Loading...
Loading...

7 Dosa Perzinahan Terbesar Di Alkitab

lot2

Artikel ini berisi tentang dosa-dosa perzinahan terbesar di Alkitab.

Alkitab adalah firman Allah. Itulah sebabnya ia disebut Kitab Suci, karena isinya berasal dari Allah sendiri, sekalipun manusia yang menuliskannya. Namun tidak berarti semua isi Alkitab hanya yang baik-baik saja. Alkitab juga mencatat hal-hal buruk.

Hal-hal baik di Alkitab dicatat agar diteladani umat Tuhan (2 Timotius 3:16-17). Sedangkan hal-hal buruk di Alkitab dicatat sebagai pembelajaran dan peringatan bagi umat Tuhan, agar tidak diikuti (1 Korintus 10:11-12).

Baca juga: 10 Tokoh Alkitab Yang Tidak Taat Kepada Tuhan Dan Akibatnya

Selain itu, hal-hal buruk di Alkitab juga dicatat sebagai bukti kelemahan, kekurangan, dan kekerasan hati manusia, yang tidak mau mengikuti perintah Tuhan. Di sisi lain, hal ini juga menunjukkan sifat kasih, penerimaan dan pengampunan Allah atas kekurangan, kelemahan dan kejahatan manusia.

Jadi tidak berarti jika Alkitab mencatat hal-hal buruk lalu Alkitab menjadi tidak suci lagi. Alkitab tetap suci, karena dia adalah Kitab Suci, yang berasal dari Allah. Semua yang dicatat di dalamnya, hal-hal yang baik dan hal-hal yang buruk, bermanfaat untuk manusia, baik sebagai perintah atau anjuran maupun sebagai larangan atau peringatan.

Baca juga: 10 Tokoh Alkitab Yang Tidak Jujur

Salah satu hal-hal buruk yang dicatat di Alkitab adalah berbagai dosa perzinahan, khususnya di antara umatNya sendiri, yang pada dasarnya berlawanan dengan firman dan kehendak Tuhan sendiri.

Alkitab berulang kali mengingatkan umatNya agar tidak melakukan dosa perzinahan. Salah satunya adalah larangan perzinahan yang terdapat dalam 10 Perintah Allah (Baca:10 Perintah Allah Dan Maknanya)

Dosa-dosa perzinahan di Alkitab tersebut mencakup hubungan terlarang atau yang tak wajar di antara umat Tuhan, seperti hubungan antara orang tua dengan anak, antara anak dengan ibu tiri, antara anak dengan saudara tiri, dan lain sebagainya. Dosa perzinahan ini terjadi baik karena terpaksa (dijebak/diperkosa) maupun atas dasar suka sama suka.

Baca juga: 10 Tokoh Alkitab Yang Mati Seketika Karena Dosanya

Di sini didaftarkan 7 dosa perzinahan di Alkitab, yang dianggap sebagai perzinahan terbesar, dan semuanya merupakan hubungan terlarang di dalam satu keluarga. (Jadi salah satu dosa perzinahan terbesar di Alkitab, yakni hubungan antara Daud dengan Batsyeba, tidak termasuk di sini).

Hal ini perlu dibahas sebagai peringatan bagi umatNya agar menjauhi perzinahan.

Dosa perzinahan apa sajakah itu? Berikut pembahasannya.

 

1. Lot Dengan Putri-Putrinya

Dosa perzinahan terbesar pertama di Alkitab adalah hubungan antara Lot dengan kedua putrinya (Kejadian 19:30-38).

Lot adalah keponakan Abraham. Ketika Abraham dipanggil Tuhan meningalkan kampung halamannya di Ur-Kasdim, Abraham juga membawa serta Lot, mungkin karena ayah Lot saat itu sudah meninggal. Lot bersama-sama Abraham pergi ke Tanah Perjanjian (Kanaan) sebagai pendatang. Ketika terjadi kelaparan di Kanaan, Lot juga ikut bersama Abraham pergi ke Mesir.

Kemudian Lot berpisah dari Abraham. Ia memilih tinggal di Lembah Yordan, dekat kota Sodom. Hal ini kemudian menimbulkan masalah tersendiri bagi Lot. Sebab Sodom sangat jahat dan membuat Lot terpengaruh dengan gaya hidup mereka. Karena itulah Abraham berdoa syafaat bagi Sodom. Namun Tuhan tetap memusnahkan Sodom tetapi meyelamatkan Lot sekeluarga (Baca: 10 Hukuman Tuhan Terbesar Kepada Manusia).

