7 Doa Terkenal Di Alkitab Dan Penjelasannya

 

4. Doa Elia

Doa terkenal lainnya di Alkitab adalah doa Elia.

“Kemudian pada waktu mempersembahkan korban petang, tampillah nabi Elia dan berkata: … Jawablah aku, ya TUHAN, jawablah aku, supaya bangsa ini mengetahui, bahwa Engkaulah Allah, …. Lalu turunlah api TUHAN menyambar habis korban bakaran, kayu api, batu dan tanah itu, bahkan air yang dalam parit itu habis dijilatnya.” (1 Raja-raja 18:36-38)

Elia adalah salah satu nabi Israel yang paling terkenal.

Suatu ketika ia sedang berkonfrontasi dengan nabi-nabi baal, dewa-dewa yang banyak disembah orang Israel pada saat itu.

Bangsa Israel tidak percaya lagi kepada Allahnya sehingga mereka dihukum Tuhan dengan hujan tidak turun selama tiga setengah tahun. Dan ada kelaparan hebat di Israel.

Menjelang akhir hukuman mereka, Elia mengajak bangsa Israel ke gunung Karmel beserta nabi-nabi baal, 450 orang banyaknya.

Elia menantang nabi-nabi baal siapa sesungguhnya Allah, Allah yang disembah Elia atau baal, yang mereka sembah.

Oleh karena itu Elia dan nabi-nabi baal harus memanggil Allah/allah mereka masing-masing, Elia memanggil Allah dan nabi baal memanggil baal.

Jika siapa yang datang ketika mereka memanggilnya maka itulah Allah yang benar.

Elia menyuruh mereka terlebih dulu memanggil allah mereka, namun tidak ada jawaban hingga mereka kerasukan dan melukai diri mereka sendiri seperti yang biasa mereka lakukan.

Kemudian Elia berdoa dan memanggil Allah, seperti dalam kutipan firman Tuhan di atas. Dan saat itu Allah menjawab doa Elia. Allah Yahwe menunjukkan bahwa Dialah Allah yang benar.

Hal ini membuat orang Israel sujud sembah dan kembali kepada Allah mereka dengan meninggalkan baal.

Tuhan mendengar doa hamba-hambaNya yang setia.

 

5. Doa Bapa Kami

Doa  terkenal selanjutnya di Alkitab adalah doa Bapa kami.

“Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga. Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.” (Matius 6:9-13).

Doa Bapa kami (dalam bahasa Indonesia disebut namanya demikian karena doa tersebut diawali dengan kata-kata “Bapa kami”) adalah doa yang diajarkan Tuhan Yesus kepada murid-muridNya.

Doa Bapa kami adalah doa yang sangat terkenal bagi orang Kristen dari setiap denominasi gereja di dunia ini, dan mungkin adalah doa paling terkenal yang ada di Alkitab.

Doa ini biasanya dapat dihafalkan di luar kepala oleh sebagian orang percaya dan didoakan/diucapkan pada setiap ibadah minggu di beberapa denominasi gereja.

Namun doa ini tidak bisa dijadikan sebagai mantera dengan menghafalkannya/mengucapkannya berulang-ulang agar punya khasiat tertentu.

Hal terpenting di sini adalah pemahaman yang benar akan arti doa tersebut. Kuasa doa Kristen ada pada Allah yang hadir dalam doa, bukan pada kata-kata doanya.

Doa Bapa kami sebenarnya cukup sederhana, tetapi maknanya sangat dalam. Namun Tuhan Yesus tidak bermaksud agar kita berdoa dengan hanya doa ini saja tanpa perlu mengucapkan doa/kata-kata yang lain.

Ini adalah sebagai penuntun atau pokok-pokok/garis besar doa Kristen ketika kita berdoa.

Doa ini terdiri dari dua bagian yang berkenaan dengan Allah (pengudusan namaNya dan seruan kedatangan KerajaanNya) dan tiga bagian berkenaan dengan kita (tentang permohonan kebutuhan hidup, pengampunan dosa dan perlindungan dari yang jahat), disertai bagian pendahuluan dan penutup.

 

6. Doa Orang Farisi Dan Pemungut Cukai

Doa orang farisi dan pemungut cukai adalah doa lainnya yang terkenal di Alkitab.

“Orang Farisi itu berdiri dan berdoa dalam hatinya begini: Ya Allah, aku mengucap syukur kepada-Mu, karena aku tidak sama seperti semua orang lain, bukan perampok, bukan orang lalim, bukan pezinah dan bukan juga seperti pemungut cukai ini; aku berpuasa dua kali seminggu, aku memberikan sepersepuluh dari segala penghasilanku.Tetapi pemungut cukai itu berdiri jauh-jauh, bahkan ia tidak berani menengadah ke langit, melainkan ia memukul diri dan berkata: Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini.” (Lukas 18:11-13)

Sebenarnya doa orang farisi dan pemungut cukai ini adalah sebuah perumpamaan yang disampaikan Tuhan Yesus kepada murid-muridNya, jadi bukan sebuah kisah nyata.

