Loading...
Loading...

7 Doa Terkenal Di Alkitab Dan Penjelasannya

Artikel ini berisi tentang 7 doa terkenal di Alkitab dan penjelasannya.

Jika kita mempelajari Alkitab maka kita akan menemukan banyak contoh doa yang dinaikkan kepada Allah.

Alkitab tidak hanya mencatat orang-orang yang berdoa, namun kadang juga mencatat doa-doa mereka, termasuk doa yang tidak patut untuk ditiru.

Baca juga: 7 Doa Yesus Terkenal Di Alkitab

Di Alkitab ada beberapa doa yang menjadi terkenal, dalam arti lebih sering diingat oleh orang percaya di segala tempat dan zaman, karena berbagai sebab.

Baca juga: 7 Syarat Agar Doa Dikabulkan

Di sini akan diberikan beberapa contoh doa tersebut, serta diuraikan secara singkat latar belakang, isi dan maknanya.

Baca juga: 7 Cara Berdoa Yang Benar Menurut Alkitab

Ketujuh doa ini boleh dikatakan sebagai doa-doa paling terkenal di Alkitab. Tetapi tidak termasuk doa-doa Tuhan Yesus.

Berikut pembahasan 7 doa terkenal di Alkitab dan penjelasannya.

 

1. Doa Abraham Untuk Sodom

Salah satu doa terkenal di Alkitab adalah doa Abraham untuk kota Sodom.

“Abraham datang mendekat dan berkata: Apakah Engkau akan melenyapkan orang benar bersama-sama dengan orang fasik? Bagaimana sekiranya ada lima puluh orang benar dalam kota itu? Apakah Engkau akan melenyapkan tempat itu dan tidakkah Engkau mengampuninya karena kelima puluh orang benar yang ada di dalamnya itu?…. Jauhlah kiranya yang demikian dari pada-Mu! Masakan Hakim segenap bumi tidak menghukum dengan adil?” (Kejadian 18:23-25).

Doa Abraham untuk kota Sodom adalah doa yang terkenal, terutama bagi mereka yang giat dalam doa syafaat (doa untuk orang lain).

Sodom adalah sebuah kota yang sangat jahat di hadapan Tuhan, yang mempraktekkan banyak jenis dosa, khususnya dosa seksual yang dikutuk Allah.

Karena itu Allah ingin memusnahkan kota tersebut di hadapanNya.

Tetapi Abraham memohon kepada Tuhan agar Ia kiranya berkenan mengampuni kota tersebut. Abraham beralasan bahwa tidak semua penduduk kota Sodom jahat, jadi tidaklah adil memusnahkan orang jahat bersama orang benar di Sodom.

Di Sodom tinggal keponakan Abraham, Lot, bersama istri dan kedua anaknya, yang adalah orang benar (2 Petrus 2:7).

Hal yang menarik di sini adalah bahwa Abraham mengingatkan Allah akan keadilanNya selaku Hakim segenap bumi: “Masakan Hakim segenap bumi tidak menghukum dengan adil?”

Namun Allah memastikan bahwa Ia akan berlaku adil, dan tidak akan menghukum orang benar bersama orang jahat.

Di sini Abraham tawar-menawar dengan Tuhan mengenai jumlah orang benar di Sodom, agar Tuhan tidak memusnahkannya. Mereka tawar-menawar mulai dari 50 orang hingga turun menjadi hanya 10 orang.

Artinya, jika orang benar ada 10 orang saja di kota Sodom, maka Tuhan tidak akan memusnahkan kota tersebut, karena yang 10 orang itu.

Tetapi jika orang benar kurang dari 10 orang di Sodom, maka Tuhan akan memusnahkannya.

Faktanya, hanya 4 orang (Lot bersama istri dan dua putrinya) didapati orang benar di Sodom. Oleh karena itu Tuhan memusnahkan kota tersebut, tetapi menyelamatkan Lot sekeluarga.

Jadi di sini Allah bersifat adil dengan memisahkan orang benar dari orang jahat.

Doa Abraham telah menjadi inspirasi bagi banyak orang Kristen untuk melakukan doa syafaat.

Sebab dalam batas tertentu Allah bersedia mengubah keputusanNya, berdasarkan doa-doa dan ketaatan umatNya. Itulah hal yang luar biasa dari Allah kita.

