mazmur 68:19 tersebut.

Rasul Paulus menulis,

“Itulah sebabnya kata nas: Tatkala Ia naik ke tempat tinggi, Ia membawa tawanan-tawanan; Ia memberikan pemberian-pemberian kepada manusia. Bukankah Ia telah naik berarti, bahwa Ia juga telah turun ke bagian bumi yang paling bawah? Ia yang telah turun, Ia juga yang telah naik jauh lebih tinggi dari pada semua langit, untuk memenuhkan segala sesuatu.” (Efesus 4:8-10).

Dalam ayat di atas dinubuatkan tentang kenaikan Tuhan Yesus ke surga, kemenanganNya atas musuh-musuhNya, serta pemberian-pemberianNya kepada gerejaNya.

Pemberian-pemberian yang dimaksud dalam ayat ini adalah lima jawatan pelayanan yang Tuhan berikan bagi gerejaNya.

Kelima jawatan gereja tersebut adalah: rasul-rasul, nabi-nabi, pemberita-pemberita Injil, gembala-gembala, dan pengajar-pengajar (Efesus 4:11).

Kenaikan Yesus ke surga jelas adalah bukti keilahianNya (lihat poin 3 di bawah).

 

3. Mazmur 110

Bukti keilahian Yesus di Perjanjian Lama yang ketiga adalah dalam Mazmur 110.

Ayat-ayat ini juga merupakan mazmur Daud.

Bukti Alkitab bahwa Mesias Adalah Tuhan, yang pertama adalah bahwa Mesias merupakan tuan dari raja Daud.

“Mazmur Daud. Demikianlah firman TUHAN kepada tuanku: Duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai Kubuat musuh-musuhmu menjadi tumpuan kakimu.” (Mazmur 110:1)

Dalam Mazmur 110 ini, Daud berkata bahwa Tuhan berfirman kepada tuannya agar duduk di sebelah kananNya.

Tidak diketahui dengan pasti siapa yang dimaksud oleh Daud dengan “tuanku”.

Namun rabi-rabi Yahudi dan orang-orang Yahudi umumnya melihat tokoh tersebut sebagai Sang Mesias.

Hal ini selaras dengan pandangan Tuhan Yesus sendiri. Bagi Yesus, “tuan” Daud dalam Mazmur 110:1 adalah Mesias, artinya, diriNya sendiri (Baca baik-baik Matius 22:41-46!)

Bahwa “tuan” Daud (Mesias) tersebut adalah Tuhan, yang ilahi, dapat dilihat dari fakta bahwa Dia duduk di sebelah kanan Allah, artinya Dia ada di surga bersama Allah.

Hal tersebut digenapi oleh Tuhan Yesus setelah misiNya selesai di bumi, di mana Dia meninggalkan murid-muridNya, naik ke surga dan duduk di sebelah kanan Allah Bapa (Markus 16:19).

Sebelah kanan punya makna otoritas, wewenang, dan kekuasaan (Matius 20:21).

Orang yang duduk di sebelah seorang raja, apalagi sebelah kanan, adalah orang yang punya otoritas atau kekuasaan selain raja.

Demikianlah dengan Tuhan Yesus. Ketika Ia naik ke surga Ia duduk di sebelah Kanan Allah Bapa.

Artinya, Ia memerintah di surga bersama Bapa (Wahyu 22:3).

Rasul Petrus dan Penulis Kitab Ibrani juga mengutip Mazmur 110:1 ini sebagai bukti bahwa Yesus telah naik ke surga, yang jelas membuktikan bahwa Dia adalah Tuhan, yang ilahi. (Kisah Para Rasul 2:34-35; Ibrani 1:13).

 

4. Yesaya 9:5

Bukti keilahian Yesus di Perjanjian Lama yang keempat adalah dalam Yesaya 9:5.

Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.” (Yesaya 9:5)

Ayat ini adalah nubuat tentang kelahiran Yesus di dunia, yang sering dikutip/dikhotbahkan pada masa-masa Natal.

Inilah salah satu ayat di Perjanjian Lama yang secara eksplisit atau terang-terangan menyebut bahwa Yesus adalah Tuhan, yang ilahi.

Dalam ayat tersebut disebut empat gelar Yesus, yakni: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, dan Raja Damai.

Keempat gelar tersebut jelas membuktikan keilahian Yesus, terutama gelar yang ketiga: Allah yang Perkasa.

Kata “Allah” (Ibrani: El) dalam ayat tersebut bermakna ilahi, yang pemakaiannya di Perjanjian Lama sejajar dengan pengenaannya bagi Allah Bapa.

Loading...

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!