7 Diaken Gereja Yang Pertama

 

Artikel ini membahas tentang 7 diaken gereja yang pertama di Alkitab.

Ketika jumlah anggota jemaat gereja Yerusalem (gereja pertama di dunia) semakin bertambah, timbullah sungut-sungut jemaat (berbahasa) Yunani terhadap jemaat (berbahasa) Ibrani. Penyebabnya adalah karena pelayanan sosial diabaikan terhadap janda-janda jemaat Yunani.

Karena itu para rasul mengusulkan penambahan pemimpin baru sebanyak 7 orang, dengan syarat-syarat yang telah ditentukan, untuk membantu mereka dalam pelayanan sosial jemaat. (Baca juga: 7 Rasul Di Luar 12 Murid Yesus)

Kemudian terpilihlah 7 orang pemimpin baru dari antara jemaat, yang menurut tradisi dinamai “diaken” (Yunani: diakonos, atau “pelayan”), walaupun kata tersebut tidak disebutkan di Alkitab (Kisah Para Rasul 6:1-6).

Berdasarkan nama-nama mereka, dapat diketahui bahwa semuanya adalah dari jemaat berbahasa Yunani. Hal ini mungkin disengaja, dikarenakan para janda dari golongan merekalah yang kurang mendapatkan bantuan sosial jemaat.

Ketujuh diaken ini adalah diaken pertama di Alkitab atau diaken gereja pertama di dunia. Karena itu kita perlu mengetahui tentang 7 Diaken Gereja Yang Pertama, nama dan pelayanan mereka, baik yang disebut di Alkitab maupun dalam tradisi gereja yang kemudian.

Terlebih lagi karena semua mereka, sebagaimana dicatat di Alkitab dan tradisi gereja, ternyata aktif dalam memberitakan Injil, walau awalnya mereka diangkat untuk tugas-tugas sosial, seperti membantu para janda.

Siapa sajakah 7 Diaken Gereja Yang Pertama tersebut? Berikut pembahasannya.

 

1. Stefanus

Diaken gereja Yerusalem pertama adalah Stefanus.

Kendati para diaken pertama-tama diangkat untuk tugas–tugas sosial, ternyata Stefanus telah mengambil peran dalam berkhotbah/mengajar. Tugasnya tidak terbatas hanya pada pelayanan sosial (sebagai tugas utama para diaken), tetapi juga ambil bagian dalam pelayanan rohani (berkhotbah).

Stefanus mengadakan mujizat-mujizat dan tanda-tanda di antara orang banyak (Kisah Para Rasul 6:8). Bahkan Stefanus kemudian tampil sebagai seorang apologet (pembela agama) Kristen yang terkemuka.

Stefanus terlibat dalam perdebatan dengan orang-orang Yahudi, namun orang-orang ini tidak sanggup melawan hikmat Stefanus dan Roh Kudus yang mendorong dia berbicara. Akhirnya mereka pun menyeret Stefanus ke Mahkamah Agama Yahudi.

Di Mahkamah Agama Stefanus harus menghadapi tuduhan saksi-saksi palsu. Mereka menuduhkan kepada Stefanus bahwa Tuhan Yesus yang diberitakannya akan merubuhkan Bait Suci mereka dan mengubah hukum Taurat dan adat-istiadat yang diwariskan Musa kepada bangsa Yahudi. Namun tanpa takut Stefanus melakukan pembelaannya serta berkhotbah dengan penuh keberanian.

Mendengar khotbah Stefanus, orang-orang Yahudi sangat marah. Sebab Stefanus mengecam mereka sebagai orang-orang yang keras kepala dan selalu menentang Roh Kudus. Akibatnya mereka pun melempari Stefanus dengan batu sampai mati!

Ketika Stefanus akan meninggal, ia masih sempat berdoa untuk orang-orang yang melemparinya, seperti yang dilakukan oleh Tuhan Yesus (Kisah Para Rasul 7:1-60).

Stefanus meninggal sebagai martir pertama gereja Kristen. (Baca: 7 Martir Terkenal Di Alkitab)

Di antara semua diaken gereja mula-mula, hanya kematian Stefanus yang dicatat di Alkitab. Hal ini berarti bahwa, selain karena para diaken lain meninggalnya mungkin setelah Alkitab selesai ditulis, peran Stefanus dalam gereja mula-mula sangatlah penting.

Nama Stefanus juga terdapat di dalam daftar 70 murid Tuhan Yesus (Lukas 10:1), sebagaimana dicatat dalam tradisi gereja.

 

2. Filipus

Diaken gereja Yerusalem kedua adalah Filipus.

Selain Stefanus, Filipus adalah diaken yang paling banyak dicatat kisahnya di Alkitab.

