7 Cara Berdoa Yang Benar Menurut Alkitab

 

5. Tidak Pamer Kepada Orang Lain

Ada orang yang suka pamer dalam berdoa dengan harapan dilihat oleh orang lain dan mendapat pujian dari mereka. Tetapi cara seperti ini adalah cara berdoa yang tidak berkenan kepadaTuhan.

Doa pamer adalah doa yang biasa dilakukan oleh orang-orang farisi dan ahli-ahli taurat Yahudi. Mereka suka berdoa dengan berdiri di rumah-rumah ibadat dan di tikungan-tikungan jalan raya dengan motivasi yang salah. Mereka berdoa di tempat-tempat tersebut dengan tujuan agar dipuji oleh orang lain bahwa mereka adalah orang yang saleh dan rajin berdoa.

Karena itu Tuhan Yesus melarang murid-muridNya berdoa dengan cara seperti itu. Tuhan Yesus menyebut orang-orang yang berdoa seperti itu sebagai orang-orang munafik.

Tuhan Yesus mengingatkan murid-muridNya,

“Dan apabila kamu berdoa, janganlah berdoa seperti orang munafik. Mereka suka mengucapkan doanya dengan berdiri dalam rumah-rumah ibadat dan pada tikungan-tikungan jalan raya, supaya mereka dilihat orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.” (Matius 6:5).

Sebaliknya, Ia mengajarkan murid-muridNya berdoa di dalam kamar mereka sendiri, sebab Bapa sorgawi akan mendengar doa yang seperti itu (Matius 6:6). Kita tidak berkenan kepada Tuhan jika kita berdoa agar dilihat dan dipuji oleh orang lain.

 

6. Tidak Bertele-Tele

Cara berdoa lainnya yang tidak berkenan kepada Tuhan adalah berdoa dengan bertele-tele.

Berdoa dengan bertele-tele adalah cara berdoa yang tidak benar, karena orang menganggap doa itu seperti mantera. Mereka menganggap bahwa kuasa doa terletak pada “kata-katanya”. Semakin sering “kata-kata” dalam doanya diulang-ulang maka makin manjurlah doanya.

Pada hal dalam doa Kristen, kuasa itu terletak pada Tuhan, dan akan diberikanNya jika kita berdoa dengan hubungan yang benar dengan Dia, bukan karena panjangnya/diulang-ulangnya atau indahnya kata-kata doa kita.

Berdoa secara bertele-tele adalah berdoa dengan mengulang-ulang mengucapkan doa/kata-kata yang sama (seperti mantera), seperti yang dilakukan oleh para penyembah berhala.

Misalnya para penyembah baal pada zaman nabi Elia yang mengucapkan doanya berulang-ulang, memanggil nama baal dari pagi sampai tengah hari, dengan berkata: “Ya Baal, jawablah kami!” (1 Raja-raja 18:26).

Tuhan Yesus mengingatkan murid-muridNya agar mereka tidak berdoa secara bertele-tele.

“Lagipula dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah. Mereka menyangka bahwa karena banyaknya kata-kata doanya akan dikabulkan.” (Matius 6:7).

Jika kita berdoa dengan mengulang-ulang kata-kata doa kita dengan anggapan agar lebih berkhasiat maka itu adalah cara berdoa yang tidak benar.

 

7. Tidak Munafik

Berdoa dengan munafik adalah cara terakhir dalam berdoa yang tidak berkenan kepada Tuhan.

Tuhan Yesus mengingatkan hal ini kepada murid-muridNya.

“Dalam pengajaran-Nya Yesus berkata: “Hati-hatilah terhadap ahli-ahli Taurat yang suka berjalan-jalan memakai jubah panjang dan suka menerima penghormatan di pasar, yang suka duduk di tempat terdepan di rumah ibadat dan di tempat terhormat dalam perjamuan, yang menelan rumah janda-janda, sedang mereka mengelabui mata orang dengan doa yang panjang-panjang. Mereka ini pasti akan menerima hukuman yang lebih berat.” (Markus 12:38-40).

Di sini Tuhan Yesus berbicara mengenai ahli-ahli taurat Yahudi yang melakukan berbagai macam kejahatan, antara lain adalah dengan menipu para janda-janda dan merampas rumah mereka.

Untuk menutupi kejahatan mereka itu, para ahli taurat tersebut suka melakukan ibadah-ibadah, antara lain dengan doa yang panjang-panjang. Mereka mengira bahwa dengan berdoa yang panjang-panjang, orang lain akan berpikir yang baik-baik tentang mereka.

Mereka pikir bahwa bukan saja orang lain akan menganggap mereka adalah orang saleh yang rajin berdoa, tetapi juga akan menganggap mereka sebagai orang yang benar/baik, yang tidak mungkin melakukan kejahatan. Itulah kemunafikan mereka.

