Loading...

7 Cara Berdoa Yang Benar Menurut Alkitab

Loading...

 

4. Mengampuni Orang Lain

Cara berdoa lainnya yang berkenan kepada Tuhan adalah berdoa dengan mengampuni orang lain. Ini adalah ajaran Tuhan Yesus kepada murid-muridNya.

Tuhan Yesus mengajarkan murid-muridNya tentang hubungan antara doa dengan pengampunan. Ia mengajarkan mereka agar mengampuni orang lain terlebih dahulu sebelum mereka berdoa kepada Tuhan.

“Dan jika kamu berdiri untuk berdoa, ampunilah dahulu sekiranya ada barang sesuatu dalam hatimu terhadap seseorang, supaya juga Bapamu yang di sorga mengampuni kesalahan-kesalahanmu.” (Markus 11:25).

Dalam kutipan ayat firman Tuhan di atas disebutkan bahwa jika kita berdoa, dan kita masih mempunyai sesuatu yang mengganjal dalam hati kita terhadap orang lain, misalnya kebencian, sakit hati, maka kita harus mengampuni orang tersebut terlebih dahulu.

Maksudnya, kalau kita tidak beres hubungannya dengan orang lain maka tidak ada gunanya kita berdoa kepada Tuhan. Dengan kata lain, hubungan yang benar dengan sesama kita sangat penting dalam membangun hubungan yang benar (melalui doa) dengan Tuhan.

Jika kita berdoa dengan cara tidak mengampuni orang lain, maka Tuhan tidak akan berkenan pada doa kita. Dalam ayat selanjutnya dari firman Tuhan di atas (Markus 11:26) disebutkan kita tidak akan diampuni Tuhan jika kita sendiri tidak mengampuni orang lain.

 

5. Tidak Pamer Kepada Orang Lain

Ada orang yang suka pamer dalam berdoa dengan harapan dilihat oleh orang lain dan mendapat pujian dari mereka. Tetapi cara seperti ini adalah cara berdoa yang tidak berkenan kepadaTuhan.

Doa pamer adalah doa yang biasa dilakukan oleh orang-orang farisi dan ahli-ahli taurat Yahudi. Mereka suka berdoa dengan berdiri di rumah-rumah ibadat dan di tikungan-tikungan jalan raya dengan motivasi yang salah. Mereka berdoa di tempat-tempat tersebut dengan tujuan agar dipuji oleh orang lain bahwa mereka adalah orang yang saleh dan rajin berdoa.

Karena itu Tuhan Yesus melarang murid-muridNya berdoa dengan cara seperti itu. Tuhan Yesus menyebut orang-orang yang berdoa seperti itu sebagai orang-orang munafik.

Tuhan Yesus mengingatkan murid-muridNya,

“Dan apabila kamu berdoa, janganlah berdoa seperti orang munafik. Mereka suka mengucapkan doanya dengan berdiri dalam rumah-rumah ibadat dan pada tikungan-tikungan jalan raya, supaya mereka dilihat orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.” (Matius 6:5).

Sebaliknya, Ia mengajarkan murid-muridNya berdoa di dalam kamar mereka sendiri, sebab Bapa sorgawi akan mendengar doa yang seperti itu (Matius 6:6). Kita tidak berkenan kepada Tuhan jika kita berdoa agar dilihat dan dipuji oleh orang lain.

 

6. Tidak Bertele-Tele

Cara berdoa lainnya yang tidak berkenan kepada Tuhan adalah berdoa dengan bertele-tele.

Berdoa dengan bertele-tele adalah cara berdoa yang tidak benar, karena orang menganggap doa itu seperti mantera. Mereka menganggap bahwa kuasa doa terletak pada “kata-katanya”. Semakin sering “kata-kata” dalam doanya diulang-ulang maka makin manjurlah doanya.

Pada hal dalam doa Kristen, kuasa itu terletak pada Tuhan, dan akan diberikanNya jika kita berdoa dengan hubungan yang benar dengan Dia, bukan karena panjangnya/diulang-ulangnya atau indahnya kata-kata doa kita.

Berdoa secara bertele-tele adalah berdoa dengan mengulang-ulang mengucapkan doa/kata-kata yang sama (seperti mantera), seperti yang dilakukan oleh para penyembah berhala.

Misalnya para penyembah baal pada zaman nabi Elia yang mengucapkan doanya berulang-ulang, memanggil nama baal dari pagi sampai tengah hari, dengan berkata: “Ya Baal, jawablah kami!” (1 Raja-raja 18:26).

Tuhan Yesus mengingatkan murid-muridNya agar mereka tidak berdoa secara bertele-tele.

“Lagipula dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah. Mereka menyangka bahwa karena banyaknya kata-kata doanya akan dikabulkan.” (Matius 6:7).

Jika kita berdoa dengan mengulang-ulang kata-kata doa kita dengan anggapan agar lebih berkhasiat maka itu adalah cara berdoa yang tidak benar.

 

7. Tidak Munafik

Berdoa dengan munafik adalah cara terakhir dalam berdoa yang tidak berkenan kepada Tuhan.

Tuhan Yesus mengingatkan hal ini kepada murid-muridNya.

“Dalam pengajaran-Nya Yesus berkata: “Hati-hatilah terhadap ahli-ahli Taurat yang suka berjalan-jalan memakai jubah panjang dan suka menerima penghormatan di pasar, yang suka duduk di tempat terdepan di rumah ibadat dan di tempat terhormat dalam perjamuan, yang menelan rumah janda-janda, sedang mereka mengelabui mata orang dengan doa yang panjang-panjang. Mereka ini pasti akan menerima hukuman yang lebih berat.” (Markus 12:38-40).

Di sini Tuhan Yesus berbicara mengenai ahli-ahli taurat Yahudi yang melakukan berbagai macam kejahatan, antara lain adalah dengan menipu para janda-janda dan merampas rumah mereka.

Untuk menutupi kejahatan mereka itu, para ahli taurat tersebut suka melakukan ibadah-ibadah, antara lain dengan doa yang panjang-panjang. Mereka mengira bahwa dengan berdoa yang panjang-panjang, orang lain akan berpikir yang baik-baik tentang mereka.

Mereka pikir bahwa bukan saja orang lain akan menganggap mereka adalah orang saleh yang rajin berdoa, tetapi juga akan menganggap mereka sebagai orang yang benar/baik, yang tidak mungkin melakukan kejahatan. Itulah kemunafikan mereka.

Jika kita menjadikan doa sebagai topeng kita untuk menutupi dosa dan kejahatan kita dari orang lain, maka itu adalah cara berdoa yang tidak benar di hadapan Tuhan.

 

Itulah 7 cara berdoa yang benar menurut Alkitab.

 

Jika artikel ini memberkati Anda, jangan lupa untuk membagikannya kepada rekan-rekan jejaring sosial Anda (facebook, twitter, google plus, whatsapp, dll) melalui tombol share yang tersedia pada artikel ini.

 

Anda juga dapat memberikan tanggapan, komentar, saran atau pertanyaan seputar artikel ini pada kolom komentar yang tersedia di bawah. Tetapi semua komentar harus dimoderasi terlebih dahulu, dan hanya komentar yang memenuhi syarat yang akan dipublikasikan.

 

Silakan juga bergabung dengan Fans Page Facebook Rubrik Kristen dengan cara mengklik “Like” atau “Sukai” pada Fans Page Facebook Rubrik Kristen di situs ini, sehingga Anda selalu mendapat info artikel-artikel terbaru dari situs ini. Terima kasih. GBU.

Loading...
28 Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!