Setelah Lot diselamatkan malaikat dari Sodom yang dimusnahkan Tuhan, maka Lot pun berdiam di pegunungan. Istri Lot waktu itu sudah menjadi tiang garam karena tidak mendengarkan peringatan Tuhan untuk tidak menoleh ke belakang, ke arah kota mereka yang telah Tuhan musnahkan. Mungkin istri Lot merasa sayang dengan rumah dan harta benda yang mereka tinggalkan.

Karena itu Lot hanya tinggal bertiga bersama dua putrinya. Mereka diam di dalam gua. Dan di sinilah terjadi perzinahan besar. Kedua putri Lot itu merasa tidak ada lagi laki-laki di negeri itu, sehingga mereka khawatir jika mereka tidak punya keturunan. Karena itu mereka pun punya ide yang jahat. Mereka membuat ayah mereka mabuk oleh anggur sehingga berhubungan badan dengan mereka.

Mereka berdua pun akhirnya hamil dan mempunyai anak dari ayah mereka sendiri! Anak dari putri tertua Lot diberi nama Moab, dialah bapa bangsa Moab; sedangkan anak dari putri keduanya diberi nama Ben-Ami, dialah bapa bangsa Amon. Bangsa Moab dan bangsa Amon di kemudian hari menjadi musuh bebuyutan bangsa Israel.

Kesalahan Lot adalah ia tinggal di sekitar Sodom yang sangat jahat kelakuannya, sehingga anak-anaknya pun punya kelakuan yang jahat.

 

2. Ruben Dengan Ibu Tirinya

Dosa perzinahan terbesar kedua di Alkitab adalah hubungan antara Ruben dengan ibu tirinya, Bilha (Kejadian 35:22a).

Bilha adalah gundik Yakub, ayah Ruben. Bilha adalah budak Rahel, istri yang dicintai Yakub. Bilha mempunyai dua orang anak dari Yakub, yakni Dan serta Naftali. Sedangkan Ruben adalah anak Yakub dari istri tertuanya, Lea.

Suatu ketika Ruben berzinah dengan gundik ayahnya, Bilha, suatu perbuatan yang kelak diganjar dengan hukuman mati di Israel (Imamat 20:11).

Apa yang dilakukan Ruben ini tentu sangatlah tercela. Perbuatan zinah itu sendiri sudah sangat tercela dan merupakan dosa di hadapan Tuhan, apalagi jika perzinahan itu dilakukan dengan istri atau gundik ayahnya sendiri. Jelas Ruben tidak menghormati ayahnya.

Tidak disebutkan di Alkitab bagaimana reaksi Yakub saat itu ketika mendengar atau mengetahui bahwa anak kandungnya berzinah dengan istrinya. Tetapi pastilah Yakub sedih dan marah akan perbuatan Ruben tersebut. Terlebih saat itu gundik Yakub, Bilha, sudah mempunyai dua anak. Namun yang jelas, Ruben kelak akan mendapat hukuman atas perbuatannya tersebut.

Dan di penghujung hidupnya, Yakub menghukum Ruben dengan nubuatannya. Ia mengatakan bahwa Ruben sebenarnya adalah anak sulungnya, yang berhak mendapat hak-hak kesulungan. Tetapi setelah perbuatan zinahnya itu, hak kesulungan pun beralih dari Ruben (Kejadian 49:3-4).

Secara de jure, secara hukum, Ruben memang tetap tercatat sebagai anak sulung Yakub, namun secara de facto, dalam faktanya, Yusuflah yang menerima hak-hak kesulungan tersebut (1 Tawarikh 5:1).

Menurut sumber-sumber pengajaran rabi Yahudi, hak kesulungan Ruben (dan keturunannya) yang mencakup hak sebagai pemimpin atas saudara-saudaranya (suku-suku Israel yang lain), beralih kepada suku Yehuda, dan hak sebagai imam, beralih kepada suku Lewi, sedangkan hak atas harta warisan beralih ke suku Yusuf (Efraim dan Manasye).

Kehilangan hak kesulungan adalah sebuah aib pada masa itu. Padahal Ruben termasuk orang yang punya sifat yang baik di antara anak-anak Yakub (Kejadian 37:21-22,29-30; 42:36-37; 42:21-22).

Namun karakter baik Ruben, dirusak oleh perbuatan zinahnya. (Baca: 7 Fakta Tentang Ruben Di Alkitab).

Loading...
6 Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!