Jika kita menjadikan doa sebagai topeng kita untuk menutupi dosa dan kejahatan kita dari orang lain, maka itu adalah cara berdoa yang tidak benar di hadapan Tuhan.

 

Itulah 7 cara berdoa yang benar menurut Alkitab.

 

Jika artikel ini memberkati Anda, jangan lupa untuk membagikannya kepada rekan-rekan jejaring sosial Anda (facebook, twitter, google plus, whatsapp, dll) melalui tombol share yang tersedia pada artikel ini.

 

Anda juga dapat memberikan tanggapan, komentar, saran atau pertanyaan seputar artikel ini pada kolom komentar yang tersedia di bawah. Tetapi semua komentar harus dimoderasi terlebih dahulu, dan hanya komentar yang memenuhi syarat yang akan dipublikasikan.

 

Silakan juga bergabung dengan Fans Page Facebook Rubrik Kristen dengan cara mengklik “Like” atau “Sukai” pada Fans Page Facebook Rubrik Kristen di situs ini, sehingga Anda selalu mendapat info artikel-artikel terbaru dari situs ini. Terima kasih. GBU.

55 komentar untuk “7 Cara Berdoa Yang Benar Menurut Alkitab”

        1. Shalom, orang Kristen tidak berdoa dengan arah tertentu, karena yang terpenting bukanlah arah berdoanya atau tempat berdoanya,tetapi caranya, yakni dalam roh dan kebenaran.
          Sebab Allah itu adalah Roh, Dia hadir di mana-mana (silakan baca baik-baik Yohanes 4:21-24).

          Terima kasih, Gbu.

    1. Syalom, lebih terberkati dan lebih mengerti cara berdoa ya g baik dan benar.

      Thanks, karena melalui artikel ini saya lebih mengerti cara berdoa kepada Bapa yang di sorga🙏🙏

  1. Terima kasih untuk informasinya, ini sangat bagus buat saya yg belum terlalu mengerti tentang doa….
    Dan saya punya pertanyaan, tetangga saya berdoa di rumahnya sampai teriak-teriak dan dalam doanya ia selalu menyebut “Dalam nama Yesus” secara berulang-ulang dengan suara yang besar dan terkadang ia menangis dan saya mendengarnya. Yang jadi pertanyaan saya apakah berdoa seperti itu baik di mata Tuhan atau tidak?

    1. Berdoa dgn berteriak menyebut-nyebut nama Yesus sambil menangis bukanlah hal yang salah, asal dia tidak menganggap nama Yesus itu sebagai jimat. Di Alkitab ada banyak cara orang berdoa, termasuk yang “aneh-aneh”, dan itu berkenan kepada Tuhan, asal itu keluar dari hati yang tulus, bukan dibuat-buat atau untuk pamer, dan tentunya tidak mengganggu orang lain. Terima kasih. GBU.

  2. Shalom, terima kasih buat firman yang dishare melalui website, membuat kami lebih tau kebenaran firman untuk bisa mengubah hidup kami. Kami percaya ajaran Tuhan Yesus. Amen, Tuhan memberkati.

  3. Andrew Vicky Mutang

    Syalom, terima kasih buat artikel tentang doa, saya sangat terkesan, sungguh sangat berarti buat saya. Selama ini saya sering berdoa dengan kata-kata yang diulang-ulang hanya dua kali dengan bercucuran air mata, untuk meminta sesuatu mujizat dari Tuhan. Yang saya mau tanya, apakah dengan berdoa seperti itu benar atau salah. Terima kasih, syalom.

    1. Shalom, mengulang-ulang doa boleh saja, kalau itu memang penting untuk kita ulang dan kita mengerti maknanya, itu bukan bertele-tele. Tuhan Yesus saja ketika berdoa kepada BapaNya mengulang-ulang apa yang Dia doakan, bahkan sebanyak tiga kali (Matius 26:39-44).

      Doa yang bertele-tele adalah doa yang diucapkan secara berulang-ulang dengan menganggap kata-kata tersebut punya daya magis, seperti yang diterangkan di artikel di atas. Terima kasih, GBU.

  4. Shalom, artikel ini sangat membantu saya. Sebelumnya, saya ingin bertanya apakah jika kita mempunyai seorang musuh, kita harus mengampuni musuh tersebut? agar doa kita benar di mata Tuhan.

  5. Shalom. Artikel yang sangat menarik.
    Seperti dijelaskan, kita berdoa kepada Bapa dalam nama Yesus.

    Lalu apakah benar jika berdoa hanya kepada Yesus tanpa menyebut Bapa? Karena sering saya mendengar doa seperti itu.
    Terima kasih.