Filipus ini bukanlah Filipus rasul, salah satu dari 12 murid pertama Tuhan Yesus, tetapi Filipus yang dikenal sebagai “pemberita Injil” (Kisah Para Rasul 21:8), suatu istilah yang dalam Alkitab hanya dikenakan bagi Filipus dan Timotius (2 Timotius 4:5).

Hal ini mengindikasikan bahwa Filipus adalah seorang penginjil yang terkenal. Hal ini juga berarti bahwa Filipus bukan hanya bertugas dalam pelayanan sosial jemaat, tetapi juga dalam pelayanan rohani.

Ketika terjadi penganiayaan terhadap gereja mula-mula di Yerusalem, Filipus pergi ke Samaria. Di Samaria ia pergi ke sebuah kota (mungkin Sebaste), dan memenangkan seluruh kota itu kepada Tuhan Yesus! Simon, seorang tukang sihir terkenal di kota itu, yang mempunyai banyak pengikut, juga dimenangkan Filipus bagi Tuhan Yesus (Kisah Para Rasul 8:4-13).

Filipus juga memenangkan seorang sida-sida Etiopia yang baru pulang beribadah dari Yerusalem (Kisah Para Rasul 8:26-39). Sida-sida Etiopia ini diyakini menjadi perintis pertama gereja Tuhan di Etiopia.

Setelah itu ia tiba di Kaisarea (Kisah Para Rasul 8:40). Rupanya ia tinggal tetap di kota itu, sebab bertahun-tahun kemudian, rasul Paulus menginap di rumahnya di Kaisarea (Kisah Para Rasul 21:8-11). Di rumahnya inilah Paulus mendapat nubuat nabi Agabus tentang penderitaan yang akan dialaminya di Yerusalem. (Baca: 10 Nabi Terbesar Di Perjanjian Baru)

Filipus dikatakan mempunyai 4 anak gadis yang beroleh karunia bernubuat. Tentu hal ini tidak berarti bahwa keempat anaknya itu adalah para nabiah (nabi perempuan), tetapi hanya mempunyai karunia bernubuat. (Baca: 10 Fakta Tentang Nubuat Yang Perlu Anda Tahu)

Ada beberapa tradisi yang mencatat akhir hidup Filipus. Salah satunya adalah tradisi yang menyebut Filipus tinggal di Tralles, Anatolia (saat ini termasuk wilayah Turki), di mana dia menjadi gembala gereja di situ.

Tradisi gereja juga memasukkan nama Filipus ke dalam daftar 70 murid Tuhan Yesus (Lukas 10:1).

 

3. Prokhorus

Diaken gereja Yerusalem ketiga adalah Prokhorus.

Alkitab tidak menyebut lagi tentang Prokhorus selain kisah tentang pengangkatannya sebagai salah satu diaken gereja yang pertama. Memang, selain Stefanus dan Filipus, Alkitab tidak menyebut lagi tentang para Diaken Gereja Yang Pertama lainnya.

Tradisi menyebut Prokorus sebagai sepupu dari Stefanus. Ia juga disebut sebagai teman sepelayanan rasul Petrus dan rasul Yohanes, yang menahbiskannya sebagai gembala gereja di Nikomedia, Bitinia (saat ini masuk wilayah Turki).

Dia secara salah dianggap sebagai penulis kitab “Kisah Yohanes”, sebuah kitab apokrifa (kitab yang tidak diakui oleh gereja sebagai bagian dari Alkitab yang sah). Menurut para ahli, kitab tersebut ditulis pada akhir abad kedua Masehi, tentu Prokhorus sudah meninggal saat itu.

Menurut tradisi yang kemudian, Prokhorus menjadi gembala gereja di Antiokhia, Siria, dan mati martir di kota itu pada abad pertama Masehi.

Prokhorus juga dianggap salah satu dari 70 murid Tuhan Yesus (Lukas 10:1).

 

4. Nikanor

Diaken gereja Yerusalem keempat adalah Nikanor.

Seperti telah disebut di atas, nama Nikanor tidak muncul lagi di Alkitab. Tetapi ada beberapa tradisi yang menulis tentangnya.

Menurut Caesar Baronius, dalam karyanya Annales Ecclesiastici, Nikanor adalah seorang Yahudi dari Siprus. Dia dikatakan kembali ke kampung halamannya di Siprus dan mati martir di sana pada tahun 76 Masehi.

Namun cerita ini kini dianggap tidak akurat dari segi sejarah, karenanya tidak bisa dipastikan.

Catatan-catatan lainnya menyebut bahwa Nikanor mati martir di “Berj,” sebuah tempat yang tidak dikenal, mungkin dikacaukan dengan “Botrys”, Libanon.

Menurut tradisi, Nikanor adalah salah satu dari 70 murid Tuhan Yesus (Lukas 10:1).

 

5. Timon

Diaken gereja Yerusalem kelima adalah Timon.