Namun demikian ini menggambarkan beberapa/kebanyakan orang farisi dan pemungut cukai yang berdoa seperti itu, yang kemungkinan besar Tuhan Yesus ambil dari kisah nyata.

Perumpamaan Tuhan Yesus ini juga sebenarnya pertama-tama bukan mengenai doa, melainkan mengenai kesombongan/peninggian diri (Lukas 18:9).

Namun karena bentuknya adalah dalam doa maka hal ini juga bisa berbicara mengenai doa.

Doa orang farisi mengingatkan kita tentang doa yang dilakukan dengan kesombongan rohani, yang pasti tidak didengar oleh Tuhan. Sebab ia memandang dirinya orang saleh dengan perbuatan-perbuatannya menuruti hukum taurat.

Dan karena dengan nada meninggikan diri, dengan bangga pada kemampuan diri sendiri dalam melakukan taurat, serta merendahkan orang lain, maka kesalehannya menjadi sia-sia. Doanya tidak didengar Allah.

Sebaliknya doa yang didengar Tuhan adalah doa yang menganggap diri kita orang berdosa dan tidak layak di hadapan Tuhan, dan yang hanya membutuhkan belas kasihanNya untuk mengampuni dosa kita, seperti doa pemungut cukai itu (Lukas 18:13-14).

Doa orang farisi dan pemungut cukai mengingatkan kita orang Kristen agar tidak berdoa dengan meninggikan diri serta merendahkan orang lain, menganggap diri lebih saleh/rohani dari orang lain; tetapi harus merendahkan diri di hadapan Tuhan dan memohon belas kasihan dan pengampunanNya.

 

7. Doa Gereja Mula-Mula

Doa terkenal terakhir di Alkitab adalah doa gereja mula-mula di Yerusalem, gereja yang pertama ada di bumi.

“…. Sebab sesungguhnya telah berkumpul di dalam kota ini Herodes dan Pontius Pilatus beserta bangsa-bangsa dan suku-suku bangsa Israel melawan Yesus, Hamba-Mu yang kudus, yang Engkau urapi,…. Dan sekarang, ya Tuhan, lihatlah bagaimana mereka mengancam kami dan berikanlah kepada hamba-hamba-Mu keberanian untuk memberitakan firman-Mu….” (Kisah Para Rasul 4: 27-29).

Di dalam Kisah Para Rasul 4:1-22 diceritakan bagaimana Petrus dan Yohanes dihadapkan kepada Mahkamah Agama Yahudi untuk diadili. Penyebabnya adalah karena mereka memberitakan injil kepada orang-orang Yahudi di Bait Allah.

Di hadapan Mahkamah Agama, mereka diinterogasi dan diperintahkan agar mereka tidak lagi berbicara tentang Tuhan Yesus kepada orang banyak. Bahkan mereka diancam dengan keras.

Walaupun mereka belum mengalami penganiayaan secara fisik, namun tentu hal itu menjadi ancaman yang serius bagi gereja yang baru saja ditinggal Pemimpin utamanya, yaitu Tuhan Yesus, yang telah naik ke surga.

Setelah dilepaskan oleh Mahkamah Agama, Petrus dan Yohanes pergi memberitahukan hal yang baru saja mereka alami kepada teman-teman mereka/jemaat.

Kemudian mereka semua berdoa bersama-sama kepada Allah, menyerahkan semuanya kepada Dia, agar mereka diberikanNya keberanian memberitakan firman Allah/Injil di tengah-tengah ancaman pihak penguasa, pemimpin agama serta rakyat Yahudi.

Allah menjawab doa mereka tersebut melalui kuasa Roh Kudus yang menggoyang tempat mereka berdoa. Dan akibatnya adalah mereka menjadi berani dalam memberitakan firman Allah, sehingga jemaat semakin bertambah-tambah (Kisah Para Rasul 4:31).

 

Itulah 7 doa terkenal di Alkitab serta penjelasannya.

 

Jika artikel ini memberkati Anda, jangan lupa untuk membagikannya kepada rekan-rekan jejaring sosial Anda (facebook, twitter, google plus, whatsapp, dll) melalui tombol share yang tersedia pada artikel ini.

 

Anda juga dapat memberikan tanggapan, komentar, saran atau pertanyaan seputar artikel ini pada kolom komentar yang tersedia di bawah. Tetapi semua komentar harus dimoderasi terlebih dahulu, dan hanya komentar yang memenuhi syarat yang akan dipublikasikan.

 

Silakan juga bergabung dengan Fans Page Facebook Rubrik Kristen dengan cara mengklik “Like” atau “Sukai” pada Fans Page Facebook Rubrik Kristen di situs ini, sehingga Anda selalu mendapat info artikel-artikel terbaru dari situs ini. Terima kasih. GBU.

2 Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!