    1. Shalom.

      Berdoa kepada Allah (Bapa) dan kepada Tuhan Yesus, atau berdoa hanya kepada Bapa, atau berdoa hanya kepada Tuhan Yesus, sama-sama benar dan Alkitabiah.

      Berdoa kepada Tuhan Yesus diajarkan dan dipraktekkan di Alkitab (Yohanes 14:14; Kisah Para Rasul 7:59).

      Terima kasih, GBU.

  6. Berdoa dalam hati dan badan yang bersih, dan tulus kepada Allah Bapa yang di surga agar dosa kita diampuniNya, dan kita mengampuni dosa dan salah sesama manusia.

      1. Shalom Admin, mohon penjelasannya, jika kita berdoa memakai kata ‘semoga’, misalkan ‘Semoga Bapa berkenan mengabulkan doa kami.’ Di Roma 1:10 dan di ayat2 lain ada juga perihal doa dengan kata ‘semoga’. Pertanyaan saya apakah boleh kita memakai kata ‘semoga’ dalam doa kita? Sedangkan arti ‘semoga’ sama dengan mudah-mudahan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia. Terima kasih.

        1. Shalom, boleh saja. Ada kalanya kita begitu percaya/yakin dengan apa yang kita doakan, tapi ada kalanya juga tidak begitu yakin, sehingga kita hanya bisa berkata ‘semoga’ atau ‘kiranya’, dan itu alkitabiah. Tetapi doa Kristen yang umum adalah ‘percaya’. Gbu.

  7. Shalom, artikelnya sangat membantu. Terima kasih untuk artikelnya. Saya punya pertanyaan, apakah berdoa dengan Bapa di sorga diperkenankan tidak melipat tangan dan tidak menutup mata? Terima kasih.

    1. Shalom, boleh saja, Kekristenan tidak mengurusi cara-cara/posisi fisik dalam berdoa, intinya adalah hati dan konsentrasi kita dalam berdoa.

      Bisakah kita konsentrasi/fokus berdoa jika mata kita tetap terbuka dan tangan kita “bergerak”? Jika bisa, maka silakan saja. Terima kasih.

  8. Terima kasih Kepada Tuhan sudah menghubungkan saya ke dalam blog ini.
    Terkadang saya sudah merasa tidak pantas datang berdoa kepada Tuhan. Sudah terlalu banyak kebohongan yang saya lakukan.

    Benar kata artikel di atas, ketika kita datang berdoa KepadaNYA dengan banyak kenyataan kebohongan yang kita jalani di hadapan Tuhan, yang saya perbuat sekalipun saya berdoa, merasa tidak berbicara kepada Tuhan. Merasa di dalam bayangan doa, Tuhan tidak melihat ke arah saya. Berbeda sekali dulu waktu saya masih berumur 10 Tahun, rasanya berdoa kepada Tuhan itu sejuk. Dan dalam bayangan doa saya, DIA seperti tersenyum ke arah saya.

    Mungkin yang lebih tepat saya datang langsung ke Pendeta. Tapi tidak ada salahnya saya katakan di sini juga. Karena saya percaya admin dan semua yang ambil bagian dalam berkomen dan bertanya adalah orang-orang yang Percaya Kepada YESUS.

    Pertanyaan saya sahabat admin. Apa yang harus saya mulai untuk dapat merasakan bahwasanya saya layak lagi berkomunikasi/berdoa kepadaNYA. Saya termasuk aktif dalam kegiatan2 gereja walau tidak tergolong rajin.

    1. Shalom sdr Amos. Terima kasih telah berbagi dengan Rubrik Kristen. Kami senang dengan kerinduan Anda untuk berdoa kepada Tuhan secara layak.

      Seperti telah dibahas di artikel, kita harus membereskan dosa atau hal-hal yang menghalangi kita datang kepada Tuhan. Dengan demikian kita layak menghadapNya.

      Jadi caranya sederhana saja: bertobat. Dan Tuhan pasti menerima pertobatan anak-anakNya. Karena tidak ada dosa yang tidak dapat diampuni Tuhan, asalkan orang yang berdosa benar-benar bertobat. Terima kasih, Gbu.

  9. Terima kasih. Sangat membantu mengenal tentang Kekristenan dan saya yakin saya mengikuti yang benar. Saya sebelumnya Muslim. Dan benar-benar tercerahkan tentang bagaimana cara berdoa yang baik menurut Kristen sekarang.

  10. Salam damai dalam Nama Tuhan Yesus.
    Saya sangat suka dengan artikel ini.. Saya ada 1 pertanyaan. Bolehkah berdoa dengan merayu-rayu pada Tuhan agar doa kita/Saya didengar dan dikabulkan Tuhan?

