Loading...

7 Doa Yesus Terkenal Di Alkitab

Loading...

 

4. Doa Pergumulan Di Getsemani

Doa Tuhan Yesus selanjutnya yang terkenal di Alkitab adalah doa pergumulanNya di taman Getsemani.

Dalam doanya ini Tuhan Yesus berserah kepada kehendak BapaNya.

“KataNya: Ya Abba, Ya Bapa, tidak ada yang mustahil bagi-Mu, ambillah cawan ini dari pada-Ku, tetapi janganlah apa yang Aku kehendaki, melainkan apa yang Engkau kehendaki.” (Markus 14:36)

Dalam keadaanNya sebagai manusia, Ia bergumul antara keinginanNya secara pribadi dengan keinginan BapaNya. Di satu sisi Tuhan Yesus ingin agar cawan penderitaan itu dilalukan dariNya, tetapi di sisi yang lain, Ia juga ingin tunduk dan taat pada kehendak BapaNya.

Namun kita tahu bagaimana ending dari doaNya tersebut, Ia lebih memilih tunduk dan taat kepada BapaNya. Ia berserah pada kehendak BapaNya, dengan mengesampingkan kehendakNya sendiri. Pada akhirnya Dia mau agar kehendak BapaNya sajalah yang terjadi dalam hidupNya.

Tuhan Yesus adalah orang yang berserah dalam doaNya, dan tidak “ngotot” dengan keinginanNya sendiri, sebab Ia tahu bahwa kehendak BapaNyalah yang terbaik bagiNya dan bagi dunia. Karena itulah Ia menyerahkan pergumulanNya pada kehendak BapaNya.

 

5. Doa Pengampunan Untuk Musuh-MusuhNya

Doa pengampunan Tuhan Yesus bagi musuh-musuhNya adalah doa yang terkenal di Alkitab.

Setelah Yesus disalibkan, maka kata-kata pertama yang keluar dari mulutNya adalah doa pengampunan bagi orang-orang yang menyalibkanNya.

Injil Lukas mencatat doa Tuhan Yesus yang terkenal ini.

“Yesus berkata: Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat. (Lukas 23:34a)

Tuhan Yesus berdoa kepada BapaNya agar Ia mengampuni orang-orang yang menganiaya, mengolok-olok, menghujat, dan menyalibkanNya.

Ia tidak berdoa agar orang-orang tersebut dihukum Allah. Ia tidak meminta pembalasan BapaNya terhadap para musuhNya, tetapi belas kasihan dan pengampunan.

Ini adalah suatu hal yang luar biasa.

Biasanya orang-orang yang disalibkan akan mengeluarkan kata-kata makian, umpatan, sumpah serapah, bahkan kutukan.

Namun Yesus sangat lain. Ia tidak melakukan hal-hal seperti itu. Ia justru melakukan hal sebaliknya: berdoa bagi mereka yang menyakitiNya!

Dengan berdoa bagi musuh-musuhNya – atau lebih tepatnya: orang-orang yang memusuhiNya – maka Yesus telah mempraktekkan apa yang diajarkanNya sendiri kepada murid-muridNya.

Yesus mengajarkan murid-muridNya untuk berdoa bagi musuh mereka (Matius 5:44). Sekarang Dia sendiri telah melakukan hal tersebut!

 

6. Doa Penderitaan Rohani Di Kayu Salib

Doa Tuhan Yesus lainnya yang terkenal di Alkitab adalah doa seruanNya kepada BapaNya.

Alkitab mengatakan bahwa ketika Yesus sedang berada di atas kayu salib, kegelapan menguasai seluruh daerah itu selama tiga jam, dari pukul 12 siang hingga pukul 3 sore.

Setelah masa kegelapan selama tiga jam itu berakhir, maka Tuhan Yesus pun mengucapkan kata-kata doaNya yang merasa ditinggalkan oleh Bapa.

Injil Matius mencatat,

“Kira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: Eli, Eli, lama sabakhtani? Artinya: Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?(Matius 27:46)

Kata-kata pilu ini diserukan oleh Tuhan Yesus di atas kayu salib, tidak lama sebelum Ia menyerahkan nyawaNya kepada BapaNya.

Seruan ini merupakan kutipan dari ayat Perjanjian Lama, yakni Mazmur 22:2.