 

2. Doa Musa

Doa terkenal di Alkitab yang kedua adalah doa Musa.

Doa Musa ini terdapat di dalam Kitab Mazmur, yang merupakan kitab ibadah orang Israel.

“Tuhan, Engkaulah tempat perteduhan kami turun-temurun…. Masa hidup kami tujuh puluh tahun dan jika kami kuat, delapan puluh tahun, dan kebanggaannya adalah kesukaran dan penderitaan; sebab berlalunya buru-buru, dan kami melayang lenyap…. Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana.” (Mazmur 90:1, 10, 12)

Mazmur 90 adalah salah satu mazmur paling digemari di alkitab. Mazmur ini diyakini adalah mazmur tertua yang ada di kitab Mazmur, yang diperkirakan ditulis sekitar abad ke-15 SM.

Inilah satu-satunya mazmur karangan Musa yang ada di kitab Mazmur, paling tidak yang secara jelas menyebutnya sebagai berasal dari dia.

Mazmur ini adalah sebuah doa Musa yang mungkin ditulisnya pada masa pengembaraan bangsa Israel selama 40 tahun di padang gurun akibat dosa pemberontakan mereka kepada Allah.

Hal yang menarik dari doa Musa ini adalah mengenai hidup manusia yang begitu singkat dibanding masa kekekalan.

Karena itulah ia berdoa agar Tuhan kiranya mengajari umatNya untuk menghitung hari-hari mereka yang singkat tersebut agar mereka beroleh hati yang bijaksana.

Artinya Musa memohon agar Tuhan selalu menyadarkan umatNya betapa singkat hidup ini dan karenanya harus dipakai sebaik-baiknya untuk menyongsong masa depan/kekekalan bersama Allah.

Hal ini juga yang harus menjadi doa kita orang percaya pada saat ini.

 

3. Doa Simson

Doa terkenal di Alkitab yang ketiga adalah doa Simson.

“Berserulah Simson kepada TUHAN, katanya: Ya Tuhan ALLAH, ingatlah kiranya kepadaku dan buatlah aku kuat, sekali ini saja, ya Allah, supaya dengan satu pembalasan juga kubalaskan kedua mataku itu kepada orang Filistin. Lalu membungkuklah ia sekuat-kuatnya, maka rubuhlah rumah itu menimpa raja-raja kota itu dan seluruh orang banyak yang ada di dalamnya.” (Hakim-hakim 16:28, 30a)

Simson adalah salah satu hakim paling terkenal dari hakim-hakim Israel. Ia terkenal terutama karena kekuatan fisiknya, yang tentunya berasal dari Allah.

Semasa ia menjadi hakim selama dua puluh tahun, banyak perbuatan gagah perkasa yang mengandalkan kekuatan tenaga/fisik yang dilakukannya dalam menghadapi musuhnya, orang-orang filistin.

Namun dalam hidupnya kekuatan-kekuatan tersebut kebanyakan dipakainya bukan untuk membela kebenaran Allah tetapi lebih pada masalah pribadi yang ditimbulkannya dengan orang filistin, terutama menyangkut hubungannya dengan wanita.

Dan melalui wanitalah akhirnya Simson berhasil ditangkap orang filistin setelah musuh-musuhnya tersebut tahu kunci kekuatanya, yakni pada rambutnya.

Ia ditangkap melalui jebakan kekasihnya sendiri, yang adalah orang filistin, yang disuruh oleh orang-orang filistin. Ia dibelenggu dan disiksa serta disuruh melawak dihadapan tiga ribu orang di salah satu gedung!

Di tengah penderitaannya yang tragis itu, Simson bertobat dan memohon penyertaan dan kekuatan Allah sekali lagi saja di akhir hidupnya agar ia bisa membalas orang filistin tersebut.

Tuhan menjawab doa Simson dan dengan tangannya sendiri ia mampu merubuhkan gedung tempat orang banyak itu menonton lawakannya sehingga semua orang tersebut, bahkan Simson sendiri, mati.

Doa Simson adalah doa orang berdosa¬† yang memohon “kesempatan kedua” kepada Allah. Dan Allah mengabulkan doa seperti itu asal disertai dengan pertobatan.

Loading...
2 Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!