  11. Syaloom yang dikasihi dalam Tuhan Yesus.. mohon maaf saya kurang paham berdoa,saya mau bertanya admin. Apakah kita perlu mengatakan di setiap doa, “pribadi lepas pribadi” dan “sengaja maupun tidak sengaja,” apakah admin bisa membantu saya dalam mengartikan kata-kata itu di dalam doa kita?
    Terima kasih.. sahabat gembala.

    1. Shalom sdr. Joas Lingga,

      Seperti telah dijelaskan di bagian pendahuluan artikel, doa Kristen bukanlah doa yang terpaku pada aturan-aturan tertentu, doa Kristen adalah doa yang keluar dari hati.

      Jadi kita bebas memakai kata-kata apa saja dalam berdoa, asalkan itu tetap menghormati Tuhan, termasuk kata-kata yang Anda sebutkan.

      Kata-kata yang Anda sebutkan memang sering diucapkan oleh orang Kristen ketika berdoa, dan itu boleh-boleh saja, tetapi bukan suatu keharusan.

      Kata-kata tersebut hanya penekanan saja, bahwa orang yang sedang berdoa itu ingin menekankan keseluruhan orang, satu persatu, tanpa terkecuali (“pribadi lepas pribadi”), dan menekankan pengampunan atas seluruh dosa, tanpa terkecuali (“sengaja atau tidak sengaja”).

      Demikian penjelasan kami.

      Terima kasih, GBU.

  12. Bagaimana caranya agar kita punya kuasa, seperti yang dilakukan oleh Rasul Petrus dalam Kisah Para Rasul 3:6.”Emas dan perak tidak ada padaku tetapi apa yang kupunyai kuberikan kepadamu: Demi nama Yesus Kristus orang Nazaret itu berjalanlah”

  13. Dikatakan jika kita ingin datang berdoa kepadaNya kita harus melihat diri kita dahulu sudah bersih atau belum secara rohani, jika belum bersih mintalah kepadaNya untuk membersihkan diri kita dahulu.

    Bagaimana caranya kita meminta diri kita di bersihkan terlebih dahulu jika tidak dengan berdoa?
    Karena komunikasi kepada Bapa ya hanya lewat doa?

    Tolong jawabannya.

    1. Tentu melalui doa juga.

      Maksudnya kita perlu berdoa meminta pengampunan dosa dalam doa-doa kita, sekalipun kita tidak sedang berbuat dosa tertentu, seperti yang diajarkan Tuhan Yesus dalam doa “Bapa Kami”.

      Apalagi jika kita menyadari dosa-dosa yang telah/sedang kita perbuat, maka kita harus meminta ampun kepada Tuhan ketika sedang berdoa, dengan demikian doa-doa kita (permohonan kita) didengarNya.

      Demikian, terima kasih, Gbu.

  14. Syaloom…
    Dalam penjelasan di atas dikatakan jika kita ingin dosa kita diampuni maka kita harus mengampuni orang lain.

    Saya ada seorang teman yg sangat tdk suka dengan saya, sepertinya dia benci banget dengan saya tanpa saya tahu apa salah saya sebenarnya. Saya ajak bicara pun dia tdk mau. Saya tdk membencinya walau dia bersikap demikian.

    Yang jadi pertanyaan saya, bagaimana doa saya kepada Tuhan, apakah Tuhan berkenan jika orang tersebut tetap membenci saya walau saya tdk? Dan sebagai orang Kristen, sebaiknya bagaimana menyikapi orang-orang yg benci terhadp kita meski kita tdk membencinya?

    Terima kasih, Tuhan Yesus Memberkati.

    1. Shalom,

      Di dunia ini ada saja orang yang membenci kita, Tuhan Yesus saja dibenci banyak orang tanpa sebab.

      Alkitab berkata kita harus mengampuni orang seperti itu, dan kita tidak perlu terlalu merisaukan hal itu, kita bisa “mengabaikannya” asal kita tidak membencinya.

      Alkitab berkata sebisa mungkin berdamai dengan orang lain, dari pihak kita (Roma 12:17-18), tetapi jika orang itu tidak bersedia, kita tidak bisa berbuat apa2 lagi dan kita tidak berdosa atas hal itu.

      Demikian, terima kasih, Gbu.

  15. Shalom. Saya memohon siapa bisa bagi petunjuk bagaimana kita berdoa supaya istri kita berhenti mempermainkan hati seorang suami. Saya merasa mati sebab saya diperlakukan sudah cukup lama. Apa yang harus saya lakukan. Setiap kali saya memohon kepadaNya agar istri saya berubah, namun semuanya sia-sia. Dia sanggup bersumpah demi menutupi segalanya. Apa yang harus kulakukan.

  16. Imanuel dalam Yesus Kristus, semoga yang membaca postingan ini mendapatkan pemahaman yang baik dalam berdoa, terlebih lagi iman kepada Yesus Kristus.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!