7 Bukti Keilahian Yesus Di Perjanjian Lama

 

5. Yesaya 40

Bukti keilahian Yesus di Perjanjian Lama yang kelima adalah dalam Yesaya 40.

“Ada suara yang berseru-seru: Persiapkanlah di padang gurun jalan untuk TUHAN, luruskanlah di padang belantara jalan raya bagi Allah kita!” (Yesaya 40:3).

Ayat-ayat ini digenapi pada saat tampilnya Yohanes pembaptis melayani sebelum Yesus tampil dalam pelayananNya.

Matius mencatat bahwa kedatangan Yohanes pembaptis sebelum pelayanan Yesus adalah penggenapan nubuat nabi Yesaya di Perjanjian Lama (Matius 3:1-3).

Dalam nubuatnya, nabi Yesaya mengatakan bahwa ada suara yang berseru-seru: “Persiapkanlah jalan bagi Tuhan” atau Jehovah/Yahwe.

Dari Injil Matius kita tahu bahwa suara tersebut adalah suara Yohanes pembaptis, dan bahwa “Tuhan” yang dimaksud adalah Tuhan Yesus.

Hal ini menunjukkan bahwa Yesus, yang untukNya Yohanes berseru-seru, adalah Tuhan.

Mempersiapkan jalan yang dimaksud tentu bukan secara harfiah, tetapi secara kiasan.

Maksudnya adalah mempersiapakan hati manusia menyambut Tuhan Yesus lewat pertobatan, sebagaimana tampak dari pelayanan Yohanes pembaptis yang mengajak orang Israel untuk bertobat dan percaya kepada Yesus.

 

6. Mikha 5

Bukti keilahian Yesus di Perjanjian Lama yang keenam adalah dalam Mikha 5.

“Tetapi engkau, hai Betlehem Efrata, hai yang terkecil di antara kaum-kaum Yehuda, dari padamu akan bangkit bagi-Ku seorang yang akan memerintah Israel, yang permulaannya sudah sejak purbakala, sejak dahulu kala.” (Mikha 5:1)

Ayat ini adalah nubuat tentang kedatangan Mesias, seperti yang dipahami oleh para ahli Taurat Yahudi (Matius 2:3-6).

Mesias tersebut ternyata sudah ada sejak kekekalan.

Sebab Nabi Mikha berkata bahwa permulaan Mesias sudah sejak zaman purbakala.

Hal ini dapat diartikan bahwa Mesias itu pada dasarnya sudah ada sejak kekekalan. Dengan kata lain, Mesias itu tidak berawal, sebagaimana halnya dengan Allah (Bapa).

Dan Mesias itu jelas adalah Tuhan Yesus sendiri.

 

7. Daniel 7

Bukti keilahian Yesus di Perjanjian Lama yang ketujuh/terakhir adalah dalam Daniel 7:13-14.

Daniel bernubuat tentang kedatangan Yesus pada akhir zaman.

“Aku terus melihat dalam penglihatan malam itu, tampak datang dengan awan-awan dari langit seorang seperti anak manusia; datanglah ia kepada Yang Lanjut Usianya itu, dan ia dibawa ke hadapan-Nya.

Lalu diberikan kepadanya kekuasaan dan kemuliaan dan kekuasaan sebagai raja, maka orang-orang dari segala bangsa, suku bangsa dan bahasa mengabdi kepadanya.

Kekuasaannya ialah kekuasaan yang kekal, yang tidak akan lenyap, dan kerajaannya ialah kerajaan yang tidak akan musnah.” (Daniel 7:13-14)

Anak Manusia yang dimaksud nabi Daniel dalam ayat di atas adalah Tuhan Yesus, sementara Yang Lanjut Usianya adalah Allah Bapa.

Jadi Allah Bapa memberikan pemerintahan kepada putraNya, Yesus Kristus.

Inilah yang disebut dengan Kerajaan Seribu Tahun.

Kerajaan seribu tahun atau kerajaan milenium adalah masa pemerintahan Tuhan Yesus bersama umatNya di bumi yang terjadi selama seribu tahun.

Istilah kerajaan seribu tahun memang hanya disebut dalam Kitab Wahyu pasal 20, tetapi jelas konsep ini didukung oleh bagian-bagian lain di Alkitab dengan istilah-istilah yang berbeda.

Kerajaan Seribu Tahun adalah masa keemasan pemerintahan mesias di masa depan, masa pemerintahan yang adil dan damai (Yesaya 9:6-7; Yeremia 23:5-6).

Karena disebut bahwa orang-orang dari segala bangsa mengabdi kepada Yesus dan bahwa kekuasaanNya adalah kekuasaan yang kekal, maka jelas ini adalah bukti keilahianNya.

 

Itulah 7 bukti keilahian Yesus di Perjanjian Lama.

 

Jika artikel ini memberkati Anda, jangan lupa untuk membagikannya kepada rekan-rekan jejaring sosial Anda (facebook, twitter, google plus, whatsapp, dll) melalui tombol share yang tersedia pada artikel ini.

 

Anda juga dapat memberikan tanggapan, komentar, saran atau pertanyaan seputar artikel ini pada kolom komentar yang tersedia di bawah. Tetapi semua komentar harus dimoderasi terlebih dahulu, dan hanya komentar yang memenuhi syarat yang akan dipublikasikan.

 

Silakan juga bergabung dengan Fans Page Facebook Rubrik Kristen dengan cara mengklik “Like” atau “Sukai” pada Fans Page Facebook Rubrik Kristen di situs ini, sehingga Anda selalu mendapat info artikel-artikel terbaru dari situs ini. Terima kasih. GBU.

 

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!