Ini adalah penderitaan terbesar yang pernah terjadi di dunia. Bagi Tuhan Yesus, ini bukan sekedar penderitaan secara fisik ataupun penderitaan secara psikologis.

Ia memang telah mengalami penderitaan fisik yang berat (dicambuk, dimahkotai duri, dipaku), maupun penderitaan psikologis (dihianati Yudas, diludahi, diolok-olok, ditinggalkan murid-muridNya).

Namun bukan karena itu Ia mengucapkan perkataanNya ini.

Ini adalah penderitaan secara rohani, yang hanya bisa dialami oleh Yesus yang tidak berdosa.

Dosa seluruh dunia sedang ditimpakan kepadaNya. Ia, satu-satunya manusia yang tak berdosa, bertindak sebagai pengganti bagi seluruh manusia yang berdosa.

Ia mati menggantikan posisi manusia yang seharusnya dihukum karena dosanya (2 Korintus 5:21).

Di sini Yesus merasakan penderitaan yang tak terperikan, bukan hanya penderitaan jasmani dan jiwani, tetapi yang lebih besar lagi adalah penderitaan rohani.

Karena Tuhan Yesus sedang memikul dosa seluruh manusia, maka Allah memalingkan mukaNya dari Yesus. Allah yang maha kudus merasa jijik dengan dosa manusia (Habakuk 1:13a).

Karena itu untuk sementara Tuhan Yesus “ditinggalkan” oleh BapaNya. (Baca: 7 Perkataan Yesus Di Kayu Salib Dan Maknanya)

 

7. Doa Penyerahan NyawaNya

Doa Tuhan Yesus terkenal di Alkitab yang terakhir adalah penyerahan nyawaNya ke tangan BapaNya.

Hal ini dicatat dengan jelas di dalam kitab Injil Lukas.

“Lalu Yesus berseru dengan suara nyaring: Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku. Dan sesudah berkata demikian Ia menyerahkan nyawa-Nya. (Lukas 23:46).

Kata-kata doa ini diucapkan oleh Tuhan Yesus di kayu salib sebagai kata-kata terakhirNya, sebelum Ia wafat.

Perkataan terakhir Tuhan Yesus di kayu salib bukanlah kata-kata umpatan, kata-kata penyesalan, kekecewaan, ataupun kata-kata ketidakpercayaan, melainkan doa penyerahan penuh diriNya kepada BapaNya.

Doa Tuhan Yesus ini merupakan kutipan dari ayat di Perjanjian Lama, yang merupakan bagian dari mazmur Daud, yakni Mazmur 31:6.

Mazmur 31:6 adalah doa penyerahan pemazmur kepada Allah.

Orang-orang Yahudi yang saleh sering berdoa dengan mengutip doa dalam mazmur ini.

Dengan mengutip mazmur ini dalam doa di penghujung hidupNya, Tuhan Yesus menunjukkan bahwa diriNya adalah seorang manusia  yang saleh, yang selalu berserah kepada Allah.

Dan sejak doa ini dikutip oleh Tuhan  Yesus menjelang kematianNya, banyak orang Kristen yang berdoa seperti ini menjelang kematian mereka.

Hal ini membuktikan bahwa doa Tuhan Yesus ini sudah sangat terkenal.

 

Itulah 7 doa Tuhan Yesus terkenal di Alkitab serta penjelasannya.

 

Jika artikel ini memberkati Anda, jangan lupa untuk membagikannya kepada rekan-rekan jejaring sosial Anda (facebook, twitter, google plus, whatsapp, dll) melalui tombol share yang tersedia pada artikel ini.

 

Anda juga dapat memberikan tanggapan, komentar, saran atau pertanyaan seputar artikel ini pada kolom komentar yang tersedia di bawah. Tetapi semua komentar harus dimoderasi terlebih dahulu, dan hanya komentar yang memenuhi syarat yang akan dipublikasikan.

 

Silakan juga bergabung dengan Fans Page Facebook Rubrik Kristen dengan cara mengklik “Like” atau “Sukai” pada Fans Page Facebook Rubrik Kristen di situs ini, sehingga Anda selalu mendapat info artikel-artikel terbaru dari situs ini. Terima kasih. GBU.

Loading...

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!