Nama Timon tidak ada disebut lagi di Alkitab, seperti telah dijelaskan di atas.

Namun, sekalipun namanya tidak disebut lagi di Alkitab, sebagaimana dengan 4 diaken lainnya, di luar Stefanus dan Filipus, tradisi menyebut Timon menjadi seorang gembala gereja di Yunani atau di Bosra, Siria.

Di dalam catatan-catatan lainnya, diceritakan bahwa khotbah Timon membangkitkan amarah gubernur setempat sehingga membakarnya dengan api.

Timon juga disebut dalam tradisi gereja sebagai salah satu dari 70 murid Tuhan Yesus (Lukas 10:1).

 

6. Parmenas

Diaken gereja Yerusalem keenam adalah Parmenas.

Seperti telah disebut di atas, Parmenas tidak ada lagi disebut di Alkitab, selain dalam pengangkatannya sebagai salah satu diaken gereja mula-mula.

Namun dalam sebuah tradisi, Parmenas dikatakan memberitakan Injil di Asia Kecil selama bertahun-tahun. Hippolitus dari Roma mengatakan bahwa Parmenas menjadi gembala gereja di Soli. Namun Soli yang dimaksud di sini tidak bisa dipastikan, sebab Soli ada di Siprus dan ada di Sisilia.

Setelah itu Parmenas dikatakan tinggal di Makedonia, di mana ia mati martir di kota Filipi pada tahun 98 Masehi, pada masa penganiayaan Trajan, kaisar Romawi.

Menurut tradisi, Parmenas adalah salah satu dari 70 murid Tuhan Yesus (Lukas 10:1).

 

7. Nikolaus

Diaken gereja Yerusalem ketujuh atau terakhir adalah Nikolaus.

Nikolaus disebut sebagai penganut agama Yahudi (Kisah Para Rasul 6:5). Hal ini berarti bahwa Nikolaus bukanlah seorang Yahudi, dia adalah seorang Yunani, tetapi menganut agama Yahudi, sebelum ia menjadi seorang Kristen.

Seperti telah disebut di atas, kisah tentang Nikolaus tidak muncul lagi di Alkitab. Namun yang menarik, dalam Wahyu 2:6, 15, disebutkan tentang pengikut-pengikut Nikolaus yang ajarannya dibenci oleh Tuhan Yesus.

Menurut beberapa tradisi gereja, yang dimaksud dengan Nikolaus dalam kitab Wahyu adalah Nikolaus sang Diaken Gereja Yang Pertama. Namun jelas mereka bukanlah pengikut Nikolaus yang sesungguhnya, sebab ajaran mereka pasti sesat, sehingga dibenci oleh Tuhan Yesus. Sedangkan diaken Nikolaus sudah pasti pengikut ajaran Kristen yang benar.

Jika demikian, klaim orang-orang yang menyebut diri sebagai para pengikut Nikolaus adalah sepihak. Mungkin mereka salah dalam mengartikan ajaran Nikolaus (ini berarti semasa hidupnya Nikolaus juga aktif mengajar/memberitakan Injil seperti halnya Stefanus dan Filipus).

Atau mungkin mereka hanya mencatut nama Nikolaus agar diakui oleh orang banyak (hal ini berarti bahwa nama Nikolaus pada masa itu cukup terkenal). Yang jelas para pengikut Nikolaus ini adalah sebuah sekte sesat (Baca juga: 7 Nabi Perempuan Di Alkitab).

Kendati namanya dicatut oleh banyak pengikut, yang mengindikasikan bahwa ia seorang yang aktif memberitakan Injil dan cukup berpengaruh pada masa itu, tidak ada catatan tradisi tentang pelayanan dan akhir hidup Nikolaus.

Namun tradisi menyebut bahwa ia adalah salah satu dari 70 murid Tuhan Yesus (Lukas 10:1), seperti halnya para Diaken Gereja Yang Pertama lainnya.

 

Itulah 7 Diaken Gereja Yang Pertama di Alkitab Perjanjian Baru.

 

Jika artikel ini memberkati Anda, jangan lupa untuk membagikannya kepada rekan-rekan jejaring sosial Anda (facebook, twitter, google plus, whatsapp, dll) melalui tombol share yang tersedia pada artikel ini.

 

Anda juga dapat memberikan tanggapan, komentar, saran atau pertanyaan seputar artikel ini pada kolom komentar yang tersedia di bawah. Tetapi semua komentar harus dimoderasi terlebih dahulu, dan hanya komentar yang memenuhi syarat yang akan dipublikasikan.

 

 

Silakan juga bergabung dengan Fans Page Facebook Rubrik Kristen dengan cara mengklik “Like” atau “Sukai” pada Fans Page Facebook Rubrik Kristen di situs ini, sehingga Anda selalu mendapat info artikel-artikel terbaru dari situs ini. Terima kasih. GBU.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!